Anda di halaman 1dari 12

 Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Metode Penelitian kualitatif adalah sebuah metode yang memfokuskan


pada pemahaman fenomena sosial dari sudut pandang partisipan
secara deskriptif atau suatu metode yang lebih menekankan pada
penelitian yang bersifat memberikan gambaran secara jelas dan sesuai
dengan fakta yang terdapat di lapangan.
Metode Penelitian kuantitatif adalah sebuah metode yang memberikan
gambaran terhadap suatu objek melalui teknik analisis tertentu.
Biasanya metode kuantitatif ini lebih banyak menggunakan teknik
analisis jika dibandingkan metode kualitatif.
 Perbedaan Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
1. Jenis Data
Pada umumnya, metode kualitatif menggunakan jenis data dalam
bentuk bukan angka. Misalnya sebuah penelitian yang membahas
tentang karakter seorang siswa SMP. Maka data penelitian dapat
berupa Rajin, Tidak Rajin, Sangat Rajin, atau Cukup Rajin.
Sementara itu, data kuantitatif lumrahnya berbentuk angka-angka.
contoh Penelitian Kuantitatif terkait hasil belajar siswa, maka
datanya dapat berupa 90, 80, 70, 85, dan seterusnya.
2. Jenis Teori
Pada jenis kuantitatif biasanya menggunakan teori yang bersifat
deduktif. Hal ini berarti proses penelitian dilakukan dari hal-hal yang
bersifat ke umum hal-hal yang bersifat khusus. Sementara pada
metode kualitatif penelitian dilakukan secara terbalik. Fenomena-
fenomena khusus dapat dijadikan suatu landasan untuk
memperoleh kesimpulan fenomena secara umum (teori induktif).
3. Proses Analisis
Sebagaimana dikatakan semula, bahwa metode kuantitatif lebih
banyak menggunakan teknik analisis untuk memperoleh sebuah
kesimpulan. Teknik analisis tersebut dapat saja menggunakan
diagram, tabel, dan sebagainya. Sementara pada metode Penelitian
kualitatif analisis hanya dilakukan berdasarkan data yang ditemukan
di lapangan. Data tersebut dianalisis dengan cara menggeneralisasi
untuk memperoleh suatu kesimpulan yang bersifat umum.
4. Perihal Tujuan
Orientasi pada penelitian kualitatif biasanya bertujuan untuk
memberikan penilaian atau mengkritisi dari sebuah teori yang ada.
Sementara pada kuantitatif, peneliti justru melakukan uji coba
terhadap teori tersebut. Contoh Penelitian Kualitatif adalah
penelitian yang mengkritisi materi pada sebuah buku pelajaran.
Pada penelitian ini, peneliti mencoba melakukan analisa terhadap
kekeliruan pada buku tersebut, serta memberikan pembenarannya.
Sementara pada contoh penelitian menggunakan metode kuantitatif
adalah peneliti menguji coba sebuah buku yang dikembangkan
secara mandiri kepada siswa.
5. Sifat Realitas
Dalam metode kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat
positivism, realitas dipandang sebagai suatu yang kongkrit, dapat
diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis,
bentuk, warna, dan perilaku, tidak berubah, dapat diukur dan
diverivikasi. Dengan demikian dalam metode ini, peneliti dapat
menentukan hanya beberapa variabel saja dari objek yang diteliti,
dan kemudian dapat membuat instrument untuk mengukurnya.
Dalam penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat
postpositivisme atau paradigma interpretive, suatu realitas atau
objek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah kedalam
variabel. Penelitian ini memandang objek sebagai sesuatu yang
dinamis, hasil konstruksi pemikiran dan interprestasi terhadap
gejala yang diamati, serta utuh ( holistic) karena stiap aspek dari
objek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Realitas dalam penelitian kualitatif tidak hanya yang tampak (
teramati ), tetapi sampai dibalik yang tampak tersebut.
6. Hubungan Peneliti dengan yang Diteliti
Dalam penelitian kuantitatif, kebenaran itu di luar dirinya, sehingga
