Anda di halaman 1dari 13

1

A. JUDUL

Potensi dan Pengembangan Pellet Lemna sp. terhadap Pertumbuhan Ikan Gurame
(Osphronemous gouramy) di Desa Maoslor

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Fakta mengatakan bahwa hampir 70% biaya operasional yang harus dikeluarkan
oleh pembudidaya dalam membudidayakan ikan adalah pada biaya pakan. Tingginya harga
pellet sebenarnya sebanding dengan kandungan protein yang ada pada pakan. Semakin
tinggi kandungan protein pada pellet, maka semakin tinggi pula harga pakan. Sebenarnya,
penyebab tingginya harga pellet ini dikarenakan oleh beberapa hal seperti: (1) Penggunaan
tepung ikan sebagai salah satu bahan baku utama pakan yang mudah dicerna oleh ikan dan
mengandung protein cukup besar, mencapai hingga 60%. (2) Ketidaktersediaan tepung
ikan berkualitas di Indonesia, sehingga Indonesia harus mengimpor tepung ikan dari negara
lain, seperti Chili, Peru dan Thailand. Hal ini disebabkan tepung ikan lokal memiliki
kelemahan dibandingkan dengan tepung ikan impor, misalnya saja kandungan protein pada
tepung ikan lokal lebih rendah (47%) dibandingkan dengan tepung ikan impor (56%). Perlu
diupayakan bahan pengganti untuk pembuatan pellet yang lebih murah (Mujiman,2003).
Di Desa Maoslor terdapat tumbuhan paku-pakuan akuatik dengan nama ilmiah
Lemna sp. masyarakat sekitar menyebutnya ‘’Kaimbang”. Lemna sp. adalah nama
tumbuhan paku-pakuan akuatik yang mengapung di permukaan air, terutama mudah di
dapat di sawah-sawah dan kolam-kolam. Tumbuhan ini sering kali diabaikan
keberadaanya, sehingga tumbuhan tersebut berkembang tak terkendali. Pada akhirnya
terjadi ledakan populasi Lemna sp. Di seluruh dunia, khususnya di Asia, banyak petani
yang secara alami mengambil tanaman air dan digunakan untuk sejumlah keperluan seperti
pakan hewan, pupuk hijau, dan sebagai sumber makanan keluarga. Beberapa negara seperti
Vietnam, Thailand dan Australia telah menggunakan Lemna sp. ini sebagai pakan ikan dan
ternak (Ased et al,. 1997).
Meskipun beberapa pakan buatan sendiri diakui masih kurang berkualitas
dari pakan buatan pabrik tapi tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri
lebih baik, lebih segar jika bahan-bahan pembuatan pakan tersedia dan mutu yang
baik. Pakan yang baik memenuhi nutrisi ikan. Mengenal kebutuhan nutrisi ikan
merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri, setiap ikan
membutuhkan nilai gizi yang berbeda, kebutuhan protein, lemak maupun serat.
Pertumbuhan Lemna sp. digambarkan dalam grafik yang bersifat eksponensial,
dimana setiap biomassa Lemna sp. yang menutupi lahan seluas 10 cm2, dapat meningkat
2

