Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

( SAP )

Topik : Bahaya Merokok Pada Remaja


Hari / Tanggal : Sabtu, 24 Oktober 2015
Tempat :Posko Kesehatan Mahasiswa Ners Universitas Respati Indonesia
Sasaran : Warga masyarakat RT 07 RW.03 Kel. Lubang Buaya, Kec.
Cipayung
Sub Pokok Bahasan : Pendidikan kesehatan tentang Gizi seimbang pada balita
 Pengertian Bahaya merokok
 Faktor yang mempengaruhi kecanduan merokok pada remaja
 Tanda dan gejala bahaya merokok pada remaja
 Penatalaksanaan mengurangi bahaya merokok

A. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Setelah di lakukan penyuluhan warga RT 01 RW. 08 Kel. Lubang Buaya,
Kecamatan Cipayung dapat mengetahui apa itu bahaya merokok pada remaja.

b. Tujuan Khusus
Setelah di lakukan penyuluhan,di harapkan :
 Warga Dapat Menjelaskan Pengertian bahaya merokok pada remaja
 Warga Dapat Mengetahui Faktor yang mempengaruhi bahaya merokok
dilingkungan remaja
 Warga Dapat mengetahui Tanda dan gejala bahaya merokok
 Warga Dapat Melakukan Penatalaksanaan atau mengurangi merokok

B. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
C. MEDIA/ ALAT
a. LCD dan Laptop
b. Leaflet

D. PENGORGANISASIAN
1) Moderator :

2) Penyaji : Mulyati

3) Notulen/ observer : Nina Kurniawati

4) Fasilitator : Aliet Wicaksono

5) Dokumentasi : Dede Setiabudi

E. PELAKSANAAN KEGIATAN
No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Metode
Kegiatan Peserta
1 Orientasi 2 menit 1. Mengucapkan  Menjawab
salam salam. Ceramah dan
2. Memperkenalkan  Mendengarkan Tanya jawab
diri  Memperhatikan
3. Menjelaskan  Brain storming
tujuan kegiatan mengenai Bahaya
yang akan merokok
dilakukan
2 Kegiatan 10 1. Menjelaskan  Mendengarkan
menit pengertian bahaya
merokok pada
remaja
2. Menjelaskan faktor  Memperhatikan. Ceramah dan
yang Tanya jawab
mempengaruhi
kecanduan
merokok
3. Menjelaskan tanda  Menyimak
dan gejala bahaya
merokok pada
remaja
4. Menjelaskan cara  Mendengarkan
penatalaksanaan
atau memenuhi
gizi seimbang pada
balita.

3 Terminasi 3 menit 1. Memberi  Memperhatikan.


kesempatan pada
warga untuk
bertanya. Ceramah dan
2. Beri pujian  Menjawab salam Tanya jawab
3. Menyimpulkan
hasil penyuluhan
4. Mengucapkan
salam.

F. MATERI : Terlampir

G. EVALUASI
1. Evaluasi struktur
a. Masyarakat ikut dalam kegiatan penyuluhan.
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di Posko kesehatan Mahasiswa Kel.
Lubang Buaya, Kec. Cipayung Jakarta Timur.
2. Evaluasi proses
Warga
a. Masyarakat antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi).
c. Warga menerangkan kembali dan dapat menjelaskan bahaya merokok dan
penanggulangan kecanduan merokok
3. Evaluasi hasil
a. 80% masyarakat mampu menjelaskan pengertian bahaya merokok pada
remaja.
b. 75% masyarakat mampu menjelaskan Faktor yang mempengaruhi bahaya
merokok pada remaja
c. 75% masyarakat mampu menjelaskan Tanda dan gejala bahaya merokok bagi
tubuh remaja
d. masyarakat mampu menjelaskan Melakukan Penatalaksanaan atau
mengurangi kencanduan merokok pada remaja
BAHAYA MEROKOK

 DEFINISI
Definisi perokok menurut WHO untuk sekarang adalah mereka yang merokok setiap
hari untuk jangka waktu minimal 6 bulan selama hidupnya.

