Anda di halaman 1dari 10

PENGAMATAN SEL KHAMIR DALAM MAKANAN FERMENTASI

LAPORAN PRAKTIKUM

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi

Yang Dibimbing oleh Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si

Disusun oleh:

Kelompok 6

Anggi Klaritasari 160342606275


Benedektio Jose Cristian 160342606285
Dhita Humaira E. 160342606283
Emilda Firdiana Avis 160342606272
Imroatun Nafiah 160342606231

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Maret 2018
A. TOPIK
Pengamatan Sel Khamir Dalam Makanan Fermentasi
B. TUJUAN
a. Untuk mengetahui bentuk sel-sel khamir yang terdapat dalam makanan fermentasi
C. TANGGAL

9 Maret 2018

D. DASAR TEORI
Fermentasi adalah reaksi oksidasi reduksi di dalam sistem biologi yang
menghasilkan energi. Sebagai donor dan akseptor elektron yang digunakan adalah
karbohidrat dalam bentuk glukosa. Senyawa tersebut akan diubah secara enzimatis
menjadi suatu bentuk lain misalnya alkohol. Ada 2 macam hasil utama dari proses
fermentasi yang berhubungan dengan proses pengawetan makanan yaitu asam dan
alkohol. Sejumlah makanan hasil fermentasi alkohol juga dapat menjadi asam jika
selama produksi alkohol kondisinya adalah aerobik, dimungkinkan timbul bakteri
yang memproduksi asam asetat/asam cuka. (Winarno dan Betty, 1974)
Pada proses fermentasi mikroorganisme yang menguntungkan diaktifkan
pertumbuhan dan metabolisme. Sedangkan mikroorganisme yang merugikan di tekan
menjadi prinsip dasar dari fermentasi ialah mengaktifkan pertumbuhan mikroorganisme
proteolitik dan lipolitik. Dengan adanya kontak antara mikroorganisme dan substrat
organik. Mutu substrat mengalami perubahan sifat fisik maupun kimia hal ini
disebabkan karena adanya penguraian zat xat yang terkandung didalam substrat
(Hielman, 2011).
Mikroba yang fermentatif dapat mengubah karbohidrat dan turunan turunannya.
Terutama alkohol,asam & CO2. Mikroba proteolitik dapat memecah protein dan
komponen komponen nitogen lainnya sehingga menghasilkan bau busuk. Sedangkan
mikroba lipolitik akan memecah dan menghidrolisa lemak, pospolitida dan
menghasilkan bau tengik. Bila alkohol dan asam yang dihasilkan oleh mokroba
fermentatif cukup tinggi maka pertumbuhan mikroba proteolitik dan lipotik dapat
dihambat. Jadi prinsip pengawetan dengan cara fermentasi sebenarnya mengaktifkan
pertumuhan dan metabolisme dari mikroba pembentuk alkohol dan asam, dan menekan
pertumbuhan mikroba proteolitik dan lipotik (Pelczar, 1986).
Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang dilakukan oleh
mikroorganisme, terutama kapang dan khamir. Rasa manis tape sendiri disebabkan oleh
kadar gula dari tape itu sendiri. Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya
dinamakan tapai singkong. Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya
disebut "tape pulut" atau "tape ketan" (Ristiati, 2000).
Yakult merupakan minuman probiotik yang mirip dengan yogurt yang dibuat
dari fermentasi skinmed milk dan gula. Berdasarkan hasil pengamatan bakteri yang
terdapat pada yakult yaitu Lactobacilllus casei yang berbentuk batang (basil) dan
jumlahnya tunggal atau monobacillus. Lactobacillus casei merupakan bakteri yang
tergolong ke dalam jenis bakteri gram positif yang mempunyai respirasi bersifat
anaerob fakultatif. Bakteri ini berperan dalam mengubah gula menjadi asam laktat
(Pelczar, 2008).
Khamir merupakan mikroorganisme uniseluler, meskipun beberapa spesies
dapat menjadi multiseluler melalui pembentukan benang dari sel-sel budding
tersambung yang dikenal sebagai hifa semu (pseudohyphae), seperti yang terlihat
pada sebagian besar kapang. Ukuran khamir bervariasi tergantung spesies, umumnya
memiliki diameter 3–4 µm, namun beberapa jenis khamir dapat mencapai ukuran
lebih 40 µm. Sebagian besar khamir bereproduksi secara aseksual dengan mitosis, dan
dengan pembelahan sel asimetris yang disebut budding (Dwidjoseputro, 2009).
Macam bentuk kamir yaitu bulat (spherpoid), elips atau bulat telur, bentuk
batang atau silindris, seperti buah jeruk, dan sosis (Djide, 2008)
Khamir dapat melakukan perkembangbiakan dengan cara “budding”,
pembelahan, pembentukan sel aseksual, konjugasi atau reproduksi seksual dan secara
partenogenesis. Namun yang paling sering terjadi adalah dengan cara bertunas atau
buding (Natsir, 2008).
Pengamatan sel khamir dapat dilakukan dengan cara pengecatan sederhana
yaitu pemberian warna pada khamir dengan menggunakan larutan tunggal suatu
warna pada lapisan tipis atau olesan yang sudah difiksasi. Pewarnaan sederhana yaitu
pewarnaan menggunakan satu macam zat warna dengan tujuan hanya untuk melihat
bentuk sel khamir dan untuk mengetahui morfologi dan susunan selnya serta
membedakan sel yang mati dan sel yang hidup (Burrows, 2004).
E. Alat dan Bahan
Alat :
 Kaca benda
 Kaca penutup
 Mikroskop
 Jarum inokulasi
 Lampu spiritus
 Pipet