hingga 1 ha (100 juta cm2) dalam jangka waktu kurang dari 50 hari. Sehingga pada saat
biomassa Lemna sp. bertambah dua kali lipat setiap 1 – 2 hari, maka dalam waktu 60 hari,
Lemna sp. dapat menutupi perairan hingga 32 ha. Dilihat dari perkembangannya, maka
ketersediaan Lemna sp. di alam tidak perlu diragukan. Selain itu, Lemna sp. dapat
dibudidayakan dengan mudah dan murah. Sebagai sumber pakan utama, Lemna sp. dapat
dibudidayakan secara langsung pada kolam pemeliharaan ikan. Sedangkan sebagai sumber
pakan tambahan, Lemna sp. dapat dibudidayakan di wadah tersendiri, berupa kolam atau
ember. Proses budidaya Lemna sp. terbilang cukup mudah dan murah. Bahan yang
diperlukan untuk budidaya Lemna sp. adalah pupuk kandang kering, baik berupa pupuk
kotoran ayam, sapi, domba, kelinci, dan unggas serta bibit Lemna sp. (Faircid et al,. 1997).
Dosis pupuk yang diperlukan adalah 5 gram/liter air. Berikut ini adalah cara
membudidayakan Lemna sp.:
1. Kotoran ayam dosis 5 g/l ditebar secara merata
2. dalam wadah yang telah disiapkan
3. Setelah 2 -3 hari bibit Lemna sp.ditebar dalam wadah
4. Pemeliharaan dilakukan dengan mengganti pupuk yang lama dengan yang baru (dosis
½ dari pupuk awal)
5. Pemanenan lemna sp. dilakukan setelah 1 minggu, dengan metode panen setengah
(sebagian)
Gurame merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar,
bagian punggung berwarna merahsawo dan bagian perut berwarna kekuning-kuningan/
keperak-perakan. Ikan gurame merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan
bangsa Labyrinthici. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat,
Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan
gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain. Di Indonesia, orang Jawa
menyebutnya gurami, Gurameh, orang Sumatra ikan kalau, kala, kalui, sedangkan di
Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena
ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg (Sulhi, 2009).
Ikan gurami termasuk dalam ikan pemakan segala atau omnivora. Di habitat
asalnya ikan inimemakan fioplankton, zoo plankton, serangga dan daun tumbuhan
lunak. Pada saat dewasa guramilebih suka memakan tanaman anir seperti azoll
mata lele ), lemna, Hydrilla ( ekor kucing ) Ceratopgyllum, myriophyllum ( ekor
tupai, pistis ( apu – apu ), kangkung, dan genjer. Untuk pembudidyaan gurami di
kolam umpan alaminya adalah daun talas ( daun sente ), daun pepaya, daun ubi
kayu ( singkong ) dan kangkung. Saat dibudidayakan, ikan gurami dapat
dioptimalkan pertubuhannya dengan memberinya pellet (Sulhi, 2009).
3

Ikan gurame adalah ikan air tawar yang banyak digemari konsumen. Dagingnya
empuk, rasanya enak dan gurih. Dan, harganya pun lebih mahal kalau dibandingkan jenis
ikan air tawar lainnya. Sebagai perbandingan, harga gurame segar di tingkat konsumen
Rp25.000 - Rp 35.00 per kg, sementara ikan mas Rp12.000 - Rp14.000 per kg. Budidaya
ikan gurame memang salah satu komuditas yang paling berpotensi menghasilkan
keuntungan daripada budidaya ikan yang lain (Sulhi, 2009).

C. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian latar belakang, maka perumusan masalah yang diambil


adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana memenfaatkan tumbuhan lemna sp. untuk mengirangi ledakan
populasi lemna sp.
2. Bagaimana pengaruh pakan (pellet) lemna sp. terhadap pertumbuhan ikan
gurame.

D. TUJUAN PROGRAM

1. Mengetahui hubungan antara pakan buatan berbasis Lemna sp.


terhadap pertumbuhan ikan gurame.
2. Mengetahui potensi ekonomi dalam mengurangi biaya operasional budidaya
ikan gurame.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Memberitahukan kepada masyarakat bahwa pentingnya dan potensi Lemna


sp. Menyediakan pakan (pellet) alternatif sehingga memberikan solusi terhadap
harga pellet yang mahal. Mendapatkan produk pellet yang berkualitas dengan harga
yang terjangkau masyarakat.

