Anda di halaman 1dari 9

PENILAIAN SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE

PRICE EARNING RATIO (PER) DAN PRICE BOOK VALUE (PBV)


(Studi Pada Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2003-2012)

IRENE SILVIA PERMATA


KERTAHADI
TOPOWIJONO
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya
Malang
Email: irenesilviapermata@yahoo.com

ABSTRAK

Saat ini, investasi pada perbankan melalui tabungan dianggap oleh para investor kurang
mendatangkan keuntungan yang tinggi, sehingga alternatif investasi lain yang dinilai mampu memberikan
return yang lebih besar mulai diminati oleh para investor, yaitu investasi pada saham. Dalam berinvestasi
pada saham perlu dilakukan adanya suatu penilaian untuk mengetahui nilai dan posisi saham suatu
perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai saham dan posisi nilai saham
(overvalued, fairvalued, atau undervalued) menggunakan metode penilaian Price Earning Ratio (PER),
mengetahui nilai saham dan posisi nilai saham (overvalued ,fairvalued, atau undervalued) menggunakan
metode penilaian Price Book Value (PBV), dan memberikan gambaran kepada investor untuk menentukan
keputusan investasi. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa nilai saham menggunakan metode PER
sangat berfluktuatif dan posisi saham berada pada posisi undervalued. Posisi saham PT. Bank Rakyat
Indonesia (Persero),Tbk yang dihitung menggunakan metode PBV menunjukkan nilai saham rata-rata
tahun 2003-2012 berada dalam posisi overvalued dan nilai sahamnya sama halnya dengan metode PER
yaitu berfluktuatif. Keputusan yang seharusnya diambil investor berdasarkan metode penilaian saham PER
adalah membeli, sedangkan keputusan investasi yang seharusnya diambil investor berdasarkan metode
penilaian saham PBV adalah menjual.

Kata kunci : Saham, PER, PBV

ABSTRACT

At the moment, investing in banks through savings are considered by investors bring less profits, so
other investment alternatives that are judged capable of delivering greater return began to demand by
investors, which invest in stocks. Investing in stocks is an assessment needs to be done to find out the value
and position of the stock of a company. The purpose of this research is to know the value of the stock and the
stock value position (overvalued, undervalued, or fairvalued) using the method of assessment of the Price
Earning Ratio (PER), knowing the value of the stock and the stock value position (overvalued, undervalued,
or fairvalued) using the method of valuation Price Book Value (PBV), and gives an overview to the investor
to determine investment decisions. Based on the analysis shows that the shares using methods PER very
fluctuate and stock positions are undervalued. Stock positions PT. Bank Rakyat Indonesia ( Persero ), Tbk
calculated using methods PBV show the stock average year 2003-2012 is in a position overvalued and value
of shares same thing with method PER namely fluctuate. Decisions should be taken investors judgment
based on method PER is buy, while an investment decision supposed taken investors judgment based on
method PBV is selling.

