Anda di halaman 1dari 2

HARI PENERBANGAN NASIONAL!

Oleh Syarifah Fazlah

Salam Karya dan Cinta Unmul!

“Jika kamu ingin terbang tinggi, lihatlah pesawat. Jika kamu ingin berkhayal yang tinggi,
pastikan tubuhmu kuat. Karena tak selamanya mimpi sesuai kenyataan.”

Hari ini, merupakan hari istimewa bagi dunia dirgantara Indonesia. Sebab hari ini
merupakan Hari Penerbangan Nasional. Apakah kalian tahu bagaimana riwayat dunia
penerbangan di Indonesia? Jika tidak, sedikit saya kutip dari salah dua blog “Lanang Indonesia”
dan “Celotehku88”. Disimak, ya!

Semua itu dimulai 70 tahun silam. Kelahiran TNI AU yang bermula dari Badan Keamanan
Rakyat (BKR) dibentuk pada 23 Agustus 1945, yang kemudian berubah menjadi Tentara
Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945. Pasukan udara ketika itu bernama TKR
jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma. Tepat pada 23 Januari
1946, TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas
Angkatan Udara. Maka pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapus, lalu
diganti dengan nama Angkatan Udara Republik Indonesia dan hari itu kini diperingati sebagai
hari kelahiran TNI AU.

Sejarah perjuangan AU tidak melulu berwujud perjuangan fisik, tetapi juga memiliki peran
dalam perjuangan diplomatis. Misalnya dalam menyiapkan angkutan pesawat perintis untuk
mengangkut barang, pasukan, para diplomat, saudagar, hingga mengantar presiden keliling
berbagai wilayah untuk integritas bangsa. Dunia penerbangan kita lahir dari keberanian. Dari
pengetahuan yang sama sekali nol tentang kedirgantaraan dengan hanya bermodal semangat dan
kegembiraan setelah lepas dari belenggu penjajah, lalu AURI berkembang menjadi Angkatan
Udara yang terkuat di Asia pada masa-masa awal berdirinya.

Tokoh kelas dunia ini terpana ketika melihat jejeran B-25 begitu banyak di pelataran parkir.
Kepada Wiweko yang menjemput, Perdana Menteri U Nu mengatakan, “I have never seen so
many aircrafts together.” Hal itu pun menginspirasi beberapa media asing untuk menggambarkan
kegagahan Angkatan Udara kita. Seperti Majalah berbahasa Belanda Vliegwereld (Dunia
Penerbangan) tanpa ragu menulis: AURI angkatan udara paling ditakuti di Asia Tenggara. Serta
Air Pictorial, majalah penerbangan Inggris turut mengutip: Ditilik dari sudut material, Angkatan
Udara Australia ketinggalan total dari AURI.
Selain itu, tak banyak yang tahu bahwa pesawat pertama yang dibeli oleh pemerintah
republik Indonesia merupakan sumbangan dari rakyat Aceh. Pesawat Dakota RI-001 merupakan
tulang punggung Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Berkat Perjuangan yang besar
dari rakyat Aceh inilah Indonesia mempunyai Pesawat angkut yang memliki jasa yang besar bagi
dunia penerbangan Indonesia.

Sumbangan rakyat Aceh untuk pesawat pertama yang mampu dibeli pemerintah ini dimulai
dengan orasi bung Karno di Aceh pada tanggal 16 Juni 1948. Dari orasi bung Karno itulah
kemudian Nasionalisme rakyat Aceh menjadi memuncak. Setelah selesai acara orasi bung Karno,
panitia pada waktu itu kemudian mengutarakan niatan pemerintah untuk membeli pesawat
angkut. Dari hal itu kemudian rakyat Aceh terpacu untuk membantu pemerintah dengan cara
mengumpulkan perhiasan mereka.

Dari sumbangan inilah kemudian Selawah R-001 nama lain dari Dakota RI-001 terbeli dan
segera difungsikan untuk tugas pengangkutan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.
Kata Selawah yang berarti Gunungan emas ini benar-benar mampu merepresentasikan sejarah
dari Pesawat tersebut dan juga menggambarkan apa yang mampu dilakukan pesawat tersebut
karena setelah kondisi negara menjadi kondusif, pesawat terbang tersebut pun beralih fungsi
sebagai pesawat komersil. Sampai pada akhirnya pesawat Selawah/ Dakota ini tidak bisa
kembali ke Indonesia setelah melakukan perjalanan ke Kalkuta India untuk perawatan rutin,
Pesawat ini tertahan di Birma/Myanmar karena terjadi agresi Belanda.

Dari pesawat Selawah inilah kemudian industri penerbangan Indonesia bergeliat dimana
akhirnya indonesia memiliki industri Penerbangan yang tersohor sampai saat ini. Perusahaan itu
adalah Garuda Indonesia, salah satu maskapai terbesar dunia. Garuda Indonesia menjadi
maskapai besar karena memiliki Konsep layanan terbaru yang berbeda dengan konsep dari
maskapai lainnya. Konsep tersebut berbunyi “Garuda Indonesia Experience” yang
menitikberatkan pada kombinasi keramahan dan suasana khas Indonesia yang berakar pada
budaya tanah air.

Tentu hal itu membuat kita bangga hati. Meski dalam beberapa waktu terakhir dunia
penerbangan kita dirundung kesedihan lantaran mulai rutinnya kecelakaan pesawat terjadi di
dalam negeri. Namun kita masih memiliki semangat untuk bangkit dan melesat secepat kilat di
langit nusantara dan angkasa.

Nah, gimana nih temen-temen? Udah pada tahu ‘kan ya? Semoga bermanfaat ya
informasinya dan Selamat Hari Penerbangan Nasional!