Anda di halaman 1dari 8

DIAGNOSA PENYEBAB KEBOCORN OLI PADA SISTEM HIDROLIK

Pompa hidrolik merupakan salah satu alat vital pada sistem hidrolik, tanpa adanya pompa
hidrolik maka aliran oli hidrolik yang merupakan sumber tenaga tidak akan dapat mengalir.

Oli berkurang
Hal ini bisa disebabkan oleh terjadinya kebocoran yang tidak terkontrol, sehingga
tanpa kita sadari ternyata oli yang terdapat pada tangki sudah mengalami penyusutan.
Lakukanlah pengecekan secara berkala untuk menghindari hal ini terjadi. Apabila
sering terdapat penyusutan oli, lakukan pengecekan pada pipa pipa atau bagian
bagian yang memungkinkan terjadinya kebocoran.
Oli kotor.

Oli yang kotor dapat menyumbat piston pompa, sehingga kinerja pompa hidrolik
menjadi tidak maksimal. Hal ini bisa disebabkan oleh terbuka nya tutup oli pada tangki.

Tidak melakukan pergantian oli secara berkala juga dapat menyebabkan oli menjadi
kotor sehingga bisa menimbulkan penyumbatan pada piston pompa.

Cara Mencegah Kebocoran Silinder Hidrolik


Penyebab kebocoran

Kebocoran semua sistem hidrolik digunakan dalam periode waktu setelah tiga penyebab
berikut yang disebabkan oleh: (1) dampak dan getaran yang membentuk sambungan pipa
longgar; (2) Segel dan alat kelengkapan dinamis saling menempel (terutama silinder hidrolik);
(3) Suhu minyak berlebih dan ketidakcocokan seal karet dengan minyak hidrolik.

Macam-macam Pompa Hidrolik


Secara garis besar pompa hidrolik dibagi menjadi 3 jenis: pompa rotodynamic,
pompa displacement, dan pompa special effect.

Komponen-komponen pada Sistem Hidrolik


Sistem hidrolik digunakan untuk mentransmisikan dan mengontrol tenaga mekanik. Di dalam
sistem tersebut terdapat beberapa komponen/elemen. Secara garis besar komponen sistem
hidrolik dibagi menjadi komponen dasar dan komponen tambahan.
Mekanik Hidrolik

Gambar 1.20. Katup Dua Arah

Katup yang diperlihatkan pada Gambar 1.20. adalah katup yang umum digunakan ada
pompa hidrolik atau pneumatik. Pengaturan katup dengan cara menggeser plunyer
maju atau mundur. Plunyer dibuat presisi dengan silindernya sehingga tidak terjadi
kebocoran. Katup tersebut untuk dua cara aliran.

Gambar 1.21. Pintu (lubang) #2 dan #3 terbuka

Katup yang ditunjukkan pada Gambar 1.21, aliran masuk dari #1 dan keluar pada lubang #2 dan #3. Media yang
dialirkan adalah oli hidrolik atau udara. Jika media yang dialirkan adalah air, maka plunyer dan silinder akan
berkarat. Plunyer dan silinder terbuat dari baja yang keras dan tahan gesekan.

Gambar 1.22. #2 dan #3 tertutup

Posisi katup seperti pada Gambar 1.22. adalah aliran keluar #2 dan #3 tertutup oleh katup. Katup dalam gambar
ini sesungguhnya adalah plunyer yang sangat presisi. Karena sangat presisinya sehingga tidak terjadi kebocoran.
Apabila telah dipakai cukup lama dan akhirnya katup mengalami kebocoran, maka katup tersebut diganti dengan
yang baru. Karena katup yang telah aus tidak dapat diperbaiki.

Gambar 1.23. Katup Tiga Arah(#1,#2, dan #3)

Pada posisi seperti yang ditunjukan Gambar 1.23. cairan keluar melalui lubang (pintu) #3. Katup hidrolik jika oli
yang digunakan kotor, maka akan mempercepat rusaknya katup. Teknisi di Industri harus selalu mengecek telah
berapa lama oli tersebut dipakai, jika telah tiba waktunya, maka segeralah mengganti oli tersebut dengan yang
baru. Oli yang telah lama dipakai dikhawatirkan telah banyak mengandung bram-bram halus yang tak terlihat oleh
mata. Bram tersebut yang mempercepat keausan katup.