Keywords : Stock, PER, PBV

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 2 No. 1 Mei 2013| 65


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
1. PENDAHULUAN metode pendekatan Price Earning Ratio (PER)
Dalam melakukan investasi, investor dan Price Book Value (PBV). Masing-masing
memerlukan tempat berinvestasi yang pendekatan, baik PER maupun PBV memiliki
memberikan pilihan jenis-jenis investasi serta dasar penilaian yang berbeda sehingga investor
perantara untuk berinvestasi sesuai yang dapat memilih metode yang diinginkan
diinginkan oleh investor. Investor bisa bersifat berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.
perorangan (individual investor) ataupun bersifat PER adalah hubungan antara pasar saham
institusional (institusional investor) (Lubis, dengan earning per share saat ini yang digunakan
2009:1). Tempat investasi yang dapat secara luas oleh investor sebagai panduan umum
dimanfaatkan untuk mobilisasi dana, baik dari untuk mengukur nilai saham. PER menunjukkan
dalam maupun dari luar negeri adalah pasar berapa kali lipat para investor di pasar mau
modal. Pasar modal merupakan lembaga yang membayar untuk setiap rupiah laba per saham
sangat diperhitungkan bagi perkembangan yang dihasilkan perusahaan, sehingga PER
perekonomian negara karena pasar modal mencerminkan daya tarik sebuah saham.
menjalankan fungsi ekonomi dan keuangan, Kegunaan Price Earning Ratio adalah untuk
sehingga pemerintah berkepentingan untuk melihat bagaimana pasar menghargai kinerja
melakukan pengawasan dan turut mengatur perusahaan yang dicerminkan oleh Earning Per
jalannya pasar modal. Kegiatan pasar modal pada Share. Perusahaan dengan peluang tingkat
umumnya dilakukan oleh berbagai lembaga antara pertumbuhan tinggi biasanya mempunyai Price
lain pusat perdagangan sekuritas atau bursa efek Earning Ratio yang tinggi pula, dan hal ini
yang di dalamnya terdapat berbagai lembaga menunjukkan bahwa pasar mengharapkan
seperti lembaga kliring dan lembaga keuangan pertumbuhan laba di masa mendatang.
lainnya yang kegiatannya terkait antara satu Sebaliknya, perusahaan dengan tingkat
dengan yang lainnya. Dalam menjalankan fungsi pertumbuhan yang rendah cenderung mempunyai
dan tugasnya, terdapat tiga aspek yang ingin Price Earning Ratio yang rendah pula. Semakin
dicapai pasar modal, yaitu mempercepat proses rendah Price Earning Ratio suatu saham maka
perluasan partisipasi masyarakat didalam semakin baik atau murah harganya untuk
pemilikan saham, menggairahkan masyarakat diinvestasikan.
untuk menghimpun dana yang digunakan secara Metode selanjutnya yang digunakan untuk
periodik, serta melakukan pemerataan pendapatan. menilai saham adalah Price Book Value (PBV).
Dalam pasar modal, salah satu obyek investasi PBV adalah suatu metode penilaian saham yang
yang paling diminati oleh investor adalah saham. digunakan untuk menilai harga suatu saham
Dalam melakukan investasi, nilai wajar dengan membandingkan harga pasar saham
saham yang akan dibeli maupun dijual sangat dengan nilai buku perusahaan (book value). PBV
penting untuk diketahui oleh investor, sebab hal merupakan alternatif untuk menilai saham bagi
ini akan mempermudah investor dalam perusahaan yang secara konsisten memberikan
memperkirakan kemungkinan keuntungan serta dividen kepada para pemegang saham. Besarnya
kerugian yang akan terjadi di masa depan. Tujuan dividen yang diberikan perusahaan di masa yang
dari penilaian saham adalah untuk mengetahui akan datang sangat tergantung pada prospek
apakah harga pasar suatu saham dinilai terlalu pertumbuhan perusahaan. Rasio ini menunjukkan
tinggi (overvalued) atau terlalu rendah bagaimana suatu perusahaan mampu menciptakan
(undervalued). Apabila nilai saham terlalu rendah nilai perusahaan relatif terhadap jumlah modal
(undervlued), maka saham tersebut layak untuk yang diinvestasikan. PBV yang tinggi
dibeli. Sebaliknya, jika suatu saham menunjukkan mencerminkan harga saham yang tinggi
nilai yang terlalu tinggi (overvalued) berarti dibandingkan nilai buku perlembar saham.
saham tersebut layak untuk dijual. Untuk menilai Semakin tinggi harga saham, semakin berhasil
saham, terdapat metode-metode yang perusahaan menciptakan nilai bagi pemegang
mempermudah investor untuk mengetahui nilai saham. Pendekatan PBV populer di kalangan
saham dan menentukan pilihan investasi. Para investor yang kurang menyukai penilaian
investor cenderung menerapkan metode yang berdasarkan kemampuan menghasilkan laba
mudah, sederhana, dan memberikan hasil yang perusahaan, karena nilai buku dianggap lebih
akurat dalam penilaian. Terdapat beberapa metode sesuai dalam menilai sebuah saham.
yang dapat digunakan untuk menilai saham, yaitu