F. KEGUNAAN PROGRAM

Program ini diharapkan memberikan kegunaan sebagai berikut:


4

1. Meningkatkan kepedulian dan mengasah kreativitas mahasiswa dalam mengatasi


masalah yang sedang berkembang dikalangan masyarakat dan berusaha mencari
gagasan serta memberi solusi yang bersifat aplikatif.
2. Mengembangkan potensi perguruan tinggi sebagai mitra bagi para petani ikan
dalam pencapaian kesejahteraan ekonomi melalui pengabdian kepada
masyarakat.
3. Menghasilkan produk berupa pakan alternatif yang dapat meringankan biaya
operasional budidaya ikan gourame.

G. TINJAUAN PUSTAKA

Lemna sp. mempunyai permukaan daun lunak, mudah berkembang dengan cepat.
Tumbuhan ini terlihat merupakan segi tiga atau segiempat . Lemna sp. memiliki biji yang
tahan terhadap kondisi lingkungan yang kering dalam jangka waktu lama dan secepatnya
akan berkembang kembali apabila kondisi lingkungannya sesuai. Pada kondisi suhu, pH,
cahaya dan nutrien yang ideal, maka biomassa Lemna sp. akan bertambah dua kali lipat
dalam waktu 16 jam sampai 2 hari. Pertumbuhan Lemna sp. digambarkan dalam grafik
yang bersifat eksponensial, dimana setiap biomassa Lemna sp. yang menutupi lahan seluas
10 cm2, dapat meningkat hingga 1 ha (100 juta cm2) dalam jangka waktu kurang dari 50
hari. Sehingga pada saat biomassa Lemna sp. bertambah dua kali lipat setiap 1 – 2 hari,
maka dalam waktu 60 hari, Lemna sp. dapat menutupi perairan hingga 32 ha(Ased et al,.
1997).
Sebagai salah satu tanaman yang dianggap gulma, ternyata Lemna sp. mengandung
nutrisi yang sesuai untuk ikan ataupun udang. Sebagai sumber pakan, maka salah satu
persyaratan nutrisi yang harus terkandung dalam pakan adalah pada sumber protein dan
seratnya. Menurut Faircid et al., (1994), komposisi Lemna sp. yang dipanen dari sumber
perairan alami memiliki kandungan protein 25-35 %, lemak 4,4 %, serat 8-10 %, abu 15 %
dan hasil budidaya memiliki kandungan protein 45%, lemak 4,0%, serat 9%, abu 14%.
Ikan gurame dapat tumbuh normal di daerah pada ketinggian 50-400 m dpl.
Kualitas air pemeliharaan harus bersih, dasar kolamnya tidak berlumpur dan tidak terlalu
keruh. Kedalaman kolam 70-100 cm. Pengairan yang baik akan mempengaruhi
pertumbuhan ikan. Umumnya budidaya ikan gurame masih dilaksanakan oleh masyarakat
dengan teknologi semi intensif. Masa pemeliharaanya relatif lama sehingga dilakukan
dalam beberapa tahap pemeliharaan yaitu tahap pembenihan, tahap pendederan dan tahap
pembesaran, dimana pada masing-masing tahapan menghasilkan produk yang dapat di
pasarkan secara tersendiri (Sulhi, 2009).
5

Pada penelitian pascasarjana R Zaenal Arifin pelet yang dibuat dari campuran 55%
tepung ikan dan 45% Lemna sp. memacu pertumbuhan lele sangkuriang hingga 2,91%
bobot tubuh per hari. Jika digunakan dalam budidaya lele pada kolam seluas 1.000 m2
dengan padat tebar 200 ekor/m2, pemakaian pelet ini dapat menekan biaya pakan sampai
Rp400.000/siklus budidaya. Sedangkan pada ikan gurame belum ada penelitian lebih lanjut
(warfan, 2012).

H. METODE PELAKSANAAN PROGRAM

1. Waktu dan Lokasi Penelitian


Penelitian akan dilaksanakan selama 5 (lima) bulan, yang dimulai pada
bulan Agustus sampai dengan Desember 2012. Lokasi Penelitian adalah
Kolam Ikan Gurameh (Ospronemus gourami) di desa Maos Lor, Kecamatan
Maos, Kabupaten Cilacap.

