Anda di halaman 1dari 5

Buletin Sariputra, Juni 2015 Vol. 5 (2)

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TINOOR

RELATIONSHIP OF SUPPORT FAMILY WITH DIETARY COMPLIANCE TO HYPERTENSION PATIENT AT WORK REGION OF COMMUNITY HEALTH CENTER IN TINOOR.

Herdi Yohanis Komaling, Oktava Girsang, Tinneke Tololiu

Mahasiswa Fakultas Keperawatan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon

ABSTRAK Latar belakang Hipertensi merupakan masalah yang besar, serius dan cenderung meningkat

dimasa yang akan datang karena tingkat keganasannya yang tinggi berupa kecacatan permanen dan kematian. Sampai saat ini banyak ditemukan penderita hipertensi yang tidak patuh dalam pelaksanaan diet, Kurangnya dukungan dari keluarga dapat mempengaruhi perilaku pasien dalam menjalankan diet hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas tinoor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 51 responden hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Tinoor. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman rho dan analisa data dilakukan dengan menggunakan komputer. Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien hipertensi atau Ha diterima yang mana diperoleh nilai p=0,000 yang artinya kurang dari nilai α =0,05 dengan nilai koefisien korelasi 0,906 dalam arti adanya tingkat hubungan yang kuat. Kesimpulannya terdapat

hubungan

pada pasien

hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tinoor. Saran kepada instansi terkait yaitu adanya perhatian khusus dari pihak puskesmas dalam hal ini perawat untuk dapat memberikan informasi kepada pihak keluarga pasien dalam memberikan perawatan serta dukungan kepada pasien hipertensi.

Kata kunci : Dukungan keluarga, kepatuhan diet, hipertensi

yang bermakna

antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet

ABSTRACK Background. Hypertension is a major problem, a serious and likely to increase in the future due to the high level of ferocity in the form of permanent disability and death. Until recently discovered many hypertensive patients who do not abide in the implementation of the diet, lack of support from

family can affect the behavior of patients in the diet of hypertension. The purpose of this study was

to determine the relationship of family support with dietary compliance in hypertensive patients at

work region of community health centers in Tinoor. The method used in this study is descriptive correlational cross sectional approach with a sample of 51 respondents hypertension at work

region of Community Health Center in Tinoor. The statistical test used was Spearman rho test and data analysis is done by using a computer. The results of statistical analysis showed that a significant relationship between family support with dietary compliance in hypertensive patients or Ha accepted which obtained the value p = 0.000, which means less than the value of α = 0.05 with

a correlation coefficient 0.906 in the sense of the presence of high levels of relationship . The

conclusion there is a relationship between family support with dietary compliance at Puskesmas Tinoor. Advice to the relevant agencies, namely the existence of special attention from the clinic in this case the nurse to be able to provide information to the patient's family in providing care and support to patients with hypertension.

Keywords: Family support, dietary compliance, hypertension

PENDAHULUAN

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang menetap di atas batas normal yaitu kurang dari atau 120 mmHg tekanan sistolik

dan kurang dari atau 80 mmHg tekanan diastolik. Seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan darahnya lebih dari

80

140/90 mmHg. Hipertensi merupakan gangguan pembuluh darah jantung (kardiovaskuler) paling umum yang merupakan tantangan kesehatan utama masyarakat yang sedang mengalami perubahan sosio ekonomi dan epidemiologi, hipertensi merupakan salah satu faktor utama resiko kematian karena gangguan kardiovaskular yang mengakibatkan kematian 20-50% dari seluruh kematian (WHO,

2011).