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 2 No. 1 Mei 2013| 66


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Dalam penelitian ini, objek yang dipilih meningkat, dan akibatnya nilai investasi pada
adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk perusahaan tersebut juga akan meningkat.
yang merupakan salah satu perusahaan industri Anoraga (2006:58) menyatakan saham adalah
perbankan yang potensial di Bursa Efek Indonesia salah satu jenis efek yang paling banyak
(BEI) dengan dua pesaing utama yaitu Bank diperdagangkan di pasar modal. Bahkan saat ini
Mandiri dan Bank Central Asia. Pada akhir dengan semakin banyaknya emiten yang
Kuartal II 2012, total aset dari ketiga bank mencatatkan sahamnya di Bursa Efek,
tersebut tercatat Rp1,454 trilyun, atau mewakili perdagangan saham semakin marak dan menarik
sekitar 38.0% total aset perbankan di Indonesia para investor untuk terjun dalam jual beli saham.
per akhir Mei 2012. PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk memiliki pertumbuhan laba bersih Price Earning Ratio (PER)
dan ekuitas paling tinggi dibanding dua Price atau harga merupakan nilai yang
pesaingnya. disepakati antara penjual dan pembeli, sedangkan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui earning adalah laba atau keuntungan yang tersedia
nilai saham dan posisi nilai saham PT. Bank bagi para pemegang saham, baik yang berupa
Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (overvalued, dividen maupun capital gain. Sehingga Price
fairvalued, atau undervalued) menggunakan Earning Ratio dapat diartikan sebagai hubungan
metode penilaian Price earning Ratio (PER), antara pasar saham dengan earning per share saat
mengetahui nilai saham dan posisi nilai saham PT. ini yang digunakan secara luas oleh investor
Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk sebagai panduan umum untuk mengukur nilai
(overvalued ,fairvalued, atau undervalued) saham. Pengertian Price Earning Ratio yaitu
menggunakan metode penilaian Price Book Value merupakan cerminan rupiah yang berani dibayar
(PBV), dan memberikan gambaran investor untuk investor untuk setiap rupiah laba (Arifin,
menentukan keputusan investasi berdasarkan 2005:152). Model PER, sebagaimana namanya
metode penilaian saham Price Earning Ratio menunjukkan, mendasarkan diri atas rasio antara
(PER) dan Price Book Value (PBV) . harga saham per lembar dengan EPS (Husnan,
2003:288). Sebelum mencari nilai PER, terlebih
2. KAJIAN PUSTAKA dahulu harus diketahui nilai dari EPS. EPS atau
Saham laba per lembar saham adalah tingkat keuntungan
Pasar modal adalah media bagi investor bersih untuk tiap lembar sahamnya yang mampu
untuk menanamkan dananya dalam berbagai diraih perusahaan pada saat menjalankan
instrumen yang diterbitkan oleh perusahaan operasinya. Laba per lembar saham atau EPS di
publik. Salah satu instrumen yang diperdagangkan peroleh dari laba yang tersedia bagi pemegang
di pasar modal adalah saham. Saham adalah saham biasa dibagi dengan jumlah rata – rata
penyertaan modal dalam pemilikan Perseroan saham biasa yang beredar. Menurut Syamsuddin
Terbatas (PT) atau biasa disebut emiten (2007:75) EPS (Earning per share) dapat dicari
(Sunariyah, 2003:30). Sitompul (1996:180) menggunakan rumus:
menyatakan bahwa saham adalah bukti
kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Bukti
kepemilikan ini terdapat dalam dua bentuk, yaitu Dalam investasi pada saham, keuntungan
saham yang dikeluarkan atas nama pemiliknya yang merupakan hak investor adalah laba bersih
dan saham yang tidak menyebutkan nama setelah pajak perusahaan. Pada dasarnya PER
pemiliknya. Ketika para investor membeli saham, memberikan indikasi tentang jangka waktu yang
ini berarti investor membeli prospek perusahaan. diperlukan untuk mengembalikan dana pada
Jika prospek perusahaan membaik, harga saham tingkat harga saham dan keuntungan perusahaan
tersebut akan meningkat. Bila calon investor pada suatu periode tertentu (Halim, 2005:27).
membeli saham, maka kita akan menerima kertas Pendekatan ini merupakan pendekatan yang lebih
yang menjelaskan bahwa kita memiliki populer dipakai di kalangan analis saham dan para
perusahaan penerbit saham tersebut (Halim, praktisi. Dalam pendekatan PER, investor akan
