Anda di halaman 1dari 6

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


LAPORAN PRAKTIK SENSOR DAN TRANSDUSER

SEM. 5 INSTRUMENTASI PENGUKURAN CAHAYA A/2016


Hardika Wahyu R. 16501241013
Ani Bestari S.W. 16501241023
Pend. Teknik Elektro
Moh. Fadly 16501241024
Yuni Santoso 16501241041

A. Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa dapat:
1. Mengetahui tentang dasar – dasar optik
2. Mengetahui pengukuran cahaya
3. Mengetahui pengukuran intensitas arus

B. Alat dan Bahan


1. Trainer sensor cahaya
2. Kertas
3. Multimeter

C. Dasar Teori
Detektor sinar merupakan suatu sensor yang akan mengubah besaran energi cahaya
menjadi energi yang lain biasanya menjadi besaran komponen listrik. Detektor cahaya,
pada umumnya menggunakan efek photoelektrik yaitu pergerakan elektron dari permukaan
logam dan pembentukkan lubang elektron pada semikonduktor, ketika bahan itu terkena
radiasi cahaya.
Sistem pencahayaan merupakan sistem yang membutuhkan beberapa komponen
di dalamnya yaitu sumber sinar dan detektor sinar. Beberapa hal penting yang harus
dipenuhi yaitu:
 Detektor harus dapat dilihat oleh sumber sinar.
 Bagaimana cara sinar mencapai detektor yaitu dengan sistem photosel atau sistem
optoinsulator.
 Rasio transfer antara sinar input dengan arus listrik yang dihasilkan.
 Respon frekuensi adalah pengukuran dari kecepatan dengan respon sistem dengan
sinyal input yang bervariasi (switching dari kondisi ON ke OFF).
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK SENSOR DAN TRANSDUSER

SEM. 5 INSTRUMENTASI PENGUKURAN CAHAYA A/2016


Hardika Wahyu R. 16501241013
Ani Bestari S.W. 16501241023
Pend. Teknik Elektro
Moh. Fadly 16501241024
Yuni Santoso 16501241041

D. Langkah Kerja
Untuk melakukan percobaan pengukuran cahaya, lakukan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Nyalakan trainer sensor cahaya
2. Lakukan null offset dengan cara sebagai berikut:
a. Lepaskan jumper J3.
b. Hubungkan test point 8 dengan voltmeter kabel merah (+) dan kabel hitam (-)
dengan GND
c. Atur RV1 sampai penunjukkan voltmeter = 0.00 V atau nilai terkecil yang bisa
dibaca oleh Voltmeter anda
3. Lakukan gain offset dengan cara sebagai berikut:
a. Taruh jumper J3
b. Kabel voltmeter masih seperti langkah 2
c. Putar potensiometer ke kanan sampai maksimal.
d. Atur RV2 sampai penunjukkan voltmeter = 5.00 atau mendekati 5.00 volt.
4. Posisi potensiometer di sebelah kanan dengan tegangan output di titik 8 = 5.00 V
Kemudian berilah kertas tipis sebagai penghalang (filter) antara sinar yang dipancarkan
Tx terhadap sinar yang diterima Rx. Ukur tegangan outputnya.
5. Gunakan jenis kertas yang berbeda

Pengukuran intensitas arus


1. Lakukan zero offset dan gain offset seperti di percobaan 1
2. Atur posisi potensiometer di posisi paling kiri. Ukur tegangan di R16. Nilai R16 adalah
1K8. Hitung arusnya dengan membagi tegangan terukur dengan nilai R16. Ukur
tegangan output di titik 8.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK SENSOR DAN TRANSDUSER

SEM. 5 INSTRUMENTASI PENGUKURAN CAHAYA A/2016


Hardika Wahyu R. 16501241013
Ani Bestari S.W. 16501241023
Pend. Teknik Elektro
Moh. Fadly 16501241024
Yuni Santoso 16501241041

3. Lakukan langkah 2 untuk posisi potensiometer yang lain Kemudian isilah tabel berikut
untuk 5 keadaan, kemudian buat grafiknya.
4. R16 = 1K8 (Kesalahan pada modul tertulis 180 ohm)

