Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam beberapa tahun terakhir, aluminium paduan memiliki tingkat konsumsi yang tinggi dibandingkan dengan produk besi dan baja lain yang sering digunakan dalam industri seperti industri listrik, kimia, obat-obatan, konstruksi, otomotif dan penerbangan. Salah satunya adalah paduan plat aluminium 7075 yang banyak digunakan di industri penerbangan. Lebih dari 73% komponen pesawat terbang terbuat dari aluminium 7075 karena mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

sifat mekanik yang baik, tahan korosi, bobot yang ringan dan memiliki kekuatan yang tinggi. Sifat-sifat tersebut masih bisa dinaikkan lagi dengan diberikan suatu perlakuan khusus, sehingga dapat menghasilkan suatu logam sesuai dengan yang diinginkan. Perlakuan yang diberikan logam antara lain adalah perlakuan panas atau heat treatment, yang merupakan suatu proses perlakuan terhadap logam dengan cara memberikan pemanasan dan kemudian dilakukan pendinginan dengan media pendingin tertentu. Sifat-sifat logam terutama sifat mekanik sangat dipengaruhi oleh struktur mikro logam disamping posisi kimianya, misalnya suatu logam atau paduan akan mempunyai sifat mekanis yang berbeda-beda jika struktur mikronya diubah. Dengan adanya pemanasan dan pendinginan pada kecepatan tertentu maka bahan-bahan logam dan paduan akan memperlihatkan perubahan strukturnya sehingga sifat mekaniknya dapat diubah sesuai dengan yang diinginkan. Contoh perlakuan dengan heat treatment yaitu annealing, solution treatment dan peak aging. Proses perlakuan annealing akan meningkatkan keuletan dan akan menurunkan kekerasan pada paduan aluminium akibat mengecilnya batas butir pada permukaan plat (Rao, 2012). Sedangkan solution treatment dan peak aging akan meningkatkan kekerasan dan keuletan serta kekuatan tarik dari plat aluminium akibat timbulnya presipitat yang merata di seluruh larutan padat Al (Li dkk, 2015).

Beberapa tahun belakangan ini telah dikembangkan metode lain untuk mendapatkan sifat mekanis yang baik tanpa menambahkan unsur paduan yaitu

1

2

metode deformasi plastis dengan proses pengerolan. Proses deformasi dengan cara pengerolan memberikan pengaruh terhadap kekerasan yang merata pada aluminium paduan. Dalam proses pengerolan material yang melalui alat pengerol akan memiliki kekerasan yang merata karena pada saat mengerol tekanan pada tiap titik akan sama. Menurut uraian di atas salah satu cara untuk meningkatkan sifat mekanis plat AA 7075 adalah dengan mengkombinasikan antara perlakuan heat treatment dan deformasi plastis.

1.2

Perumusan Masalah

1.

Bagaimana pengaruh peak aging terhadap hasil uji tarik setelah proses solution treatment dan recrystallization annealing sebelum dilakukan cold rolling pada plat aluminium 7075.

2.

Bagaimana pengaruh peak aging terhadap hasil kekerasan dan struktur mikro setelah proses solution treatment dan recrystallization annealing sebelum dilakukan cold rolling pada plat aluminium 7075

3.

Bagaimana perbandingan kekerasan, kekuatan tarik dan struktur mikro antara solution treatment, dengan recrystallization annealing sebelum dilakukan cold rolling pada plat aluminium 7075.

1.3

Batasan Masalah Untuk menentukan arah penelitian yang lebih baik maka ditentukan

batasan masalah sebagai berikut:

1.

Spesimen yang digunakan adalah plat aluminium 7075

2.

Suhu tungku annealing 480°C, solution treatment 550°C dan peak aging

180°C

3.

Waktu untuk annealing 2 jam, solution treatment 1 jam dan peak aging 6 jam.

4.

Cold rolling dilakukan pada temperatur ruang 30°C.

1.4

Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

3

1.

Mengetahui pengaruh peak aging terhadap hasil uji tarik setelah proses solution treatment dan recrystallization annealing sebelum dilakukan cold rolling pada plat aluminium 7075.

2.

Mengetahui pengaruh peak aging terhadap hasil kekerasan dan struktur mikro setelah proses solution treatment dan recrystallization annealing sebelum dilakukan cold rolling pada plat aluminium 7075.

3.

Mengetahui perbandingan kekerasan, kekuatan tarik dan struktur mikro antara solution treatment dengan recrystallization annealing sebelum dilakukan cold rolling pada plat aluminium 7075.

1.5

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan, menjelaskan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian diatas serta sistematika penulisan. BAB II : Tinjauan pustaka,dasar teori yang berkaitan dengan teori pengerolan, uji keras, uji tarik dan heat treatment, hipotesis. BAB III : Metodologi penelitian, menjelaskan bahan penelitian, alat penelitian, langkah penelitian, dan diagram alir penelitian BAB IV : Data dan analisa, menjelaskan data hasil penelitian serta analisa hasil. BAB V : Penutup, berisi tentang kesimpulan dan saran