Anda di halaman 1dari 11

Tn.

Sarkoni 50 tahun BB = 51 kg TB= 160 cm datang dengan keluhan jantung berdebar,kepala


pusing dan badan berkeringat. Pasien juga mengeluh dadanya sakit dan perasaan cemas sehingga
timbul reflex defekasi berupa keinginan untuk buang air besar. Gejala ini sudah dirasa sejak 1
tahun yang lalu, Cuma beberapa hari ini dirasa semakin parah ditambah ada rasa nyeri pada
daerah pinggang. Dari hasil pemeriksaan fisik didapat tekanan darah 170/100 mmhg, nadi
160x/menit dan pernapasan cepat dan dangkal. Pada pemeriksaan fisik thorak didapat bunyi
nafas dasar vesikuler dan cepat, ronkhi dan wheezing tidak ada, bunyi jantung gallop, murmur
dan metallic sound positif. Pada pemeriksaan fisik abdomen teraba benjolan pada daerah
retroperioneal. Buat NCPnya dan perencanaan gizinya.

NUTRITION CARE PROSESS


(NCP)
A. Identitas Pasien/Klien
Nama : Tn. Sarkoni
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 50 Tahun
Berat Badan : 51 kg
Tinggi Badan : 160 cm
Keluhan : jantung berdebar,kepala pusing dan badan berkeringat. Pasien juga
mengeluh dadanya sakit dan perasaan cemas sehingga timbul reflex
defekasi berupa keinginan untuk buang air besar. Gejala ini sudah dirasa
sejak 1 tahun yang lalu, Cuma beberapa hari ini dirasa semakin parah
ditambah ada rasa nyeri pada daerah pinggang.
Nutrition Care Process (NCP)

B. Skrining Gizi

No. Skrinning Gizi Ya Tidak


1. Perubahan BB √
2. Nafsu makan berkurang √
3. Kesulitan mengunyah atau menelan √
4. Mual dan muntah √
5. Nyeri pada persendian √
5. Diare atau konstipasi √
6. Alergi atau intoleransi zat gizi √
7. Diet khusus √
8. Enteral/parenteral √
10. Status gizi normal √
Kesimpulan : status gizi Tn. Sarkoni Normal dengan IMT 19.9kg/m2
Diagnosanya adalah Hipertensi

C. Nutrition Assessment

1. Client History (CH)

Domain Subclass Terminologi


CH.1.1.Data CH.1.1.1 Usia 50 Tahun
Client History Personal CH.1.1.2 Jenis kelamin laki-laki
(CH)
CH.2.1.Riwayat CH.2.1.1. Keluhan pasien : jantung
Medis/kesehatan berdebar, kepala pusing dan badan
terkait gizi dari berkeringat,dada sakit,dan rasa nyeri
pasien/klien atau pada daerah pinggang
keluarga.

2. Data Antropometri (AD)

Domain Subclass Terminologi


AD.1.1 AD.1.1.1. Tinggi badan = 160 cm
Data Komposisi/ AD.1.1.2. Berat badan = 50 kg
Antropometri Pertumbuhan AD.1.1.5. IMT = 19.53 kg/m2
(AD) Tubuh/Riwayat (Normal)
Berat Badan
3. Fisik/Klinis (PD)

Domain Subclass Terminologi


PD.1.1.21 Tanda – PD.1.1.21 Tekanan darah 170/100
Data Fisik/Klinis
tanda Vital mmHg (Tinggi)
(PD)
Normal : 110-125/60 mmHg
PD. Nadi PD. Nadi 160/menit (Tinggi)
Normal : 70-80 kali/menit
D. Diagnosa Gizi
A. Diagnosa Gizi

1. Domain Klinis (NC)

DD Domain Problem Etiologi Sign

NC.2.2 Perubahan nilai Berkaitan dengan adanya Ditandai dengan TD


lab terkait gizi hipertensi akibat meningkat 170/100 mmHg,
peningkatan jumlah dan denyut nadi cepat
afinitas dari reseptor beta 160x/menit, dan jantung
adrenergik. Hal ini berdebar – debar, pernapasan
mengakibatkan cepat dan dangkal.
peningkatan kerja otot
jantung.

E. INTERVENSI GIZI

Domain Subclass Terminologi


Domain ND.1.1 Makanan Pemberian makanan rendah natrium.
Pemberian biasa/makanan sehat
Makanan atau Pemberian makanan dan minuman oral dengan
ND.1.5 Lain-lain
ZatGizi frekuensi 3 kali menu utama dan 2 kali selingan.
NE.1.1 Tujuan edukasi gizi agar memberikan
Domain pemahaman terhadap pasien dan keluarga mengenai
NE.1 Edukasi Gizi
Edukasi diet yang di berikan.

