Anda di halaman 1dari 1

EKSKURSI GEOLOGI REGIONAL

FISIOGRAFI KULON PROGO-SERAYU SELATAN-SERAYU UTARA ĈCĆĊ- SEKARANG: SEKOLAH TINGGI


TEKNOLOGI NASIONAL YOGYAKARTA
I ĜĔÏ ĢGF ĠĔÏ FĢĤĔBĊĆCCĆĊĆÇČBĤGĦÍ I Î Í Ĥ CD
2012- 2014 : SMKN 5 PEKAN BARU
KEL BANDUNG
2010-2012 : SMPN 01 MINAS
BARAT

2005-2010 : SDN 003 MINAS BARAT

SARI
Ekskursi geologi regional merupakai serangkaian kegiatan pembelajaran ilmu geologi di lapangan yang meliputi aspek ruang dan waktu Pembagian Zona Fisiografi Pulau Jawa GEOLOGI REGIONAL SERAYU
antara suatu cekungan dengan cekungan lainnya dalam hal menganalisis berdasarkandata-data geologi yang bersifat regional .
Ekskursi geologi regional terdiri dari fisiografi, geomorfologi, petrologi, sedimentologi dan stratigrafi serta tektonisme dan vulkanisme Lima Zona Fisiografi
suatu daerah. Jalur Pelaksanaan kegiatan ekskursi geologi selama tiga hari mulai dari Yogyakarta-Kulon Progo-Purworejo-Kebumen- 1. Zona Fisiografi Solo
Karangbolong-Karangsambung-Wadaslintang-Wonosobo-Dieng-Karangkobar-Banjarnegara -Yogyakarta.Pada jalur ekskursi geologi 2. Zona Fisiografi Pegunungan Selatan LP 3.2

regional 2018 melewati lima zona fisiografi yaitu Zona Solo, Zona Pegunungan Selatan-Gombong/Karangbolong, Zona Pegunungan Kulon 3. Zona Fiografi Kulon Progo LP 3.1

Progo, Zona Pegunungan Serayu Selatan dan Zona Pegunungan Serayu Utara. Kandungan fosil pada G. Gamping yaitu dominan 4. Zona Fisiografi Serayu Selatan
Discosynclina berumur Eosen equivalen dengan batugamping nummulites yang berada di Bayat Watu Prau. 5. Zona Fisiografi Serayu Utara
LP 3.3

Fisiografi
LATAR BELAKANG, MAKSD DAN TUJUAN Berasal dari kata fisio = fisik dan grafi
LP 3.4
LP 3.5

Pola pikir seorang geologis tidak hanya mengetahui kondisi atau gejala geologi dalam lingkup singkapan secara lokal saja, tetapi = gambar. Ar nya suatu penggambaran fisik
keadaan geologi tertentu yang di pisahkan
dituntut untuk memiliki wawasan dalam penguasaan dinamika geologi dalam lingkup regional sampai dengan hubungan antar cekungan,
berdasarkan aspek : Morfologi, Struktur
sehingga kita dapat mengetahui dengan baik bagaimana sejarah geologi suatu regional wiayah yang luas. Dalam kaitannya eksplorasi geologi/tektonik, litologi, sra grafi serta
sumber daya dan energi dengan pemahaman geologi dalam lingkup regional maka pencarian eksplorasi sumber daya alam dapat aspek keairannya.

dilakukan secara menyeluruh dan efisien karena kita sudah mengetahui hubungan maupun sejarah geologi antar cekungan tersebut.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ekskursi regional ini mahasiswa khususnya jurusan Teknik Geologi STTNAS Yogyakarta dapat
menerapkan pola pikir ilmu geologi dalam ruang lingkup maupun waktu yang luas. Berada di Kawah Sikidang, kompleks Dieng. Secara litologi termasuk Zona Solo, tatapi diatasnya menumpang
Serayu Utara, Litologi berupa batuan braeksi dan endapan yang teraltrasi. Suhu formula terukur 91 derajat, yang
LP 3.1 didominasi uap air sebesar 91,29%; Co2 sebesar 6,65%; dan H2S sebesar 2%. Rendahnya konsentrasi Co2 dan H2S,
GEOLOGI REGIONAL KULONPROGO menjadikan kwah Sikidang aman sebagai kawasan wisata.
Terdapat batugamping putih keabu-abuan klastik, Berada di Dieng Plateau Theater Kejajar, Kbupaten Wonosobo. terpatnya di Desa Dieng Wetan, Kecamatan
berukuran butir pasir kasar sampai krikil, komposis merupakan gedung teater yang menyajikan pemutaran lm mengenai sejarah, budaya, kondisi geogras, dan
LP 3.2
LP 1.1 mineral kalsit dan mineral karbonat lainnya, terdapat pembentukan kawah,serta potensi bahaya pada Dataran Tinggi Dieng.

