Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan industri produsen semen
di Indonesia yang dari tahun ke tahun terus berupaya mengoptimalkan produksi
semen beton siap pakai serta mengelola tambang agregat dan tras. PT Indocement
Tunggal Prakarsa Tbk memiliki tiga lokasi pabrik yang terletak di Citeurep
(Bogor), Palimanan (Kabupaten Cirebon) dan Kalimantan (Pontianak). Plant PT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Cirebon, yang berlokasi di Desa Palimanan
merupakan salah satu pabrik yang menerapkan metode penambangan quarry
dengan sistem konvensional (shovel dan truck). Metode quarry merupakan sistem
penambangan yang sama dengan penambangan terbuka (open pit) yang terfokus
pada penambangan non logam atau batuan, batugamping hasil dari peledakan
direduksi ukurannya menggunakan unit peremuk (crushing plant).
Unit peremuk ini mereduksi batugamping dengan dua tahap yaitu, primary
crushing dan secondary crushing. Peremukan primary crushing menggunakan
alat jaw crusher, kemudian hasil peremukannya direduksi kembali ke secondary
crushing menggunakan double roll. Dari hopper akan masuk ke appron feeder, di
proses vibrating screen terdiri dari beberapa ukuran produk yang dipisahkan yang
> 200 mm akan di peruses menuju jaw crusher. Hasil pemisahan dari vibrating
screen yang di < 200 mm kemudian dibawa oleh belt conveyor ke impact crusher
produk dengan hasil rata-rata ± 25 mm.
Pembangunan yang berkembang pesat diwilayah Palimanan berdampak
pada peningkatan permintaan semen dan beton siap pakai. Kebutuhan terhadap
batugamping untuk memproduksi produk sesuai permintaan konsumen menjadi
perhatian khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar. PT Indocement menetapkan
target produksi sebesar 15.000 ton per hari, namun realisasi pencapaian target
produksi tersebut belum dapat memenuhi permintaan pasar. Target produksi tidak
tercapai disebabkan oleh adanya hambatan-hambatan pada unit pengolahan

1
2

(crushing plant), baik yang disebabkan oleh faktor alat, operator, alam dan
manajemen kerja.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu adanya evaluasi kinerja unit
crushing plant terhadap target produksi 450.000 ton/bulan batugamping agar
perusahaan dapat merealisasikan rencana produksinya serta memenuhi permintaan
semen dan beton siap pakai dipasar.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang maka rumus masalah pada penelitian ini, antara
lain:
1. Bagaimana kinerja alat crushing plant terhadap target produksi agar produksi
crushing plant optimal selama proses terjadinya peremukan batugamping?
2. Berapa kemampuan kapasitas alat crushing plant agar dapat meningkatkan
target produksi batugamping yang telah ditetapkan oleh PT Indocement Tbk?

1.3 Batasan Masalah


Batasan masalah dalam penelitian ini ialah :
1. Penelitian ini fokus pada bagian produksi crushing plant yang dilaksanakan
pada bulan Oktober-November.
2. Pengamatan dan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja unit
peremuk (crushing plant).
3. Penelitian ini membahas kinerja produksi crushing plant.
4. Produksi crushing plant yang dibahas dalam penelitian ini adalah produksi
pengumpanan bahan baku (vibrating feeder), alat peremuk pertama (jaw
crusher), alat peremuk kedua (double roll) dan alat penyalur (belt conveyor).
5. Penelitian ini tidak mengkaji produktivitas dan distribusi unit peremuk dari
aspek ekonominya.

1.4 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian ini ialah :
1. Bagaimana kinerja alat selama proses peremukan berlangsung dan berapa nilai
ketersediaan alat peremuk agar dapat waktu kerja yang efektif untuk
meningkatkan produksi pada alat crushing plant?
3

2. Bagaimana kemampuan kapasitas alat crusing plant agar dapat menghitung


produksi batugamping yang dihasilkan dari proses peremukan?

1.5 Manfaat Penelitian


Manfaat yang didapatkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat bagi penulis
Pada penelitian ini penulis dapat mengimplementasikan perhitungan yang
digunakan untuk mendapatkan produksi crushing plant dan perbaikan kinerja
peralatan dalam upaya optimalisasi produksi.
2. Manfaat bagi Mahasiswa/Pembaca
Sebagai bahan bacaan sekaligus rujukan untuk menambah wawasan serta bagi
penelitian yang jika akan dilakukan selanjutnya sekaligus dapat memberikan
pemahaman bagi pembaca mengenai optimalisasi produksi crushing plant.
3. Bagi perusahaan
Memperoleh masukan pemecahan masalah yang terjadi untuk kemudian
mengevaluasi kembali hambatan dan kegiatan pengolahan terhadap target
produksi yang ditetapkan.