Hipertensi merupakan masalah yang besar, serius dan cenderung meningkat dimasa yang akan datang karena tingkat keganasannya yang tinggi berupa kecacatan permanen dan kematian. Kehadiran hipertensi pada kelompok dewasa mudah akan sangat membebani perekonomian keluarga, karena biaya pengobatan yang mahal dan membutuhkan waktu yang panjang bahkan sampai seumur hidup. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di negara berkembang dan negara maju. Perubahan gaya hidup modern, seperti merokok, minuman alkohol, makan makanan yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik dapat memicu meningkatnya angka kejadian penyakit hipertensi.(Martha, 2012). Di seluruh dunia, hampir 1 miliar orang atau sekitar seperempat dari seluruh populasi orang dewasa menyandang hipertensi. Di Inggris (United Kingdom), penyakit ini diperkirakan mengenai lebih dari 16 juta orang. Di Inggris (England), 34% pria dan 30% wanita menyandang hipertensi. Pada populasi usia lanjut, angka penyandang hipertensi lebih banyak lagi yaitu dialami oleh lebih dari separuh populasi orang yang berusia di atas 60 tahun. Hipertensi membunuh hampir 7 juta orang setiap tahun di seluruh dunia dan hampir 1,5 juta orang setiap tahun di Asia Tenggara , karena sekitar sepertiga dari populasi orang dewasa di daerah Asia Tenggara memiliki tekanan darah tinggi (WHO,2011). Di Indonesia sampai dengan Februari 2014, secara kumulatif jumlah kasus Hipertensi 32 juta kasus, Depkes mengemukakan bahwa hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni dengan PMR (Proportional

Buletin Sariputra, Juni 2015 Vol. 5 (2)

Mortality Rate) mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia (DepKes 2014). Berdasarkan data yang diperoleh dari wilayah kerja puskesmas Tinoor pada 3 bulan terakhir terdapat 510 pasien dari 698 kunjungan yang diagnosis hipertensi dari 2.260 kartu berobat pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tinoor dan kasus hipertensi selalu berada diposisi pertama. Dukungan sosial keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya. Anggota keluarga dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam lingkungan keluarga. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan. Dukungan instrumental Keluarga merupakan sebuah sumber pertolongan praktis dan konkrit, diantaranya: kesehatan penderita dalam hal kebutuhan makan dan minum, istirahat, terhindarnya penderita dari kelelahan (Friedman, 2000). Terkait dengan pengobatan hipertensi, dapat diobati dengan 2 cara yaitu dengan cara medis yaitu mendapatkan pengobatan dan yang kedua dengan cara mengubah gaya hidup yaitu melakukan diet pada asupan makanan. Dan solusi yang digunakan adalah nonfarmakologi yaitu pemberian diit, kelebihannya pasien akan menjadi lebih sehat dan tekanan darah bisa menjadi stabil namun ada kekurangannya yaitu pasien akan menjadi stress karena keinginannya untuk makan sesuka hati sudah di batasi. Cara yang paling baik dalam menghindari komplikasi hipertensi adalah dengan mengatur diet / pola makan seperti rendah garam, rendah kolesterol dan lemak jenuh, meningkatkan komsumsi buah dan sayuran, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok. Permasalahan saat ini masih ditemukan pasien hipertensi yang tidak patuh terhadap dietnya (Smletser 2005). Berdasarkan data dan masalah tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas Tinoor Tahun 2015.

METODE

Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Tinoor yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik

pengambilan sampel incidental sampling. Dan sampel yang diperoleh yaitu 51 responden hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Tinoor. Pengambilan data yaitu menggunakan satuan hitung dalam bentuk kuesioner dukungan kelurga dengan jumlah 10 soal dan kesioner

81

Buletin Sariputra, Juni 2015 Vol. 5 (2)

kepatuhan diet dengan jumlah 10 soal. Analisa data yaitu menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat kemaknaan 0,05 dan

Pengolahan

menggunakan computer.

analisa

HASIL PENELITIAN

Karakteristik demografi responden

dilakukan

dengan

Tabel 1 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

di wilayah kerja Puskesmas Tinoor

Jenis Kelamin

JUMLAH

PROSENTASE %

LAKI-LAKI

18

35

PEREMPUAN

33

65

Total

51

100

Dari gambar diagram diatas dapat dilihat bahwa karakteristik berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa yang paling banyak

adalah perempuan yaitu 33 orang (65%) dan laki-laki 18 orang (35%).