Bahan :
 Tape ubi kayu (singkong)
 Yakult
 Cuka
 Aquades seteril

F. Cara Keraja

Buatlah suspensi tape ubi kayu dengan ditambahakan sedikit aquades steril

Sediaan dibuat dengan menggunakan ekstrak tersebut

Dilakukan pengamatan sel-sel khamir dalam sediaan tersebut dibwah


mikroskop

Hasil pengamatan sel khamir tersebut digambar


G. DATA HASIL PENGAMATAN
Jenis Makanan Bentuk sel-sel
No. Gambar
Fermentasi Khamir

1. Tape Singkong Botol

Perbesaran (1000x)
Sumber: Dokumen Pribadi

2. Yakult Basil

Perbesaran (1000x)
Sumber: Dokumen Pribadi

3. Cuka Coccus

Perbesaran (1000x)
Sumber: Dokumen Pribadi
H. ANALISIS DATA

Hasil data praktikum pengamatan sel khamir di dalam makanan fermentasi kali ini
menggunakan tape singkong, yakult dan cuka. Langkah pertama yaitu dengan membuat
suspensi dari makanan fermentasi tersebut dengan cara menambahkan sedikit aquades steril,
hal ini dilakukan untuk mendapatkan ekstrak dari jenis makanan/minuman tersebut, yang
nantinya akan diamati, selanjutnya menyediakan kaca benda dan kaca penutup. Kemudian
melakukan fiksasi kaca benda dan kaca penutup agar tidak terkontaminasi bakteri lain yang
dapat mengganggu pada saat proses pengamatan, difiksasikan terlebih dahulu di atas lampu
spiritus untuk sterilisasi dari kontaminasi jamur atau bakteri yang berasal dari luar.
Kemudiaan membuat sediaan dengan mengambil ekstrak jenis makanan/minuman
fermentasi dengan menggunakan pipet, diusahakan jangan sampai serat tape ikut terambil,
karena serat tape yang ikut terambil dapat mengganggu proses pengamatan, karena pengamat
bisa menyangka serat tersebut adalah bentuk sel khamir yang diamati. Setelah meneteskan
ekstrak tape, yakult dan cuka di atas preparat, kemudian menutupnya dengan kaca penutup.
Setelah ditutup dengan kaca penutup, kemudian melakukan pengamatan sediaan
untuk melihat sel-sel khamir dalam sedian tersebut di bawah mikroskop. Berdasarkan
pengamatan yang telah dilakukan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 1000 kali,
terlihat bahwa sel khamir yang ditemukan pada tape singkong berbentuk botol, kemudian
pada yakult berbentuk basil, dan pada cuka terlihat sel-sel khamir berbentuk bulat dengan
jumlah yang banyak.

I. PEMBAHASAN SEL KHAMIR

Sel khamir merupakan fungi uniseluler tanpa miselium, hanya merupakan sel tunggal.
Reproduksi aseksual dari sel khamir yaitu dengan bertunas atau berfusi. Beberapa sel khamir
tidak memproduksi spora sehingga disebut asporogenous. Ada pula khamir yang
memproduksi spora, sel khamir ini disebut sporogenous dan digolongkan ke dalam kelas
Ascomycetes dan Basidiomycetes (Sumarsih, 2003). Fermentasi adalah perubahan kimia
bahan pangan yang disebabkan oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau
telah ada dalam bahan makanan itu sendiri. Proses fermentasi tidak hanya menimbulkan efek
pengawetan tetapi juga menyebabkan perubahan tekstur, cita rasa dan aroma bahan pangan
yang membuat prosuk fermentasi lebih menarik, mudah di cerna dan bergizi (Adams &
Moss,1995).
Pada praktikum pengamatan sel khamir dalam makanan fermentasi, menggunakan bahan
yaitu tape singkong, yakult, dan juga cuka.
Proses fermentasi sel khamir yaitu :
C6H1206  2C2H5OH + 2CO2 + ATP
Glukosa Alkohol karbondioksida

