Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.R PADA Ny.

Y DENGAN
HIPERTENSI DI KELURAHAN AIR GADING WILAYAH KERJA UPTD
PUSKESMAS TANJUNG AGUNG KECAMATAN BATURAJA
BARAT KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
TAHUN 2018

DI SUSUN OLEH
NAMA : APRI YADI
NIM : PO.71.20.2.15.053

PEMBIMBING AKADEMIK : HJ. ZANZIBAR, S.Pd, SKM, M.Kes


PEMBIMBING KLINIK : NURHASANAH, AMK

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG
PRODI KEPERAWATAN BATURAJA
TAHUN 2018

LEMBAR PENGESAHAN
1
LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.R PADA Ny.Y DENGAN
HIPERTENSI DI KELURAHAN AIR GADING WILAYAH KERJA UPTD
PUSKESMAS TANJUNG AGUNG KECAMATAN BATURAJA
BARAT KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
TAHUN 2018

DI SUSUN OLEH
NAMA : APRI YADI
NIM : PO.71.20.2.15.053

Baturaja, April 2018


Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

Hj. Zanzibar, S.Pd, SKM, M.Kes Nurhasanah, AMK


NIP.19600205 198003 2 001 NIP. 19740420 199803 2 004

2
KONSEP KELUARGA

A. DEFINISI
Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami isteri atau
suami isteri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya (Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 52 tahun 2009).
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena ikatan tertentu
untuk saling membagi pengalaman dan melakukan pendekatan emosional, serta
mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga.(Friedman, 1998).
Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki
hubungan darah dan bersatu. Keluarga didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang
tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan/hubungan
darah karena perkawinan, kelahiran, adopsi dan lain sebagainya (Soerjono, 2004).

B. STRUKTUR KELUARGA
1. Dominasi struktur keluarga
a. Dominasi jalur hubungan darah
1) Patrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau disusun melalui jalur garis ayah,suku-
suku di Indonesia rata-rata menggunakan struktur keluarga patrilineal.
2) Matrilineal
Keluarga yang dihubungkan atau di susun melalui jalur garis ibu.Suku-suku
padang salah satu suku yang menggunakan struktur keluarga matrilineal.

b. Dominasi keberadaan tempat tinggal


1) Patrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga
sedarah dari pihak suami.
2) Matrilokal
Keberadaan tempat tinggal satu keluarga yang tinggal dengan keluarga
sedarah dari pihak istri.

3
c. Dominasi pengambilan keputusan
1) Patriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak suami.

2) Matriakal
Dominasi pengambilan keputusan ada pada pihak istri

2. Ciri – ciri struktur keluarga


a. Terorganisasi
Saling berhubungan,saling ketergantungan antara anggota keluarga.
b. Ada keterbatasan
Setiap anggota memiliki kebebasan,tetapi mereka juga mempunyai
keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.
c. Ada perbedaan dan kekhususan
Setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing.

3. Elemen struktur keluarga


a. Struktur peran keluarga
Menggambarkan peran masing-masing anggota keluarga baik di dalam
keluarganya sendiri maupun peran di lingkungan masyarakat.
b. Nilai atau norma keluarga
Menggambarkan nilai dan norma yang dipelajari dan diyakini dalam
keluarga.
c. Pola komunikasi keluarga
Menggambarkan bagaimana cara pola komunikasi diantara orang
tua,orangtua dan anak,diantara anggota keluarga atau dalam keluarga.
d. Struktur kekuatan keluarga
Menggambarkan kemampuan anggota keluarga untuk mengendalikan atau
mempengaruhi orang lain dalam perubahan perilaku kearah positif.

4
C. MACAM-MACAM STRUKTUR/TIPE/BENTUK KELUARGA

1. Tradisional
a) The nuclear family ( keluarga inti )
Keluarga yang terdiri dari suami,istri dan anak.
b) The dyad family
Keluarga yang terdiri dari suami dan istri ( tanpa anak ) yang hidup bersama
dalam satu rumah.
c) Keluarga usila
Kelurga yang terdiri dari suami istri yang sudah tua dengan anak sudah
memisahkan diri.
d) The childless family
Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk mendapatkan
anak terlambat waktunya,yang disebabkan karena mengejar karier/pendidikan
yang terjadi pada wanita.
e) The extended family ( keluarga luas/besar)
Keluarga yang terdiri dari 3 generasi yang hidup bersama dalam satu rumah
seperti nuclear family disertai paman,tante,orang tua ( kakek-
nenek),keponakan,dll.
f) The single parent family ( keluarga duda/janda )
Keluarga yang terdiri dari satu orang tua ( ayah atau ibu ) dengan anak.Hal
ini terjadi biasanya melalui proses perceraian,kematian dan ditinggalkan (
menyalahi hukum pernikahan.
g) Commuter family
Kedua orang tua bekerja dikota yang berbeda,tetapi salah satu kota
tersebut sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja diluar kota bisa
berkumpul pada anggota keluarga pada saat akhir pecan ( weekend).
h) Multigenerational family
Keluarga dengan beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal
bersama dalam satu rumah.
i) Kin-network family
Beberapa keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah atau saling
berdekatan dan saling menggunakan barang-barang dan pelayanan yang
sama.Misalnya: kamar mandi,dapur,televise,telepon.
5
j) Blended family
Keluarga yang dibentuk oleh duda atau janda yang menikah kembali dan
membesarkan anak dari perkawinan sebelumnya.
k) The single adult living alone/single- adult family
Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang hidup sendiri karena
pilihannya atau perpisahan ( separasi ),seperti : perceraian,atau ditinggal mati.

