Anda di halaman 1dari 15

SKENARIO 2

TEKNIK SAMPLING

Step 1: Klarifikasai Kata Sulit

1. Penduduk heterogen

Penduduk yang terdiri dari berbagai LB (etnik, ras, agama, dll)

2. Stain gigi

Perubahan warna pada permukaan gigi karena deposit zat berpigmen. Sumber stain yaitu
sumber ekstrinsik (contohnya adalah rokok dan kopi) dan juga sumber intrinsik karena zat
tetrasiklik.

Stain gigi merupakan material yang menempel di permukaan gigi (makanan / rokok)
secara perlahan dan dalam waktu panjang. Terjadi dengan 3 cara, melekat, terjebak dalam
kalkulus dan deposit lunak, atau bergabung dengan struktur gigi pada material restoratif.

Memerlukan waktu yang lama dan bertahap untuk stain muncul. Digolongkan sebagai
masalah estetik namun tidak menimbulkan keradangan.

Dapat dihilangkan dengan scalling dan pemutihan gigi.

3. Survei

Penelitian kuantitatif yang ditujukan pada komunitas dengan pertanyaan terstruktur yang
hasilnya dicatat dan diteliti. Observasi yang meliputi 2 kegiatan, yaitu sampling frame,
dan penentuan sample berdasarkan sampling frame.

Tujuan utama dari survey adalah untuk memperoleh data (informasi mengenai populasi)
yang selanjutnya akan diolah dan dianalisis.

4. Sampling

Proses pengambilan sample, yaitu perwakilan dari suatu populasi yang menjadi objek
penelitian. Dilakukan untuk mendapatkan sample yang representatif terhadap populasi.

5. Generalisasi

Pengambilan kesimpulan umum. Suatu proses penalaran yang membentuk kesimpulan


umum, yang bertolak belakang dengan kejadian fenomena individu, mengaitkan individu
menjadi suatu yang general (umum). Dibagi menjadi 2, yaitu sempurna yang menjadi
dasar untuk suatu populasi, dan yang tidak sempurna hanya sebagian yang menjadi dasar
suatu penyimpulan.

6. Teknik Sampling
Bagian metodologi statistika yang berhubungan dengan pengambilan sample. Apabila
dilakukan dengan tepat, hasil sample dapat digeneralisasikan dengan baik kepada
populasi. Suatu cara untuk menentukan sample yang representatif yang memperhatikan
penyebaran populasi. Kegiatan untuk mengambil sample untuk mempermudah
pengamatan yang nanti dibagi menjadi probabilitas sampling dan non-probabilitas
sampling.

7. Populasi

Sekelompok manusia yang berada di area dan waktu yang sama. Sekumpulan dari
komunitas. Keseluruhan objek yang ingin diteliti (universe) yang infinite dan finite.

Step 2: Rumusan Masalah

1. Apa saja tujuan dari teknik sampling?


2. Kapan teknik sampling harus digunakan?
3. Apa saja jenis dari teknik sampling? Teknik apa yang sesuai dengan skenario
tersebut?
4. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari tiap jenis sampling?
5. Bagaimana langkah kerja dari tiap jenis teknik sampling?
6. Apa saja hal yang harus diperhatikan dalam teknik sampling?
7. Apa saja yang mempengaruhi representatifitas sample terhadap populasi?

Step 3: Brainstorming

1. Apa saja tujuan dari teknik sampling?


- Memudahkan penelitian
- Menghemat biaya dan waktu karena tidak perlu meneliti semua orang
- Hasil dapat dipertanggung jawabkan
- Dapat menghasilkan gambaran yang representatif dari populasi
- Mampu memberikan informasi akurat
- Variabel yang diteliti lebih banyak dan mendalam

Kenapa dibutuhkan? Bila metode sampling itu tepat, validitas penelitian akan baik
dan lebih reliabel.

2. Kapan teknik sampling harus digunakan?

Ketika jumlah anggota populasi >100, atau tidak bisa dihitung. Melihat dari anggaran dan
durasi (waktu).

