Anda di halaman 1dari 2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PENANGANAN PASIEN INPARTU DENGAN TINGGI BADAN


KURANG DARI 145 CM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/ 2
Ditetapkan oleh
Tanggal Terbit Direktur RSUD Paniai
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL dr. Agus
NIP: 198008292008011011
PENGERTIAN Suatu keadaan dimana ibu bersalin mempunyai tinggi badan kurang dari
145 cm.
TUJUAN 1. Pasien mendapat pelayanan secara tepat dan benar
2. Ibu dan janin sejahtera

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang


Rumah Sakit.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
340/Menkes/PER/III/2010 Tentang Klasifikasi Rumah Sakit.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1464/MENKES/PER/X/2010 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik
KEBIJAKAN Bidan.
5. Peraturan Menteri Kesehan Republik Indonesia Nomor
1796/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Registrasi Tenaga
Kesehatan
6. Keputusan Menteri Kesehatan No. 129 Tahun 2008 Tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
7. Pedoman Pelayanan Rawat Gabung di RS, Departemen Kesehatan
1991.
8. Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir Untuk Dokter, Bidan Dan
Perawat Di RS, Departemen Kesehatan – IDAI 2004.
9. Pedoman Pelayanan Maternal Perinatal Pada Rumah Sakit Umum Kelas B
(non pendidikan), C, dan D, Departemen Kesehatan 2006.

1. Dilakukan oleh dokter spesialis kandungan/dokter umum/bidan.


2. Tersedia alat :
PROSEDUR - Set partus
- Metlin
- Fetal phone
- Thermometer
- Tensi meter
- Arloji
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
PENANGANAN PASIEN INPARTU DENGAN TINGGI
BADAN KURANG DARI 145 CM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/ 2
- Jangka panggul

PENATALAKSANAAN :
1. Petugas memberikan penjelasan kepada pasien tentang tindakan
yang akan dilakukan
2. Pasien mengerti dan menyetujui tindakan yang akan dilakukan
3. Pesian mempersilahkan petugas untuk melakukan tindakan.
4. Petugas memeriksa secara detail riwayat kehamilan, lakukan
pengukuran panggul luar bila pada ANC belum dilakukan
pengukuran panggul luar.
5. Mengukur traksiran berat janin
6. Melakukan palpasi untuk mengatur keadaan begian bawah janin
7. Mengobservasi P – 10
8. Mengadakan kolaborasi dengan dokter jaga/spesialis kandungan
9. Melaksanakan hasil kolaborasi.
10. Mencatat tindakan, perkembangan pasien ke dalam rekam medis.
UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap ibu dan anak.
Dibuat oleh Dikoreksi oleh Disetujui oleh
Kepala Ruangan Bersalin Kepala Seksi Keperawatan Direktur RSUD Paniai

Novita D.C.Kana,S.ST Kristina Yogi,Amd.Kep dr. Agus


NIP :197511262000032003 NIP : 196807101990032010 NIP: 198008292008011011