Anda di halaman 1dari 13
PEMBAHASAN PROBLEM SET
PEMBAHASAN
PROBLEM
SET
PEMBAHASAN PROBLEM SET BIOLOGI SUPERINTENSIF SBMPTN MIKROORGANISME 1. Jawaban : C Pembahasan: Macam virus dan penyakit

BIOLOGI

SUPERINTENSIF SBMPTN

PEMBAHASAN PROBLEM SET BIOLOGI SUPERINTENSIF SBMPTN MIKROORGANISME 1. Jawaban : C Pembahasan: Macam virus dan penyakit
PEMBAHASAN PROBLEM SET BIOLOGI SUPERINTENSIF SBMPTN MIKROORGANISME 1. Jawaban : C Pembahasan: Macam virus dan penyakit

MIKROORGANISME

1. Jawaban : C Pembahasan:

SBMPTN MIKROORGANISME 1. Jawaban : C Pembahasan: Macam virus dan penyakit yang ditimbulkannya: - Avian

Macam virus dan penyakit yang ditimbulkannya:

- Avian Influenza Virus, menyebabkan penyakit flu burung

- Hepatitis Virus, menyebabkan hepatitis

- Orthomyxovirus, menyebabkan influenza

- Human Immunodeficiency Virus (HIV), menyebabkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)

- Coronavirus, menyebabkan sindrom pernapasan akut berat atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

- Mozaic Virus, menyebabkan mozaik tembakau atau Tobacco Mozaic Virus (TMV)

- Newcastle Desease Virus (NDV), menyebabkan penyakit tetelo atau Newcastle Desease (NCD)

- Rhabdovirus, menyebabkan rabies

- Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV), menyebabkan tungro pada padi

Bacilliform Virus (RTBV), menyebabkan tungro pada padi 2. Jawaban : C Pembahasan: Pertukaran materi genetik pada
Bacilliform Virus (RTBV), menyebabkan tungro pada padi 2. Jawaban : C Pembahasan: Pertukaran materi genetik pada

2. Jawaban : C Pembahasan:

Pertukaran materi genetik pada bakteri (reproduksi secara paraseksual) dapat terjadi melalui tiga cara:

-

konjugasi, pemindahan DNA melalui jembatan sitoplasma (pili seks) antara donor dan resipien - transduksi, pemindaha DNA yang terjadi dengan perantara virus

-

pemindaha DNA yang terjadi dengan perantara virus - transformasi, masuknya DNA bebas secara langsung melalui

transformasi, masuknya DNA bebas secara langsung melalui permukaan sel

(Gambar proses pemindahan DNA pada bakteri secara transduksi)

3.

Jawaban : B Pembahasan:

Ciri Phaeophyta (alga cokelat):

- pigmen utama fikosantin dan xantofil

- talus seperti tumbuhan tingkat tinggi

- kloroplas tunggal berbentuk cakram atau benang

- pirenoid menyimpan laminarin

- dinding sel bagian dalam selulosa; bagian luar gumi. Mengandung alginin dan pektin

- memiliki jaringan transportasi

- habitat air laut di daerah intertidal (pantai)

- habitat air laut di daerah intertidal (pantai) - fotoautotrof, fotosintesis pada talus yang berbentuk daun,

- fotoautotrof, fotosintesis pada talus yang berbentuk daun, cadanggan gula disimpan pada tangkai

- peranan untuk industri makanan dan farmasi

- mengalami pergiliran keturunan, reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora & fragmentasi, reproduksi seksual secara isogami dan oogami

- contoh: Sargassum vulgare, Turbinaria decurrens, Padina sp. , Macrocystis sp.