2. Non-tradisional
a) The unmarried teenage mother
Keluarga yang terdiri dari orang tua ( terutama ibu ) dengan anak tanpa
hubungan nikah.
b) The stepparent family
Keluarga dengan orang tua tiri
c) Commune family
Beberapa pasangan keluarga ( dengan anaknya) yang tidak ada hubungan
saudara,yang hidup bersama dalam satu rumah,sumber dan fasilitas yang
sama,pengalaman yang sama,sosialisasi anak dengan melalui aktivitas
kelompok/membesarkan anak bersama.
d) The nonmarital heterosexual cohabiting family
Keluarga yang hidup bersama,berganti-ganti pasangan tanpa melalui
pernikahan.
e) Gay and lesbian family
Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagaimana
pasangan suami istri ( marital patners ).
f) Cohabiting couple
Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan,karena
beberapa alasan tertentu.
g) Group-marriage family
Beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat rumah tangga
bersama,yang merasa telah saling menikah satu dengan yang lainnya,berbagi
sesuatu,termasuk sexual dan membesarkan anaknya.

6
h) Group network family
Keluarga inti yang dibatasi oleh set aturan atau nilai-nilai,hidup berdekatan
satu sama lain dan saling menggunakan barang-barang rumah tangga
bersama,pelayanan dan bertanggungjawab membesarkan anaknya.
i) Foster family
Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga atau saudara
dalam waktu sementara,pada saar orang tua anak tersebut perlu mendapatkan
bantuan untuk menyatukan kembali keluarga aslinya.
j) Homeless family
Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang
permanen karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi
dan atau problem kesehatan mental.
k) Gang
Sebuah bentuk keluarga yang destruktif,dari orang-orang muda yang
mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian,tetapi
berkembang dalam kekerasan dan criminal dalam kehidupannya.

D. PERANAN KELUARGA
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat, perilaku interpersonal, sifat,
kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.Peranan
individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari
keluarga,kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
1. Peranan ayah
Ayah sebagai suami dari istri, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik,
pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari
kelompok sosialnya, serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
2. Peranan ibu
Sebagi istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk
mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung
dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya, serta sebagai anggota
masyarakat dari lingkingannya, disamping itu juga dapat berperan sebagi pencari
nafkah tambahan dalam keluarganya.

7
3. Peranan anak
Anak-anak melaksanakan peranan psiko-sosial dengan tingkat
perkembangannya, baik fisik, mental, social dan spiritual.

E. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi biologis
a) Meneruskan keturunan
b) Memelihara dan membesarkan anak
c) Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
2. Fungsi psikologis
a) Memberikan kasih sayang dan rasa aman
b) Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
c) Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
3. Fungsi sosialisasi
a) Membina sosialisasi pada anak
b) Membentu norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkrmbangan
anak.
c) Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
4. Fungsi ekonomi
a) Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
b) Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan
keluarga
c) Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa mendatang
5. Fungsi pendidikan
a) Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan
membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
b) Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam
memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
c) mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.

8
F. TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1. Pasangan Baru ( Keluarga Baru )


Keluarga baru dimulai saat masing-masing individu laki-laki dan
perempuan membentuk keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan (
psikologis ) keluarga masing-masing.
2. Keluarga Ghild-Bearing ( Kelahiran Anak Pertama )
Keluarga yang menantikan kelahiranmdimulai dari kehamilan sampai
kelahiran anak pertama dan berlanjut sampai anak pertama berusia 30 bulan.
3. Keluarga Dengan Anak Pra-Sekolah
Tahap ini dimulai saat kelahiran anak pertama (2,5 bulan ) dan berakhir saat
anak berusia 5 tahun.
4. Keluarga Dengan Anak Sekolah
Tahap ini dimulai saat anak masuk sekolah pada usia 6 tahun dan berakhir
pada usia 12 tahun.Umumnya keluarga sudah mencapai jumlah anggota keluarga
maximal,sehingga keluarga sanagt sibuk.
5. Keluarga Dengan Anak Remaja
Dimulai saat anak pertama berusia 13 tahun dan biasanya berakhir 6-7
tahun kemudian,yaitu pada saat anak meninggalkan rumah orang tuanya.Tujuan
keluarga ini adalah melepas anak remaja dan memeberi tanggungjawab serta
kebebasan yang lebih besar untuk mempersiapkan diri menjadi lebih dewasa.
6. Keluarga Dengan Anak Dewasa
Tahap ini dimulai pada saat anak pertama meninggalkan rumah dan
berakhir pada saat anak terakhir meninggalkan rumah.Lamanya tahap ini
tergantung dari jumlah anak dalam keluarga,atau jika ada anak yang belum
berkeluarga dan tetap tinggal bersama orang tua.
7. Keluarga Usia Pertengahan
Tahap ini dimulai pada saat anak yang terakhir meninggalkan rumah dan
berakhir saat pension atau salah satu pasangan meninggal.
8. Keluarga Usia Lanjut
Tahap terakhir perkembangan keluarga ini dimulai pada saat salah satu
pasangan pension,berlanjut saat salah satu pasangan meninggal sampai keduanya
meninggal.

