Anda di halaman 1dari 2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PENANGANAN PASIEN INPARTU DENGAN SEROTINUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/2

Ditetapkan oleh
Tanggal Terbit Direktur RSUD Paniai
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL dr. Agus
NIP: 198008292008011011
PENGERTIAN Kehamilan lewat waktu adalah kehamilan yang berlangsung 42 minggu
atau lebih pada siklus haid teratur rat-rata 28 hari dari hari pertama haid
(HPHT) diketahui dengan pasti.
TUJUAN Untuk memberikan kepada petugas tentang langkah- langkah yang di
lakukan pada pengelolaan bayi baru lahir, sehingga tindakan tersebut
dapat dipertanggungjawabkan.
KEBIJAKAN Seluruh pelayanan keperawatan dan kebidanan di Instalasi Rawat Inap
Ibu Dan Anak berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien ( Sesuai
dengan SK Direktur NO. ..../.../.../SK_DIR_KEB/2015 tentang Kebijakan
Unit Rawat Inap Ibu Dan Anak).
PROSEDUR Petugas mengetahui kriteria diagnosa kehamilan lewat waktu yaitu
dengan cara sebagai berikut :
1. Riwayat haid : HPHT diketahui dengan pasti
2. Riwayat pemeriksaan Antenatal
3. Pemeriksaan USG: menilai maturitas plasenta,jumlah air
ketuban,keadaan janin dan berat /besarnya janin.
4. Pemeriksaan rontgen : untukmengetahui inti penulangan terutama
tulang kuboid, proximal tibia dan bagian distal femur.
5. Pemeriksaan cairan amnion : rasio lesistin spingomyelin (>12).

Prosedurnya adalah :
1. Pasien dirawat di RS, teliti ulang umur kehamilan, kesejahteraan
janin, syarat dan kontradiksi.
2. Bila induksi gagal, istirahat 24 jam,periksa ulang kesejahteraan
janin. Bila baik, induksi ulang. Dilakukan bedah caesar bila
kesejahteraan janin jelek dan ketuban sudah pecah.
3. Bila induksi persalinan kedua gagal,maka dilakukan bedah
caesar.
4. Bila BISHOP SCORE, untuk meramalkan keberhasilan induksi
persalinan.
5. Padanilai Bishop >5, induksi persalinan disertai dengan
pemecahan kulit ketuban.
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
PENANGANAN PASIEN INPARTU DENGAN SEROTINUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


2/2

6. Bedah Caesar pada kehamilan lewat bulan dipertimbangkan pada:


PROSEDUR a. Ada tanda-tanda insufisiensi plasenta
b. Ada indikasi kontra persalinan pervaginam
c. Indikasi klinis untuk segera mengakhiri persalinan dan
kehamilan (ibu,anak,waktu), disertai dengan faktor resiko
yang lain seperti riwayat obstetri yang jelek, riwayat
infertilitas,preeklampsia berta/eklampsia,kelainan letak.
UNIT TERKAIT Instalasi Rawat Inap Ibu dan Anak, Instalasi Gawat Darurat, Instalasi
Laboratorium, Instalasi Radiologi, Instalasi Kamar Operasi.
Dibuat oleh Dikoreksi oleh Disetujui oleh
Kepala Ruangan Bersalin Kepala Seksi Keperawatan Direktur RSUD Paniai

Novita D C Kana,S.ST Kristina Yogi,Amd.Kep dr. Agus


NIP : 197511262000032003 NIP : 1968 1990 NIP : 198008292008011011