4. Jawaban : A Pembahasan:

Pembuatan kecap melibatkan beberapa proses fermentasi;

- penjamuran, yaitu penumbuhan jamur yang menghasilkan enzim proteolitik dan amilolitik. Digunakan jamur Rhyzopus oligosporus

dan amilolitik. Digunakan jamur Rhyzopus oligosporus - fermentasi asam laktat, berperan dalam pembentukan aroma

- fermentasi asam laktat, berperan dalam pembentukan aroma dan flavor spesifik. Melibatkan Aspergillus oryzae, Aspergillus wentii, dan Pediococcus sojae

- fermentasi alkohol, meningkatkan rasa dan aroma pada kecap. Dibutuhkan khamir Saccaromyces rouxii

dan aroma pada kecap. Dibutuhkan khamir Saccaromyces rouxii ANIMALIA 5. Jawaban : E Pembahasan: Cacing dari

ANIMALIA

5. Jawaban : E Pembahasan:

Cacing dari kelompok Cestoda (cacing pita), merupakan hewan yang tidak memiliki sistem pencernaan khusus karena merupakan parasit pada usus halus. Cacing pita menyerap zat-zat makanan yang terdapat pada usus haus melalui seluruh permukaan tubuhnya. Untuk memungkinkan terjadinya hal ini, permukaan luar tubuh cacing pita dilengkapi dengan tonjolan mikroskopis (seperti jonjot pada usus halus manusia) yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan makanan.

6. Jawaban : D Pembahasan:

bidang penyerapan makanan. 6. Jawaban : D Pembahasan: - Echinoidea (menyerupai duri): tubuh berbentuk bulat, tanpa
bidang penyerapan makanan. 6. Jawaban : D Pembahasan: - Echinoidea (menyerupai duri): tubuh berbentuk bulat, tanpa

- Echinoidea (menyerupai duri): tubuh berbentuk bulat, tanpa lengan, permukaan tubuh ditutupi duri yang panjang. Contoh landak laut dan bulu babi

- Asteroidea (menyerupai bintang): tubuh berbentuk seperti bintang dengan lima buah lengan yang kaku. Contoh

bintang laut

- Holothuroidea (menyerupai polip air): tubuh berbentuk lonjong tanpa lengan. Contoh timun laut atau teripang

- Crinoidea (menyerupai bunga lili): tubuh berbentuk seperti tumbuhan dengan struktur alat pelekat seperti akar, beberapa dengan bentukan tangkai yang ujung atasnya memiliki banyak lengan fleksibel. Contoh lili laut

- Ophiuroidea (menyerupai ekor ular): tubuh memiliki lima adalah bintang mengular

buah lengan yang dapat bergerak bebas. Contoh

mengular buah lengan yang dapat bergerak bebas. Contoh (Gambar morfologi -kiri ke kanan- Echinoidea, Asteroidea,

(Gambar morfologi -kiri ke kanan- Echinoidea, Asteroidea, Crinoidea, dan Ophiuroidea)

7.

Jawaban : B Pembahasan:

Hewan bertengkoran (Craniata) memiliki ciri:

- memiliki tulang belakang (= Vertebrata)