Armstrong dalam Kemala (2007) Merokok adalah menghisap asap tembakau yang
dibakar ke dalam tubuh dan menghembuskannya kembali keluar

 ETIOLOGI

Faktor pencetus kecanduan rokok menurut (Al Bachri, 1991). dikalangan masyarakat
adalah :

1. Faktor orangtua dan keluarga

Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal
dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan
anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi
perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang
bahagia. Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk
terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.

2. Teman sebaya yang merokok

Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-


temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87%
mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula
dengan remaja non perokok

 MANIFESTASI KLINIS

1. Rokok dan Kanker Paru


Dari beberapa kepustakaan dilaporkan bahwa penyebab kanker paru sangat
berhubungan dengan kebiasaan merokok. Terdapat hubungan antara rata-rata jumlah
rokok yang dihisap per hari dengan angka kejadian kanker paru. Diperkirakan bahwa 1
dari 9 perokok berat akan menderita kanker paru. Belakangan, laporan beberapa
penelitian menunjukkan bahwa perokok pasif pun akan berisiko terkena kanker paru.
Anak-anak yang terpapar asap rokok selama 25 tahun pada usia dewasa memiliki risiko
terkena kanker paru 2 kali lipat dibandingkan dengan yang tidak terpapar. Perempuan
yang hidup dengan suami atau pasangan perokok juga memiliki risiko kanker paru 2-3
kali lipat. Diperkirakan bahwa 25% kanker paru dari pasien yang bukan perokok berasal
dari perokok pasif. Angka kejadian kanker paru pada perempuan di Amerika Serikat
dalam 10 tahun terakhir ini juga naik menjadi 5% per tahun, antara lain karena
meningkatnya jumlah perempuan perokok atau sebagai perokok pasif.

Efek rokok bukan saja mengakibatkan kanker paru, tetapi juga menimbulkan kanker
pada organ lain seperti mulut, laring, dan esophagus (kerongkongan). Laporan dari NCI
(National Cancer Institutei) di USA tahun 1992 mengatakan kanker pada organ lain
seperti ginjal, kandung kemih, ovarium, rahim, usus besar, hati, penis, dan lain-lain
lebih tinggi pada pasien yang merokok daripada yang bukan perokok.

2. Rokok dan Risiko Penyakit Kardiovaskuler

Telah banyak diketahui bahwa rokok termasuk salah satu penyebab timbulnya penyakit
kardiovaskuler (penyakit jantung dan pembuluh darah) dan kanker. Hasil Survei
Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada tahun 1986 dan 1992 memperlihatkan adanya
peningkatan jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskuler dari 9,7% menjadi 16%.
Ternyata selain berpengaruh buruk pada perokok sendiri, seseorang yang menghirup
asap rokok di lingkungannya justru mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita
sakit seperti gangguan pernafasan, memperburuk asma, dan memperberat penyakit
angina pectoris (nyeri dada karena sumbatan pembuluh darah jantung).

Merokok sigaret, bersama-sama dengan dislipidemia (kelainan kadar lemak dalam


darah) dan hipertensi, dianggap sebagai tiga faktor risiko utama untuk terjadinya gagal
jantung dan stroke. Angka kejadian tiga sampai empat kali lebih tinggi pada perokok.
Tidak seperti sebagian besar faktor risiko penyakit kardiovaskular yang lain, merokok
sigaret dapat dihilangkan secara total, meskipun tidak mudah. Untuk penyakit gagal
jantung, keuntungan dari berhenti merokok sangat nyata. Angka kejadian penyakit
tersebut pada mantan perokok turun sampai mendekati tingkat bukan perokok dalam 2
tahun.

3. Rokok, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan Asma

Asap rokok merupakan satu-satunya penyebab terpenting PPOK, jauh lebih penting dari
faktor penyebab lainnya. Sedangkan berkembangnya asma salah satunya ditentukan
oleh faktor lingkungan yang mempengaruhi individu dengan kecenderungan (bakat)
asma untuk berkembang menjadi asma, menyebabkan kekambuhan, dan menyebabkan
gejala-gejala asma menetap. Termasuk dalam faktor lingkungan yaitu alergen,
sensitisasi lingkungan kerja, asap rokok, polusi udara, infeksi pernafasan (virus), diet,
dan status sosioekonomi.