3. Apa saja jenis dari teknik sampling? Teknik apa yang sesuai dengan skenario
tersebut?

Dibagi menjadi 2:

Probability Sampling
Tiap anggota populasi memiliki peluang yang sama menjadi sampel.

a. Simple random sampling; populasi kecil: diundi. Populasi besar: pakai tabel dengan
acakan kolom.
b. Systematic random sampling; hanya unsur pertama yang dipilih secara acak.Diawali
dengan menentukan nilai k. Rumus k=M/m.
c. Stratified random sampling; ketika populasi tidak homogen, dibagi menjadi sub
populasi yang homogen. Random pada tiap sub populasi. Berdasarkan strata (derajat)
kelompok.
d. Cluster random sampling; teknik pada kelompok kecil populasi. Ada yang one stage,
ada yang two stage. Ketika populasi dapat dibagi menjadi kelompok-kelompok dan
tiap karakteristik yang dipelajari ada di tiap kelompok tersebut.
e. Multistage sampling; penggunaan random sampling secara bersamaan.
f. Probability proportional of size; pengambilan kombinasi dari simple random
sampling, systemic random, dan cluster.

Non-probability samppling

Tidak menghiraukan prinsip probabilitas, tidak secara random, atas pertimbangan dari
peneliti. Hanya gambaran kasar dari suatu fenomena

a. Accidental sampling

Didasarkan pada kenyataan bahwa sample bertemu dengan sang peneliti secara kebetulan.

b. Snowball sampling

Didasarkan sampel sebelumnya, dari informan 1 ke informan 2. Menentukan sample


pertama, lalu baru ditentukan sampel ke 2 dan terus begitu.

c. Quota sampling

Mirip dengan stratified sampling yang dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri untuk


menghindari bias.

d. Purposive sampling

Pengambilan sample dengan seleksi khusus dengan kriteria tertentu. Dan subjek diambil
harus memiliki ciri yang paling sesuai dengan kriteria. Penentuan karakteristik dilakukan
melalui studi pendahuluan.

e. Concessive Sampling
f. Volunteer sampling

Berdasarkan kesukarelaan sampel

4. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari tiap jenis sampling?


Probability lebih objektif dan prepresentatif. Namun peneliti harus memiliki data lengkap
mengenai populasi.

Generalisasi probability sampling lebih valid. Sedangkan non-probability validitasnya


kurang saat dilakukan generalisasi.

5. Bagaimana langkah kerja teknik sampling?


a. Menentukan populasi penelitian yang relevan dengan tujuan penelitian
b. Mendapatkan karakteristik dari populasi
c. Menentukan kriteria sampel
d. Pengambilan sampel

a. Menentukan populasi
b. Menentukan variabel yang akan diamati
c. Mementukan sampling frame
d. Menentukan teknik sampling yang sesuai
e. Menentukan jumlah sampel yang akan diteliti
f. Menyesuaikan biaya penelitian
6. Apa saja hal yang harus diperhatikan dalam teknik sampling?

Harus mempertimbangkan derajat keragaman dari suatu populasi. Memperhatikan rencna


analisis kedepannya. Mempertimbangkan biaya dan waktu. Menyesuaikan tenaga dan
SDM yang dimiliki untuk melakukan sampling. Memperhatikan presisi yang dikehendaki
dari penelitian.

7. Apa saja yang mempengaruhi representatifitas sample terhadap populasi?

Dipengaruhi subjek / sampel, apakah dia bagian dari populasi. Tingkat homogenitas
populasi. Teknik yang terpilih, tepat atau tidaknya. Jumlah sampel yang digunakan.
Kejelasan kriteria yang digunakan. Variasi antar unit penelitian.