2009:156). Apabila seseorang memiliki 1% dari menghitung berapa kali nilai earning yang
seluruh saham yang diedarkan perusahaan, berarti tercermin dalam harga suatu saham.
kepemilikannya juga 1%. Pada saat perusahaan Kegunaan Price Earning Ratio adalah untuk
berkembang baik, maka nilai perusahaan mungkin melihat bagaimana pasar menghargai kinerja
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 2 No. 1 Mei 2013| 67
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
perusahaan yang dicerminkan oleh earning per yang menggambarkan seberapa besar pasar
share nya. Price Earning Ratio menunjukkan menghargai nilai buku saham suatu perusahaan.
hubungan antara pasar saham biasa dengan Semakin tinggi PBV, maka menunjukkan semakin
earning per share. Semakin besar Price Earning besar kepercayaan pasar terhadap prospek
Ratio suatu saham maka harga saham tersebut perusahaan tersebut. Untuk perusahaan yang
akan semakin mahal terhadap pendapatan bersih berjalan baik, umumnya rasio ini mencapai diatas
per sahamnya. Angka rasio ini biasanya digunakan satu, yang menunjukkan bahwa nilai pasar saham
investor untuk memprediksi kemampuan lebih besar dari nilai bukunya (Jogiyanto,
perusahaan dalam menghasilkan laba dimasa yang 2003:79). Rasio PBV dihitung dengan membagi
akan datang. Perusahaan dengan peluang tingkat nilai pasar dari saham dibagi dengan nilai buku
pertumbuhan tinggi biasanya mempunyai price dari ekuitas saat ini. Secara matematis PBV dapat
earning ratio yang tinggi pula, hal ini ditulis:
menunjukkan bahwa pasar mengharapkan
pertumbuhan laba di masa mendatang. Sebaliknya
perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang Untuk menentukan posisi saham
rendah cenderung mempunyai price earning ratio menggunakan metode Price Book Value tidak
yang rendah pula. Semakin rendah price earning mencari nilai intrinsik dari saham yang diteliti,
ratio suatu saham maka semakin murah harganya melainkan menghitung nilai PBV kemudian
untuk diinvestasikan. Price Earning Ratio mengukur harga saham mahal atau murah dengan
menjadi rendah nilainya bisa karena harga saham cut off 1 yang berarti jika nilai PBV diatas 1
cenderung semakin turun atau karena menunjukkan bahwa nilai pasar saham lebih besar
meningkatnya laba bersih perusahaan. Jadi dari nilai bukunya (overvalued), sebaliknya jika
semakin kecil nilai PER maka semakin murah nilai PBV dibawah 1 berarti nilai pasar saham
saham tersebut untuk dibeli dan semakin baik pula lebih kecil dari nilai bukunya (undervalued).
kinerja per lembar saham dalam menghasilkan Penentuan ini berdasarkan pada teori yang
laba bagi perusahaan. Semakin baik kinerja per diungkapkan Husnan (2003:27) “Untuk
lembar saham akan mempengaruhi banyak perusahaan-perusahaan yang berjalan dengan
investor untuk membeli saham tersebut. Untuk baik, umumnya rasio ini mencapai diatas satu
menilai apakah harga saham tersebut dinilai yang menunjukkan bahwa nilai pasar saham lebih
terlalu tinggi atau rendah oleh pasar maka rasio besar dari nilai bukunya. Semakin besar rasio
PER saham tersebut dibandingkan dengan PER PBV semakin tinggi perusahaan dinilai oleh para
saham-saham lain. Secara matematis PER dapat pemodal relatif dibandingkan dengan dana yang
diukur sebagai berikut: telah ditanamkan di perusahaan”. Tandelilin
(2010:323) juga mengungkapkan hal serupa
“Idealnya, harga pasar saham bank jika
(Arifin, 2002:87) dibandingkan nilai buku asetnya akan mendekati
Price Book Value (PBV) 1. Saham-saham yang mempunyai rasio
Price Book Value (PBV) merupakan metode harga/nilai buku yang rendah sebaiknya dibeli
penilaian saham yang berdasarkan pada book untuk memperoleh tingkat return yang lebih besar
value suatu saham. Book value adalah nilai buku pada tingkat risiko tertentu”.
yang diperoleh dari harga perolehan aktiva
dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Untuk 3. METODE PENELITIAN
mencari nilai book value, digunakan rumus Jenis penelitian yang digunakan adalah
sebagai berikut: penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif
bertujuan untuk mendreskripsikan apa-apa yang
saaat ini berlaku, di dalamnya terdapat upaya
(Syamsuddin, 2007:75) mendeskripsikan, mencatat, analisis, dan
Selanjutnya, Arifin (2002:89) mendefinisikan menginterpretasikan kondisi-kondisi yang