9
LAPORAN PENDAHULUAN HIPERTENSI

A. DEFINISI
Penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama
dengan 100 mmHg dan atau tekanan diastolic sama atau lebih besar 95 mmHg ( Kodim
Nasrin,2003 ).
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik 160 mmHg dan tekanan
diastolic 90 mmHg ( Smeltzer,2001 ).
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan
sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg ( Smith
Tom,1995 ).

B. KLASIFIKASI
Hipertensi pada usia lanjut dibedakan atas:
a. Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140 mmHg dan atau
tekanan diastolic sama atau lebih besar dari 90 mmHg.
b. Hipertensi sistolik terisolasi dimana tekanan sistolik lebih besar dari 160 mmHg
dan tekanan diastolic lebih rendah dari 90 mmHg.

Secara klinis derajat hipertensi dapat dikelompokkan sebagai berikut.


No. Kategori Sistolik ( mmHg ) Diastolik ( mmHg )

1. Optimal < 120 < 80


2. Normal 120 – 129 80 – 84
3. High normal 130 – 139 85 – 89
4. Hipertensi
Grade 1 ( ringan ) 140 -159 90-99
Grade 2 ( sedang ) 160 -179 100-109
Grade 3 ( berat ) 180-209 100-119
Grade 4 ( sangat berat ) >210 >120

10
Klasifikasi hipertensi berdasarkan penyebabnya :
1) Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui
penyebabnya.
2) Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang disebabkan oleh penyakit lain.

C. ETIOLOGI
Penyebab hipertensi pada lansia adalah terjadinya perubahan pada :
1. Elastisitas dinding aorta menurun
2. Katup jantung menebal dan menjadi kaku
3. Kemampuan jantung memompa darah menurun.
1 % setiap tahun sesudah berumur 20 tahun kemampuan jantung memompa darah
menurun menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
4. Kehilangan elastisitas pembuluh darah.
Hal ini terjadi karena kurangnya efektifitas pembuluh darah perifer untuk
oksigenasi.
5. Meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer

Meskipun hipertensi primer belum diketahui dengan pasti penyebabnya, data-data


penelitian telah menemukan beberapa faktor yang sering menyebabkan terjadinya
hipertensi,antara lain :
1. Faktor keturunan
Dari data stasistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan
lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita
hipertensi.

2. Kebiasaan hidup
Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan hipertensi adalah :
a) konsumsi garam yang tinggi ( melebihi dari 30 gr per hari )
b) kegemukan atau makan berlebihan
c) stress
d) merokok
e) minum alcohol
f) minum obat-obatan ( ephedrine,prednison,epineprin ).

11
Sedangkan penyebab hipertensi sekunder adalah :
a) glomerulonefritis
b) tumor
c) atherosclerosis
d) diabetes mellitus
e) stroke
f) kontrasepsi
g) kortikosteroid.

D. TANDA & GEJALA


Tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi :
1. Tidak ada gejala
Tidak ada gejala yang spesifik yang dapt dihubungkan dengan peningkatan
tekanan darah,selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa.Hal ini
berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan artei tidak
teratur.
2. Gejala yang lazim
Meliputi nyeri kepala dan kelelahan.Dalam kenyataannya ini merupakan
gejala lazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis.

E. PATOFISIOLOGI
Mekanisme yang mengontrol kontriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak
dipusat vasomotor,pada medulla di otak.Dari pusat vasomotor ini bermula jaras syaraf
sympatis yang berlanjut kebawah kekorda spinalis dan keluar dari kolumna medulla
spinalis ganglia simpatis ditoraks dan abdomen.Rangsangan pusat vasomotor
dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak kebawah melalui system syaraf
simpatis ke ganglia sympatis ( Brunner & Suddarth,2002 ).

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. riwayat dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh
2. pemeriksaan retina
3. pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kerusakan organ seperti ginjal dan
jantung.
4. EKG untuk mengetahui hipertrofi ventrikel kiri
12
5. urinalisa untuk mengetahui protein dalam urin,darah,dan glukosa.
6. foto dada & CT Scan.

G. PENATALAKSANAAN
Pengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas akibat
komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan pemeliharaan
tekanan darah dibawah 140/90 mmHg.

Prinsip pengelolaan penyakit hipertensi meliputi :


1. Terapi tanpa obat
Terapi tanpa obat digunakan sebagai tindakan untuk hipertensi ringan dan
sebagai tindakan suportif pada hipertensi sedang dan berat.Terapi tanpa obat ini
meliputi :
a) Diet
b) latihan fisik
c) edukasi psikologis
2. Terapi dengan obat
Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah
saja,tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar
penderita dapat bertambah kuat.
3. Follow up untuk mempertahankan terapi
Untuk mempertahankan terapi jangka panjang memerlukan interaksi dan
komunikasi yang baik antara pasien dan petugas kesehatan dengan cara pemberian
pendidikan kesehatan.