Step 4: Mapping
Teknik sampling

Probability Non-probability
Sampling Sampling

systemic stratifed multistage


Simple random cluster random accidental purposive quota valunteer snowball
random random random
sampling sampling sampling sampling sampling sampling sampling
sampling sampling sampling

Langkah-langkah

Tujuan Sampling

Step 5: Learning Object

1. MMM definisi dari teknik sampling (1)


2. MMM klasifikasi teknik sampling (2) a. Prob b. Nonprob
3. MMM langkah teknik sampling (umum dan tiap jenis) (2) a. Prob b. Nonprob
4. MMM tujuan dan manfaat dari teknik sampling (1)
5. MMM perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling (1)
6. MMM kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis teknik sampling (2) a.
Prob b. Non Prob
7. MMM jenis dari teknik sampling yang digunakan dalam skenario (bareng2)
Step 7

1 MMM definisi dari teknik sampling

Margono, 2004: Cara menentukan sampel sejumlah sesuai dengan data yang sebenarnya,
dengan memperhatikan persebaran populasi agar representatif

Ir. Mia Sumiarsih: Proses pemilihan jenis sampel dengan memperhitungkan besarnya sampel
yang akan dijadikan sebagai subjek/objek penelitian. Pemilihan sampel harus bersifat
representatif, artinya sampel yang dipilih mewakili populasi baik dari karakteristik maupun
jumlahnya.

Lohr: Proses pengambilan atau memilih n buah elemen dari populasi N.

Cochran: bagian metodologi statistika yaitu pengambilan sebagian populasi.

Populasi seluruh bagian objek yang diteliti. Sampel merupakan bagian dari populasi yang
diambil dengan cara2 tertentu yang akan mempresentasikan seluruh populasi. Survey/sensus
melibatkan seluruh populasi, sedangkan sampling melibatkan sampel.

2 MMM klasifikasi teknik sampling

Sugiyono, 2014: menjadi 2 (Probability dan non-probability)

Prob: Memberi peluang yang sama dari unsur populasi untuk menjadi anggota sample

Simple random: populasi yang homogen. Dengan metode undian dan juga tabel random.

Konsekuensinya: Semua punya kesempatan yg sama untuk jadi sampel.

Stratified random: Karakteristik populasi tidak homogen, sehingga akan dibagi ke sub-
populasi (strata) berdasarkan tingkatannya, diurutkan dari tingkatan paling tinggi ke rendah,
hingga masing2 sub kelompok menjadi homogen. Pada saat menentukan jumlah sampel dari
tiap strata, peneliti menentukan proporsinal sampel maupun non-proporsional sampel.

Cluster random: Diambil dari masing-masing cluster/ bagian dari subkelompok alamiah dari
suatu populasi yang tidak berdasarkan tingkatan (masuk dalam kategori berbeda2 sesuai
dengan ciri2 yang ingin diteliti oleh peneliti). Ada one stage random, dan two stage random.
Digunakan apabila populasi dapat dibagi dalam kelompok yang setiap ciri yang dipelajari ada
di tiap2 kelompok.

Multistage: dilakukan bertingkat, 2 dan lebih. Double random sampling, dilakukan pada suatu
populasi yang kompleks dan luas. Syarat: Populasi yang cukup homogen dan besar. Daerah
yang luas. Biaya tidak seimbang dengan penelitian.

Systematic: Mengambil sampel secara systematic, dg interval tertentu dari kerangka sampel
yang sudah diurutkan. Bisa masuk ke prob-sampling ataupun nonprob-sampling.
Non-prob: tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih
menjadi sampel, karena pada non-prob sampling, peneliti memiliki karekteristik yang
ditetapkan untuk penelitiannya. Digunakan ketika biaya yang dimiliki terbatas, waktu yang
singkat, dan gambaran yang diminta hanya gambaran kasar saja.

Snowball: Teknik penentuan sampel yang mula-mula dari ukuran yang kecil, lalu responden
yang jadi sampel tadi akan memilih sampel lain dan seterusnya. Pada awalnya, peneliti hanya
berkontak pada suatu kelompok kecil yang relevan yang sesuai dengan penelitian. Karena
peneliti tidak terlalu paham mengenai keseluruhan populasi. Disebut juga network
sampling.

Consecutive sampling: yang didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan, baik secara
inklus maupun eksklusi.

Quota: Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan peneliti saja, dengan kriteria sampel
yang telah ditentukan terlebih dahulu. Kuota sudah diatur sebelumnya.