nilai buku per lembar saham sebagai rasio untuk sekarang ini terjadi atau ada (Mardalis, 2008:26).
membandingkan harga pasar sebuah saham Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
dengan nilai buku (book value) sebenarnya. adalah pendekatan studi kasus, karena yang
Sementara Syamsudin (2007:75) menjelaskan menjadi objek penelitian hanya satu perusahaan,
bahwa pengertian Price Book Value adalah rasio yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 2 No. 1 Mei 2013| 68
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Penetapan obyek yang menjadi fokus penelitian dideskripsikan untuk mengetahui keadaan
sebagai berikut: perusahaan dalam periode pengamatan yaitu
mulai tahun 2003-2012.
b. Menghitung nilai Price Earning Ratio (PER)
1. Laporan Keuangan dan Price Book Value (PBV) untuk setiap
Laporan keuangan berupa laporan periode pengamatan yaitu tahun 2003-2012.
keuangan tahunan PT Bank Rakyat Indonesia Nilai hasil dari masing-masing pendekatan
(Persero), Tbk yang telah dilakukan audit akan disusun dalam grafik untuk mengetahui
meliputi laporan neraca dan laporan laba rugi perkembangan nilai saham PT. Bank Rakyat
selama periode 10 tahun terakhir. Indonesia (Persero), Tbk.
2. Price Earning Ratio (PER) c. Menentukan posisi nilai saham dengan
Price Earning Ratio atau PER menggunakan pendekatan Price Earning Ratio
merupakan cerminan rupiah yang berani (PER) dan Price Book Value (PBV) dengan
dibayar investor untuk setiap rupiah laba, yaitu ketentuan:
perbandingan antara harga pasar suatu saham PER : nilai saham > harga saham, maka saham
dengan earning per share (EPS) dari saham dalam posisi undervalued
yang bersangkutan. Price Earning Ratio (PER) nilai saham = harga saham, maka saham
yang tinggi menunjukkan bahwa investor dalam posisi fairvalued
bersedia untuk membayar dengan harga saham nilai saham < harga saham, maka saham
premium untuk perusahaan. Harga per lembar dalam posisi overvalued
saham yang digunakan adalah harga penutupan PBV : PBV > 1 , maka saham dalam posisi
saham (closing price) untuk setiap periode overvalued
yang diteliti yaitu mulai tahun 2003-2012, dan PBV = 1 , maka saham dalam posisi
laba per lembar saham yang digunakan juga fairvalued
untuk setiap periode yang diteliti yaitu mulai
tahun 2003-2012. Secara matematis PBV < 1 , maka saham dalam posisi
pengukuran PER dapat ditulis sebagai berikut : undervalued
d. Menentukan keputusan yang seharusnya
diambil oleh investor untuk menjual, membeli,
atau menahan saham PT. Bank Rakyat
3. Price Book Value (PBV) Indonesia (Persero), Tbk berdasarkan hasil
PBV merupakan perbandingan antara perhitungan dengan menggunakan metode
harga per lembar saham dengan nilai buku Price Earning Ratio (PER) dan Price Book
ekuitas per lembar saham. Harga per lembar Value (PBV).
saham yang digunakan adalah harga penutupan
saham (closing price) untuk setiap periode 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
yang diteliti yaitu mulai tahun 2003-2012 dan Posisi Saham
nilai buku ekuitas per lembar saham (book Price Earning Ratio (PER)
value per share) dihitung berdasarkan nilai Untuk menentukan posisi saham terhadap
ekuitas dibagi dengan jumlah saham beredar harga pasarnya, dalam metode PER yang harus
yang tercatat pada laporan keuangan dilakukan adalah menentukan nilai intrinsik
perusahaan selama peride penelitian 2003- saham. Nilai intrinsik merupakan harga estimasi
2012. Secara matematis pengukuran dari PBV saham atas nilai saham sesungguhnya. Adapun
dapat ditulis sebagai berikut: tahap-tahap dalam mengestimasi saham adalah
sebagai berikut:
Tabel 1. Data Untuk Menghitung Estimasi Harga
Analisis data dilakukan sebagai berikut: Saham PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),
a. Menghitung rasio keuangan PT. Bank Rakyat Tbk
Tahun ROE EPS (Rp) DPR Price (Rp)
Indonesia (Persero), Tbk yang meliputi rasio (%) (%)
Return on Investment (ROI), Return on Equity 2003 27,28 % Rp 212,71 30,47 % Rp. 625
(ROE), Earning Per Share (EPS), Dividend 2004 29,18 % Rp 306,60 27,26 % Rp. 1.437,5
2005 28,52% Rp 316,44 47,7 % Rp. 1.512,5
Per Share (DPS), Debt Equity Ratio (DER), 2006 25,22% Rp 346,53 44,73 % Rp. 1.202,09
Dividend Payout Ratio (DPR), dan Book Value 2007 24,88% Rp 392,77 44,01 % Rp. 3.700
(BV). Masing-masing rasio akan 2008 26,65% Rp 483,43 40,6 % Rp. 2.287,5

