Anda di halaman 1dari 1

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PENJAHITAN ROBEKAN PERINEUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/2
Ditetapkan oleh
STANDAR Tanggal Terbit Direktur RSUD Paniai
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Agus
NIP: 198008292008011011
PENGERTIAN Memperbaiki robekan perineum dengan jalan menjahit lapis demi lapis
TUJUAN 1. Merapatkan jaringan-jaringan perlukaan sehingga terjadi proses
pertumbuhan jaringan
2. Menghentikan perdarahan yang terjadi akibat perlukaan yang
menyebabkan pembuluh darah terbuka.
KEBIJAKAN Setiap petugas mampu memberikan asuhan pada ibu hamil, bersalin, dan
nifas ( Sesuai dengan SK Direktur No. 27/11/X/SK-Dir Keb/2012
tentang kebijakan Uit Rawat Inap Ibu dan Anak).
ETIOLOGI
Robekan pada perineum umumnya terjadi pada persalinan dimana :
- Kepala janin terlalu cepat lahir
- Persalinan tidak dipimpin sebagaimana mestinya
- Sebelumnya pada perineum terdapat banyak jaringan parut
- Pada persalinan dengan distosia bahu.

Robekan pada perineum umumnya dapat dibagi atas 3 tingkat :


- Derajat 1 : laserasi mengenai mukosa vagina dan kulit perineum.
- Derajat II : laserasi mengenai mukosa vagina , kulit, jaringan
perineum.
- Derajat III : laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, jaringan
perineumn dan otot-otot sphingterani.
- Derajat IV : laserasi mengenai mukosa vagina, kulit, jaringan
perineumn dan otot-otot sphingterani yang meluas hingga rektum.
PROSEDUR
Langkah-langkah penjahitan robekan perineum
A. Persiapan Alat
1. Siapkan peralatan untuk melakukan penjahitan
a.Wadah berisi : Sarung tangan, pemegang jarum, jarum jahit, benang
jahit, kasa steril, pincet anatomis dan chirurgis.
b. Kapas DTT
c. Buka spuit sekali pakai 10 ml dari kemasan steril, jatuhkan dalam
wadah DTT
d. Patahkan ampul lidokain
2. Atur posisi bokong ibu pada posisi litotomi di tepi tempat tidur
3. Pasang kain bersih di bawah bokong ibu
4. Atur lampu sorot atau senter ke arah vulva / perineum ibu