Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH

PENGANTAR ILMU KEHUTANAN

TUMBUHAN HUTAN BESERTA FUNGSI DAN MANFAATNYA

(Berus Mata Buaya atau Bruguiera hainesii)

DOSEN PEMBIMBING
ERNIKAWATI, S.Hut.,M.Si

DISUSUN OLEH
RIZKI YAHYA

UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA


PRODI KONSERVASI HUTAN
Berus Mata Buaya atau Bruguiera hainesii menjadi salah satu jenis tanaman bakau
(mangrove) yang sangat langka dan terancam kepunahan di dunia. Jenis pohon bakau yang
mempunyai bunga yang cantik dan indah ini oleh IUCN Redlist diberi status konservasi
Critically Endangered (Kritis).

Bruguiera hainesii merupakan anggota family Rhizophoraceae. Masyarakat Melayu


umumnya mengenalnya sebagai Berus Mata Buaya atau Bakau Mata Buaya. Sedangkan
dalam bahasa Inggris di samping penyebutannya menggunakan nama latin, tumbuhan ini
acapkali disebut sebagai Eye of the Crocodile atau Orange Mangroves.

Pohon bakau jenis ini tumbuh cukup tinggi mencapai 30 meter. Batang berdiameter hingga
70 cm. Kulit batang berwarna coklat hingga abu-abu, dengan lentisel besar berwarna coklat-
kekuningan dari pangkal hingga puncak.

Daun berwarna hijau dengan bentuk elips hingga bulat memanjang dengan ujung daun
meruncing. Panjang daun berkisar antara 9 – 16 cm dengan lebar antara 4 – 7 cm. Bunga
tumbuh pada ujung atau ketiak tangkai dengan mahkota berwarna putih dan berukuran
panjang antara 7 – 9 mm. Bunga Bruguiera hainesii berambut pada tepi bawah dan agak
berambut pada bagian atas cuping. Kelopak Bunga berwarna hijau pucat. Buah hipokotil
dengan bentuk cerutu atau agak melengkung dan menebal menuju bagian ujung. Ukuran
panjang hipokotil sekitar 9 cm dengan diameter 1 cm.

Bakau Mata Buaya (Bruguiera hainesii)


Umumnya bakau mata buaya tumbuh di tepi hutan mangrove. Pada daerah yang relatif
kering dan hanya tergenang air laut beberapa jam sehari saja pada saat terjadi pasang
tertinggi. Tumbuhan dengan nama latin Bruguiera hainesii ini tumbuh tersebar mulai dari
Indonesia, Singapura, Malaysia, hingga ke Papua Nugini.

Belum ada penelitian yang mengungkap secara detail baik persebaran maupun populasi flora
ini di wilayah pesisir Indonesia. Namun secara global, IUCN Redlist menganggapnya sebagai
salah satu tumbuhan yang sangat terancam kepunahan akibat semakin rusaknya daerah pesisir
pantai terutama oleh aktivitas manusia. Karena itu kemudian IUCN Redlist mendaftar flora
ini dalam status Critically Endangered atau Kritis (Sangat Terancam Punah).

Pemanfaatan jenis mangrove ini bagi manusia secara langsung belum banyak yang
terungkap. Tentunya di samping sebagai salah satu komponen hutan mangrove dan kaitannya
dalam ekosistem. Padahal Si Berus Mata Buaya bunga yang indah ini semakin hari semakin
langka dan terancam punah.

Padahal, tanaman ini sangat berguna bagi manusia. Selain sebagai salah satu komponen
hutan mangrove yang sangat berguna menahan abrasi, ia sangat bermanfaat sebagai
penyeimbang ekosistem.

Hasil studi terbaru lembaga Wetlands International bersama The Nature Conservancy dan
University of Cambridge menyatakan bahwa tanaman ini bermanfaat terhadap 210 juta orang
yang tinggal di daerah elevasi rendah dalam radius 10 km dari bibir pantai di seluruh dunia.
Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa konservasi bakau dan restorasi di daerah dekat
dengan permukiman warga akan memberi timbal balik berupa peningkatan hasil perikanan.
Sayangnya, penduduk pesisir sering kali tak menyadari peran vital tersebut.

“Pemahaman yang lengkap tentang fungsi ekosistem dan nilainya secara sosial dan ekonomi
akan meningkatkan pengelolaan mangrove serta perikanan secara berkelanjutan,” kata
peneliti dari Wetlands International, Femke Tonneijck.

Hasil studi tersebut juga menyimpulkan bahwa populasi tertinggi ikan bergantung pada
mangrove yang ditemukan di lokasi dengan biomassa tertinggi. Sebab, daun dan kayu dari
mangrove merupakan bagian penting dari rantai makanan di laut. Produktivitas ikan juga
lebih tinggi di lokasi mangrove, yang memperoleh pasokan air tawar lebih banyak daripada
yang bisa disediakan sungai dan air terjun di hulu.

Selain itu, tanaman ini juga merupakan tempat pembibitan yang sempurna bagi banyak
spesies karena menyediakan makanan dan tempat tinggal. Akar napasnya yang lebat menjalar
sebagai tempat tumbuh tiram. Akar juga memerangkap sedimen dan menciptakan lapisan
tanah lunak yang ideal untuk digali oleh hewan moluska dan krustasea. “Yang tak kalah
penting, akar mangrove ibarat benteng yang memberi perlindungan terhadap serangan
predator.