2. Materi Penelitian
Bahan yang dibutuhkan adalah 600 (dua ratus) ekor ikan
gurameh.,Lemna sp,dan bahan-bahan pembuat pellet.Peralatan yang
digunakan adalahdua buah kolam ikan, satu kolam budidaya Lemna
sp.peralatan pembuat pellet, sarung tangan, timbangan, kamera digital dan alat
tulis.

3. Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental
untuk mengetahui pertumbuhan ikan Gurameh denganperlakuan yaitu,
pemberian pakan (pellet) dengan nutrisi yang berbeda terhadap ikan
Gurameh.Pengukuran berat dan panjang awal serta pengukuran berat dan
panjang akhir ikan gurameh.Terdapat satu buah kolam budidaya Lemna sp.,
serta dua buah kolam ikan masing-masingkolam terdiri dari 300ikan
Gurameh(Ospronemus gourami.), perlakuan tersebut selama 5 bulan.

4. Variabel dan Parameter

Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah ikan hidup
selama 5 bulan perlakuan, sedangkan parameter yang diamati panjang dan
bobot tubuh ikan Gurameh.

5. Tata Urutan Kerja


6

a. Menentukan Lokasi dan Persiapan Penelitian.


Lokasi penelitian yang akan digunakan yaitu kolam ikan yang terdapat di
desa Maoslor, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Persiapan dilakukan
selama 1 bulan.
b. Pembuatan Kolam Penelitian.
1. Kolam budidaya Lemna sp. dibuat dengan ukuran 3x3 m2.
2. Kolam di buat menjadi dua kolam untuk dua perlakuan. Masing-masing
kolam terdiri dari 300 ekor ikan Gurameh, total untuk dua buah kolam
adalah sebanyak 600 ikan Gurameh. Kolam di buat berpetak-petak
dengan ukuran untuk satu kolam yaitu 5 x 8 m2, sehingga untuk dua
kolam ikan total luas kolam yaitu 10 x 16 m2.
c. Budidaya Lemna sp.
Budidaya Lemna sp dilakukan di kolam dengan ukuran 3 x 3 m2.

d. Pembuatan Pakan (pellet) dengan nutrisi yang berbeda.


1. Pembuatan pelet dengan bahan baku Lemna sp.
a. Metode empat persegi panjang pearson (pearson’s aquare)
(metode kuadrat) .
b. Bahan pakan:
1) Bahan protein atau pretein suplemen yaitu protein lebih besar
dari 20%.
2) Sumber energi atau protein basal yaitu protein lebih kecil dari
20%.
c. Siapkan bahan-bahan yang akan dibuat pellet.
d. Tambahkan Lemna sp sbagai bahan baku pembuatan pellet.
e. Formulasikan pakan buatan (pellet) dengan kandungan protein
yang sesuai.
f. Cetak pellet, keringkan, dan siap untuk konsumsi ikan.
2. Pembuatan pelet tanpa menggunakan Lemna sp.
a. Metode empat persegi panjang pearson (pearson’s aquare)
(metode kuadrat) .
b. Bahan pakan:
1) Bahan protein atau pretein suplemen yaitu protein lebih besar
dari 20%.
7