- memiliki jantung dan peredaran darah tertutup

- memiliki sistem saraf pusat dan sumsum tulang belakang

- memiliki alat ekskresi berupa ginjal

8. Jawaban : A Pembahasan: Tabel perbedaan ciri antara Amphibia dan Reptilia: Pembeda Amphibia Reptilia
8.
Jawaban : A
Pembahasan:
Tabel perbedaan ciri antara Amphibia dan Reptilia:
Pembeda
Amphibia
Reptilia
Kulit
Tertutup lendir
Tertutup sisik, cangkang atau kulit yang
keras
Alat pernapasan
Larva: insang, dewasa: paru-paru dan kulit
Paru-paru; dan kloaka pada penyu
Jantung
Tiga ruangan (2 serambi, 1 bilik)
Empat ruangan (2 serambi, 2 bilik dengan
sekat antar serambi yang belum sempurna)
Reproduksi
Ovipar telur tanpa cangkang; fertilisasi
eksternal
Ovipar telur bercangkang, beberapa
ovovivipar, fertilisasi internal
Tipe ginjal
Ophistonefros
metanefros
ANATOMI TUMBUHAN
9. Jawaban : E
Pembahasan:
Diferensiasi pada jaringan adalah suatu proses pendewasaan yang terjadi pada suatu jaringan kurang khusus
menjadi jenis jaringan yang lebih khusus. Dalam prosesnya dapat terjadi perubahan bentuk, ukuran, struktur, sifat
dan fungsi. Contoh proses diferensiasi pada tumbuhan misalkan sel-sel yang dihasilkan dari pembelahan jaringan
meristem akan mengalami diferensiasi menjadi jaringan dewasa misalkan jaringan dasar (parenkim), jaringan
penguat (kolenkim dan sklerenkim) dan jaingan pengangkut (xilem dan floem).
10. Jawaban : C
Pembahasan:
Daging buah pada mangga merupakan bagian yang disebut dengan mesokarpium. Mesokarpium terletak di antara
epikarpium (luar) dan endokarpium (dalam). Mesokarpium pada mangga tersusun atas jaringan parenkim yang
banyak menyimpan zat gula, sementara pada epikarpium terdapat epidermis dan pada endokarpium terdapat
jaringan penguat yang menyebabkannya memiliki struktur yang lebih keras.

11.

Jawaban : C Pembahasan:

Kambium vaskular melakukan pertumbuhan sekunder, memiliki aktivitas membelah ke arah dalam dan luar. Pembelahan ke arah luar akan menghasilkan floem sekunder sedangkan ke arah dalam akan menghasilkan xilem sekunder. Pembentukan jaringan pengangkut sekunder oleh kambium vaskular akan menyebabkan pertambahan diameter batang tumbuhan.

akan menyebabkan pertambahan diameter batang tumbuhan. (Gambar pertumbuhan sekunder oleh kambium vaskuler) 12.
(Gambar pertumbuhan sekunder oleh kambium vaskuler)
(Gambar pertumbuhan sekunder oleh kambium vaskuler)
(Gambar pertumbuhan sekunder oleh kambium vaskuler) 12. Jawaban : B Pembahasan: Jaringan penyimpan udara

12. Jawaban : B Pembahasan:

Jaringan penyimpan udara (aerenkim) pada tumbuhan eceng gondok merupakan modifikasi dari parenkim korteks.

eceng gondok merupakan modifikasi dari parenkim korteks. (Gambar anatomi tangkai eceng gondok) 13. Jawaban : C
eceng gondok merupakan modifikasi dari parenkim korteks. (Gambar anatomi tangkai eceng gondok) 13. Jawaban : C
eceng gondok merupakan modifikasi dari parenkim korteks. (Gambar anatomi tangkai eceng gondok) 13. Jawaban : C

(Gambar anatomi tangkai eceng gondok)

13. Jawaban : C Pembahasan:

Daun baru berasal dari perkembangan primordial daun yang dibentuk pada meristem ujung batang. Setiap primordial daun terbentuk pada bagian panggul meristem apikal. Ketika primordial daun baru terbentuk, primordial daun sebelumnya (yang lebih tua) telah melebar secara progresif sebagai akibat aktivitas meristem di dalam daun itu sendiri. Berkas pengangkut pada daun merupakan kelanjutan dari pembuluh angkut yang terdapat pada batang. Berkas pengangkut batang membelok ke arah luar, sehingga xilem yang ada di posisi sebelah dalam batang menjadi di posisi atas daun, sedangkan floem yang ada di posisi sebelah luar batang akan berada di posisi bawah daun.