NC.1.1 Cognitive-behavior theory


 Gizi seimbang untuk pasien hipertensi.
Domain NC.1 Pendidikan dasar-  Anjuran dan asupan jenis makanan bagi pasien
Konseling teoritis hipertensi.
 Penyebab penyakit hipertensi.
 Cara mencegah terjadinya hipertensi.
 Terapi diet : Diet Garam Rendah II (600-800 mg Na)
 Bentuk makanan : Biasa
 Cara pemberian : 3 x makan utama dan 2 x selingan
 Prinsip diet :
1. Cukup energi
2. Cukup protein
3. Cukup karbohidrat
4. Cukup lemak
5. Natrium dibatasi
 Tujuan diet :
1. Membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh.
2. Menurunkan tekanan darah darah pada pasien hipertensi.
 Syarat diet :
1. Energi diberikan cukup sebesar 1910.532 kkal untuk menunjang aktivitas sehari –
hari yang diberikan secara bertahap sesuai kemampuan pasien.
2. Protein diberikan cukup sebesar 71.64 gr untuk memelihara jaringan sel tubuh yang
rusak.
3. Lemak diberikan cukup sebesar 53.07 gr untuk membantu mempertahankan IMT dan
berat badan.
4. Karbohidrat diberikan cukup sebesar 286.58 gr sebagai sumber energy untuk
menunjang aktivitas sehari-hari.
5. Vitamin dan mineral cukup, sesuai kebutuhan normal.
6. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan/ atau
hipertensi. Natrium yang diberikan 600-800 mg Na

 Makanan yang dianjurkan


1. Sumber karbohidrat
Beras, kentang, singkong, terigu, tapioka hungkwe, gula, makanan yang diolah dari
bahan tersebut tanpa garam dapur atau soda.
2. Sumber protein hewani
Daging dan ikan maksimal 100gr/hari. Kemudian telur maksimal 1 butir/hari, susu
maksimal 200gr/hari
3. Sumber protein nabati
Semua kacang-kacangan dan hasil olahannya dengan catatan tanpa garam dapur saat
pengolahannya.
4. Sayuran
Semua sayuran segar, sayuran yang diawetkan tanpa garam dapur dan benzoat.
5. Buah – buahan
Semua buah-buahan segar, buah yang diawetkan tanpa garam dapur dan natium
benzoate.
6. Lemak
Minyak goring, margarin, dan mentega tanpa garam.
7. Minuman
Teh, kopi.
8. Bumbu
Semua bumbu-bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan
natrium. Garam dapur sesuai ketentuan untuk Diet Garam Rendah II dan III.
 Makanan yang tidak dianjurkan:
1. Sumber karbohidrat
Makanan yang diolah dari sumber hidrat arang dengan penambahan garam dapur,
baking powder atau soda kue seperti roti, biskuit, mie, bihun, makaroni dan kue
kering.
2. Sumber protein hewani
Otak, ginjal, lidah, sarden, daging, ikan, susu dan telur yang diawetkan dengan garam
dapur seperti daging asap, sosis, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, kornet,
ikan kalengan, ebi, udang kering, telur asin dan ikan pindang.
3. Sumber protein nabati
Kacang-kacangan dan hasil olahannya yang diolah dengan menggunakan garam
dapur. Kemudian selanjutnya adalah keju.
4. Sayuran
Sayuran yang dimasak dan diawetkan dengan garam dapur dan lain ikatan natrium,
seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, acar dan asinan.
5. Buah – buahan
Buah-buahan yang diawetkan dengan garam dapur dan lain ikatan natrium, seperti
buah dalam kaleng.
6. Lemak
Margarine dan mentega yang mengandung garam tinggi.
7. Minuman
Tidak Dianjurkan; Minuman ringan, cokelat, cafein dan alcohol.
8. Bumbu
Garam dapur untuk diet rendah garam tingkat tinggi. Kemudian backing powder,
soda kue, vetsin, kecap, terasi, maggi, saus tomat, petis dan tauco
 Bahan makanan tinggi natrium
1 SEREAL INSTAN (200mg Natrium per gelas)
2 PANCAKE (800mgNatrium)
3 BISKUIT (800 Natrium)
4 MINUMAN RASA-RASA (JUS) dalam KEMASAN (700mg Natrium per 200ml
tergantung merek)
5 SAYUR dan BUAH KALENGAN (1300mg Natrium)
6 BUMBU INSTAN ( 150mg Natrium per 1 sdm)
7 MAKANAN KALENG
8 MIE INSTAN (1500-2300mg Natrium)
9 SEAFOOD (ex : Udang = 200mg Natrium per empat udang)
10 GARAM MEJA (2325 Natrium per 1 sdt)
11 ACAR (1872mg Natrium)
12 ROTI SANDWICH (900mg Natrium dalam semua campuran)
13 PIZZA
14 VEGAN BURGER (200-500mg jika ditambah keju)
15 COKLAT PANAS (80-100MG Natrium per Bungkus)
16 PRODUK SAUS per 1 Sendok Makan (sdm) :
□ Saus Ikan (59%)
□ Saus Teriyaki (29%)
□ Saus Tiram (21%)
□ Saus Lada (18%)
□ Saus Steak (12%)
□ Hamburger Relish (7%)
17 PRODUK KEJU per 1 ONS :
□ Queso Seco (21%)
□ Romano (17%)
□ Parmesan (16%)
□ Blue Cheese (13%)
□ Feta (11%)
□ Camembert & Gouda (10%)

