Anda di halaman 1dari 8

PENDAHULUAN

Standar Kompetensi

Memahami
KEGIATAN BELAJAR 1

VIRUS HIV/AIDS

TUJUAN PEMBELAJARAN

INDIKATOR PEMBELAJARAN
Pengertian virus HIV/AIDS

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah


sekumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh
menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV
(Human Immunodeficiency Virus) yang termasuk famili
retroviridae.
Sejarah penyakit virus HIV/AIDS

Penyakit ini pertama kali muncul di Afrika, Haiti, dan


Amerika Serikat pada tahun 1978. Pada tahun 1979 pertama
kali dilaporkan adanya kasus-kasus sarcoma kaposi dan
penyakit-penyakit infeksi yang jarang terjadi di Eropa.
Penyakit ini menyerang orang-orang Afrika yang bermukim di
Eropa. Sampai saat itu belum disadari oleh para ilmuan
bahwa kasus-kasus tersebut adalah kasus AIDS. Pada tahun
1981 Amerika Serikat melaporkan kasus sarcoma kaposi dan
penyakit infeksi yang jarang terjadi dikalangan kaum
homoseksual. Hal ini menimbulkan dugaan yang kuat bahwa
transmisi penyakit ini terjadi melalui hubungan seksual.

Pada bulan Desember 1992 CDC (Centers for Desease


Control) telah mempublikasikan definisi AIDS yang lebih
luas lagi yang dianggap melalui berlaku pada bulan Januari
1993.
Ciri-ciri virus HIV/AIDS

1. Virus HIV berbentuk bulat dengan membran lipid yang dilapisi


oleh protein matriks dan ditempeli oleh protein matriks
glikoprotein (gp) 120 dan gp14. Membran ini mengelilingi inti
protein berbentuk kerucut yang mengandung dua salinan (kopi)
genon ssRNA dan enzim virus.
2. HIV memiliki diameter 100-150 mm
3. Bagian internal dari HIV terdiri dari dua komponen utama, yaitu
genom dan kapsid. Genom adalah materi genetik pada bagian inti
virus yang berupa dua kopi utas tunggal RNA,]. Sementara itu
kapsid adalah protein yang membungkus genom.
4. Berbeda dengan sebagian besar retrovirus yang hany memiliki
tiga gen (gag,pol,dan env), HIV memiliki enam gen tambahan
yaitu (vif,vpu,vpr,tat,ref,dan nef). Kesembilan gen tersebut
dikelompokkan mejadi tiga kategori berdasarkan fungsinya,
yaitu gen penyandi protein struktural (gag, pol, dan env),
protein regulator (tat dan rev), dan gen aksesoris (vpu hanya
pada HIV-1, Vpx hanya pada HIV-2; Vpr, Vif, Nef).
5. Virus HIV yang telah ada di dalam tubuh seseorang akan terus
berkembang biak dengan cara measuk ke dalam sel dan
menyebarkan materi genetiknya untuk menghancurkan sel T
CD4+ (sel penolong). Pejamu yang telah memiliki virus HIV
dalam tubuhnya tidak dapat mempunyai pertahanan yang kuat
lagi untuk melawan virus tersebut karena sel penolongnya telah
dirusak oleh virus HIV.
6. Virus HIV tidak peka terhadap obat-obatan karena sampai saat
ini terbukti belum ditemukan obat atau vaksin untuk penyakit
AIDS.
7. Virus HIV sangat cepat melakukan replikasi genetik dan
menghancurkan sel penolong yang pada individu sehingga akan
terasa sulit untuk melakukan pemberantasannya.
8. Jaringan limfatik (limfa,kelenjar getah bening,
tonsil/adenoid,dll) berperan sebagai seservior utama infeksi
HIV. Virus dapat menginfeksi sistem safaf secara langsung.

gambar 1.1 struktur tubuh virus

sumber : https://www.google.com/ susibudiani.wordpress.com


Deskripsi Epidemiologi virus HIV/AIDS

A. Penularan
1. HIV terdapat dalam darah, semen, dan cairan tubuh
lainnya misalnya ASI dan saliva)
2. Resiko utama penularan yang dilaporkan adalah
hubungan seksual (heteroseksual).
3. Penularan dapat terjadi secara seksual. Parenterial
(penerima darah atau produk darah, penyalah guna obat
suntik, dan trauma akibat pekerjaan)
4. Penularan ibu ke anak lebih tinggi (hingga 40%) di
negara berkembang.
5. HIV tidak menular melalui peralatan makan, pakaian,
handuk, sapu tangan, toilet yang dipakai secara
bersama-sama, berpelukan di pipi, berjabat tangan,
hidup serumah dengan penderita, gigitan nyamuk, dan
hubungan sosial yang lain.

B. Insidens

Prevalensi AIDS per 100.000 penduduk secara nasional


sebesar 0,68%, tertinggi pada provinsi Papua yaitu 22,88%
karena populasi Papua relatif sedikit (33,65 kali angka nasional),
DKI jakarta 4,27% (6,13 kali angka nasional), Bali 2,42% (3,56
kali angka nasional), Riau 1,54%, kalbar 1,15%, sulut 1,06%, dan
maluku 0,7%. Kasus yang dilaporkan telah meninggal dunia
sebesar 34,94%. Hasil estimasi yang dilakukan tersebut jauh
sekali berbeda dengan data yang tercatat di Depkes per Maret
2004, penderita AIDS berjumlah 1.413 orang dan pengidap HIV
2.746 orang. Sementara itu, provinsi papua sampai denfan akhir
Maret 2004, AIDS yangg dilaporkan sebanyak 392 kasus.
Provinsi Papua merupakan provinsi terbanyak yang melaporkan
kasus AIDS.