Purposive: Teknik dengan pertimbangan tertentu, dimana sampel memiliki ciri2 yang erat
dengan populasinya. Syarat: kriteria ditetapkan dengan teliti; sampel adalah sampel yang
memenuhi kriteria. Notoatmojo (2001): didasarkan atas suatu pertimbangan tertentu atau
berdasar ciri2 populasi yang ada sebelumnya.

Accidental: sampel yang diambil tanpa direncanakan terlebih dahulu, dengan hasil
kesimpulan yang bersifat kasar saja.Meneliti objek yang umum. Objek terpilih secaa
kebetulan.

Volunteer: Teknik pengambilan sampel berdasarkan kemampuan/ sukarela dari


responden.

Unqualified v. Sample: Responden tidak memenuhi kriteria, sehingga hasil kuisioner


dianggap tidak valid

Sampling pertimbangan: ditentukan oleh peneliti dengan pertimbangan atau kebijakan dari
peneliti dalam menentukan banyak jumlah sample.

Sampling seadanya: sampling dilakukan seadanya dan dengan cara paling mudah.

Sampling jenuh: apabila semua anggota populasi menjadi sampel. Lusiana(2015), bisa
disebut juga sensus.

Sebelum melakukan penelitian dengan metode sampling, maka harus menentukan teknik
sampling yang sesuai dengan mengerti sifat dari populasi (jumlah, homogenitas,
proporsionalitas) yang kita teliti dan juga biaya penelitian. Untuk menentukan jumlah sampel
yang diambil, berikut beberapa formula yang ditawarkan oleh para ahli:

a. Penentuan jumlah sampel menurut pendapat Hadari Nawawi (Margono, 2004:


123-125)
Nawawi (Margono, 2004: 123) memberikan cara untuk memperoleh jumlah sampel minimal
yang harus diselidiki dengan menggunakan rumus:

Keterangan:

n : Jumlah sampel
≥ : Sama dengan atau lebih besar
p : Proporsi populasi persentase kelompok pertama
q : Proporsi sisa di dalam populasi
z½ : Derajat koefisien konfidensi pada 99% dan 95%
b : Persentase perkiraan kemungkinan membuat kekeliruan dalam menentukan ukuran
sampel

b. Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan Tabel Krejcie


Salah satu teknik untuk menghitung jumlah sampel minimal yang harus dijadikan sasaran
penelitian adalah dengan menggunakan tabel Krejcie. Krecjie dalam melakukan perhitungan
ukuran sampel didasarkan atas kesalahan 5%. Jadi sampel yang diperoleh itu mempunyai
kepercayaan 95% terhadap populasi. Tabel Krecjie ditunjukkan dalam tabel di bawah ini.
Dari tabel itu terlihat bila jumlah populasi 100 maka sampelnya 80, bila populasi 1000 maka
sampelnya 278, bila populasinya 10.000 maka sampelnya maka sampelnya 370, dan bila
jumlah populasi 100.000 maka jumlah sampelnya 384. Dengan demikian makin besar
populasi makin kecil prosentase sampel. Oleh karena itu tidak tepat bila ukuran populasinya
berbeda prosentase sampelnya sama, misalnya 10%.
Sumber: Margono, 2004, Metodologi Penelitian Pendidika, Jakarta: Rineka Cipta.

3. MMM langkah teknik sampling (umum dan tiap jenis)

Secara umum zainudin (2011):

1. Menetapkan populasi penelitian yang sesuai


2. Menentukan variabel amat
3. Kerangka sampel
4. Teknik sampling yang sesuai
5. Menentukan jumlah
6. Menyesuaikan dan mempertimbangkan biaya

Teknik simple random: farah

1) Menentukan jumlah elemen/ unit dalam populasi


2) Menentukan n (jumlah sampel)
3) Menentukan anggota n denga random
Sesuai besaran populasi, kalau kecil dengan lotre atau undian: dibuat daftar semua unit
sampel, diberi nomor berurutan, ditulis pada kertas lalu diundi, lalu diambil sesuai jumlah
sampel

Kalau pada populasi besar, dengan tabel bilangan random sampling. Tentukan jumlah,
daftar unit sampling, beri nomor unit, ambil sample pertama dengan ambil secara acak,,
diacak per baris atau per kolom, yang terpilih adalah nomor sampel. Lanjutnya, FARAH
agung.