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 2 No. 1 Mei 2013| 69


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
2009 26,81% Rp 592,73 36,25 % Rp. 3.825 = 0, 26
2010 31,28% Rp 930,1 19,13 % Rp. 5.250
2011 30,28% Rp 611,61 11,46 % Rp. 6.649,05
e. Menghitung estimated Price Earning Ratio
2012 28,80 % Rp. 757,52 16,14 % Rp. 6.950 (PER)
2013 - - - Rp. 9.200
(Kuartal I)
( Sumber: BEI dan data diolah) estimated PER =

a. Menghitung expected earning growth rate (g)


g = ROE x b =
1) Menentukan Return On Equity (ROE)

= 9,87X
= 27,89 % = 0,2789 f. Menghitung nilai intrinsik (intrinsic value)
2) Menentukan Retention Ratio (b) saham
=1- intrinsic value = estimated EPS x estimated

= 1 – 0,1614
= 0, 8386
= Rp. 934,70 x 9,87
Jadi expected earning growth rate :
= Rp. 9.225,49
g = 0,2789 x 0,8386
Harga pasar saat ini adalah Rp. 9.200. Jadi,
= 0,2339
nilai intrinsik > harga pasar, berarti saham PT.
Jadi harapan tingkat pertumbuhan earning
Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk yang
adalah sebesar 23,39 %
dinilai dengan metode PER berada dalam
b. Menentukan estimated earning per share
posisi undervalued.
= (1+g) Price Book Value (PBV)
Pada metode Price Book Value (PBV), untuk
= (1 + g ) menentukan posisi saham undervalued,
= Rp. 757,52 ( 1 + 0,2339) fairvalued, atau overvalued langkah yg harus
= Rp. 934,70 dilakukan adalah cuku sederhana. Investor
c. Menghitung estimated cash dividend per share maupun calon investor tidak perlu menentukan
DPR diasumsikan sebagai rata-rata pembagian besarnya nilai intrinsik melainkan cukup dengan
dividen dari tahun 2003 sampai 2012. melihat berapa nilai hasil perhitungan rasio PBV.
Berpedoman pada pendapat Husnan (2003:27)
= x “Untuk perusahaan-perusahaan yang berjalan
dengan baik, umumnya rasio ini mencapai diatas
satu yang menunjukkan bahwa nilai pasar saham
lebih besar dari nilai bukunya. Semakin besar
rasio PBV semakin tinggi perusahaan dinilai oleh
= 31,77 % para pemodal relatif dibandingkan dengan dana
Jadi estimated cash dividend per share : yang telah ditanamkan di perusahaan”. Pernyataan
tersebut didukung dengan pernyataan dari
= Rp. 717,52 x 0,3177
Tandelilin (2010:323) “Idealnya, harga pasar
= Rp. 240,66 saham bank jika dibandingkan nilai buku asetnya
d. Menentukan discount rate ( k ) akan mendekati 1. Saham-saham yang
mempunyai rasio harga/nilai buku yang rendah
k= +g sebaiknya dibeli untuk memperoleh tingkat return
yang lebih besar pada tingkat risiko tertentu”.
Kedua pernyataan tersebut memiliki arti
= + 0,2339 bahwa PBV yang memiliki nilai diatas 1 berarti
dinilai baik oleh investor, akan tetapi PBV yang
= 0,0261 + 0.2339 memiliki nilai diatas 1 berarti tergolong mahal