H. PENGKAJIAN KELUARGA
1. Pengumpulan data
a) struktur dan sifat anggota keluarga
b) faktor social budaya dan ekonomi
c) faktor lingkungan
d) riwayat kesehatan
e) cara pengumpulan data.

13
2. Analisa data
Analisa data bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan yang dialami oleh
keluarga.Dalam menganalisa data dapat menggunakan typology masalah dalam
Family Health Care.

Permasalahan dapat dikategorikan sebagai berikut :


a) Ancaman kesehatan
Keadaan yang dapat memungkinkan terjadinya penyakit,kecelakaan,atau
kegagalan dalam mencapai potensi kesehatan.
b) Kurang atau tidak sehat
Kegagalan dan memantapkan kesehatan.
c) Krisis
Saat-saat dimana keadaan menuntut terpantaunya banyak dari individu atau
keluarga dalam hal penyesuaian maupun sumber daya mereka.

I. PENENTUAN PRIORITAS MASALAH


Didalam menentukan prioritas masalah kesehatan keluarga menggunakan system
scoring berdasarkan typology dengan pedoman sebagai berikut :
No. Kriteria Bobot
1. Sifat masalah 1
Skala : ancaman kesehatan 2
tidak atau kurang sehat 3
krisis 1
2. Kemungkinan masalah dapat diubah 2
Skala : dengan mudah 2
hanya sebagian 1
tidak dapat 0
3. Potensi masalah untuk dicegah 1
Skala : tinggi 3
cukup 2
rendah 1
4. Menonjolnya masalah 1
Skala : masalah berat harus ditangani 2

14
ada masalah tapi tidak perlu ditangani 1
masalah tidak dirasakan 0

J. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
1. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal
masalah kesehatan anggota keluarga
2. Ketidakmampuan keluarga merawat anggotanya yang sakit berhubungan dengan
resiko terjadinya komplikaasi akibat hipertensi
3. Ketidakmampuan mengenal masalah nutrisi sebagian salah satu penyebab
terjadinya hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan cara pengaturan
diet yang benar
4. Ketidakmampuan dalam mengambil keputusan untuk mengatur diet terhadap
anggota keluarga yang menderita hipertensi berhubungan dengan kurangnya
pengetahuan keluarga tentang manfaat dari pengaturan diet
5. Ketidakmampuan keluarga untuk menyediakan diet khusus bagi penderita hipetensi
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang cara pengolahan makanan
dalam jumlah yang benar
6. Ketidakmampuan meyediakan makanan rendah garam bagi penderita hipertensi
berhubungan dengan kurang pengetahuan dan kebiasaan sehari-hari yang
mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung garam

15
K. PERENCANAAN KEPERAWATAN

No Diagnosis Keperawatan Tujuan Kriteria Hasil Intervensi


1 Kurangnya pengetahuan Keluarga mampu  keluarga mampu : 1. Diskusikan dengan keluarga tentang pengertian
berhubungan dengan mengenal masalah  menjelaskan hipertensi
ketidakmampuan keluarga hipertensi pengertian hipertensi 2. Diskusikan dengan keluarga tentang penyebab
mengenal masalah  menyebutkan hipertensi
kesehatan anggota keluarga penyebab 3. Diskusikan dengan keluarga tentang tanda dan

 menyebutkan tanda gejala hipertensi

dan gejala 4. Diskusikan dengan keluarga tentang cara


perawatan hipertensi
5. Diskusiskan dengan keluarga tentang
memodiikasi lingkungan untuk mencegah
kekambuhan penyakit hipertensi
2 Ketidakmampuan keluarga Keluarga mampu  Keluarga mampu 1. Diskusikan tentang makanan yang boleh
merawat anggotanya yang merawat anggota yang Menyebutkan dikonsmsi oleh penderita hipertensi
sakit berhubungan dengan mengalami hipertensi makanan yang boleh 2. Diskusikan tentang makanan yang tidak boleh
resiko terjadinya dikonsmsi dan tidak dikonsumsi oleh penderita hipertensi
komplikaasi akibat boleh dikonsumsi 3. Kaji pengetahuan keluarga tentang penggunaaan
hipertensi oleh penderita obat tradisional bagi penderita hipertensi
hipertensi 4. Jelaskan dan demonstrasikan obat tradisional

16
 Menyebutkan dan untuk menurunkan tekanan darah tinggi
mendemonstrasikan 5. Diskusikan tentang pencegahan kekambuhan dari
obat tradisional untuk hipertensi.
menurunkan tekanan
darah tinggi
 Menyebutkan
pencegahan
kekambuhan dari
hipertensi

3 Ketidakmampuan mengenal Keluarga mampu Keluarga mampu 1. Beri penjelasan kepada keluarga cara pengaturan
masalah nutrisi sebagian mengenal cara menyebutkan secara diet yang benar bagi penderita hipertensi
salah satu penyebab pengaturan diet bagi sederhana batasan 2. Beri penjelasan kepada klien dan keluarga
terjadinya hipertensi anggota keluarga yang pengaturan diet bagi bagaimana caranya menyediakan makanan-
berhubungan dengan menderita penyakit anggota keluarga yang makanan rendah garam bagi penderita hipertensi
kurangnya pengetahuan cara hipertensi menderita hipertensi
pengaturan diet yang benar