Teknik stratified:

1) membagi subjek populasi dalam strata yang homogen


2) membuat daftar strata
3) memilih sampel dari tiap strata dnegan random

Teknik cluster (nabel0 Usman 2006

1) identifikasi populasi
2) tentukan besar sampel
3) dasar logika untuk memntukan cluster
4) memperkirakan jumlah subjek di tiap cluster
5) daftar semua objek dalam tiap cluster, jumlah sampel dibagi dengan jumlah cluster
yang ada
6) dipilih secara random jumlah anggota sampel yg diinginkan untuk tiap cluster
7) Jumlah sampel = Jumlah cluster x Jumlah anggota sampel per cluster

Teknik purpose sampling (Jap) arikanto 2010

1) tentukan tujuan penelitian perlu kriteria


2) tentukan kriteria2
3) tentukan populasi berdasar studi pendahuluan
4) tentukan jumlah minimal sampel yang memenuhi kriteria

naila
Yg perlu diperhatikan pada pemilihan sampel dengan kuisioner:

1) tujuan penelitian
2) jenis penelitian
3) tingkat kerumitan penelitian
4) tingkat toleransi kesalahan
5) tenggat waktu penyelesaian
6) hambatan biaya dan penelitian sebelumnya
7) NADIRA

4 MMM tujuan dan manfaat dari teknik sampling

Tujuan: mendapatkan sample yang representatif dan generalisasi akurat

Zainudin 2011. Untuk menentukan seberapa luas atau sejauh mana keberlakuan atau
generalisasi kesimpulan penelitian.

Nazir 2005: Tujuan dari teknik sampling yakni untuk mengadakan estimasi (metode dimana
kita dapat memperkirakan nilai dari suatu populasi dengan menggunakan nilai dari sampel)
dan menguji hipotesis tentang parameter populasi dengan menggunakan keterangan yang
diperoleh dari sampel.

Manfaat menurut hartono 2003:

 Dapat menghindari kerugian, jika dalam pengumpulan data objek penelitian harus
“dirusak”.

• Kesimpulan umum (tentang populasi) diperoleh dengan relatif murah, cepat dan dapat
dipertanggungjawabkan.

• Tingkat kesalahan pada kesimpulan umum dapat diperhitungkan, yaitu melalui


penghitungan sampling error

• Validitas informasi atau validitas pengukuran dapat ditingkatkan, karena dapat


dilakukan kontrol terhadap variabel-variabel tertentu, sehingga hasilnya lebih teliti.

Manfaat: Cochra: menghemat biaya penelitian, mempercepat, memperluas ruang lingkup,


hasilnya lebih akurat. FARAH

Kumar 1999: tujuan: untuk mereduksi jumlah objek yg diteliti, mempersingkat waku dan
dana dan tenaga peneliti (agar peneliti tidak kelelahan). Penanganan menjadi lebih teliti.

Teknik sampling hanya digunakan kepada populasi besar.

5 MMM perbedaan dari probability sampling dan non probability sampling


Masalah biaya: P-mahal

nP murah

Akurasi: P-tepat

nP Kurang

Waktu: P-Lama

nP Cepat

Generaisasi: P-lebih baik untuk generalisasinya dibandi nP

Zainudin 2011, P: kemungkinan yg sama dari semua anggita untuk jadi sampel. Generalisasi
baik.

nP: kemungkinan yg tidak sama dari semua anggita untuk jadi sampel. Generalisasi
validitasnya tidak baik, hanya bisa mempresentasikan sampel yg diambil saja.

P: secara panduan probabilitas matematis, memungkinkan untuk menghitung kesalahan


sampling.

nP: tidak mengikuti panduan probabilitas matematis.

6 MMM kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis teknik sampling

Simple random: + Prosedur mudah dan sederhana, sampel tersebar di daerah populasi; -
butuh seluruh daftar populasi biaya besar

Stratified: + taksiran karakteristik populasi lebih tepat, semua ciri-ciri populasi yang
heterogen dapat terwakili; - membutuhkan daftar populasi tiap strata, memerlukan
pengenalan terhadap populasi yang akan diteliti untuk menentukan ciri heterogenitas yang
ada pada populasi, jika daerah geografisnya luas membutuhkan biaya transportasinya tinggi.