(Gambar pembentukan daun) METABOLISME 14. Jawaban : C Pembahasan: Enzim berperan sebagai biokatalisator, yaitu mempecepat
(Gambar pembentukan daun)
(Gambar pembentukan daun)
(Gambar pembentukan daun) METABOLISME 14. Jawaban : C Pembahasan: Enzim berperan sebagai biokatalisator, yaitu mempecepat

METABOLISME

14. Jawaban : C Pembahasan:

Enzim berperan sebagai biokatalisator, yaitu mempecepat reaksi namun tidak ikut bereaksi. Enzim dapat mempercepat reaksi kimia dengan cara mengurangi energi aktivasi. Enzim mengurangi energi aktivasi dengan berbagai cara, misalkan dengan mengubah bentuk substrat menjadi bentuk transisi, menyediakan lintasan reaksi alternatif, ataupun dengan mengubah entropi reaksi.

reaksi alternatif, ataupun dengan mengubah entropi reaksi. (Gambar perbedaan laju reaksi dengan dan tanpa enzim) 54

(Gambar perbedaan laju reaksi dengan dan tanpa enzim)

15. Jawaban : E Pembahasan:

Selain menghasilkan ATP, dalam glikolisis juga terdapat tahapan yang membutuhkan ATP. Dua ATP dibutuhkan pada fase awal yaitu pada proses pengubahan glukosa menjadi glukosa 6-fosfat serta pengubahan fruktosa 6- fosfat menjadi fruktosa 1,6-bifosfat. Pada proses tersebut terjadi penangkapan energi dari ATP. Dalam reaksi kimia, proses penangkapan energi disebut dengan reaksi endergonik.

proses penangkapan energi disebut dengan reaksi endergonik. (Gambar perbedaan antara reaksi eksergonik dan endergonik)
proses penangkapan energi disebut dengan reaksi endergonik. (Gambar perbedaan antara reaksi eksergonik dan endergonik)

(Gambar perbedaan antara reaksi eksergonik dan endergonik)

(Gambar perbedaan antara reaksi eksergonik dan endergonik) 16. Jawaban : E Pembahasan: Tahapan transpor elektron pada

16. Jawaban : E Pembahasan:

Tahapan transpor elektron pada respirasi aerob diawali dengan dilepaskannya elektron berenergi tinggi yang dibawa oleh NADH ataupun FADH. Aliran elektron sepanjang sistem transpor elektron akan memicu pembentukan ATP. Aliran elektron akan berakhir dengan ditangkapnya elektron oleh oksigen membentuk H 2 O.

ditangkapnya elektron oleh oksigen membentuk H 2 O. (Gambar proses aliran elektron pada proses transpor

(Gambar proses aliran elektron pada proses transpor elektron)

17. Jawaban : C Pembahasan:

Respirasi aerob secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:

aerob secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut: (1) Glikolisis: pengubahan glukosa menghasilkan piruvat dan
aerob secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut: (1) Glikolisis: pengubahan glukosa menghasilkan piruvat dan

(1) Glikolisis: pengubahan glukosa menghasilkan piruvat dan 2 ATP, terjadi di sitoplasma (2) Dekarboksilasi oksidatif: pengubahan piruvat menjadi asetil-koA, terjadi di matriks mitokondria (3) Siklus krebs: asetil-koA memasuki siklus asam sitrat menghasilkan 2 ATP, terjadi di matriks mitokondria (4) Transpor elektron: pembentukan ATP dengan memanfaatkan aliran elektron di membran kristae mitokondria

memanfaatkan aliran elektron di membran kristae mitokondria 18. Jawaban : C Pembahasan: Hubungan antara reaksi terang

18. Jawaban : C Pembahasan:

Hubungan antara reaksi terang dan gelap digambarkan sbb:

Hubungan antara reaksi terang dan gelap digambarkan sbb: Reaksi terang di tilakoid berfungsi mengubah energi cahaya

Reaksi terang di tilakoid berfungsi mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH, proses ini membutuhkan air (H 2 O) menghasilkan oksigen (O 2 ). Reaksi gelap yang terjadi di stroma adalah reaksi penyusunan gula (karbohidrat) dari karbondioksida (CO 2 ). Proses ini membutuhkan energi (berupa ATP dan NADPH) yang didapatkan dari reaksi terang.