hubungan antara peneliti dengan yang diteliti harus dijaga jaraknya
sehingga bersifat independen. Metode ini menggunakan kuesioner
sebagai teknik pengumpulan data, maka peneliti kuantitatif hamper
tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan
data. Dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrument
dan dengan teknik pengumpulan data participant observation
(observasi berperan serta) dan in depth interview (wawancara
mendalam), maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data).
Para peneliti kualitatif sedapat mungkin berinteraksi secara dekat
dengan informan, mengenal secara dekat dunia kehidupan mereka,
mengamati dan mengikuti alur kehidupan informan secara apa
adanya (wajar ). Dengan demikian peneliti kualitatif harus
mengenal betul orang yang memberikan data.
7. Hubungan Antar Variabel
Dalam penelitian kuantitatif, penelitinya dalam melihat hubungan
variabel terhadapat obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan
akibat (kausal), sehingga dalam penelitiannya ada variabel
independen dan dependen. Dari variabel tersebut kemudian dicari
seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen. Contoh : Pengaruh iklan terhadap nilai penjualan,
artinya semakin banyak iklan yang ditayangkan maka akan semakin
banyak nilai penjualan. Iklan sebagai variabel independen (sebab)
dan nilai penjualan sebagai variabel dependen (akibat). Dalam
penelitian kualitatif yang bersifat holistic dan lebih menekankan
pada proses, maka penelitian kualitatif dalam melihat hubungan
antar variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu
saling mempengaruhi (reciprocal/interaktif), sehingga tidak
diketahui mana variabel independen dan dependennya. Contoh :
Hubungan antara iklan dan nilai penjualannya. Dalam hal ini
hubungan interaktif, artinya makin banyak uang yang dikeluarkan
maka akan semakin banyak nilai penjualan, tetapi sebaliknya makin
banyak nilai penjulan maka alokasi dana untuk iklan juga akan
semakin tinggi.
8. Kemungkinan Generalisasi
Umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan
informasi ( bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan
untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas.
Selanjutnya data yang diteliti adalah sampel yang diambil dari
populasi tersebut dengan teknik probability sampling (random).
Berdasarkan data dari sampel tersebut, selanjutnya peneliti
membuat generalisasi. Penelitian kualitatif tidak melakukan
generalisasi tetapi lebih menekankan kedalaman informasi
sehingga sampai pada tingkat makna. Seperti telah dikemukakan,
makna adalah data terbalik yang tampak. Walaupun penelitian
kualitatif tidak membuat generalisasi, tidak berarti hasil
penelitiannya tidak dapat diterapkan ditempat lain. Generalisasi
dalam penelitian kualitatif disebut transferability dalam bahasa
Indonesia dinamakan keteralihan. Maksudnya adalah bahwa, hasil
penelitian kualitatif dapat ditransferkan atau diterapkan ditempat
lain, manakala kondisi tempat lain tersebut tidak jauh berbeda
dengan tempat penelitian.
9. Peranan Nilai
Dalam penelitian kuantitatif, karena peneliti tidak berinteraksi
dengan suber data, maka akan terbebas dari nilai – nilai yang
dibawa peneliti dan sumber data. Karena ingin bebas nilai maka
peneliti menjaga jarak dengan sumber data, supaya data yang
diperoleh obyektif. Peneliti kualitatif dalam melakukan pengumpulan
data terjadi interaksi antara peneliti data dengan sumber data.
Dalam interaksi ini baik peneliti maupun sumber data memiliki latar
belakang, pandangan, keyakinan, nilai – nilai, kepentingan dan
persepsi yang berbeda- beda, sehingga dalam pengumpulan data,
analisis dan pembuatan laporan akan terikat oleh nilai masing-