2) Sumber energi atau protein basal yaitu protein lebih kecil dari
20%.
c. Siapkan bahan-bahan yang akan dibuat pellet tanpa lemna sp.
d. Formulasikan pakan buatan (pellet) dengan kandungan protein
yang sesuai.
e. Cetak pellet, keringkan, dan siap untuk konsumsi ikan.
e. Perlakuan Ikan Gurameh
1. Pengukuran panjang dan berat rataan awal 600 ikan Gurameh.
2. Ikan Gurameh di masukan ke dua kolam yang berbeda, yaitu sebanyak
300 ikan Gurameh dimasukan ke kolam dengan pakan pellet (bahan
baku Lemna sp), dan sebanyak 300 ikan Gurameh dimasukan ke
kolam dengan pakan pellet (tanpa Lemna sp). Pemberian pakan ikan
dengan nutrisi yang berbeda dilakukan selama 3 bulan perlakuan.
3 Setelah 3bulan perlakuan, ikan Gurameh dari masing-masing kolam
perlakuan pakan dengan nutrisi yang berbeda diukur panjang dan
berat ikan akhir.
f. Data hasil pengukuran dicatat.
6. Analisis Data
Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan ANOVA untuk
mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan nutrisi yang berbeda,
kemudian dilanjutkan dengan uji BNT pada tingkat kesalahan 1% dan 5%.
Untuk menguji hubungan antara pakan (pellet) dengan bobot dan panjang
akhir ikan Gurameh yang dihasilkan, digunakan uji korelasi, dan untuk
mengetahui pola hubungan antara kepadatan populasi ikan Gurameh dalam
kolam dengan pertumbuhan panjang dan berat akhir ikan Gurameh dihasilkan
digunakan uji regresi.

I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM

Bulan Ke-
No Jenis Kegiatan
1 2 3 4 5
1. Persiapan Lokasi dan Peralatan
Pembuatan Kolam-Kolam Ikan
2. Percobaan dan Kolam Budidaya Lemna
sp.
8

3. Pelaksanaan Percobaan
4. Analisis Data dan Penyusunan Laporan

J. BIAYA

1. Bahan Habis Pakai


No. Spesifikasi Jumlah Harga satuan Jumlah harga
Satuan (Rp.) (Rp.)
1. Ikan Gurameh 600 ekor 2.000,- 1.200.000,-
2. Bahan-Bahan 150 kg 20.000,- 3.000.000,-
Pembuatan Pelet
3. Alat Tulis 1 Paket 50.000,- 50.000,-
Jumlah 4.250.000,-

2. Peralatan Penunjang PKMP


No. Spesifikasi Jumlah Harga satuan Jumlah harga
Satuan (Rp.) (Rp.)
1. Timbangan 3 Buah 225.000,- 675.000,-
2. Sewa Kamera Digital 2 Buah 75.000,- 150.000,-
3. Sewa Kolam Ikan 2 Kolam 800.000,- 1.600.000,-
Ukuran 5 x 8 m2

4. Sewa Kolam Budidaya 1 Kolam 500.000,- 500.000,-


Lemna sp Ukuran 3 x 3
m2
5. Tenaga Kerja 1 Orang 1.200.000,- 1.200.000,-
6. Sarung Tangan 1 Pak 35.000,- 35.000,-
Jumlah 4.160.000,-

3. Trasportasi
No. Spesifikasi Jumlah Harga satuan Jumlah harga
Satuan (Rp.) (Rp.)
1. Transportasi 3 4Kali 30.000 360.000,-
Orang/Hari Pulang
Pergi (Purwokerto-
Cilacap)
Jumlah 360.000,-
4. Lain-Lain
No. Spesifikasi Jumlah Harga satuan Jumlah harga
Satuan (Rp.) (Rp.)
9

1. Dokumentasi (Film + - 250.000,- 250.000,-


Cetak)
2. Pembuatan Proposal - 75.000,- 75.000,-
3. Penggandaan Proposal - 125.000,- 125.000,-
4. Pembuatan Laporan - 135.000,- 135.000,-
5. Penggandaan Laporan - 275.000,- 275.000,-
Jumlah 860.000,-

Rekapitulasi Biaya

1. Bahan Habis Pakai Rp. 4.250.000,-


2. Peralatan Penunjang PKMP Rp. 4.160.000,-
3. Trasportasi dan Akomodasi Rp. 36.000,-
4. Lain-lain Rp. 860.000,-
Total Rp. 9 .246.000,-

I. DAFTAR PUSTAKA

Asad A, Bdl RW, Dell B, Huang L. 1997. Development of a buffered solution culture
system for controlled studies of plant boron nutrision. Plant and Soil. 188,21-
32.

