Anda di halaman 1dari 3

FILSAFAT YUNANI PRA-SOCRATES

oleh : Miftakhul Jannah


A. Pendahuluan.
Menurut Juhaya S. Pradja, para filosof Yunani yang pertama
tidak lahir di tanah airnya sendiri, melainkan di tanah perantauan di
Asia Minor. Mereka yang merantau itu hidup makmur, dari
perniagaan dan pelayaran. Kemakmuran itu memberikan
kelonggaran bagi mereka untuk mengerjakan hal-hal selain mencari
penghidupan. Waktu yang terluang dipergunakannya untuk
memperkuat kemuliaan hidup dengan seni dan mengembangkan
buah pikiran. Itu sebabnya, Miletos di Asia Minor, kota tempat
mereka merantau, menjadi tempat lahirnya filosof-filosof Yunani
yang pertama, seperti Theles, Anaximandros, dan Anaximenes.
Mereka disebut Filosof Alam, sebab tujuan filsafat mereka ialah
memikirkan masalah alam besar, dari mana terjadinya alam1.

1
Drs. Atang Abdul Hakim, M.A dan Dr. Beni Ahmad Saebani, M. Si, Filsafat Umum, Bandung,
BAB 1
THALES
Thales (624-546 SM), orang Miletus itu digelari Bapak
filsafat karena ia adalah seorang filososf pertama yang hidup pada
abad ke-6 sebelum masehi. Gelar itu diberikan karena ia
mengajukan pertanyaan yang amat mendasar, yang jarang
diperhatikan orang, juga orang zaman sekarang “What is the nature
of the world stuff? yang artinya apa sebenarnya bahan alam semesta
ini? Ia sendiri menjawab air2. Sumber utama ajaran Thales tersebut
diungkapkan oleh Aristoteles. Menurut Thales, asal mula alam ini
adalah air. Air adalah pusat dan sumber segala yang ada ataupun
pokok dari segala sesuatu. Segala sesuatu berasal dari air akan
kembali menjadi air.
Padangan Thales merupakan cara berpikir yang sangat tinggi,
karena sebelumnya, orang-orang Yunani lebih banyak mengambil
jawaban-jawaban tentang alam dengan kepercayaan dan mitos-
mitos yang tentu dipenuhi ketakhayulan. Naluriah imanen Thales
adalah animisme, yang mempercayai bahwa bukan hanya yang
hidup saja yang mempunyai jiwa, tetapi juga benda mati mempunyai
jiwa.
BAB II
ANAXIMANDROS
Anaximandros (610-547) adalah murid Thales. Usianya lim
belas tahun lebih mudah daripada Thales, tetapi ia menginggal
dunia dua tahun terlebih dahulu. Sebagai filosof, ia lebih besar
daripada gurunya. Ia juga ahli astronomi, disamping itu ia juga ahli
bumi.
Sama halnya dengan gurunya, Anaximandros juga mencari asal
dari segalanya. Ia tidak menerima begitu saja apa yang diajarkan
oleh gurunya. Yang dapat diterima akalnya ialah bahwa yang asal
itu satu

2
Prof. Dr. Ahmad Tafsir