19. Jawaban : B Pembahasan:

Aliran elektron pada fotofosforilssi nonsiklik reaksi terang ditunjukkan pada gambar berikut:

nonsiklik reaksi terang ditunjukkan pada gambar berikut: (1) eksitasi elektron oleh cahaya pada Fotosistem II
nonsiklik reaksi terang ditunjukkan pada gambar berikut: (1) eksitasi elektron oleh cahaya pada Fotosistem II

(1) eksitasi elektron oleh cahaya pada Fotosistem II menyebabkan P680 kehilangan elektron yang kemudian akan digantikan oleh elektron dari fotolisis air sehingga menjadi stabil kembali. Tahap fotolisis air akan menghasilkan molekul oksigen. Elektron yang tereksitasi dari Fotosistem II akan mengalir menuju:

Tahap fotolisis air akan menghasilkan molekul oksigen. Elektron yang tereksitasi dari Fotosistem II akan mengalir menuju:

plastoquinon kompleks sitokrom plastosianin lalu menuju Fotosistem I. Aliran elektron melewati kompleks sitokrom akan memicu pembentukan ATP secara kemiosmosis. (2) eksitasi elektron pada Fotosistem I menyebabkan P700 kehilangan elektron dan akan digantikan oleh elektron yang berasal dari Fotosistem II (tahap nomor 1). Elektron yang tereksitassi dari Fotosistem I akan dibawa oleh feredoksin. (3) elektron dari Fotosistem I yang dibawa oleh feredoksin akan digunakan untuk mereduksi NADP + menjadi NADPH.

20. Jawaban : E Pembahasan:

Fotosintesis merupakan proses penyusunan gula dari CO 2 dengan menggunakan sumber energi dari cahaya. Cahaya dibutuhkan dalam tahap awal fotosintesis yang disebut reaksi terang, yaitu sebagai pengeksitasi elektron. Tahapan ini akan menghasilkan energi berupa ATP dan NADPH yang selanjutnya digunakan untuk mengubah CO 2 menjadi gula pada tahap selanjutnya yang disebut reaksi gelap. Spektrum cahaya yang dibutuhkan oleh fotosintesis adalah cahaya tampak (visible light). Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa cahaya yang paling banyak diserap oleh tumbuhan adalah warna merah dan nila.Sedangkan, warna hijau dipatulkan kembali atau diteruskan (tidak diserap). Hal inilah yang menyebabkan daun tumbuhan tampak berwarna hijau.

inilah yang menyebabkan daun tumbuhan tampak berwarna hijau. (Gambar penyerapan dan pemantulan cahaya pada kloroplas)
inilah yang menyebabkan daun tumbuhan tampak berwarna hijau. (Gambar penyerapan dan pemantulan cahaya pada kloroplas)
inilah yang menyebabkan daun tumbuhan tampak berwarna hijau. (Gambar penyerapan dan pemantulan cahaya pada kloroplas)

(Gambar penyerapan dan pemantulan cahaya pada kloroplas)

21. Jawaban : E Pembahasan:

Berbeda dengan tumbuhan C3, tumbuhan C4 melakukan pengikatan CO 2 tidak langsung pada reaksi Calvin, melainkan ada siklus awal pengikatan CO 2 yang terjadi pada mesofil, sebelum kemudian dibawa menuju seludang pembuluh angkut. Pengikatan CO 2 pada tumbuhan C4 disajikan pada gambar berikut:

CO 2 pada tumbuhan C4 disajikan pada gambar berikut: Pada siklus awal pengikatan CO 2 ,
CO 2 pada tumbuhan C4 disajikan pada gambar berikut: Pada siklus awal pengikatan CO 2 ,
CO 2 pada tumbuhan C4 disajikan pada gambar berikut: Pada siklus awal pengikatan CO 2 ,

Pada siklus awal pengikatan CO 2 , fosfoenolpiruvat (PEP) mengikat CO 2 memebentuk asam oksaloasetat. Asam oksaloasetat diubah menjadi asam malat, kemudian dipindahkan menuju sel seludang berkas pengangkut. Di dalam sel seludang malat akan dipecah menjadi CO 2 dan piruvat. CO 2 akan digunakan untuk siklus Calvin sedangkan piruvat akan dibawa kembali ke sel mesofil untuk diubah menjadi PEP kembali.

