Anda di halaman 1dari 5

KASUS 1

Luna, Lina dan Lundi mendirikan usaha restoran cepat saji ”Ramenkoe”. Luna menyerahkan
uang sebesar 100juta dan Lina sebesar 200jt sebagai modal awal perusahaan. Adapun Lundi,
yang pernah menempuh studi di Jepang dan memiliki hobi memasak, akan menjalankan usaha
tersebut termasuk menyusun menu dan segala sesuatu untuk memperlancar usaha. Belum genap
1 tahun perusahaan berdiri, Lundi yang lebih sering berada di restoran berfikir untuk lebih
mengembangkan usaha restoran ini dan memutuskan membuka cabangnya di daerah selatan
Jakarta. Untuk maksud tersebut, Lundi melakukan perjanjian pengadaan barang dengan Jonny.
Namun, karena satu dan lain hal, rencana pembukaan cabang tidak dilanjutkan, dan perjajian
pengadaan barang dari Jonny dibatalkan. Jonny yang merasa dirugikan bermaksud menuntut
Lundi.
Berikan pendapat hukum mengenai siap yang salah yang dapat dituntut oleh Jonny atas kerugian
yang dideritanya dan mengapa?

Fakta Hukum:
Usaha restoran ‘Ramenkoe’ adalah usaha bersama dari 3 orang yaitu Luna, Lina dan Lundi.
Dalam kasus diatas dapat dilihat bahwa Luna dan Lina adalah orang yang memberikan atau
menyediakan modal usah dan Lundi adalah orang yang bekerja serta menjalankan usahanya
karena Lundu memiliki keahlian dan hobby memasak.
Analisis:
Dari gambaran struktur tersebut usaha restorannya dapat dikategorika sebagai Commanditaire
Vennootschap (CV) atau Persekutuan Komanditer.
CV merupakan persekutuan yang didirikan oleh dua orang atau lebih, yang mana salah satu
pihak bertindak sebagai sekutu komanditer atau sekutu pelepas uang dan sekutu lainnya
bertindak untuk melakukan pengurusan terhadap CV.
Sebuah usaha yang berntuk CV terdiri dari sekutu aktif/komplementer dan sekutu
pasif/komanditer yang memiliki perbedaan tanggung jawabannya yaitu sebagai berikut:
a. Sekutu aktif bertanggung jawab sampai dengan harta pribadi. Sekutu aktif bertindak dalam
menjalankan CV (perusahaan), kepengurusan, dan melakukan perjanjian atau hubungan hukum
dengan pihak ketiga.
b. Sekutu pasif hanya bertanggung jawab sebesar modal yang telah disetorkan ke dalam CV.
Sekutu pasif tidak turut dalam pengurusan CV.

M. Yahya Harahap dalam bukunya Hukum Perseroan Terbatas juga menjelaskan bahwa
kerugian Perseroan Komanditer yang ditanggung sekutu komanditer,hanya terbatas sebesar
jumlah modal yang ditanamkan (beperkte aansprakelijkheid, limited liability). Sedangkan,
anggota atau pemegang saham yang bertindak sebagai pengurus (daden van beheer) yang disebut
sekutu komplimentaris mempunyai tanggung jawab yang tidak terbatas (unlimited liability)
sampai meliputi harta pribadi mereka. Perlu diketahui bahwa CV merupakan badan usaha yang
bukan berbentuk badan hukum, sehingga tidak terdapat pemisahan antara kekayaan badan usaha
dengan kekayaan pemiliknya.

Tanggung Jawab Keluar


Pengurus CV mempunyai tanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan sekutu yang berada
dalam CV tersebut. Pasal 19 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang mengatur bahwa pihak yang
bertanggung jawab dan berurusan dengan urusan di luar adalah sekutu kerja atau sekutu
komplementer. Namun pihak sekutu komanditer bertanggung jawab juga ke luar, bila sekutu
komanditer tersebut melanggar pasal 20 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Wewenang
sekutu komanditer hanya tertuju pada urusan intern persekutuan CV (pasal 20 Kitab Undang-
Undang Hukum Dagang). Sekutu komanditer juga bertanggung jawab kepada sekutu kerja
terkait penyuplaian modal (pasal 19 KUHD).

