Anda di halaman 1dari 3

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PERDARAHAN ANTE PARTUM (PAP)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/3

Tanggal Terbit Ditetapkan oleh


Direktur RSUD Paniai
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Agus
NIP: 198008292008011011
Perdarahan yang terjadi setelah kehamilan 28 minggu, perdarahan
berasal dari :
1. Kelainan plasenta : plasenta previa,solusio plasenta, perdarahan ante
partum yang belum jelas sumbernya, inversio filamentosa,ruptur sinus
PENGERTIAN marginalis, plasenta sirkum valata.
2. Bukan kelainan plasenta, varises pecah, erosi servik,polip
3. Suatu keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat abnormal
yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebgain/seluruh
pembukaan jalan lahir (OUI= ostium uteri internum).

1. Memberikan pengetahuan kepada petugas tentang langkah-langkah


yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan.
2. Petugas dapat mengetahui diagnosis dan gambaran klinik, sbb:
TUJUAN
a. Anamnesis : sifat perdarahan pada umur kehamilan.
b. Inspeksi : pucat, anemis, earna darah (merah segar).
c. Palpasi abdomen : letak janin, bagian bawah janin belum masuk.
d. Pemeriksaan inspekulo : asal dari perdarahan
e. Pemeriksaan USG : letak janin dan plasenta.
Setiap petugas berupaya untuk mengurangi morbiditas ibu hamil dan
KEBIJAKAN bayi baru lahir (sesuai Kebijakan Direktur No..../.../SK –DIR-KEB/2015
tentang Kebijakan Unit Rawat Inap Ibu dan Anak)

1. Lakukan amniotomi (bila ada penbukaan) dan ikuti pemberian


oksitosin driip dalam infus (bila tidak disertai adanya his).
2. Apabila pembukaan lengkap/hampir lengkap,kepala sudah menurun
PROSEDUR
di Hodge III-IV, maka :
 Janin hidup : dilakukan ekstraksi vakum/ekstraksi forceps.
 Janin mati : embriotomi.
3. Lakukan bedah Caesar apabila :
 Janin hidup, pembukaan masih kecil.
 Perdarahan banyak, pembukaan masih kecil.
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
PERDARAHAN ANTE PARTUM (PAP)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


2/3

Ditetapkan oleh
Tanggal Terbit Direktur RSUD Paniai
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL dr. Agus
NIP: 198008292008011011

 Janin tidak bisa lahir pervaginam, panggul sempit, letak lintang.


 Ligasi arteri Hipogastrika, apabila fungsi reproduksi hendak
PROSEDUR dipertahankan.
4. Histerektomi apabila terjadi ‘’ Uterus Convelliar’’ dan kontraksi
tidak baik.

Instalasi Rawat Inap Ibu dan Anak, Instalasi gawat Darurat, Instalasi
UNIT TERKAIT
Laboratorium dan Instalasi Kamar Operasi.

Dibuat oleh Dikoreksi oleh Disetujui oleh


Kepala Ruangan Bersalin Kepala Seksi Keperawatan Direktur RSUD Paniai

Novita D C Kana,S.ST Kristina Yogi,Amd.Kep dr. Agus


NIP : 197511262000032003 NIP : 196807101990032010 NIP : 198008292008011011