masing.
10. Desain
Melihat sifatnya, pendekatan kualitatif desainnya bersifat umum,
dan berubah-ubah / berkembang sesuai dengan situasi di lapangan.
Desain hanya digunakan sebagai asumsi untuk melakukan
penelitan, oleh karena itu desain harus bersifat fleksibel dan
terbuka. Peranan peneliti sangat dominan dalam menentukan
keberhasilan penelitian sedang desain sifatnya hanya membantu
mengarahkan proses penelitian agar berjalan dengan sistematis.
Desain spesifik, jelas, rinci, dan ditentukan sejak awal. Berbeda
dengan penelitian kualitatif yang bersifat fleksibel, maka dalam
penelitian kuantitatif desain penelitiannya telah sejak awal
dirancang secara lebih spesifik, memiliki kejelasan arah, dan telah
terinci secara jelas sejak awal peneliti hendak melakukan penelitian.
Kejelasan tersebut mencangkup desain, subjek, variabel, data, dan
teknik analisis yang akan digunakan. Selain itu peneliti akan terikat
kuat dengan desain yang telah diajukannya sebab desain tersebut
akan digunakannya sebagai pegangan dalam melaksanakan
penelitian. Pada dasarnya perbedaan antara desain penelitian
kualitatif dan kuantitatif adalah pada keleluasaan peneliti dalam
menjalankan rancangan penelitiannya, jika pada penelitiankualitatif
peneliti memiliki kebebasan dalam menentukan langkah dalam
proses penelitiannya(tak terikat oleh rencana awal) maka pada
penelitian kuantitatif yang terjadi adalahsebaliknya, peneliti harus
mengikuti seluruh rancangan yang sejak awal telah dibuat.
11. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pegumpulan data kualitatif dilakukan dengan berbagai cara,
diantaranya; Catatan Lapangan (Fieldnotes), Observasi partisipan
(Participant Observations), Wawancara (Dept
Interview), Dokumentasi. Selain teknik atau cara tersebut, dalam
penelitian kualitatif juga dapat menggunakan kuesioner untuk
pengumpulan datanya, namun kuesioner tersebut hanya dijadikan
sebagai pelengkap data jika dibutuhkan dan bukan merupakan
sumber data asli yang dijadikan pijakan analisis.
Teknik pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan teknik
statistik dengan cara tes atau kuesioner (angket). Kuesioner
merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
menyajikan berbagai pertanyaan tertulis pada responden atau
obyek penelitian untuk dijawab sebagai fakta dalam penelitian.
Setelah itu peneliti membuat skor dari hasil jawaban yang telah
diperoleh untuk dilanjutkan pada analisa data.
12. Instrumen Peneliti
Pada penelitian kualitatif, instrumen penelitian adalah: peneliti itu
sendiri sehingga validasi dilakukan oleh peneliti sendiri dengan
memperhatikan hal-hal diantaranya: a) Pemahaman peneliti
terhadap metode penelitian kualitatif. b) Penguasaan wawasan
peneliti terhadap bidang yang diteliti, dan c) Kesiapan peneliti untuk
memasuki obyek penelitian secara akademik maupun logistic.
Instrumen penelitian pada penelitian kualitatif: a) Pada
penelitian kualitatif, permasalahan di awal penelitian belum jelas
dan pasti, maka instrumen yang paling tepat adalah peneliti itu
sendiri, b) Setelah masalah sudah mulai jelas, maka dapat
dikembangkan sebagai instrumen yang sederhana yang diharapkan
dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang
ditemukan melalui observasi dan wawancara. Adapun yang
mempengaruhi pada penelitian kuantitatif adalah: (a) Kualitas
instrumen: berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen
dan (b) Kualitas pengumpulan data: berkenaan dengan ketepatan
cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data.
No Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
1 Menggunakan hiopotesis yang Hipotesis dikembangkan sejalan
ditentukan sejak awal penelitian dengan penelitian/saat penelitian