17
4 Ketidakmampuan dalam Keluarga dapat 1. Keluarga mamapu 1. Beri penjelasan kepada keluarga tentang manfaat
mengambil keputusan untuk memahami tentang menjelaskan tentang pengaturan diet untuk klien hipertensi
mengatur diet terhadap manfaat pengaturan manfaat pengaturan 2. Beri penjelasan kepada keluarga jenis makanan
anggota keluarga yang diet untuk klien diet bagi klien untuk hipertensi
menderita hipertensi hipertensi hipertensi
berhubungan dengan 2. Keluarga dapat
kurangnya pengetahuan menyediakan
keluarga tentang manfaat makanan khusus
dari pengaturan diet untuk klien hipertensi

5 Ketidakmampuan keluarga Keluarga mampu 1. Klien dan keluarga 1. Berikan pernjelasan pada klien dan keluarga cara
untuk menyediakan diet menyediakan diet mampu menyediakan pengolahan makana untuk klien bipertensi
khusus bagi penderita khusus untuk diet khusus untuk 2. Berikan penjelasan kepada klien dan keluarga
hipetensi berhubungan penderita hipertensi penderita hipertensi jumlah makanan yang di konsumsi oleh klien
dengan kurangnya 2. Keluarga mampu hipertensi
pengetahuan tentang cara menyajikan makanan 3. Beri contoh sederhana kepada klien dan keluarga
pengolahan makanan dalam dalam jumlah yang untuk membuat makanan dengan jumlah yang
jumlah yang benar tepat bagi klien tepat
hipertensi

18
6 Ketidakmampuan Seluruh kleuarga 1. Klien dan keluarga 1. Beri penjelasan kepada klien dan keluarga tentang
meyediakan makanan membiasakan diri dapat menjelaskan pengaruh garam terhadap klien hipertens
rendah garam bagi penderita setiap hari manfaat makanan 2. Beri penjelasan kepada klien dan keluarga jenis
hipertensi berhubungan mengkonsumsi yang rendah garam makanan yang banyak mengandung garam
dengan kurang pengetahuan makanan yang rendah 2. Klien dan keluarga 3. Beri motivasi kepada klien dan keluarga bahwa
dan kebiasaan sehari-hari garam dapat menjelaskan mereka mampu untuk merubah kebiasaan yang
yang mengkonsumsi jenis makanan yang kurang baik tersebut yang didasari pada niat dan
makanan yang banyak dapat mengandung keinginan untuk merubah
mengandung garam garam
3. Klien dan keluarga
mampu merubah
kebiasaan dari
mengkonsumsi
makanan yang
banyak mengandung
garam

19
DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddart.2002.Buku Ajar.Keperawatan Medikal Bedah Volume 2.


Jakarta : EGC, Buku Kedokteran

Friedman, 1998. Keperawatan Keluarga. Jakarta : EGC.

Soekanto, Soerjono. 2004. Sosiologi Keluarga. Rineka Cipta. Jakarta

Suzanne, C. Smeltzer. (2001). Keperawatan medikal bedah, edisi 8. Jakarta :


EGC

Smith Tom. Tekanan Darah Tinggi. Arcan, Jakarta, 1986.

11
20
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN BATURAJA
Jalan Imam Bonjol 652 Baturaja OKU Sumatera Selatan

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. PENGKAJIAN (Tanggal : 11 April 2018)

I. Data Umum
1. Kepala Keluarga (KK) : Tn. R
2. Umur : 52 th
3. Pekerjaan KK : Buruh Harian Lepas
4. Pendidikan KK : SD
5. Alamat : Kelurahan Air Gading
6. Komposisi keluarga :

Nama Hubungan
Jenis Keterangan
NO Anggota dengan Umur Pendidikan
Kelamin Imunisasi
Keluarga KK
1 Tn. R L Ayah 52 th SD
2 Ny. Y P Ibu 52 th SD
3 An. P L Anak 17 th SMA Lengkap

21
12
Genogram :

Keterangan :
: Laki-laki

: perempuan

: Klien

: tinggal serumah

7. Tipe Keluarga : Keluarga inti


8. Suku Bangsa : Ogan
9. Agama : Islam

10. Status Sosial Ekonomi Keluarga


Penghasilan keluarga Dalam sebulan keluarga bisa mengumpulkan
uang sebanyak Rp 800.000,00 yang diperoleh dari hasil bekerja Tn.R
menjadi buruh lepas , Menurut pengakuan keluarga penghasilan yang
ada cukup untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

13
22
11. Aktivitas Rekreasi Keluarga
Keluarga Tn.R tidak mempunyai keinginan dan rencana untuk rekreasi
bersama , menonton tv dan berkumpul bersama keluarganya baginya
sudah termasuk rekreasi.

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


12. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi
Saat ini Tn.R belum memenuhi kebutuhan yaitu memiliki rumah
sendiri , karena Tn.R masih menunggu rumah kontrakan.

13. Riwayat Kesehatan Keluarga saat ini


Keluarga mengatakan Ny. Y sering mengeluh pusing karena penyakit
darah tinggi dan takut tensinya naik.

14. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya


Dari hasil pengkajian didapatkan data bahwa orang tua Ny.Y tidak
pernah mempunyai riwayat penyakit Hipertensi.