E. Data Pengamatan
Percobaan I
𝑉𝑅𝑉1 = 0 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑉𝑅𝑉3 = 5 𝑣𝑜𝑙𝑡
Penghalang/Filter Vout(volt)
Kertas ke-1 0.059
Kertas ke-2 0.042
Kertas ke-3 0.082
Kertas ke-4 0.018
Kertas ke-5 0.016

Percobaan II
𝑉𝑅𝑉1 = 0 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑉𝑅𝑉3 = 5 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑉𝑅1 = 1.7 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝐼𝑅1 = 0.154 𝐴
1.7
𝑅1 = = 𝑅1 11 Ω
0.154
𝑉𝑜𝑢𝑡 = 0.3 𝑣𝑜𝑙𝑡
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK SENSOR DAN TRANSDUSER

SEM. 5 INSTRUMENTASI PENGUKURAN CAHAYA A/2016


Hardika Wahyu R. 16501241013
Ani Bestari S.W. 16501241023
Pend. Teknik Elektro
Moh. Fadly 16501241024
Yuni Santoso 16501241041

Posisi Tegangan di R1 (Volt) Arus di R1 (mA) Tegangan di titik 8 (volt)


1 1.8 160 0.4
2 2.25 200 0.5
3 2.95 260 0.61
4 3.3 300 0.8
5 5.1 460 1.6

F. Pembahasan
Percobaan I
 Kertas yang digunakan sebagai penghalang / filter berbeda tebalnya. Dan
berdasarkan data yang kami peroleh pada percobaan 1 dapat diketahui bahwa kertas
yang digunakan bersifat menghambat, sehingga semakin tebal kertas yang
digunakan sebgai filter semakin sulit cahaya infrared untuk menembusnya.

Percobaan II
 Perhitungan Arus di 𝑅1 (𝐼𝑅1 ) :
𝑉𝑅1
𝐼𝑅1 =
𝑅1

1.8
 𝐼1 = = 0.16 𝐴
11
= 160 𝑚𝐴
2.25
 𝐼2 = = 0.2 𝐴
11
= 200 𝑚𝐴
2.95
 𝐼3 = = 0.26 𝐴
11
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK SENSOR DAN TRANSDUSER

SEM. 5 INSTRUMENTASI PENGUKURAN CAHAYA A/2016


Hardika Wahyu R. 16501241013
Ani Bestari S.W. 16501241023
Pend. Teknik Elektro
Moh. Fadly 16501241024
Yuni Santoso 16501241041

= 260 𝑚𝐴
3.3
 𝐼4 = = 0.3 𝐴
11
= 300 𝑚𝐴
5.1
 𝐼5 = = 0.46 𝐴
11
= 460 𝑚𝐴
 Grafik Tegangan di R1 (volt) dengan Arus di R1 (Ampere)
0.5 6

0.45
5
0.4

0.35
4
0.3

0.25 3

0.2
2
0.15

0.1
1
0.05

0 0

Tegangan di R1 Arus di R1

 Berdasarkan Tabel pengamatan percobaan II diatas dapat diketahui bahwa semakin


besar potensio (tegangan input), semakin besar tegangan dan arus pada R1. Begitu pula
tegangan outputnya.
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK SENSOR DAN TRANSDUSER

SEM. 5 INSTRUMENTASI PENGUKURAN CAHAYA A/2016


Hardika Wahyu R. 16501241013
Ani Bestari S.W. 16501241023
Pend. Teknik Elektro
Moh. Fadly 16501241024
Yuni Santoso 16501241041

G. Kesimpulan
Setelah melaksanakan praktikum mahasiswa dapat mengetahui tentang dasar – dasar
optik, pengukuran cahaya, dan pengukuran intensitas arus.
 Kertas yang digunakan bersifat menghambat, sehingga semakin tebal kertas yang
digunakan sebgai filter semakin sulit cahaya infrared untuk menembusnya.
 Semakin besar potensio (tegangan input), semakin besar tegangan dan arus pada
R1. Begitu pula tegangan outputnya.