Perhitungan Kebutuhan Zat Gizi


IMT = BB/TB2(m) BBI = (TB – 100) – 10% (TB – 100)
= 51/(1.6)2 = (160 cm – 100) – 10% (160 cm – 100)
= 19.92 (normal) = 60 – 6
= 54 kg

BEE = 66 + (13.7 x BB) + (5 x TB) – (6.8 x U)


= 66 + (13.7 x 51) + (5 x 160) – (6.8 x U)
= 1224.7 kkal

TEE = BEE x FA x FS
= 1224.7 x 1.2 x 1.3
= 1910.532 kkal
(+10%) = 2101.59 kkal
(+10%) = 1719.47 kkal
Protein = 15% x 1910.532 kkal (+10%) = 58.377 gram
= 286.58 kkal : 4 kkal/gram (-10%) = 47.763 gram
= 71.64 gram
(+2 gram) = 73.64 gram
KH = 60% x 1910.532 kkal
(-2 gram) = 69.64 gram
= 1146.32 kkal : 4 kkal/gram
= 286.58 gram
Lemak = 25% x 1910.532 kkal (+10%) = 315.238 gram
= 477.63 kkal : 9 kkal/gram (-10%) = 257.922 gram
= 53.07 gram
 Lemak = 25% x 53.07 gram
= 13.27 gram
Makan Pagi dan Malam (+10%) = 14.597 gram
 Energi = 25% x 1910.532 kkal (-10%) = 11.943 gram
= 477.63 kkal
 Karbohidrat= 25% x 286.58 gram
(+10%) = 525.393 kkal
= 71.65 gram
(+10%) = 429.867 kkal
(+10%) = 78.815 gram
 Protein = 25% x 71.64 gram (-10%) = 64.487 gram
= 17.91 gram
(+2 gram) = 19.91 gram
(-2 gram) = 15.91 gram

Makan Siang (+2 gram) = 23.49 gram


 Energi = 30% x 1910.532 kkal (-2 gram) = 19.49 gram
= 573.16 kkal

(+10%) = 630.476 kkal  Lemak = 30% x 53.07 gram


(+10%) = 515.844 kkal = 15.92 gram

(+10%) = 17.512 gram


 Protein = 30% x 71.64 gram
(-10%) = 14.328 gram
= 21.49 gram
(+10%) = 94.567 gram
 Karbohidrat= 30% x 286.58 gram (-10%) = 77.373 gram
= 85.97 gram

Selingan Pagi dan Sore


 Energi = 10% x 1910.532 kkal
= 191.0532 kkal

(+10%) = 210.1585 kkal


(+10%) = 171.9478 kkal

 Protein = 10% x 71.64 gram


= 7.164 gram

(+2 gram) = 9.164 gram


(-2 gram) = 5.164 gram

 Lemak = 10% x 53.07 gram


= 5.307 gram

(+10%) = 5.8377 gram


(-10%) = 4.7763 gram

 Karbohidrat = 10% x 286.58 gram


= 28.658 gram

(+10%) = 31.523 gram


(-10%) = 25.792 gr
I. MONITORING DAN EVALUASI

Domain Subclass Terminologi


FI. Dampak FI. Memantau asupan makanan sesuai dengan kebutuhan atau
Asupan FI.Dampak tidak
Makanan dan Asupan FI. Memonitor jenis makanan yang diberikan apakah sesuai
Zat Gizi anjuran atau tidak
BE.1.1.1 Siap untuk berubah.
BE.1.1.5 Dampak yang diharapkan yaitu dapat mengurangi
resiko penyakit hipertensi.
BE.1 Pengetahuan
BE.1.2.1 Tingkat pengetahuan bertambah setelah diadakan
BE.Dampak edukasi gizi mengenai bahan makanan yang dianjurkan dan
Perilaku yang harus dihindari/dibatasi.
Lingkungan
BE.2.2.1 Pemilihan makanan yang tepat mengenai bahan
terkait Gizi BE.2 Perilaku
makanan yang tepat untuk penyakit hipertensi.

BE.4 Aktivitas
BE.4.3. aktivitas fisik :
Fisik dan Fungsi
Memonitoring gerak aktif pasien.
Fisik

S.1.1.5. Memonitor berat badan secara berkala


S.1.Antropometri S.1.1.1. Pengukuran antropometri awal-akhir
S.1. Dampak
S.1.1.2. Memantau IMT
TerhadapTanda
/Gejala Fisik S.3.1.7. tanda vital:
S.3 Pemeriksaan
Memonitor tekanan darah pasien secara berkala.
fisik
Memonitor nadi pasien secara berkala.