Anda di halaman 1dari 5

1.

Perkembangan Kognitif

Tabel 2.1 Fase Perkembangan Kogntif Menurut Pieget


Fase dan Tahap Usia Perilaku Signifikan
Fase Sensorimotor Lahir – 2 tahun
Tahap 1 Lahir – 1 bulan Sebagian besar tindakan bersifat refleks.
Penggunaan Refleks
Tahap 2 1 – 4 bulan Persepsi mengenai berbagai kejadian
Reaksi Sirkuler Primer terpusat pada tubuh.
Objek merupakan ekstensi diri.
Tahap 3 4 - 8 bulan Mengenali lingkungan eksternal.
Reaksi Sirkulasi dan Membuat perubahan secara aktif di dalam
Sekunder lingkungan.
Tahap 4 8-12 bulan Dapat membedakan tujuan dari cara
Koordinasi Skema Sekunder pencapaian tujuan tersebut.
Tahap 5 12 – 18 bulan Mencoba dan menemukan tujuan serta
Reaksi Sirkuler Tersier cara baru untuk mencapai tujuan
Ritual merupakan hal penting.
Tahap 6 18 – 24 bulan Menginterpretasi lingkungan dengan
Penemuan Arti yang Baru kesan mental.
Melakukan permainan imajinasi dan
imitasi.
Fase Prakonseptual 2 -4 tahun Menggunakan pendekatan egosentrik
untuk mengakomodasi tuntutan
lingkungan.
Semua hal bermakna dan berkaitan
dengan “aku”
Mengeksplorasi lingkungan
Bahasa berkembang dengan cepat.
Mengasosiasikan kata dengan objek.
Fase Pemikiran Intuitif 4 – 7 tahun Poloa pikir egosentris berkurang.
Memikirkan sebuah ide pada satu waktu.
Melibatkan orang lain di lingkungan
tersebut.
Kata – kata mengekspresikan pemikiran.
Fase Operasi Konkret 7 – 11 tahun Menyelesaikan masalah yang konkrit.
Mulai memahami hubungan seperti
ukuran.
Mengerti kanan dan kiri.
Sadar akan sudut pandang orang.
Fase Operasi Formal 11 – 15 tahun Menggnakan pemikiran yang rasional.
Pola pikir yang deduktif dan funturistic.