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 2 No. 1 Mei 2013| 70


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
(overvalued). Namun PBV yang memiliki harga perusahaan yang dinilai layak untuk dijadikan
mahal masih mempunyai kemungkinan untuk naik tempat berinvestasi, dalam hal ini adalah
jika perusahan memiliki kinerja dan prosepek saham PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),
usaha yang bagus. Prospek usaha dapat dilihat Tbk. Berdasarkan perhitungan saham PT. Bank
dari berapa tingginya laba yang mampu dihasilkan Rakyat Indonesia (Persero), Tbk menggunakan
oleh perusahaan. Investor dapat melihat besarnya metode Price Earning Ratio (PER) dan Price
Return On Equity untuk melihat kemampuan Book Value (PBV) diperoleh hasil sebagai
perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan berikut:
modal yang dimiliki. Dalam penelitian ini tidak Tabel 3 Posisi Saham PT. Bank Rakyat Indonesia
membahas bagaimana seharusnya investor (Persero), Tbk berdasarakan metode
menentukan keputusan investasinya melainkan PER dan PBV
hanya menentukan posisi saham di pasar. Untuk Metode Hasil Posisi Saham
itu ketetntuan yang bisa disimpulkan untuk Penilaian Perhitungan
menentukan posisi saham berdasarkan PBV Price Nilai intrinsik ( Undervalued
adalah : Earning Rp. 9.225,49)
PBV > 1 , maka saham dalam posisi overvalued Ratio (PER) > Harga Pasar (
PBV = 1 , maka saham dalam posisi fairvalued Rp. 9.200)
PBV < 1 , maka saham dalam posisi undervalued Price Book PBV (1,75 Overvalued
Berikut dapat ditentukan posisi saham PT. Value (PBV) kali) > 1
Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk periode (Sumber: Data diolah)
2003-2012 berdasarkan metode Price Book Value:
Dari tabel diatas dapat diketahui keputusan
Tabel 2. Posisi Saham PT. Bank Rakyat Indonesia investasi yang seharusnya diambil oleh
(Persero), Tbk Berdasarkan Nilai Price investor yaitu jika melakukan penilaian dengan
Book Value (PBV) metode Price Earning Ratio (PER) maka
Tahun Nilai PBV Posisi Saham investor seharusnya membeli saham PT. Bank
2003 0,82 undervalued Rakyat Indonesia (Persero), Tbk karena harga
2004 1,37 overvalued saham di pasar terbilang murah (undervalued)
2005 1,36 overvalued
jika dibandingkan dengan nilai intrinsik saham,
2006 0,88 undervalued
sedangkan jika investor melakukan penilaian
2007 2,34 overvalued
2008 1,26 overvalued
dengan menggunakan metode Price Book
2009 1,73 overvalued Value (PBV) maka keputusan yang diambil
2010 1,77 overvalued adalah menjual saham, karena harga saham di
2011 3,29 overvalued pasar terbilang terlalu mahal (overvalued)
2012 2,64 overvalued sehingga harga tersebut berpotensi untuk turun.
Rata-rata PBV 1,75 overvalued
dari 2003-2012 5. KESIMPULAN DAN SARAN
(Sumber : Data diolah) Kesimpulan
Nilai saham PT. Bank Rakyat Indonesia
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa
(Persero), Tbk yang dihitung menggunakan
sejak tahun 2003 hingga 2012 saham PT. Bank
metode PER nilainya berfluktuatif setiap
Rakyat Indonesia (Persero), Tbk mayoritas berada
tahunnya, dan posisi saham yang dihitung dengan
dalam posisi overvalued, hanya pada tahun 2003
membandingkan nilai intrinsik dengan harga pasar
dan 2006 saham berada pada posisi undervalued.
saham menunjukkan saham berada pada posisi
Jika dilihat dari rata-rata keseluruhan tahun
undervalued.
periode pengamatan nilai PBV adalah sebesar
Nilai saham PT. Bank Rakyat Indonesia
1,75 kali yang berarti saham berada pada posisi
(Persero), Tbk yang dihitung menggunakan
overvalued.
metode PBV sama halnya dengan metode PER,
yaitu berfluktuatif setiap tahunnya. Posisi saham
E. Pengambilan Keputusan Investasi
yang dihitung menggunakan metode PBV
menunjukkan nilai saham rata-rata tahun 2003-
Pengambilan keputusan investasi adalah
2012 berada dalam posisi overvalued.
langkah terakhir yang dilakukan investor
setelah melakukan penilaian terhadap saham
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 2 No. 1 Mei 2013| 71
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Jika investor melakukan penilaian dengan Bodie, dkk. 2006. Investment (Investasi). Jakarta :
metode PER, maka sebaiknya investor membeli Salemba Empat
saham PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, Brealey, Richard dkk. 2008. Dasar-Dasar