cara menganalisis kerusakan pada sistem hidrolik

1. Permasalahan
Beberapa hal yang harus dilakukan atau dicek oleh seorang mekanik sebelum melakukan
trouble shooting terhadap komponen sistem hidrolik yang rusak antara lain:
a. Mencari data permasalahan dari operator tanyakanlah pada operator seperti pertanyaan berikut
:
a) Apa yang dirasakan sebelum terjadi kerusakan pada sistem hidrolik ?
b) Apakah gangguan tersebut terjadi secara tiba-tiba ?
c) Pada saat terjadi kerusakan adakah tanda-tanda aneh yang terjadi ? atau ada suara
terdengar aneh pada unit ?
d) Apakah sebelumnya ada masalah pada sistem hidrolik di excavator yang di operasikan ?
e) Apakah pada cylinder hidrolik ada kebocoran ?

b. Pengecekan awal sebelum trouble shooting, beberapa hal yang perlu dicek antara lain :
a) Cek apakah komponen sistem hidrolik dalam keadaan yang baik ?
b) Cek apakah ada kebocoran pada seal/hose pada komponen sistem hidrolik ?
c) Cek apakah main control valve mengalami kerusakan ?
d) Cek keadaan oli hidrolik ?
e) Cek apakah keadaan silinder hidrolik mengalami kelecetan ?

c. Pengetesan unit guna mencari kerusakan untuk mengetahui kerusakan yang terjadi perlu
dilakukan pengetesan unit, hal-hal yang perlu dilakukan antara lain :
a) Jika sistem hidrolik anda tidak bekerja dengan optimal, jangan dahulu terburu-buru
memanggil mekanik. Pertama cek apakah ada kebocoran disistem hidrolik anda. Sering
kali sistem hidrolik mengalami kebocoran di silinder hidrolik karena kekurangan
pelumas karena adanya kebocoran di seal silinder hidrolik
b) Ada juga kemungkinan kebocoran di selang-selang (hose) yang ada di sistem hidrolik.
Sebelum anda mengganti atau menambah oli hidrolik pastikan tidak ada kebocoran,baik
diselang (hose) atau main pump
c) Gunakan pengukur tekanan untuk mengukur apakah sistem hidrolik punya tekanan yang
cukup.
d) Pastikan main pump bekerja dengan optimal dan menyalurkan oli hidrolik ke main control
valve (MCV) dengan baik
e) Pastikan main control valve (MCV) bekerja dengan optimal dan menyalurkan oli hidrolik
ke seluruh sistem hidrolik dengan baik
f) Pastikan keadaan tabung silinder tidak mengalami kerusakan

Terakhir,memperbaiki sistem hidrolik membutuhkan ilmu yang cukup tinggi tidak ada
salahnya anda meminta bantuan kepada teknisi handal untuk melakukan hal ini
PERMASALAHAN SILINDER HIDROLIK

a. Analisis gangguan

Semua excavator menggunakan silinder hidrolik untuk menggerakan bucket, arm dan boom.
Silinder hidrolik digunakan untuk mempermudah atau mempercepat sistem kerja di excavator.
Di silinder hidrolik terjadi buka tutup piston silinder yang memompa dan menekan oli hidrolik
untuk menghasilkan gerak sesuai yang di inginkan oleh operator. Jika di silinder hidrolik terjadi
kebocoran di seal silinder hidrolik maka pekerjaan tidak berjalan optimal. Hal ini berarti sistem
hidrolik tidak bisa bekerja.

Jika diduga adanya kerusakan pada silinder hidrolik maka analisis gangguan tersebut terletak
pada hal-hal berikut ini:

1. Rod silinder mengalami cacat/tergores

2. Minyak pelumas yang tidak mencukupi


3. Minyak pelumas bocor
4. Seal silinder hidrolik rusak
5. Piston tidak bekerja dengan baik
Jika dicurigai gangguan silinder hidrolik terletak pada rod silinder dan seal silinder hidrolik,
cara pemeriksaan nya dapat dilakukan dengan membuka hose dan melepas rod silinder, apakah
rod silinder mengalami cacat dan apakah seal silinder mengalami kerusakan. Jika memang
kenyataanya cacat/rusak, harus direpair/diganti dengan yang baru.
Kerusakan ini mungkin pula disebabkan minyak pelumas berkurang dari keadaan normal.
Jumlah minyak pelumas harus sesuai dengan ukuran. Ukuran disesuaikan dengan jenis
excavator. Oleh sebab itu, dapat ditambahkan minyak pelumas jika minyak pelumas kurang
agar excavator bisa bekerja secara optimal. Adapun gangguan yang paling sering mencolok
dan sering terjadi adalah kebocoran minyak pelumas pada silinder hidrolik bucket dan pipa-
pipa lainya. Hal ini bisa kita lihat jika kita melakukan pemeriksaan. Kebocoran minyak
pelumas biasanya tampak adanya tetesan pada silinder hidrolik. Gangguan ini disebabkan
adanya seal yang rusak atau ada bagian pipa yang pecah. Sebaiknya untuk mengatasi ini,
dilakukan penggantian atau repair.