III. Data Lingkungan


15. Karakteristik Rumah
a) Status kepemilikan rumah : rumah kontrakan/sewa
b) Penerangan rumah : kurang
c) Ventilasi rumah : kurang
d) Kebersihan rumah : dalam dan luar rumah bersih
e) Sumber air minum : sumur gali
f) Jamban keluarga : memiliki jamban yang sehat
g) Kebiasaan membuang sampah : di bakar
h) Pemanfaatan sarana lingkungan : lingkungan rumah d tanami
bunga.

2314
Denah rumah:
Kamar Dapur
Mandi

Kamar
tidur

Kamar
tidur

Ruang
Tamu

16. Data personal Hyhiene


a) Rambut
Kebersihan rambut anggota keluarga terjaga dengan baik.
b) Mulut dan gigi
Kebersihan gigi tampak bersih, kebiasaan mengosok gigi 2
kali/hari dengan menggunakan pasta gigi.
c) Kulit
Kebersihan kulit anggota keluarga cukup bersih, frekuensi mandi
2 kali/hari dan kelurga mandi di kamar mandi keluarga..
d) Pakaian
Pakaian yang dipakai anggota keluarga baik

17. Karakteristik Tetangga dan Komunitasnya


Keluarga Tn. R hidup di lingkungan tempat tinggal yang padat
penghuni dan sebagian penduduk bukan termasuk dari penduduk
tanjung agung asli. Interaksi antar warga dilakukan setiap hari kecuali
malam hari.

15
24
18. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga Tn.R sudah menempati rumah tersebut sejak 5 tahun yang
lalu. Sebelumnya Tn.R menempati rumah bersama ayah dan ibu dari
istrinya yang sekarang tinggal di kecamatan berbeda.

19. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


Tn.R aktif mengikuti kegiatan di masyarakat walaupun sibuk dengan
pekerjaan

20. Sistem Pendukung Keluarga


Tn.R memiliki istri dan anak laki laki. Tinggal serumah Fasilitas
pendukung keluarga masih kurang, seperti tidak ada dana khusus untuk
anggaran pemeliharaan kesehatan. Bila hipertensi (sakit kepala)
kambuh , Ny.Y hanya minum obat warung dan bila tetap kambuh baru
berobat ke puskesmas.

IV. Struktur Keluarga


21. Struktur Peran
Tn.R berperan sebagai kepala keluarga. Beliau bertanggung jawab
dalam membimbing dan mendidik anak-anak serta mengatur rumah
tangganya.

22. Nilai atau Norma Keluarga


Nilai dan norma yang berlaku di keluarga menyesuaikan dengan nilai
agama yang dianut dan norma yang berlaku di lingkungannya.
Keluarga menganggap bahwa penyakit yang diderita Ny.Y adalah
penyakit yang biasa. Keluarga mempercayakan kesembuhan Ny.Y
pada tenaga kesehatan.

2516
23. Pola Komunikasi Keluarga
Keluarga mengatakan komunikasi selalu dilakukan untuk menanyakan
keadaan satu sama lain. Antar anggota keluarga terbina hubungan yang
harmonis.

24. Struktur Kekuatan Keluarga


Di dalam aktivitas sehari-hari anggota keluarga saling perhatian dan
merasakan bahwa mengatasi masalah menjadi tanggung jawab
bersama dalam keluarga.

V. Fungsi Keluarga
25. Fungsi Ekonomi
Tn.R sebagai KK berkerja setiap hari sebagai buruh lepas, penghasilan
Tn.R cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari Ny.Y dan anaknya.

26. Fungsi Mendapatkan Status Sosial


Tn.R selalu mengikuti kegiatan kemasyaratakan yang diadakan di
lingkungan tempat tinggal nya, setiap acara atau kegiatan soaial, Tn.R
selalu berpartisipasi.

27. Fungsi pendidikan


Tn.R sebagai KK mampu menyekolahkan anaknya sampai tingkat
SMA

28. Fungsi Sosialisasi


Keluarga selalu mengajarkan dan menanamkan perilaku sosial yang
baik.

17
26
29. Fungsi Perawatan Kesehatan
a) Kemampuan Mengenal Masalah
Ny.Y belum mengerti tentang penyakit hipertensi, masalah
kesehatan yang mungkin timbul dan tidak mengerti adalah apa
yang dapat membuat penyakit hipertensi (sakit kepala) Ny.Y
kambuh.

b) Kemampuan Mengambil Keputusan Tindakan Kesehatan


Bila sakit, Ny.Y terlebih dahulu membeli obat di warung, jika
tetap sakit, maka berobat ke puskesmas.

c) Kemampuan Merawat Anggota Keluarga yang Sakit


Ny.Y belum mengerti tentang penyakit hipertensi. Pola makan
yang tidak teratur (tinggi garam) pun masih dilakukan oleh Ny.Y

d) Kemampuan Memelihara Lingkungan Rumah


Kondisi rumah bersih dan rapi, ventilasi cukup dan penataan
rumah yang sangat diperhatikan.

e) Kemampuan Menggunakan Fasilitas Kesehatan


Ny.Y selalu membeli obat di sebelum pergi ke puskesmas.