Tabel 2 Karakteristik responden berdasarkan umur Di Puskesmas wilayah kerja Tinoor

 

UMUR

JUMLAH

PROSENTASE %

20

40 TAHUN

5

10

41

60 TAHUN

17

33

>60 TAHUN

29

57

 

TOTAL

51

100

Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa karakteristik responden berdasarkan umur menunjukkan bahwa yang paling banyak adalah umur >60 tahun yaitu 29 orang (57%),

sedangkan umur 41- 60 tahun yaitu 17 orang

(33%) dan umur 20-40 tahun

yaitu 5 orang

(10%)

Table 3 Karakteristik responden berdasarkan dukungan keluarga

di wilayah kerja PuskesmasTinoor

DUKUNGAN

JUMLAH

PROSENTASE %

KELUARGA

BAIK

28

55

CUKUP

23

45

TOTAL

51

100

Dari gambar diagram diatas dapat dilihat bahwa karakteristik responden berdasarkan dukungan keluarga menunjukkan bahwa yang paling banyak adalah baik yaitu sebanyak 28

orang (55%), sedangkan cukup berada di posisi 2 yaitu 23 orang (45%), sedangkan yang kurang tidak ditemukan dalam penelitian ini.

Tabel 4 Karakteristik responden berdasarkan kepatuhan diet

di wilayah kerja Puskesmas Tinoor

KEPATUHAN DIET

JUMLAH

%

PATUH

28

55

KURANG PATUH

23

45

TOTAL

51

100

82

Dari gambar diagram diatas dapat dilihat bahwa karakteristik responden berdasarkan kepatuhan diet menunjukkan bahwa yang paling banyak adalah patuh yaitu sebanyak 28 orang (55%),

Buletin Sariputra, Juni 2015 Vol. 5 (2)

sedangkan kurang patuh berada di posisi 2 yaitu 23 orang (45%), sedangkan yang tidak patuh tidak ditemukan dalam penelitian ini.

Analisa Bivariat Tabel 5 distribusi hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tinoor

Kepatuhan Diet

Total

Dukungan

Kurang

 

Keluarga

Patuh

Patuh

Tidak Patuh

N

%

N

%

N

%

N

%

Baik

28

54.91

0

0

0

0

28

54.91

Cukup

0

0

23

45.09

0

0

23

45.09

Kurang

0

0

0

0

0

0

0

0

Total

28

54.91

23

45.09

0

0

51

100

Koefisien Korelasi Spearman Rho (r) =0.906 Sigifikansi (p)= 0.000

Berdasarkan hasil tabulasi silang diatas terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tinoor menunjukkan yang paling besar prosentasenya adalah dukungan keluarga baik dengan kepatuhan patuh yaitu 28 responden atau 54,91%. Dari hasil analisa hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji statistic correlations spearman rho menunjukkan signifikansi dari hubungan kedua

variabel tersebut adalah (p) = 0.000 < α=0.05, Koefisien korelasi (r hitung) = 0.906 > r table 0.291 menunjukkan tingkat hubungan yang kuat antara variabel bebas dan terikat. Sedangkan nilai signifikansi menunjukkan nilai tersebut p = 0.000 < α =0.05 dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak atau terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesms Tinoor.

PEMBAHASAN

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet pada pasien Hipertensi

Berdasarkan hasil uji statistic diatas terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tinoor menunjukkan yang paling besar prosentasenya adalah dukungan keluarga baik dengan kepatuhan patuh yaitu 28 responden atau 54,91%, sedangkan 23 responden atau 45,09% berada pada dukungan keluarga cukup dengan kepatuhan kurang patuh. Dari hasil analisa hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji statistic correlations spearman rho menunjukkan signifikansi dari hubungan kedua variabel tersebut adalah (p)= 0.000 < α=0.05, Koefisien korelasi (r hitung) = 0.906 > (r table) = 0.291 menunjukkan tingkat hubungan yang kuat antara variabel bebas dan terikat. Sedangkan nilai signifikansi menunjukkan nilai tersebut p= 0.000 < 0.05 dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak atau terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet

pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tinoor. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Arasti (2014) yang menyimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet hipertensi pada lanjut usia di desa Begajah Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo. Peneliti mengasumsikan bahwa pasien dengan dukungan keluarga yang baik mempunyai kecenderungan yang lebih besar untuk melakukan diet dibandingkan dengan pasien yang dukungan keluarga kurang. Asumsi peneliti ini didukung oleh analisis bivariate pada table 5 yang menunjukkan pasien hipertensi sebagian besar memiliki dukungan keluarga yang baik yaitu 28 orang (54.91%). Hal ini didukung oleh (Friedman 1998) Keluarga dipandang sebagai suatu sistem, jika terjadi gangguan pada satu anggota keluarga dapat mempengaruhi seluruh sistem. Sebaliknya disfungsi keluarga dapat pula

