Anda di halaman 1dari 4

3.

1 Jenis Gigi Tiruan Sebagian Lepasan


1. Berdasarkan Jaringan Pendukung
Victor L.S mengklasifikasikan gigi tiruan sebagian lepasan berdasarkan jaringan
pendukungnya, yaitu:
a. Tooth borne, yaitu gigi tiruan yang hanya mendapat dukungan dari gigi asli.
b. Mucosa borne, yaitu gigi tiruan yang hanya mendapat dukungan dari jaringan
mukosa.
c. Tooth and mucosa borne, yaitu gigi tiruan yang mendapat dukungan dari
mukosa dan gigi.

Gambar 1. Dukungan gigi tiruan sebagaian lepasan, paling atas


tooth borne, dibawahnya mucosa borne, dan terakhir
tooth and mucosa borne.

2. Berdasarkan Waktu Pemasangan


a. Convensional denture, gigi tiruan yang dibuat dan dipasang sesudah luka
pencabutan sembuh.

b. Immediate denture, yaitu gigi tiruan yang dibuat sebelum pencabutan dan
segera dipasang setelah pencabutan
3. Berdasarkan bahan yang digunakan:
a. Frame atau metal protesa
b. Akrilik protesa
c. Vulcanite protesa (Itjiningsih, 1980)

4. Berdasarkan ada / tidaknya sayap/ wing bagian bukal :


a. Open face, dibuat tanpa gusi tiruan/wing di bagian bukal/ labial (umumnya
untuk gigi anterior)
b. Close face, dibuat dengan gusi tiruan/wing di bagian bukal/ labial (umumnya
untuk gigi posterior)

5. Berdasarkan letak dari daerah yang tidak bergigi menurut Kennedy. Kennedy
(1923) mengklasifikasikan GTSL, berdasarkan letak sadel dan free end:

a) Klas I Adanya ujung bebas pada dua sisi (bilateral free end), mempunyai
daerah tanpa gigi di belakang gigi yang tertinggal pada sebuah sisi rahang.
b) Klas II Adanya ujung bebas pada satu sisi (unilateral free end), mempunyai
daerah tanpa gigi di belakang gigi yang tertinggal pada satu sisi rahang saja.
c) Klas III Bila tidak ada ujung bebas (free end), mempunyai gigi yang
tertinggal di bagian belakang kedua sisi.
d) Klas IV Adanya letak sadel pada gigi anterior dan melewati median line. Bila
terdapat daerah tidak bergigi tambahan oleh Kennedy disebut sebagai
modifikasi, kecuali klas IV tidak ada modifikasi.
Gambar 2. Klasifikasi GTSL beradasarkan letak sadel dan free end,
menurut Kennedy (1923)

Miller Mengklasifikasikan Berdasarkan Letak Cangkolan :

a) Klas I Ada dua cangkolan yang lurus berhadapan dan tegak lurus median
line
b) Klas II Ada dua cangkolan yang letaknya diagonal
c) Klas III Ada tiga cangkolan yang membentuk segitiga di tengah prothesa
bila dihubungan dengan garis.
d) Klas IV Ada empat cangkolan yang membentuk segi empat di tengah
prothesa bila dihubungan dengan garis.
Cummer Mengklasifikasikan berdasarkan letak cangkolan:

a) Klas I Diagonal, yang menggunakan 2 buah cangkolan berhadapan diagonal


b) Klas II Diametric, yang menggunakan 2 cangkolan yang berhadapan tegak
lurus
c) Klas III Unilateral, cangkolan terletak pada satu sisi rahang
d) Klas IV Multilateral, cangkolan dapat berupa segitiga maupun segiempat