Berdasarkan hasil pengamatan sel khamir yang terdapat pada tape singkong yaitu
berbentuk botol. Pada makanan fermentasi tape singkong jenis genus yang terdapat yaitu
Candida sp dan Saccaromyces sp. Saccaromyces sp pada tape singkong berbentuk bulat,
sedangkan jenis genus Candida sp berbentuk pseudomiselium. Saccharomyces sp memiliki
bentuk agak bulat dan jumlahnya lebih banyak (Kustyawati, 2013). Candida sp pada tape
singkong ditemukan dengan satu macam yaitu clamidiospora terminal. Spora pada Candida
sp berbentuk bulat atau oval dan terdapat clamidiospora (Kumamoto dkk, 2004).
Pada Candida sp terdapat dua jenis clamidiospor yaitu yang mempunyai spora yang
berada di ujung (Clamidiospora terminal) dan yang mempunyai spora diantara sel-sel hifa
(Clamidiospora interkalar). Sel khamir yang memproduksi spora, sehingga sel khamir ini
disebut sporogenous dan digolongkan ke dalam kelas Ascomycetes dan Basidiomycetes
(Sumarsih, 2003). Fermentasi pada tape singkong merupakan jenis respirasi aerob karena
adanya oksigen. Saccharomyces sp juga dapat melakukan respirasi yaitu dengan
mengoksidasi gula menjadi karbondioksida dan air (Kustyawati, 2013). Candida sp dan
Saccharomyces sp berperan dalam menguraikan gula menjadi alcohol dan macam-macam zat
organik lainnya (Dwidjoseputro, 1999).
Yakult merupakan minuman probiotik yang mirip dengan yogurt yang dibuat dari
fermentasi skinmed milk dan gula. Berdasarkan hasil pengamatan bakteri yang terdapat pada
yakult yaitu Lactobacilllus casei yang berbentuk batang (basil) dan jumlahnya tunggal atau
monobacillus. Lactobacillus casei merupakan bakteri yang tergolong ke dalam jenis bakteri
gram positif yang mempunyai respirasi bersifat anaerob fakultatif. Bakteri ini berperan dalam
mengubah gula menjadi asam laktat (Pelczar, 2008).
Berdasarkan hasil pengamatan bentuk sel khamir pada cuka yaitu coccus. Menurut
Kustyawati dkk (2013) bakteri Saccharomyces sp memiliki bentuk agak bulat dan jumlahnya
lebih banyak. Saccharomyces sp berperan dapat menguraikan gula menjadi alcohol dan
macam-macam zat organik lainnya (Dwidjoseputro, 1999).
KESIMPULAN

Bentuk sel khamir yang ditemukan pada makanan fermentasi tape singkong berbentuk
bulat dan ada pula yang membentuk pseudomiselium, pada ragi tape juga ditemukan sel
khamir dengan bentuk bulat , pada minuman yakult yang juga ditemukan sel khamir dengan
berbentuk basil dan monobacillus (tunggal) dan bentuk sel khamir pada cuka berbentuk bulat
dan jumlahnya lebih banyak.
DAFTAR RUJUKAN
Adams, MR, and Moss, M.O., 1995. Food Microbiology. New York: The Royal Society of
Chemistry.

Burrows, W., J.M. Moulder, and R.M. Lewert. 2004. Texbook of Microbiology. W.B.
Philadelphia: Saunders Company.
Djide, Natsir. M, 2008. Dasar-dasar Mikrobiologi. Makassar: Universitas Hasanudin.
Dwidjoseputro, D. 1999. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan.
Dwidjoseputro, D. 2010. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan.

Hielman. 2011. Fermentasi. [Online] http://hielmanpevensie.wordpress.


com/2011/04/16/fermentasi-2, diakses tanggal 26 Nopember 2011
Kumamoto C. A dan Vinces M.D. 2004. Alternative Candida albicans lifestyles: growth on
the surfaces Annu Rev Microbiol. J Vet Diagn Invest. 17(3): 272-273
Kustyawati, M., Sari, M., Haryati, T. 2013. Efek Fermentasi Dengan Saccharomyces
cerevisiae Terhadap Karakterisitik Biokimia Tapioka. Agritech. 33(3): 281-287
Natsir. M, 2008. Analisis Mikrobiologi Farmasi.Makassar: Universitas Hasanudin..
Pelczar, M.C. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI Press .
Pelczar, Michael J. 1986. Dasar-dasar Mikrobiolagi. Jakarta: UI-Press
Ristiati. 2000. Mikrobiologi Dasar. Singaraja : STKIP
Sumarsih, S. 2003. Mikrobiologi Dasar. Yogyakarta: Universitas Pembangunan Veteran.

Winarno, F.G dan Betty. 1974. Dasar Pengawatan Sanitasi dan Keracunan. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utam