EVOLUSI

22. Jawaban : E Pembahasan:

Darwin berpendapat bahwa setiap individu harus berjuang untuk mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan demi kelangsungan hidupnya (strugle for life). Sedangkan unsur-unsur tersebut harus diperoleh melalui suatu persaingan. Uraian tentang evolusi yang berpijak pada teori Darwin tidak lepas dari kenyataan-kenyataan berikut:

(1) adanya variasi antar individu dalam satu keturunan. (2) adanya kecenderungan bertambah besarnya populasi. (3) adanya perjuangan spesies untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. (4) adanya kenyataan bahwa individu yang berbeda akan melahirkan keturunan yang berbeda, dan hanya

dapat

individu-individu yang mempunyai sifat-sifat yang sesuai dengan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa perubahan lingkungan makhluk hidup dengan cara menyeleksi sifat-sifat yang sesuai dengan

akan mengarahkan perubahan pada lingkungan. Sehingga perubahan

lingkungan yang senantiasa terjadi akan menghasilkan perubahan pada populasi.

terjadi akan menghasilkan perubahan pada populasi. lingkungannya saja yang 23. Jawaban : A Pembahasan: Evolusi
terjadi akan menghasilkan perubahan pada populasi. lingkungannya saja yang 23. Jawaban : A Pembahasan: Evolusi

lingkungannya

saja

yang

23. Jawaban : A Pembahasan:

Evolusi konvergen adalah perbahan makhluk hidup yang bersifat mengumpul, maksudnya adalah dua kelompok mahluk hidup mengalami perubahan sifat yang mengarah pada sifat yang sama karena teradaptasi terhadap lingkungan yang sama. Sebagai contoh, lumba-lumba yang merupakan anggota kelompok Mammalia memiliki bentuk morfologi yang menyerupai hiu yang merupakan anggota kelompok Pisces. Adanya peristiwa evolusi konvergen menyebabkan spesies yang berkerabat jauh tampak berkerabat dekat. Evolusi konvergen menimbulkan

adanya analogi organ, yaitu organ dengan asal-usul struktur berbeda namun memiliki fungsi yang sama. Sementara, perubahan makhluk hidup yang bersifat menyebar dari satu kelompok kemudian mengalami perubahan sifat yang mengarah pada sifat yang berbeda karena teradaptasi terhadap lingkungan yang berbeda, disebut evolusi divergen. Evolusi divergen memunculkan adanya homologi organ.

Evolusi divergen memunculkan adanya homologi organ. (Gambar macam evolusi) 24. Jawaban : C Pembahasan:

(Gambar macam evolusi)

24. Jawaban : C Pembahasan: Homologi organ adalah organ yang memiliki kesamaan struktur (asal usul
24. Jawaban : C
Pembahasan:
Homologi organ adalah organ yang memiliki kesamaan struktur (asal usul perkembangan) namun berkembang
menjadi organ dengan fungsi yang berbeda dikarenakan teradaptasi terhadap lingkungan yang berbeda. Homologi
organ merupakan hasil dari adanya evolusi yang bersifat divergensi. Contoh homologi organ adalah tungkai (alat
gerak) depan pada Vertebrata.
(Gambar homologi organ pada Vertebrata)
25. Jawaban : B

Pembahasan:

Teori yang dikemukakan Lamarck tentang evolusi disebut teori “use and disuse”, yang menyatakan bahwa:

(1) semua organisme mempunyai kemampuan menjadi organisme yang lebih kompleks (2) organisme dapat berubah sebagai respon terhadap lingkungan (3) organ tubuh makhluk hidup yang sering digunakan akan berkembang terus, sedangkan organ yang tidak sering digunakan akan menglami penyusutan dan bahkan mereduksi. Lamarck menyebutkan bahwa perubahan sifat yang disebabkan oleh lingkungan tersebut akan diwariskan dari generasi ke generasi yang berikutnya sehingga terjadilah evolusi.

