Anda di halaman 1dari 2

OPTIMALISASI SPARE PART

Optimalisasi spare-part dan Bagaimana mengatasi masalah stok .


Apakah stok anda sudah akurat.
(Singkatnya tulisan ini berdasar sebagian pengalaman penulis saat menyusun membuat rencana
pengadaan spare part sebuah pabrik besar)
Biasanya, jika pertanyaan ini di ajukan pada pengelola suatu ware-house, maka jawabannya
penuh keraguan seperti “yaahh… lumayan cocok”, atau “mmm… belum semua sih”, bahkan ada
yang kemudian ‘curhat’ dengan menyebutkan kadang pas dibutuhkan tetapi tidak ada di stok tapi
stock tertentu ada yg menjadi menjadi dead stock. Dead stock berarti uang mati.
Mengapa dapat terjadi.
Beberapa hal yg mendasar adalah sering kurang tepat dalam mendeskripsikan dan membuat
standard nomer stock dari barang tsb. Harus kita sadari bahwa terjaminnya kontinuitas operasi
sebuat unit, salah satunya ialah ketersediaanya spare part mesin2. Karena produksi dapat terhenti
dalam waktu lama hanya ada kerusakan yg harus menunggu datangnya sebuah spare part.
Banyak soft-ware system stock yg makin hari makin canggih tersedia, tetapi itu belum dapat
menjawab jika data yg dimasukan masih kurang akurat. Data tsb al “material description” dan
stock number.
Crita singkatnya sbb:
Sebuah pabrik ( misal PLTU,) dibangun oleh kontraktor utama dengan beberapa subcontractor.
Salah satunya mungkin supplier mesin dan spare-part. Dan spare-part di supply oleh ber-puluh2
vendor.
Dari sini bermula kita dapatkan data2 “ stock-number & material description”. Secara sederhana
(misal part : bearing) dapat di analogikan sbb:
Vendor/pembuat mesin (misal pompa GLOBE) menjual pompa lengkap dengan Manual
Operation & Maintenance. Dalam manual ada rincian daftar: spare-part recomendation. Biasanya
dikolom terdiri dari: stock number, jumlah dipakai dimesin; description;jumlah yg
direkomenadikan.
misal sbb:
no Part number usage description recomended remark
1 Glb A23 2 Bearing OB 2
2 Glb A45 1 Beraring IB 1
3 Glb B12 1 Mechanical seal 2
Hampir semua mesin, besar ataupun kecil bentuk similar seperti diatas, kemudian data tsb
langsung di input ke system ware-housing electronik. Data ini yg akan dipakai untuk data
pembelian /order spare part. Maka bagian pembelian akan mengalami kesulitan, karena
description itu kurang jelas. Dan yg paling gampang harus beli ke vendor/pembuat pompa tsb
(ini yg dikehendaki vendor/pembuat pompa). Tentu harga sangat mahal, dapat dibayangkan jika
spare-part tsb jumlahnya ribuan, akibatnya:
1. Harga tentu lebih mahal, apa lagi jika ada ribuan spare-part.
2. Ketergantungan hanya kepada vendor pompa tsb
3. Vendor luar negeri Ongkos transport lebih mahal, padahal mungkin di dalam negeri tersedia
4. Mungkin distock lain ada yg sama, hanya karena beda description atau part number, sehingga
tidak diketahui.
Untuk mengatasi hal2 tsb diatas, perlu dilakukan langkah praktis redescription secara meyeluruh.
Ini sperti yg penulis pernah kerjakan di suatu PLTU, hasilnya sangat dasyat :
1. Jumlah spare-part dapat di optimal-kan ( jumlahnya dapat dikurangi lebih dari 1/3 yang ada)
2. Menghilangkan duplikasi (barang sama tapi beda description atau part-number)
3. Description lengkap Memudahkan pembelian (tidak harus membeli kevendor/pembuat mesin)
4. Memotong jalur pembelian, onskos transport dan delivery time.
Langkah praktis yg harus dikerjakan ialah melakukan redescription secara meyeluruh. Ini seperti
yg penulis pernah kerjakan di suatu PLTU:
Dari list diatas dapat berubah menjadi
no W.H stock-n Part-no description No equip Usage/equip Min-max
1 1234466666 Bearing SKF6344 5 2 2 – 4
2 1234466667 Bearing SKF6345 5 1 2 – 3
3 Mech seal Bagus DF7CC6 6 2 1 – 2
Keterangan:
No = nomor urut di list
WH stock nb = stock numbering yg dipakai di system
description = nama atau description barang yg menjelaskan apa barang tsb atau dapat berisi
penjelasan ukuran, mudah dimengerti oleh pemakai, pembeli dan penjual. (akan dibahas
terpisah)
contoh simple tapi jelas = Bearing SKF6344. Beli dimana saja pasti tidak sulit.
no equip = jumlah mesin pemakai part tsb.
usage/equip = berapa buah dipakai setip mesin
min = max = perkiraan berapa max dan min yg harus disediakan. Ini dinamis selalu dikoreksi
sesuai jumlah pemakaian per satuan waktunya,
Inilah sekilas salah satu akar masalah yang perlu di atasi bagi kebanyakan plant/pabrik besar
dalam masalah “Optimalisasi” spare part. Penulis pernah kerjakan disebuah PLTU dan cukup
dasyat menghemat uang dan barang,
System soft-ware apapun belum tentu menghasilkan secara Optimal jika hal tsb diatas tidak
dikerjakan dulu.