30. Fungsi Religius


Tn. R dan Ny.Y selalu mengerjakan ibadah sesuai agama nya islam,
tetap anaknya yang masih menginjak remaja sedikit jarang beribadah.

31. Fungsi Rekreasi


Setiap hari Tn.R dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan akan
rekreasi dan hiburan biasanya menonton TV, berkumpul dengan
keluarga

18
27
32. Fungsi Reproduksi
Ny.Y tidak ingin punya anak lagi karena usianya yang sudah mulai
memasuki pra lansia, dan tidak ikut KB, hubungan suami istri masih,
tetapi jarang sekali

VI. Stres dan Koping Keluarga


33. Stressor yang Dimiliki
Stressor jangka panjang yang dirasakan oleh keluarga Ny.Y adalah
penyakit hipertensi yang dideritanya.

34. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap Stressor


Keluarga sudah dapat beradaptasi dengan penyakit hipertensi yang
diderita oleh Ny.Y

35. Strategi Koping yang Digunakan


Dalam menghadapi suatu permasalahan, Tn.R sebagai KK
mendiskusikan terlebih dahulu sebelum mengambil suatu
keputusan.Tn. R memberikan pengertian kepada anak-anaknya tentang
masalah yang dihadapinya dan anak-anaknya dapat mengerti dengan
kondisi ayah nya saat ini.

36. Strategi Adaptasi Disfungsional


Keluarga tidak pernah melakukan kekerasan, perlakuan kejam
terhadap anak, mengkambinghitamkan anak, memberikan ancaman
dalam menyelesaikan masalah.

19
28
VII. Pemeriksaan Fisik

1) Kepala
 Rambut dan kulit kepala
Inspeksi : rambut lurus, kulit sawo matang
 Mata
Inspeksi : kedua mata simetris, konjungtiva tidak pucat
 Hidung
Inspeksi : hidung simetris, tidak ada pembesaran polip
 Mulut dan faring
Inspeksi : mulut besih dan faring sehat.
 Telinga
Inspeksi : kedua telinga simetris

2) Leher
Inspeksi : tidak ada nodul

3) Dada
Pergerakan dada terlihat saat inspirasi, Suara jantung S1 dan S2 tunggal,
tidak terdapat palpitasi, suara mur – mur tidak ada ronchi (-), wheezing (-),
nafas cuping hidung (-).

4) Abdomen
Pada pemeriksaan abdomen tidak didapatkan adanya pembesaran hepar,
pergerakan peristaltik usus baik.

5) Ekstremitas
Inspeksi : anggota gerak lengkap, tidak ada luka, bekas jahitan, tidak ada
kelainan pada jari tangan dan kaki.

20
29
VIII. HARAPAN KELUARGA
Keluarga berharap agar petugas kesehatan mampu memberikan
pelayanan yang baik dan tepat pada siapa saja yang membutuhkan tidak
hanya pasien yang di puskesmas/RS tetapi juga warga masyarakat yang
membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan. Jangan membeda-bedakan
dalam memberikan pelayanan antara masyarakat miskin dengan kaya.

3021
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
I. Analisa Data

No Data Masalah Penyebab


1 DS : Kurangnya Ketidakmampuan
 Ny.Y mengatakan sudah menderita pengetahuan keluarga mengenal
hipertensi ± 10 tahun tentang masalah kesehatan
 Selama ini, Ny.Y hanya hipertensi anggota keluarga
memeriksakan diri ke petugas
kesehatan saat keluhannya sudah
parah.
 keluarga mengatakan tidak
mengetahui tentang pencegahan
kekambuhan keluhan Ny.Y
 Ny.Y mengeluh pusing dan kaku
pada leher saat tekanan darahnya
naik.
 Ny.Y biasanya hanya istirahat dan
meminum obat hipertensi, dan
dibawa ke petugas kesehatan
apabila penyakitnya sudah parah.

DO :

 TD : 140/90 mmHg
 Nadi : 85x/menit
 Respirasi 22x/menit
 Suhu 360 C
 Ny.Y tampak bingung dan

22
31
menjawab sebisanya saat ditanya
tentang pencegahan kekambuhan
penyakitnya secara rinci.

23
32
II. Perumusan Diagnosa Keperawatan

No. Diagnosis Keperawatan (PES)


1. Kurangnya pengetahuan tentang hipertensi pada keluarga Tn.R khususnya
Ny.Y berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah
kesehatan anggota keluarga

24
32
III. Penilaian (skorsing) diagnosis keperawatan

No. Kriteria Skor Pembenaran


Dx
1. Sifat masalah : 3/3 x 1 = 1 Ny.Y kurang mengetahui
tentang penyakitnya secara
tidak / kurang sehat significant
Kemungkinan masalah 1/2 x 2 = 1 Kemungkinan masalah dapat
dapat diubah : diubah hanya sebagian
karena Ny.Y sudah ada
Hanya sebagian upaya untuk pengobatan
namun belum optimal.
Potensial masalah 2/3 x 1 = 2/3 Cukup, masalah hipertensi
untuk dicegah : dapat diatasi dengan
pengaturan pola makan dan
cukup
pola hidup.
Menonjolnya masalah : 2/2 x 1 = 1 Masalah harus segera
ditangani untuk mencegah
Masalah berat, harus
komplikasi yang lebih berat.
segera ditangani
Total 3 2/3 (aktual)