sedangkan jika investor melakukan penilaian Manajemen Keuangan Peursahaan.
dengan metode PBV, maka sebaiknya investor Jakarta : Erlangga
menjual saham PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk karena dinilai terlalu mahal. Darmadji, Tjiptono dan Hendy M. Fakhrudin.
2001. Pasar Modal di Indonesia :
Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta :
Saran Salemba Empat
Dalam penentuan nilai dan posisi saham Darmawi, Drs. Herman. 2006. Pasar Finansial
dengan menggunakan metode Price Earning dan Lembaga-Lembaga Finansial. Jakarta:
Ratio dan Price Book Value dalam penelitian ini Bumi Aksara
hanya berdasarkan pada kondisi internal
perusahaan yang diperoleh dari laporan keuangan Fardiansyah, Tedy. 2002. Kiat dan Strategi
tahunan yang telah diaudit pada semua tahun Menjadi Investor Piawai. Jakarta : PT.
periode pengamatan. Oleh karena itu, agar hasil Elex Media Komputindo
analisis terkait penentuan nilai dan posisi saham Halim, Abdul. 2009. Analisis Kelayakan Investasi
dapat memberikan hasil yang lebih meyakinkan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu
hendaknya calon investor juga memperhatikan
faktor eksternal perusahaan serta secara rinci Husnan, Suad. 2003. Dasar-Dasar Teori
menganalisis pengaruh kondisi eksternal Portofolio dan Analisis Sekuritas.
perusahaan terhadap kinerja perusahaan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN
Variabel-variabel fundamental (rasio keuangan) Jogiyanto. 2003. Teori Portofolio dan Analisis
dalam penelitian ini hanya diuraikan nilai dan Investasi. Yogyakarta : BPFE
pergerakannya selama 10 tahun periode
Kasmir, S.E., MM. 2004. Manajemen Perbankan.
pengamatan dan kemudian digunakan sebagai
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
dasar perhitungan penentuan posisi saham
berdasarkan metode PER dan PBV. Untuk itu, Lubis, Ade Fatma. 2006. Pasar Modal. Jakarta :
alangkah lebih baiaknya jika peneliti selanjutnya Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
juga menguraikan pengaruh variabel-variabel Universitas Indonesia
fundamental tersebut terhadap harga saham Lubis, Tona Aurora. 2009. Manajemen Investasi :
perusahaan sebelum dihitung nilai kewajarannya. Pendekatan Teoritis dan Empiris. Malang :
Universitas Brawijaya
6. DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Kamaruddin. 2004. Dasar-Dasar Mardalis. 2008. Metode Penelitian : Suatu
Manajemen Investasi dan Portofolio. Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi
Jakarta : PT.Rineka Cipta Aksara
Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti. 2006. Pengantar Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2007.
Pasar Modal. Jakarta: PT. Rineka Cipta Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Bumi
Aksara
Anwar, Jusuf. 2005. Pasar Modal Sebagai Sarana
Pembiayaan dan Investasi. Bandung: PT. Nasarudin, Irsan dan Indra Kencana Surya. 2004.
Alumni Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia.
Jakarta: Kencana
Arifin, Ali. 2002. Membaca Saham. Yogyakarta :
Andi Nazir, Muhammad. 2011. Metode Penelitian.
Bogor: Ghalia Indonesia
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Peneliian :
Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Sharpe, William F. dkk. 1997. Investasi. Jakarta :
Rineka Cipta PT. Prenhalindo
Baridwan, Zaki. 2004. Intermediate Accounting. Sitompul, Asril. 1996. Pasar Modal: Penawaran
Yogyakarta : BPFE Umum dan Permasalahannya. Bandung:
PT. Citra Aditya Bakti

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 2 No. 1 Mei 2013| 72


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Sunariyah. 2003. Pengantar Pengetahuan Pasar
Modal. Yogyakarta: UPP AMP YKKPN
Syamsuddin, Lukman. 2007. Manajemen
Keuangan Perusahaan. Jakarta: Raja
Grafindo Persada
Tandelilin, Eduardus. 2010. Portofolio dan
Investasi. Yogyakarta: Kanisius
http://www.antaranews.com/berita/342444/pertum
buhan-ekonomi-indonesia-dorong-saham-
perbankan (diakses pada tanggal 11
februari 2013)
www.idx.co.id (diakses pada tanggal 20 Januari
2013)
www.infobanknews.com (diakses pada tanggal 11
Februari 2013)
http://www.teguhhidayat.com/2012/08/perbanding
an-bank-mandiri-bri-dan-bca.html (diakses
pada tanggal 11 februari 2013)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 2 No. 1 Mei 2013| 73


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id