2 Definisi yang jelas dinyatakan sejak Definisi sesuai konteks atau saat
awal penelitian berlangsung

3 Reduksi data menjadi angka-angka Deskripsi naratif/kata-kata,


ungkapan atau pernyataan

4 Lebih memperhatikan reliabilitas Lebih suka menganggap cukup


skor yang diperoleh melalui dengan reliabilitas penyimpulan
instrumen penelitian

5 Penilaian validitas menggunakan Penilaian validitas melalui


berbagai prosedur dengan pengecekan silang atas sumber
mengandalkan hitungan statistik informasi

6 Mengunakan deskripsi prosedur Menggunakan deskripsi prosedur


yang jelas (terinci) secara naratif

7 sampling random Sampling purposive

8 Desain/kontrol statistik atas variabel Menggunakan analisis logis dalam


eksternal mengontrol variabel ekstern

9 Menggunakan desain khusus untuk Mengandalkan peneliti dalam


mengontrol bias prosedur mengontrol bias

10 Menyimpulkan hasil menggunakan Menyimpulkan hasil secara


statistik naratif/kata-kata

11 Memecah gejala-gejala menjadi Gejala-gejala yang terjadi dilihat


bagian-bagian untuk dianalisis dalam perspektif keseluruhan
12 Memanipulasi aspek, situasi atau Tidak merusak gejala-gejala yang
kondisi dalam mempelajari gejala terjadi secara alamiah /membiarkan
yang kompleks keadaan aslinya

PERBEDAAN METODE

KUALITATIF KUANTITATIF

Frase yang berkaitan dengan pendekatan


etnografis Eksperimen
dokumentasi data keras
penelitian lapangan perpektif luar
data lunak Empiris
interaksi simbolis Positivis
perspektif dalam fakta sosial
naturalistik Statistik
etnometodologis metode ilmiah
Deskriptif
pengamatan pelibatan
fenomenologis
aliran Chicago
riwayat hidup
studi kasus
ekologis
Naratif
interpretatif
Konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan
makna Variabel
pemahaman akal sehat Opersional
penggolongan Reliabilitas
definisi situasi Hipotessis
kehidupan sehari-hari Validitas
tatanan negosiasi signifan secara statistik
proses Replikasi
pemahaman Prediksi
tujuan praktis
konstruksi sosial
teori dasar
Afiliasi Teoritis
interaksi simbolis fungsionalisme struktural
etnometodologi realisme, positivisme
fenomenologi Behaviorisme
kebudayaan empirisme logis
idealisme teori sistem
Afiliasi akademis
sosiologi Psikologis
sejarah ilmu ekonomi
antropologi Sosiologi
ilmu politik
Tujuan
mengembangkan konsep menguji teori
memerikan realitas ganda menstabilkan fakta
teori dasar (grounded theory) deskripsi statistik
mengembangkan pemahaman menunjukkan hubungan antar
variabel
Memprediksi
Rancangan
berkembang, lentur, umum terstruktur, ditentukan di awal,
formal, khusus
rancangan sebagai panduan proses rencana kerja operasional
penelitian
Usulan penelitian
singkat panjang lebar
spekulatif fokus rinci dan khusus
menunjukkan bidang yang relevan prosedur rinci dan khusus
diteliti
sering ditulis setelah ada data melalui tinjauan pustaka yang
terkumpul substantif
kajian pustaka yang substantif ditulis sebelum ada datanya
singkat
ancangan disebut secara umum hipotesa dinyatakan
Data
deskriptif Kuantitatif
dokumen pribadi kode kuantitatif
catatan lapangan bilangan, ukuran
foto variabel operasional
kata-kata pelaku sendiri Statistik
dokumen resmi dan artefak
Sampel
kecil Besar
tidak mewakili Berstratifikasi
sampel teoritis kelompok kontrol
sampel bola salju tepat, cermat
bertujuan dipilih acak
kendali kontrol untuk variabel luar
Taktik atau Metode
observasi Eksperimen
observasi partisipasi observasi terstruktur
tinjauan atas berbagai dokumen eksperimen semu
wawancara terbuka/berkembang wawancara terstruktur
penjelasan sumber pertama Survei

Hubungan dengan subyek


empati ada pembatasan
menekankan kepercayaan jangka pendek
kesetaraan ada jarak
subyek sebagai sahabat subyek-peneliti
hubungan dekat Musiman
Instrumen dan alat
tape recorder inventori, kuesioner
alat penyalin tulisan Komputer
komputer indeks, skala, skor tes
Analisa dataa
berkelanjutan Deduktif
model, tema, konsep dikerjakan selesai pengumpulan
data
induktif Statistik
induksi analitis
metode komparatif
Masalah dalam penggunaan pendekatan
prosedur tidak baku mengendalikan variabel-variabel
lain
memakan waktu mengontorol variabel lain
sulit mereduksi data Reifikasi
reliabilitas Obtrusiveness
prosedur tidak baku Validitas
sulit meneliti populasi besar
MATA KULIAH METODE PENELITIAN
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

TUGAS
PERBEDAAN METODE PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

OLEH :

NAMA : DEVY NUR AZALIA HASANUDDIN


STAMBUK : 15020150250
KELAS :C1
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2018