Lokasi Pengamatan 3.3 berada di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Bnajarnegara.
Batugamping kuning keabuan, Daerah tersebut masuk kedalam Fisiogra Serayu Utara pada Formasi Jampang. Morfologi berupa perbukitan berlereng
klastik berbutir pasir kasar - halus, curam, litologi berupa krikil - krakal pada bagian atas, dibawahnya berupa batulempung. di daerah tersebut terjadi
berlapis. Kom mineral karbonat LP 3.3 longsung yang arah mahkota longsornya relatif berarah barat - timur dan arah longsornya utara. Faktor pengontrol erosi
kalsit. adalah : lereng yang curam, tataguna lahan, litologi, dan dipicu oleh faktor cuacah atau hujan.
LP 1.2 _______ Pada daerah Jalan Raya Karangkobar - Banjarnegara, masuk kedalam Fisiogra Zona Serayu Utara bagian
Napal abu-abu kecoklatan, klastik
_ _____ tengah pada Formasi Rambatan, Morfologi perbukitan dan dijumpain soil - soil yang tebal. Litologi penyusun berupa
berbutir lempung - pasir halus,
______ batupasir, batulempung, batulanau dan batukrikil. pada daerah tersebut terjadi erosi yang arahnya cenderung ke arah
laminasi - berlapis komposisi LP 3.4
_______
LP 1.1 mineral karbonat

LP 1.3 LP 1.2
Breksi Piroklastik frakmen Andesit abu-abu

LP 1.3
kehitaman, prolitik, komposisi mineral : feldspar,
hornblend. kuarsa, matriks Tuff coklat abu-abu,
Tabel Korelasi dan Kesebandingan Antar Cekungan
berbutir pasir kasar- halus, komposisi gelas.

Gunung Gamping Ambar Ketawang Batugamping berlapis F. Sentolo Breksi piroklas k dengan fragmen andesit
Perselingan batupasir-batulanau dengan
struktur laminasi

Kawah Sikidang-Dieng Karangkobar-Banjarnegara

Columnar Joint

DIORIT

Breksi Piroklas k-Karangbolong Serpentinite-Karangsambung

GEOLOGI REGIONAL PEGUNUNGAN SELATAN KARANGBOLONG


GEOLOGI REGIONAL SERAYU SELATAN
Berada pada Formasi Halang
LP 2.2
LP 2.3
LP 2.4a
LP 2.4b

ĦĪ Hİ HĦÈ Ĭ ĜÌ Į Ė ĖFĖĪ Ė KĖÍ Ġ GHI ĖĦĮ ĦĖÍ J ĖĦİ Į Ĭ ĖĖİ ĜKURSI REGIONAL BERJALAN DENGAN BAIK
di horizon ke tiga (3 brecciea). Litologi LP 2.1
Berada di tepi sungai Ruk Ulo (Km),
LP 1.4 terdapat Litologi Fillit dengan warna abu-abu TAPI MANAGEMENT WAKTU YG PERLU DI PERHATIKAN
yang dijumpai berupa perselingan
antara batulanau dan batupasir. LP 2.1 kehitaman, teksrtur palimset, sturktur kristalo
Batupasir abu-abu coklat, klastik, blastik, berkomposisi mineral mika, feldspar,
berlapis dan batulanau hitam abu- kuarsa . termasuk jenis mretamorf dinamik.
LP 1.4 abu, klastik, laminasi, semakin keatas
semakin berkembang batupasir
LP 1.5 Ĭ ĖĪ ĖÍ ÈĬ ĜÌ Î ĠĖ ĜĦĮ Ī Ĭ HĪ ĜĠHÎ Í ĖI Į Í İ Į Ħ Ĭ ĜI ĖÍ ĤĮ İ Í KĖ İ HGĖĦ İ ĜĪ ĤĖGHĖĨ Ė KĖÍ Ġ İ ĜĪ ĤĖGHGH
Berada pada Formasi Tomt, morfologi
LP 2.2 perbukitan bergelombang lemah, morfogenesa EKURSI SEBELUMNYA DAN SEMOGA LEBIH BAGUS LAGI
struktural, litologi yang dijumpai beruapa breksi

Berada didaerah puncangan, litologi


berupa Serpentine ubahan dari Peridotit, mineral
Berada dipinggir pantai LP 2.3 penyusun adalah serpentinit yang merupakan
Karangbolong, litologi batu Breksi meneral ubahan dari olivin. batuan tersebut
LP 1.5 Epiklastik dengan Fragmen adesit, abu-
abu kehitaman, porritik, struktur masif
beberapa skoria komposisi mineral
Berada di Kali Muncar, morfologi lembah aliran sungai,
hornblend, edspar. Matriks batupasir
LP 2.4a
berada pada formasi Kobc, litologi yang dijumpai lempung
abu-abu kecoklatan, klastik,berbutir
bersisik dengan penciri adanya garis-garis, terbentuk pada
pasir kasar - sangat kasar komposisi Daftar Pustaka
lingkungan laut dalam. Litologi tersebut menjadi masa dasar di
mineral kuarsa, hornblend, feldspar. - Flower, Al-Hussein dkk. 2018. Buku Panduan Ekskursi Regional D. I
Dijumpai lava dengan struktur lava bantal, vasikuler, Yogyakarta- Jawa Tengah. STTNAS Yogyakarta : Yogyakarta.
LP 2.4b tekstur avanitik, nama batuan basalt. Dibawahnya merupakan - Van Bemmelen, R. W., 1949, The Geology of Indonesia, Vol. 1A,
kontak dengan batuan gamping merah dengan sisipan rijang. Martinus Nijhoff, The Hague, Holand.
- Rahardjo, Wartono, dkk. Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa.
1977. Badan Geologi Indonesia.