BIOTEKNOLOGI

26. Jawaban : A Pembahasan:

Kultur jaringan adalah metode perbanyakan vegetatif tumbuhan secara in vitro. Pada metode kultur jaringan digunakan sedikit bagian tumbuhan untuk menghasilkan banyak anakan identik dalam waktu yang singkat dengan memanfaatkan sifat totipotensi tumbuuhan. Langkah kultur jaringan tanaman adalah:

(1) Pemilihan tanaman induk sebagai sumber eksplan. Tumbuhan yang digunakan sebagai sumber eksplan dipilih yang memiliki sifat unggul, serta bebaas penyakit dan hama. Bagian tumbuhan yang diambil sebagai eksplan adalah yang memiliki tingkat pertumbuhan tinggi misalkan bagian meristem ujung batang. (2) Inisiasi kultur. Eksplan yang diperoleh selanjutnya diinisiasi dengan perlakuan hormon dan nutrien khusus pada medium pertumbuhan, sehingga eksplan akan membelah menghasilkan kumpulan sel yang belum terdiferensiasi yang disebut sebagai kalus. (3) Pertumbuhan kalus. Kalus yang dihasilkan dari pertumbuhan eksplan umumnya dipotong menjadi banyak bagian sebelum dipindahkan pada medium baru agar mendapatkan banyak kultur baru. Dengan perlakuan hormon yang berbeda kalus akan tumbuh menjadi tumbuhan utuh yang disebut sebagai plantlet. (4) Aklimatisasi. Plantlet yang dihasilkan dari pertumbuhan kalus dipindahkan dari medium pertumbuhan ke tanah untuk mengadaptasikan plantlet agar dapat bertahan hidup ketika ditanam di luar laboratorium.

dapat bertahan hidup ketika ditanam di luar laboratorium. (Gambar teknik perbanyakan tumbuhan dengan kultur jaringan)
(Gambar teknik perbanyakan tumbuhan dengan kultur jaringan)
(Gambar teknik perbanyakan tumbuhan dengan kultur jaringan)

27. Jawaban : C Pembahasan:

Prosedur yang paling menonjol dalam tehnik hibridoma adalah fusi sel. Proses fusi sel yaitu menggabungkan kandungan dua sel yang berbeda dan akan membentuk sel bastar tunggal. Sel bastar sering mengekspresikan sifat-sifat pembawaan tertentu dari kedua sel induknya. Fusi sel terjadi dengan perantaraan senyawa kimia seperti glikolpolietilen atau dimetisulfoksida dan dilakukan dengan menggunakan fusi listrik. Teknologi hibridoma pada tumbuhan dapat dilakukan untuk meningkatkan produk pada bindang pertanian. Tindakan yang paling umum

tanaman hibrid hasil fusi dua sel

dilakukan adalah memfusikan dua sel tumbuhan yang berkerabat. Contoh

adalah memfusikan dua sel tumbuhan yang berkerabat. Contoh tumbuhan yang dekat kekerabatannya adalah pomato (potato dan
adalah memfusikan dua sel tumbuhan yang berkerabat. Contoh tumbuhan yang dekat kekerabatannya adalah pomato (potato dan

tumbuhan yang dekat kekerabatannya adalah pomato (potato dan tomato). Pomato memiliki kelebihan yaitu menghasilkan umbi kentang di bagian bawah dan menghasilkan buah tomat di bagian atas.

di bagian bawah dan menghasilkan buah tomat di bagian atas. (Gambar tumbuhan pomato) 60 PEMBAHASAN PROBLEM