83

Buletin Sariputra, Juni 2015 Vol. 5 (2)

menjadi sala satu penyebab terjadinya gangguan pada anggota keluarga. Friedman juga menjelaskan keluarga juga merupakan sebuah sumber pertolongan praktis dan konkrit, diantaranya keteraturan menjalani terapi. Termasuk dalam hal kebutuhan makan dan minum. Jika keluarga mendukung secara penuh penderita hipertensi akan patuh pada dietnya. Dukungan keluarga sangatlah penting karena keluarga merupakan bagian dari penderita yang paling dekat dan tidak dapat dipisahkan. Penderita akan merasa senang dan tentram apabila mendapat perhatian dan dukungan dari keluarganya, karena dengan dukungan tersebut akan menimbulkan kepercayaan dirinya untuk menghadapi atau mengelolah penyakitnya dengan lebih baik,

serta penderita mau menuruti saran-saran yang diberikan oleh keluarga untuk penunjang pengelolahan penyakitnya (Friedman 2000). Menurut Friedman dukungan keluarga merupakan suatu bentuk perhatian, dorongan yang didapatkan oleh individu dari orang lain. Termasuk didalamnya mencakup bantuan langsung, seperti dalam bentuk uang, peralatan, waktu, modifikasi lingkungan maupun menolong pekerjaan. Dukungan yang di berikan oleh keluarga terkait dengan fungsi keluarga secara afektif, ekonomi dan fungsi perawatan kesehatan. Fungsi perawatan dan pemeliharan kesehatan adalah fungsi dalam mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktifitas yang tinggi (Friedman,1998).

SIMPULAN

1. Dukungan keluarga yang diberikan kepada pasien hipertensi berada lebih banyak pada status dukungan keluarga yang baik.

2. Kepatuhan diet pasien hipertensi berada lebih banyak pada status kepatuhan diet yang patuh.

3. Adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di wilayah kerja

Puskesmas Tinoor.

SARAN

1. Institusi Pelayanan Kesehatan

Adanya perhatian khusus dari pihak puskesmas dalam hal ini perawat untuk dapat memberikan informasi kepada pihak keluarga pasien dalam memberikan perawatan serta dukungan kepada pasien hipertensi.

2.

Responden hipertensi diharapkan mau dan berusaha untuk melakukan diet hipertensi secara teratur, berusaha menghindari makanan

Responden

yang dapat memicu peningkatan tekanan darah.

3. Keluarga

Bagi keluarga pasien untuk selalu memberikan dukungan kepada pasien agar

lebih patuh lagi terhadap diet hipertensi.

4.

Penelitian ini masih dapat ditindak lanjuti dengan menambah variabel lain yang berhubungan dengan kepatuhan diet.

Peneliti lain

DAFTAR PUSTAKA

Adib, M (2009). cara mudah memahami dan menghindari hipertensi, jantung dan stroke. Dianloka pustaka, Yokyakarta.

Angraini, S. S. (2011). Kepatuhan Lansia Penderita Hipertensi dalam Pemenuhan diet Hipertensi. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian - Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta , Jakarta.

Dewi. S & Familia. D, (2010). HIDUP BAHAGIA dengan HIPERTENSI. A Plus: Jogjakarta.

Ina

Jakarta.

Debora

RL,

Yoakin

Asy.

EGC,

Kuncoro, (2002). http://digilib.unimus.ac. Id /

files/disk1/106/jtptunimus-gdl-mabdw

afakg-5295-3-babii.pdf.

Martha, Karnia. (2012). Panduan Cerdas Mengatasi Hipertensi Hal. 39. :Araska, Jogyakarta.

Notoatmodjo S (2007). Kesehatan Masyarakat. Ilmu dan Seni. Rineka Cipta. Jakarta.

WHO, (2011). http://repository.usu.ac. Id /

bitstream/123456789/34542/4/Chapter%

Friedman,M. M. (1998). Keperawatan keluarga:

20II.pdf diakses

14 November 2014 jam

teori dan praktek. Jakarta: EGC. Friedmann, M.M., 2000, Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek. Edisi 3. Alih bahasa :

15:30

84