Clustered: + melibatkan populasi besar yang tersebar luas, biaya lebih murah dan
pelaksanaan mudah, generalisasi penelitian yg diperoleh berdasar daerah tertentu, dapat
berlaku di luar sampel, lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat
terwakili dalam sample; - jumlah individu sampel tiap daerah tidak sama, prosedur estimasi
sulit, memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.

Systematic random sampling: + menyediakan cara untuk mendapat sampel acak, dimana data
sampel sebleumnya belum dilakukan,zhaf) - mahal dan lama

Multistage: + efisiensi biaya dan waktu dan tenaga, bisa untuk heterogen tinggi; -....

Purposing: + Sampel terpilih sesuai, caranya mudah, sampel terpilih biasanya adalah individu
atau personal yang mudah ditemui atau didekati oleh peneliti; - tidak ada jaminan bahwa
jumlah sampel yang digunakan representatif dalam segi jumlah, tidak sebaik simple random
sampling, tidak dapat digunakan sebagai generalisasi untuk mengambil kesimpulan.

Volunteer: + biaya murah; - tidak ada batasan orang yg sama bisa memberi suara, tidak
representatif, kemungkinan pendapat sampel berbeda dengan pendapat populasi lain,
kemungkinan bias besar

Accidental: (kelebihan)

 peneliti mempunyai kebebasan untuk menentukan dan memilih sample


 Metode ini cepat, mudah, dan murah.
 Efisiensi dalam waktu maupun biaya
 sampling dengan metode yang paling gampang dan nyaman

Accidental: (kekurangan)

• Hasil penelitian belum tentu akurat.

• karena sampel yang cuma “sedapatnya”, tidak bisa ditentukan hasil penelitian ini bisa
diterapkannya ke mana kecuali ke sampel itu sendiri.

• hasil analisis data mempunyai tingkat generalisasi yang rendah

• sangat rawan terhadap timbulnya Bias

Snowball sampling: (kelebihan): sampel yang terfokus, sehingga bias sangat kecil

Snowball sampling (kekurangan): membutuhkan waktu dan biaya yang besar, apalagi jika
populasi tersebar tidak merata.

Quota sampling (kelebihan):

 Rendahnya biaya penelitian yang dikeluarkan.


 Ada keleluasaan peneliti untuk menentukan elemen-elemen untuk setiap quotanya.
Bahkan pada kondisi tertentu, hasil penelitian dpat menyamai hasil penelitian yang
dilakukan dengan salah satu teknik sampling yang termasuk rumpun probability
sampling.

Quota sampling (kekurangan):

• Ditinjau dari bias yang mungkin terjadi, terlihat bahwa dengan teknik sampling ini
akan diperoleh data yang sangat beragam. Kondisi ini secara langsung akan berakibat
pada tingginya tingkat kesulitan dalam merumuskan hasil penelitian. Penyebab bias
yang lainnya adalah tidak adanya suatu prosedur atau tata cara yang baku bagi
pewawancara dan teknik wawancaranya. Permasalahan bertambah lagi dengan
kenyataan di lapangan bahwa pewawancara cenderung mencari lokasi/tempat-tempat
dimana sampel dapat ditemukan dan kadang pewawancara memilih-milih responden
untuk diwawancarai berdasarkan kriteria yang tidak dapat diterima seperti penampilan
(gaya berpakaian, sikap), jenis kelamin, ras dan lain sebagainya.

+leluasa dalam memilih kuota sampel, hasil bisa menyamai hasil probability sampling, biaya
penelitian rendah. – menimbulkan bias, data yg diperoleh beragam, sulit merumuskan

7 MMM jenis dari teknik sampling yang digunakan dalam skenario (Bersama)

Penduduk heterogen. (stratified/cluster)

Persebaran populasi luas.

12 desa.

Ada kebiasaan merokok yang diteliti.

Survey pada kebiasaan merokok dan kopi.

Sampling yang digeneralisasikan ke populasi.  probability Sampling