b. Penanganan
1. Jika silinder hidrolik mengalami kebocoran, jangan dahulu melakukan pembongkaran
pada silinder hidrolik. Cari tahu dulu penyebab kebocoran sering terjadi, pertama cek
apakah rod silinder mengalami kelecetan. Sering kali rod silinder lecet membuat seal rusak
dan mengalami kebocoran.
2. Ada juga kemungkinan kekurangan oli yang menyebabkan silinder hidrolik rusak karena
pada selang-selang (hose) silinder hidrolik mengalami kebocoran di seal pipa-pipa. Dan
mengakibatkan rod silinder lecet kekurangan pelumas.
3. Gunakan pengukur tekanan untuk mengukur apakah sistem hidrolik punya tekanan yang
cukup. Walaupun ada cairan pelumas/ oli hidrolik, tapi jika tekanan kurang, maka sistem
hidrolik tidak bekerja secara optimal.
4. Tentukan apakah piston silinder hidrolik bekerja dengan baik. Jika piston silinder hidrolik
tidak bekerja dengan baik maka tenaga yang dihasilkan dalam usaha silinder hidrolik tidak
optimal.
5. Cek apakah pin pada silinder hidrolik masih dalam keadaan bagus/tidak aus, jika pin dalam
keadaan aus ini terjadi karena telat memberi pelumas pada pin silinder hidrolik, ini bisa terjadi
putusnya rod silinder pada silinder hidrolik.
6. Terakhir, memperbaiki sistem hidrolik / silinder hidrolik yang tidak bekerja secara optimal
adalah pekerjaan yang cukup membutuhkan ilmu yang tinggi. Tidak ada salahnya anda
meminta bantuan kepada mekanik yang profesional atau sudah mahir di bidang sistem hidrolik.

Apa Saja Fungsi dan Syarat-syarat Cairan (Fluida) Hidrolik? Ini dia

Assalaamu’alaikum Wr. Wb

Apa kabarnya hari ini? Alhamdulillah kalau sehat. Setelah kita tahu apa itu hidrolik, sistem hidrolik, dan
alat-alat apa saja yang mengaplikasi sistem hidrolik, pada bahasan kali ini kita akan membicarakan
fluida atau cairan hidrolik. Jika berbicara tentang hidrolik, tidak akan bisa lepas dari fluida atau cairan
hidrolik. Ya.. karena fluida atau cairan hidrolik ini adalah media utama untuk mentransfer tenaga pada
sistem hidrolik. Jadi tanpa fluida atau cairan hidrolik ini, sistem hidrolik tidak akan berfungsi
sebagaimana mestinya, bahkan malah sistem hidrolik itu tidak akan bisa bekerja. Selain sebagai media
transfer tenaga pada sistem hidrolik, fluida atau cairan hidrolik memiliki fungsi lainnya juga. Apa saja
fungsi fluida atau cairan hidrolik? Ini dia diantaranya

Fungsi atau tugas cairan (fluida) hidrolik


1. Sebagai penerus tekanan atau penerus daya

2. Sebagai pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak

3. Sebagai pendingin

4. Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan padad akhir langkah

5. Sebagai pencegah korosi

6. Sebagai penghanyut bram atau chip, yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari komponen

7. Sebagai pengirim isyarat atau signal

Itu dia beberapa fungsi fluida atau cairan pada sistem hidrolik. Lumayan banyak juga yah ternyata
fungsinya. Hee.. :D . jadi melihat begitu penting dan vitalnya fungsi fluida atau cairan dalam sistem
hidrolik, maka sebaiknya gunakan cairan atau fluida yang memiliki kualitas yang baik dan sesuai
dengan kinerjanya. Namun hal yang perlu diperhatikan, tidak semua jenis cairan bisa digunakan
sebagai media dalam sistem hidrolik ini. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi suatu cairan, agar
bisa dipakai dalam sistem hidrolik. Apa sajakah itu?

Syarat- syarat cairan hidrolik


1. Kekentalan (viscositas) yang cukup
Cairan hidrolik harus mempunyai kekentalan/viscositas yang cukup baik agar dapat menjalankan
fungsi-fungsinya dengan baik pula. Jika viscositasnya kurang, maka film oil yang terbentuk akan sangat
tipis, sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan.
2. Indeks viscositas yang baik
Dengan viscosity indeks yang baik, maka kekentalan cairan hidrolik akan stabil pada saat digunakan
pada sistem hidrolik meskipun dengan perubahan suhu yang fluktuatif.

