Anda di halaman 1dari 2

Pelaporan Efek Samping Obat

No.Dokumen
Revisi
SOP
Pemerintah Kab. Tanggal Terbit Puskesmas
Minahasa
Halaman Kawangkoan

Ditetapkan Oleh: Tanda Tangan Dr. Maya C Rambitan


Kepala Puskesmas M.Kes
Kawangkoan 19800304 200902 2005
Pengertian Kegiatan melaporkan efek samping obat yang ditemukan selama
melaksanakan tugas pelayanan pengobatan kepada pasien
Tujuan Sebagai pedoman penerapan langkah-langkah untuk menjaga dan
melindungi pasien dari efek samping penggunaan obat yang merugikan
pasien
Kebijakan
Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Pusksemas
Langkah-langkah 1. Petugas obat menyampaikan formulir Monitoring Efek Samping
Obat (MESO) kepada petugas kesehatan pemeriksa pasien
2. Petugas kesehatan melakukan pemantauan terhadap kemungkinan
timbulnya efek samping obat yang dipergunakan dalam terapi
terhadap pasien
3. Petugas kesehatan mencatat kejadian efek samping obat kedalam
formulir MESO
4. Petugas kesehatan menyerahkan laporan MESO kepada petugas
obat
5. Petugas obat melakukan kompilasi data hasil MESO yang diterima
dari petugas kesehatan
6. Petugas obat membuat laporan MESO
7. Kepala Puskesmas memeriksa dan menandatangani laporan MESO
8. Petugas obat mengirimkan laporan MESO ke Dinas Kesehatan
Kabupaten
9. Petugas obat mendokumentasikan arsip laporan MESO
Unit Terkait Poli
UGD
Dokumen Terkait Monitoring Efek Samping Obat
Tindak Lanjut Efek Samping Obat dan
KTD
No.Dokumen
Revisi
SOP
Pemerintah Kab. Tanggal Terbit Puskesmas
Minahasa
Kawangkoan
Halaman
Ditetapkan Oleh: Tanda Tangan Dr. Maya C Rambitan
Kepala Puskesmas M.Kes
Kawangkoan 19800304 200902 2005
Pengertian Kegiatan yang dilakukan dalam rangka menindak lanjuti laporan
tentang setiap efek samping obat yang terjadi dan setiap kejadian yang
tidak diinginkan
Tujuan Sebagai pedoman penerapan langkah-langkah untuk tindak lanjut efek
samping obat dan KTD
Kebijakan
Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Pusksemas
Langkah-langkah 1. Petugas melakukan koreksi dalam upaya pengelolaan resiko efek
samping obat, mencakup hal-hal:
a. Membatasi indikasi pemakaian obat yang bersanngkutan.
Beberapa obat sering dipakai tidak pada indikasi
b. Memperluas/mempertegas kontra indikasi
c. Mempertegas cara pemakaian obat (pemberian, dosis, lama dan
lain-lain)
d. Memastikan pasien tidak mengonsumsi obat yang
bersangkutan dengan menuliskan efek samping/alergi obat di
RM
2. Petugas membuat laporan dokumentasi lengkap mengenai kasus
efek samping obat yang bersangkutan
3. Petugas melaporkan ke lembaga yang berwenang, yakni ke panitia
MESO di Badan Pengawasan Obat dan Makanan
Unit Terkait Poli
UGD
Unit Obat
Dokumen Terkait Monitoring Efek Samping Obat