25
34
IV. Prioritas diagnosis keperawatan

Prioritas Diagnosis Keperawatan Skor


1 Kurangnya pengetahuan tentang 3 2/3
hipertensi pada keluarga Tn.R khususnya
Ny.Y berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal
masalah kesehatan anggota keluarga

26
35
C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
Diagnosa
Tujuan Kriteria Hasil/standar Perencanaan
Keperawatan
Kurangnya setelah dilakukan setelah dilakukan pertemuan 1) Diskusikan dengan keluarga tentang
pengetahuan tindakan keperawatan selama 3 x 30 menit pengertian hipertensi
tentang selama 3 x kunjungan diharapkan keluarga mampu: 2) Diskusikan dengan keluarga tentang
hipertensi pada diharapkan pemeliharaan 1) Mengenal masalah penyebab hipertensi
keluarga Tn.R kesehatan efekif hipertensi : 3) Diskusikan dengan keluarga tentang
khususnya Ny.Y  Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi
berhubungan pengertian hipertensi 4) Diskusikan dengan keluarga tentang cara
dengan  Menyebutkan perawatan hipertensi
ketidakmampuan penyebab 5) Diskusiskan dengan keluarga tentang
keluarga  Menyebutkan tanda memodiikasi lingkungan untuk
mengenal dan gejala mencegah kekambuhan penyakit
masalah hipertensi
kesehatan
anggota keluarga

27
36
D.IMPLEMENTASI
Diagnosa
Hari/Tanggal Implementasi
Keperawatan
Kurangnya Rabu, 11 april 2018 1. Melakukan BHSP dengan keluarga
pengetahuan 09.00.WIB Ny.Y.
tentang 2. Memperkenalkan diri dan
hipertensi pada menjelaskan tujuan.
keluarga Tn.R 3. Melakukan pengkajian pada
khususnya Ny.Y keluarga Ny.Y
berhubungan 4. Melakukan penkes dengan Ny.Y
dengan tentang pengertian, penyebab, tanda,
ketidakmampuan gejaladan faktor faktor yang
keluarga menyebabkan kekambuhan
mengenal hipertensi.
masalah Kamis, 12 april 1. Mengkaji pengetahuan keluarga
kesehatan 2018 dalam mengatasi hipertensi
anggota keluarga 09.30.WIB 2. Mendiskusikan dengan keluarga
dalam mengatasi hipertensi yang
diderita oleh N.Y
3. Memotivasi keluarga dalam
mengurangi kadar garam dan
kolesterol dalam makanan
Jum’at , 13 april 1. Mengkaji pengetahuan keluarga
2018 dalam mengatasi hipertensi
09.30.WIB 2. Memotivasi keluarga dalam
mengurangi kadar garam dan
kolesterol dalam makanan

28
37
E. EVALUASI
No Implementasi
Hari/Tanggal
Dx
1 Kamis,12 april S:  Ny.Y mengatakan sudah menderita hipertensi ±
2018 10 tahun
09.00.WIB  Ny.Y mengatakan pendidikan terakhirnya adalah
SD
 Ny.Y mengatakan dulu suka mengkonsumsi
makanan asin dan gorengan
 Ny.Y mengatakan telah diberikan pendidikan
kesehatan tentang hipertensi
 Ny.Y mengatakan belum tahu mengenai pola
makan yang baik bagi penderita hipertensi

O:  TD : 140/90 mmHg
 Nadi : 85x/menit
 Respirasi 22x/menit
 Suhu 360 C
 Keluarga Ny.Y memperhatikan saat diberi
pendidikan kesehatan tentang hipertensi dsn
keluarga dapat menjelaskan serta menyebutkan
kembali

A:
masalah kurang pengetahuan belum teratasi

Lanjutkan intervensi :
P:
 Diskusikan dengan keluarga tentang cara
perawatan hipertensi

29
38
 Diskusiskan dengan keluarga tentang
memodiikasi lingkungan untuk mencegah
kekambuhan penyakit hipertensi

Jum’at, 13 april S: Ny.Y mengatakan saat tekanan darahnya naik, Ny.Y


2018 segera minum obat dan istirahat serta harus menjaga
09.00.WIB pola makannya

O : Ny.Y belum dapat menyebutkan maanfaat dari


mengurangi konsumsi garam dan makanan yang
banyak mengandung kolesterol.

A: masalah kurang pengetahuan teratasi sebagian

P: Lanjutkan Intervensi :
 Diskusiskan dengan keluarga tentang
memodiikasi lingkungan untuk mencegah
kekambuhan penyakit hipertensi
 Diskusikan dengan keluarga tentang pengaturan
pola makan rendah garam kepada Ny.Y

30
39
Sabtu,14 april S: Ny.Y mengatakan saat tekanan darahnya naik, Ny.Y
2018 segera minum obat
09.00.WIB
O: Ny.y dapat menyebutkan manfaat dari mengurangi
konsumsi garam dan makanan yang mengandung
banyak kolesterol

A: Masalah kurang pengetahuan terartasi

P:  Anjurkan Ny.Y untuk selalu mengatur pola makan


nya sehari-hari
 Anjurkan Ny.Y untuk mengikuti setiap ada
penyuluhan kesehatan.

31
40