3. Tahan api (tidak mudah terbakar)


Alat-alat hidrolik sering digunakan atau beroperasi di tempat-tempat yang cenderung timbul apai atau
berdekatan dengan api. Maka dari itu, cairan hidrolik perlu memiliki sifat tahan terhadap api atau tidak
mudah terbakar.

4. Tidak berbusa (foaming)


Cairan hidrolik harus pula memiliki sifat tidak berbusa (foaming), karena jika cairan hidrolik banyak busa
akan mengakibatkan gelembung-gelembung udara yang terdapat dalam cairan hidrolik. Sehingga akan
terjadi compressable atau hilangnya daya tekanan dan akan mengurangi daya transfer tenaga. Selain
itu, dengan adanya busa pada cairan hidrolik, kemungkinan untuk terjilat api dan terbakarakan lebih
besar.

5. Tahan dingin
Maksud cairan hidrolik tahan dingin adalah cairan hidrolik tidak mudah membeku bila beroperasi pada
suhu yang dingin. Titik beku cairan hidrolik berkisar antara 10-15 derajat Celcius di bawah suhu saat
mesin dihidupkan (start up). Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya penyumbatan akibat
cairan yang membeku.

6. Tahan korosi dan tahan aus


Cairan hidrolik juga harus mempunyai sifat mecegah karat atau korosi. Karena dengan tidak adanya
korosi, alat hidrolik tidak mudah terjadi aus dan umur alat hidrolik bisa panjang.

7. Demulsibility (water separable)


Demulsibility atau water separable adalah kemampuan cairan hidrolik untuk memisahkan diri dari air.
Karena seperti yang sudah kita ketahui, air adalah penyebab terjadinya korosi.

8. Minimal Compressibility
Secara teori, cairan hidrolik memiliki sifat tidak dapat di kempa atau uncompressible. Tetapi pada
kenyataannya cairan hidrolik dapat dikempa atau dimampatkan sampai dengan 0,5% volume setiap 80
bar. Maka dari itu cairan hidrolik harus mempunyai sifat atau kemampuan untuk seminimal mungkin
dapat dikempa.

Itu dia kedelapan syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah cairan agar dapat digunakan sebagai cairan
atau fluida hidrolik yang baik. Karena dengan menggunakan cairan hidrolik yang baik dan benar, maka
kinerja dari alat hidrolik akan dapat bekerja dengan maksimal dan optimal, serta umur alat akan jauh
lebih panjang yang berarti akan dapat mengurangi biaya produksi.

Demikian dulu beberapa hal yang bisa saya sampaikan mengenai macam-macam fungsi cairan hidrolik
dan syarat-syarat cairan hidrolik. Seperti biasa, jika ada pertanyaan mengenai cairan hidrolik atau ada
diantara tulisan saya di atas yang sekiranya kurang pas, silahkan sampaikan di kolom komentar. Sekian
dan terimakasih
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb

Sistem Hidrolik

Fluida yang digunakan dalam sistem hidrolik adalah oli. Syarat-syarat

cairan hidrolik yang digunakan harus memiliki kekentalan (viskositas) yang cukup,
memiliki indek viskositas yang baik, tahan api, tidak berbusa, tahan dingin, tahan

korosi dan tahan aus, minimla konpressibility.

Sistem hidrolik juga memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelemahan sistem

hidrolik sebagai berikut :

a. Fluida yang digunakan (oli) harganya mahal.

b. Apabila terjadi kebocoran akan mengotori sistem, sehingga sistem hidrolik

jarang digunakan pada industri makanan maupun obat-obatan.

Sedangkan kelebihan sistem hidrolik diantaranya adalah ;

a. Tenaga yang dihasilkan sistem hidrolik besar sehingga banyak diaplikasikan

pada alat berat seperti crane, kerek hidrolik dll.

b. Oli juga bersifat sebagai pelumas sehingga tingkat kebocoran lebih jarang

dibandingkan dengan sistem pneumatik.

c. Tidak berisik.

Komponen-komponen sistem hidrolik sebagai berikut :

a. Pompa hidrolik

Pompa hidrolik berfungsi mengisap fluida oli hydrolik yang akan

disirkulasikan dalam sistim hydrolik. Macam-macam pompa hidrolik

diantaranya adalah pompa roda gigi, pompa sirip burung, pompa torak aksial,

pompa torak radial dan pompa sekrup.

b. Aktuator hidrolik

Aktuator hydrolik dapat berupa silinder hydrolik, maupun motor hydrolik.

Silinder hydrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hydrolik bergerak

secara rotasi.

Urutan kerja sistem hidrolik dimulai dari sumber tenaga (pompa)

sinyal (katup hidrolik) katup pemroses sinyal (katup cekik, katup satu

arah dll) aktuator (silinder hidrolik atau rotari).