Anda di halaman 1dari 2

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN PRAKTIK PSN TERHADAP KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMBONGPARI KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2016

Wildan Firdaus Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopyctus yang tersebar luas di rumah-rumah dan tempat umum diseluruh wilayah Indonesia, kecuali yang ketinggianya lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut, penyakit ini terutama menyerang anak-anak yang ditandai dengan panas tinggi, perdarahan dan dapat menyebabkan kematian dan menimbulkan wabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan fisik rumah dan praktik pemberantasan sarang nyamuk terhadap kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah case-control. Sampel pada penelitian ini sebanyak 144 orang yang terdiri dari 72 kelompok kasus dan 72 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada kelompok kasus dan simple random sampling pada kelompok kontrol.hasil penelitian menunjukan variabel suhu udara ada hubungan dengan kejadian DBD (P=0.008; OR= 2,47), ada hubungan antara kelembaban udara dengan kejadian DBD (p=0,000; OR= 4,93), ada hubungan antara intensitas cahaya dengan kejadian DBD (p=0,000; OR = 4,56), ada hubungan antara rasio luas ventilasi dengan kejadian DBD (p=0,000; OR = 7,74), tidak ada hubungan antara praktik PSN dengan kejadian DBD (p= 0,181). Diharapkan anggota keluarga lebih aktif melakukan praktik PSN agar bisa menurunkan angka kejadian DBD.

Kepustakaan : 1988 - 2016

Kata Kunci

: Faktor lingkungan fisik, Praktik PSN, Kejadian DBD

THE CORRELATION BETWEEN HOME PHYSICAL ENVIRONMENT FACTOR AND MOSQUITO ERADICATION PRACTICE OF DENGUE HAEMORRHAGIC FEVER (DHF) EPIDEMIC AT PUSKESMAS SAMBONGPARI KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA IN 2016

Wildan Firdaus Health Science Faculty Public Health Department Siliwangi University Tasikmalaya

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is an infection caused by dengue virus. It is infected by mosquito bite of Aedes aegypti and Aedes albopyctus spreading widely in houses and public places in the whole of Indonesia, except at the places whose height are more than 1000 m above sea surface. Mostly, this desease attacks children with signalling high fever and bleeding, and it also causes epidemic and death. This research aims to know the correlation between home physical enviromment factor and mosquito eradication practice of Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) epidemic at UPTD Puskesmas Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya in 2016. The research design used in this research is case- control. This research takes sample 144 people consisting of 72 of case group and 72 of control group. The technique sample which is used is total sampling of case group and simple random sampling of control group.The result of this reseach shows that there are correlations between some variables, they are: temperature and DHF (P=0.008; OR= 2,47), humidity and DHF (p=0,000; OR= 4,93), light intensity and DHF (p=0,000; OR = 4,56),and the last, ratio of ventilation area and DHF (p=0,000; OR = 7,74). Furthermore, this result also shows that there is not correlation between mosquito eradication practice and DHF (p= 0,181). With this reseach, hopefully family members are more active to conduct mosquito eradication practice in order to decrease the rate of DHF epidemic.

Literture

Key Word : Physical Environment Factor, Eradication Practice, Dengue Haemorrhagic Fever Epidemic

: 1988 - 2016