Salah satu atau beberapa anggota bertangungjawab secara tidak terbatas dan anggota lain
bertanggung jawab secara terbatas terhadap utang. Kedua sekutu tersebut mempunyai hak dan
kewajiban masing-masing.
 Sekutu aktif (komplomenter) mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut :
1. Wajib mengurus CV;
2. Wajib bertanggungjawab secara tanggung-renteng atas kewajiban CV terhadap pihak
ketiga;
3. Berhak memasukan uang atau kekayaan lainnya kepada CV; dan
4. Berhak menerima pembagian keuntungan.
 Sekutu pasif (komanditer) mempunyai hak dan kewajiban :
1. Wajib menyerahkan uang atau kekayaan lainnya kepada CV;
2. Wajib bertanggungjawab atas kewajiban persekutuan terhadap pihak ketiga terbatas pada
jumlah pemasukan yang telah disetor untuk modal persekutuan;
3. Berhak memperoleh pembagian keuntungan;
4. Sekutu komanditer dilarang untuk melakukan pengurusan meskipun dengan
menggunakan surat kuasa. Akan tetapi, sekutu komanditer boleh melakukan pengawasan
jika ditetapkan dalam akta pendirian. Apabila sekutu komanditer melakukan pengurusan
persekutuan maka tanggungjawabnya diperluas menjadi sama dengan sekutu
komplementer, yaitu tanggungjawab secara renteng.
 Sekutu Pasif bertugas :
1. Wajib menyerahkan uang, benda ataupun tenaga kepada persekutuan sebagaimana yang
telah disanggupkan;
2. Berhak menerima keuntungan;
3. Tanggung jawab terbatas pada jumlah pemasukan yang telah disanggupkan; dan

4. Tidak boleh campur tangan dalam tugas sekutu aktif (Pasal 20 Kitab Undang-undang
Hukum Dagang), bila dilanggar maka tanggung jawabnya menjadi tanggung jawab
secara pribadi untuk keseluruhan (tanggung jawab sekutu aktif) berdasarkan pasal 21
Kitab Undang-undang Hukum Dagang.
 Sekutu Aktif bertugas :
1. Mengurus CV;
2. Berhubungan hukum dengan pihak ketiga; dan
3. Bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan
 Risiko bagi Pengurus CV
Risiko bagi pengurus CV adalah menyangkut kinerja perusahaan. Apabila perusahaan yang
dikelolanya mengalami kerugian, maka penguruslah yang paling banyak menanggung beban
untuk melunasi utang perusahaan. Risiko paling besar adalah harta kekayaannya bisa menjadi
jaminan untuk menutupi utang perusahaan.

C. Hak Dan Kewajiban Sekutu Pada Persekutuan Komanditer (CV)


Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa dalam pendirian CV terdapat dua sekutu yaitu
sekutu aktif atau biasa juga disebut sekutu komplementer dan sekutu pasif atau biasa disebut
sekutu komanditer. Kedua sekutu tersebut mempunyai hak dan kewajiban masing-masing.
 Sekutu aktif (komplomenter) mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut :
1. Wajib mengurus CV;
2. Wajib bertanggungjawab secara tanggung-renteng atas kewajiban CV terhadap pihak
ketiga;
3. Berhak memasukan uang atau kekayaan lainnya kepada CV; dan
4. Berhak menerima pembagian keuntungan.
 Sekutu pasif (komanditer) mempunyai hak dan kewajiban :
1. Wajib menyerahkan uang atau kekayaan lainnya kepada CV;
2. Wajib bertanggungjawab atas kewajiban persekutuan terhadap pihak ketiga terbatas pada
jumlah pemasukan yang telah disetor untuk modal persekutuan;
3. Berhak memperoleh pembagian keuntungan;

4.

Sekutu komanditer dilarang untuk melakukan pengurusan meskipun dengan menggunakan surat
kuasa. Akan tetapi, sekutu komanditer boleh melakukan pengawasan jika ditetapkan dalam akta
pendirian. Apabila sekutu komanditer melakukan pengurusan persekutuan maka
tanggungjawabnya diperluas menjadi sama dengan sekutu komplementer, yaitu tanggungjawab
secara renteng.

D. Struktur Persekutuan Komanditer (CV)

Struktur Pengurus Persekutuan Komanditer (CV)

1. Manager, Sebagai pengambil keputusan tertinggi dan pembuat garis-garis besar kebijakan
perusahaan dalam bidang operasional serta membuat rencana terstruktur untuk
pengembangan perusahaan.
2. Administrasi, Sebagai pelaksana kegiatan administrasi (perkantoran, pelayanan tamu),
ketenagakerjaan (kelancaran dan kenyamanan karyawan), dan laporan keuangan serta
pajak perusahaan.
3. Keuangan, Mengelola dan mengatur setiap pembelanjaan (pengeluaran) dan pemasukan
perusahaan serta pemberian upah karyawan.
4. Maintenance, Bertanggung jawab terhadap pemeriksaan, pemeliharaan dan perbaikan
peralatan dan mesin-mesin produksi guna kelancaran proses produksi.
5. Supervisor, Mengelola seluruh produksi dan operasional pabrik untuk menghasilkan
produk sesuai dengan target produksi secara kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan
dengan biaya efisien dan mengawasi kerja para karyawan di bawahnya.
6. Marketing, Mengelola dan bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran
produk yang dihasilkan oleh bagian produksi dan mengatur arus permintaan dan
penawaran barang di pasar dan mengkoordinasikannya dengan bagian produksi.
7. PU (Pembantu Umum), Bertanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan umum di
perusahaan seperti kebersihan, keamanan, dan membantu tugas-tugas di bagian lain
(teknis operasional, maintenance).
8. Operator, Menjalankan tugas-tugas yang ada sesuai bidangnya masing-masing.
Dasar Hukum :
Kitab Undang-Undang Hukum Dagang