Faircid JF. Ruessle DS, Haverland PS, Carlson AR (1997) Comparative sensitivity of
Selenlastrum capricornutum and Lemna minor to sixteen herbicides. Archives
of Environmental Contamination and Taxicology. 32,353-357

Mujiman A, 2003 Makanan Ikan, PT. Penebar swadaya, Jakarta.

Sary IR. 2008. Optimasi pakan berbasis Lemna minor untuk pertumbuhan dan
kesintasan juvenil lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Bandung.

Sulhi M, 2009, Bahan Materi Pelatihan Manajemen Perikanan, Bogor

Warfan. 2012. www.worldpress/warfanblog/#fd3i45/4fd/ diakses pada tanggal 27 april


2012 pukul 16.00.

J. LAMPIRAN

1. Daftar Riwayat Hidup Ketua dan Anggota Pelaksana

Daftar Riwayat Hidup


Ketua Pelaksana
10

Nama : Diyanto
NIM : B1J009100
Jurusan : Biologi
Universitas : Jenderal Soedirman, Purwokerto
Alamat Rumah : Desa Medayu 07/04 Kec. Wanadadi Kab.
Banjarnegara 53461
No. Telp./HP : 085 726 563 343
Alamat email : diyanto_didi@yahoo.co.id
Pendidikan : SD Lulus Tahun 2002
: SMP Lulus Tahun 2005
: SMA Lulus Tahun 2008
Pengalaman dalam Penelitian : -

Purwokerto, 03Mei 2012,


Yang bersangkutan,

Diyanto
NIM. B1J009100
Daftar Riwayat Hidup
Anggota Pelaksana 1
Nama : Adi Nugroho
NIM : B1J009026
Jurusan : Biologi
11

Universitas : Jenderal Soedirman, Purwokerto


Alamat Rumah : Jalan Dukuh 01/01 Desa Maos Lor. Kec
Maos. Kab Cilacap
No. Telp./HP : 085 647 749 080
Alamat email : adi_nugroho1211@yahoo.com
Pendidikan : SD Lulus Tahun 2003
: SMP Lulus Tahun 2006
: SMA Lulus Tahun 2009
Pengalaman dalam Penelitian :-

Purwokerto, 03Mei 2012,


Yang bersangkutan,

Adi Nugroho
NIM. B1J009026
Daftar Riwayat Hidup
Anggota Pelaksana 2
Nama : Bunga Khalida Puri
NIM : B1J011140
Jurusan : Biologi
12

Universitas : Jenderal Soedirman, Purwokerto


Alamat Rumah : Jalan Pagelarang No 16. 001/01 Kelurahan
Setu Kec. Cipayung Jakarta timur 13880
No. Telp./HP : 085 691 742 313
Alamat email : bungakhalida@yahoo.com
Pendidikan : SD Lulus Tahun 2005
: SMP Lulus Tahun 2008
: SMA Lulus Tahun 2011
Pengalaman dalam Penelitian :-

Purwokerto, 03 Mei 2012,


Yang bersangkutan,

Bunga Khalida Puri


NIM. B1J011140

2. Daftar Dosen Pendamping

Daftar Riwayat Hidup


Nama : Dra. Sri Sukmaningrum, M.Si
13

Golongan Pangkat dan NIP : IV/a 19660620 199103 2 003


Jabatan Fungsional : Lektor Kepala
Jabatan Struktural : Dosen Mata Kuliah Entomologi
Fakultas/Program Studi : Biologi
Perguruan Tinggi : Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
Bidang Keahlian : Entomologi
Alamat Rumah : ………….
No. Telp./HP : …………..

Purwokerto, 03Mei 2012,


Yang bersangkutan,

Dra. Sri Sukmaningrum, M.Si


NIP. 19660620 199103 2 003