Asap rokok merupakan oksidan dan merangsang reaksi peradangan. Penderita asma
yang merokok akan mempercepat perburukan fungsi paru dan mempunyai risiko
mendapatkan bronkhitis kronik sebagaimana perokok lainnya dengan gambaran
perburukan gejala klinis, berisiko mendapatkan kecacatan, semakin tidak produktif, dan
menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, penderita asma dianjurkan untuk tidak
merokok. Penderita asma yang sudah merokok diperingatkan agar menghentikan
kebiasaan tersebut karena dapat memperberat penyakitnya.

4. Rokok dan Penyakit Ulkus Peptikum

Ulkus peptikum adalah luka terbuka pada mukosa yang melapisi lambung atau
duodenum (bagian pertama dari usus halus). Penyebab pasti dari ulkus ini tidak
diketahui. Terdapat hubungan antara merokok sigaret dan ulkus. Terdapat laporan yang
menyatakan bahwa ulkus lebih cenderung terjadi, lebih sulit sembuh, dan lebih sering
menyebabkan kematian pada perokok daripada bukan perokok. Merokok tampaknya
merupakan salah satu faktor yang bekerja bersama-sama untuk mendorong terbentuknya
ulkus.

5. Rokok dan Kehamilan


Berbagai studi dan data menunjukkan bahwa ibu perokok berdampak pada kesakitan
saluran nafas bawah pada anaknya sampai dengan usia 3 tahun. Berbagai studi
menunjukkan bahwa ibu merokok selama kehamilan akan mempengaruhi
perkembangan paru anak, dan bayi dari ibu perokok 4 kali lebih sering mendapatkan
gangguan mengi dalam tahun pertama kehidupannya. Pajanan asap rokok lingkungan
(environmental tobacco smoke/ETS) baik selama periode hamil ataupun sesudah
dilahirkan (perokok pasif) akan mempengaruhi timbulnya gangguan/penyakit dengan
pada anak.

 PENATALAKSANAAN
a. Cara mengatasi dampak dari merokok

1. Kurangi jumlah rokok yang diisap perharinya


2. Jangan menghisap asap dalam-dalam
3. Tinggalkan puntung rokok sejauh mungkin (jangan menghisap sampai habis)
4. Melepaskan rokok dari bibir diantara tiap sedotan
5. Memakai rokok yang berfilter, pipa atau cerutu.
b. Alasan harus menghindari rokok
1. Melemahkan pikiran, ketagihan, cemas dan gelisah
2. Kita akan mempunyai kebugaran dan penampilan yang segar
3. Akan menghemat uang
4. Asap rokok akan merusak kesehatan keluarga dan lingkungan
5. Tidak menambah polusi alam dan turut memelihara kesehatan lingkungan dengan
udara bersih.
c. Cara mencegah merokok berlebih
1. Agar dibuat peta merokok selama 20 jam
2. setiap merokok agar ditulis waktu dan apa yang dilakukan pada saat itu. Hal ini
agar dilakukan setiap merokok dalam satu hari.
3. Peta dan situasi ketika merokok agar dicatat dan dipelajari
4. Untuk menghitung jumlah rokok setiap hari agar dicatat pada setiap dimana kita
menikmati
5. Merubah situasi merokok. Apakah merokok ketika jenuh, konsentrasi penuh,
istirahat, minum dengan teman, dan sesudah makan?
6. Sekarang perlu dipertimbangkan untuk melakukan kegiatan lain pada situasi
tersebut diatas untuk merubah kebiasaan merokok pada saat itu
7. Apabila jenuh, tanganipekerjaan yang sudah lama tertunda
8. Apabila konsentrasi, kunyah sebatang wortel atau apel
9. Luangkan lebih bannyak waktu dengan orang yang tidak merokok dan
mendiskusikan masalah menarik yang sedang terjadi
10. Setelah makan, jalan-jalan atau membaca buku.
d. Kiat-kiat berhenti merokok

1. Tidak membeli rokok


2. Melakukan hobi yang menyenangkan setiap kali teringat atau merokok
3. Meminta keluarga atau teman yang tidak merokok untuk mengingatkan agar tidak
merokok setiap kali kita akan mulai merokok
4. Setiap ada perasaan ingin merokok agar ditunggu 10 menit, tarik nafas dalam-
dalam atau genggam kepalan tangan erat-erat dan coba untuk santai, dorongan
merokok akan hilang.

DAFTAR PUSTAKA