(Gambar tumbuhan pomato)

28. Jawaban : A Pembahasan:

Penggunaan E. coli dalam berbagai teknik rekayasa genetika sering dilakukan karena alasan-alasan berikut:

(1) memiliki plasmid (DNA sirkuler) yang memiliki sifat dapat digunakan sebagai pembawa gen asing (lihat pembahasan nomor 29) (2) memiliki genom yang sedikit. Bakteri ini hanya memiliki sekitar 4.400 gen dan semuanya telah dikenali (3) mudah didapat, mudah dibiakkan dan tidak bersifat patogen (4) memiliki siklus hidup yang cepat

tidak bersifat patogen (4) memiliki siklus hidup yang cepat 29. Jawaban : A Pembahasan: Pembuatan hormon

29. Jawaban : A Pembahasan:

Pembuatan hormon insulin secara bioteknologi dapat dilakukan dengan metode penyisipan gen (teknologi plasmid). Pada prinsipnya, teknik ini bertujuan untuk menyisipkan gen insulin dari DNA manusia ke dalam sel bakteri, sehingga akan diperoleh bakteri transgenik yang mampu memproduksi hormon insulin seperti halnya manusia. Proses penyisipan gen untuk menghasilkan bakteri yang mampu menghasilkan insulin adalah:

(1) pemotongan gen insulin dari DNA manusia, menggunakan enzim endonuklease restriksi. (2) plasmid dari bakteri diambil untuk digunakan sebagai pembawa gen (vektor) (3) gen insulin dari manusia disisipkan ke dalam plasmid, digabungkan menggunakan enzim ligase. Plasmid selanjutnya dimasukkan kembali ke dalam sel bakteri (4) diperoleh bakteri rekombinan yang telah mengandung gen insulin dari manusia. Bakteri dikultur sehingga diperoleh koloni bakteri yang semuanya mengandung gen dan mampu memproduksi insulin

yang semuanya mengandung gen dan mampu memproduksi insulin (Gambar teknik penyisipan gen insulin pada bakteri) 30.
yang semuanya mengandung gen dan mampu memproduksi insulin (Gambar teknik penyisipan gen insulin pada bakteri) 30.
yang semuanya mengandung gen dan mampu memproduksi insulin (Gambar teknik penyisipan gen insulin pada bakteri) 30.
yang semuanya mengandung gen dan mampu memproduksi insulin (Gambar teknik penyisipan gen insulin pada bakteri) 30.

(Gambar teknik penyisipan gen insulin pada bakteri)

30. Jawaban : D Pembahasan:

Enzim endonuklease restriksi dalam rekayasa genetika digunakan untuk memotong molekul DNA. Contoh hasil pemotongan utas DNA menggunakan enzim restriksi seperti pada gambar berikut:

Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa situs pemotongan enzim restriksi dapat terjadi antar nukleotida, yakni
Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa situs pemotongan enzim restriksi dapat terjadi antar nukleotida, yakni

Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa situs pemotongan enzim restriksi dapat terjadi antar nukleotida, yakni pada ikatan fosfodiester yang juga merupakan ikatan jenis kovalen. Sedangkan pemisahan basa nitrogen yang berpasangan (pada pemotongan ujung lancip) merupakan konsekuensi dari putusnya ikatan fosfodiester karena ikatan antarbasa tersebut adalah ikatan hidrogen yang lemah.

ikatan antarbasa tersebut adalah ikatan hidrogen yang lemah. 62 PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, BIOLOGI, PROGRAM
ikatan antarbasa tersebut adalah ikatan hidrogen yang lemah. 62 PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, BIOLOGI, PROGRAM
ikatan antarbasa tersebut adalah ikatan hidrogen yang lemah. 62 PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, BIOLOGI, PROGRAM
ikatan antarbasa tersebut adalah ikatan hidrogen yang lemah. 62 PEMBAHASAN PROBLEM SET 7, BIOLOGI, PROGRAM