2. Perkembangan Moral

Tabel 2.2 Tahap Perkembangan Moral Menurut Kohlberg


Tingkat Tahap Usia Rata - rata
I. Prakonvensional 1. Orientasi Hukman dan Toddler – usia 7 tahun
Individu berespon terhadap peraturan Kepatuhan
budaya mengenai label baik buruk, Takut terhdap hukuman, bukan
benar atau salah. Peraturan yang rasa hormat terhadap otoritas
terbentuk secara eksternal menentukan merupakan alasan terbentuknya
tindakan yang benar atau salah. keputusan, perilaku, dan
Individu memahaminya dalam istilah konformitas.
hukuman, penghargaan, atau
pertukaran kebaikan.
2. Orientasi Relativist Prasekolah – usia
Fokus egosentrik Instrumental sekolah
Konformitas didasarkan pada
kebutuhan egosentris dan
narsistik. Tidak ada rasa
keadilan, loyalitas, dan terima
kasih.
II. Konvensional 3. Orientasi Persetujuan Usia sekolah –
Individu memikirkan upaya untuk Interpersonal dewasa (sebagian
mempertahankan harapan dan Keputusan dan perilaku besar wanita berada
peraturan keluarga, kelompok, didasarkan pada pada tahap ini).
negara, serta masyarakat. Perasaan kekhawatiran akan reaksi
bersalah telah berkembang dan orang lain. Individu
mempengaruhi perilaku. Individu menginginkan persetujuan
menerima nilai konformitas, dan penghargaan dari orang
loyalitas, dan berupaya aktif dalam lain. Respon empati, yang
mempertahankan tata tertib dan didasarkan pada pemahaman
kontrol sosial. tentang perasaan orang lain,
Konformitas berarti perilaku yang merupakan faktor penentu
baik atau sesuatu yang dapat terbentuknya keputusan dan
menyenangkan dan membantu perilaku.
orang lain, dan hal tersebut
disetujui. 4.
Orientasi hukum dan Remaja dan dewasa
tata tertib (sebagian besar pria
Fokus Sosial Individu ingin menerapkan berada pada tahap
peraturan yang berasal dari ini)
otoritas dan alasan
terbentuknya keputusan dan
perilaku adalah bahwa
peraturan dan tradisi sodial
dan seksual menuntunt
respon tersebut. (“Saya
bersedia melakukan sesuatu
karena itu adalah tugas saya
dan begitulah hukumannya.”)
III. Postkonvensional 5. Orientasi Legalistik Usia pertengahan
Individu hidup secara otonom dan Kontrak Sosial atau lansiau pai atau
mendefinisikan nilai-nilai serta Peraturan sosial bukan mempertahankan
prinsip-prinsip moral yang merupakan satu-satunya lmencansia.
membedakan antara identifikasi dasar utama terbentuknya Beberapa orang
pribadi dengan nilai-nilai keputusan dan perilaku.
kelompok. Individu hidup menurut Sebab, individu meyakini
prinsip-prinsip yang disetujui adanya prinsip moral yang
secara universal dan yang dianggap lebi tinggi seperti kesetaraan,
sesuai untuk kehidupannya. keadilan, atau proses yang
seharusnya.
Fokus bersifat universal
6. Orientasi prinsip Etis Usia pertengahan
Universal atau lansia. Beberapa
Keputusan dan perilaku orang mencapai atau
didasarkan pada perturan mempertahankan
yang terinternalisasi, lebi tahap ini. Contoh
kepada hati nurani bukan tahap ini terlihat
hukum sosial., dan juga dalam situasi krisis
berdasarkan prinsip-prinsip atau ekstrem.
etis dan bastrak pilihan
pribadi dan bersifat universal,
konprehensif, dan konsisten.

3. Perkembangan Spiritual

Tabel 2.3 Tahap Perkembangan Spiritual Menurut Fowler


Tahapan Usia Deskripsi
0 0-3 tahun Bayi tidak maumuskan konsep mengenai diri
Tidak terdiferensiasi sendiri atau lingkungan.mpu mer
1 4 – 6 tahun Suatu kombinasi gambaran dan kepercayaan
Intuitif - proyektif yang diberikan oleh orang lain yang dipercaya,
yang digabungkan dengan pengalaman dan
imajinasi anak sendiri.
2 7 – 12 tahun Dunia fantasi dan khayalan pribadi, simbol-
Mitos - factual simbol mengacu pada sesuatu yang khusus,
kisah-kisah dramatic dan mitos digunakan untuk
menyampaikan maksud-maksud spiritual.
3 Remaja atau Dunia dan lingkungan mendasar yang tersusun
Sintetik - konvensional dewasa atas pengharapan dan penilaian orang lain, fokus
interpersonal.
4 Satelah 18 Membangun sistem pribadi yang eksplisit,
Individualisasi - refleksif tahun kesadaran diri yang tinggi
5 Setelah 30 Kesadaran akan kebenaran yang berasal dari
Paradoksial - konsolidatif tahun berbagai sudut pandang
6 Mungkin tidak Menjadi perwujudan prinsip cinta dan keadilan.
universalizing akan pernah

4. Perkembangan Psikoseksual

Tabel 2.4 teori Psikoseksual Menurut Freud


Tahap -Usia Karakteristik Implikasi
Fase Oral Sumber kenikmatan utama bayi Saat makan memberikan kesenangan
(Lahir – 18 melibatkan aktivitas berorientasi mulut serta perasaan aman dan nyaman
bulan) (menghisap dan menelan) pada anak.
Saat makan harus menjadi saat yang
Konflik utama : penyapihan menyenangkan bagi anak dan
pemberian makan harus diberikan
pada saat yang dibutuhkan.
Fase Anak Anak mendapatkan kepuasan sensual Pengontrolan dan pengeluaran feses
(12 – 3 tahun) dengan menahan atau melepaskan memberikan kesenangan dan
feses. Zona kepuasan anak adalah perasaan kontrol bagi anak.
daerah anal (kepuasan sensual, kendali Toilet training merupakan aktivitas
diri) penting dan harus menjadi
pengalaman yang menyenangkan
Konflik utama : toilet training bagi anak.
Fase Phallic Anak menjadi lengket dengan orang Anak mengidentifikasi diri mereka
(3 – 6 tahun) tua dari je nis kelamin berlainan dengan orang tua yang berjenis
kemudian mengidentifikasinya dengan kelamin berbeda dan kemudian
orangtua berjenis kelamin sama. menja;lani hubungan di luar
Supereg berkembang. Zona kepuasan lingkungan keluarga. Dukungan
bergeser pada daerah genital. identitas diri anak.
Fase Latency Energi digunakan untuk aktivitas fisik Dukungan anak untuk melakukan
(6 tahun – dan intelektualitas. Impuls seksual aktivitas rekreasi fisik dan
pubertas) yang muncul cenderung ditekan. intelektual. Dukung anak untuk
Membangun hubungan dengan teman berolahraga dan malakukan aktivitas
sebaya yang berjenis kelamin sama. lain bersama dengan teman sebaya
yang berjenis kelamin sama.
Fase Genital Kemuncula kembali dorongan seksual Dukungan proses pemisahan anak
(Pubertas – tahap phallic, disalurkan dengan daroi otangtua, pencapaian
kedewasaan) seksualitas masa dewasa. kemandirian, dan pembuatan
Energi diarahkan untuk kematangan keputusan.
dan fungsi seksual yang utuh dan
perkembangan keterampilan
dibutuhkan untuk menghadapi
lingkungan.

5. Perkembangan Psikososial

Tabel 2.5 Tahap Perkembangan Menurut Erikson


Tahap -Usia Tugas Pokok Indikator Resolusi Positif Indikator Resolusi Negatif
Bayi Percaya versus Belajar untuk mempercayai Tidak percaya, menarik
(lahir – 18 tidak percaya orang lain diri, mengasingkan diri
bulan)
Kanak-kanak Otonomi versus Kendali diri tanpa kehilangan Kendali diri kompulsif atau
awal rsa malu dan harga diri. kepatuhan.
(18 bulan – 3 ragu Kemampuan untuk Kurang kemauan dan
tahun) bekerjasama dan ketidakpatuhan.
mengekspresikan diri sendiri.
Kanak-kanak Inisiatif vs rasa Mempelajari sejauh mana Kurang kepercayaan diri.
akhir bersalah sikap asertif dan tujuan Pesimisme, takut membuat
(3 – 5 tahun) mempengaruhi lingkungan. kesalahan.
Memulai kemampuan untuk Kendali dan pembatasan
mengevaluasi perilaku diri aktivitas diri yang
sendiri. berlebihan.
Usia sekolah Industri versus Mulai untuk menciptakan, Putus harapan, merasa diri
(6 -12 tahun) inferioritas mengembangkan, dan biasa- biasa saja.
memanipulasi sesuatu. Manarik diri dari teman
Mengembangkan rasa sekolah dan teman sebaya.
kompetensi dan ketekunan.
Remaja Identitas versus Sadar akan diri sendiri. Perasaan bingung, tidak
(12 – 20 kebingungan Bermaksud untuk mampu membuat
tahun) peran mengaktualisasikan keputusan dan mungkin
kemampuan diri. terdapat perilaku anti-
sosial.
Dewasa Generativitas Kreativitas, produktivitas, Mengikuti kata,
Muda versus stagnasi kepedulian terhadap orang memikirkan diri sendiri,
(25 – 65 lain. dan kurang minat serta
tahun) komitmen.
Lanjut usia Integritas versus Penerimaan terhadap Merasa kehilangan,
(65 tahun – putus asa kelebihan dan keunikan diri memandang rendah orang
wafat) sendiri. lain.
Penerimaan akan kematian.