Anda di halaman 1dari 13

A.

Pengertian Hankamnas
Hankamnas diartikan sebagai pertahanan keamanan negara yang merupakan salah satu
fungsi pemerintahan Negara, yang mencakup upaya dalam bidang pertahanan yang ditujukan
terhadap segala ancaman dari dalam negeri, bukan hanya upaya dari satu dua golongan saja
melainkan merupakan upaya dari ABRI dan seluruh lapisan masyarakat / rakyat Indonesia
sebagai sumber dasar kekuatan pertahananan keamanan Negara.
Pembangunan Pertahanan dan Keamanan Nasional (Hankamnas) tidak dapat dipisahkan
daripada Pembangunan Nasional dalam keseluruhannya. Pada satu pihak Pembangunan
Nasional diarahkan pada tercapainya peningkatan kesejahteraan bangsa, pada pihak lain
tingkat kesejahteraan bangsa itu wajib diamankan terhadap segala bentuk ancaman yang dapat
mengganggu, bahkan dapat menghancurkannya dalam bentuk satu perang terbuka. Oleh sebab
itu perlu adanya kekuatan yang pada satu pihak mempunyai pengaruh pencegahan terhadap
mereka-mereka yang hendak mengancam kelangsungan hidup bangsa, pada pihak lain mampu
menggagalkan ancaman tersebut dengan kekuatan senjata. Kekuatan inti daripada Pertahanan
dan Keamanan Nasional adalah Angkatan Bersenjata, oleh sebab itu meskipun unsur-unsur
daripada kekuatan Hankamnas adalah beranekaragam coraknya, namun unsur Angkatan
Bersenjata-lah yang memegang peranan terpenting yang perlu dibangun dan dikembangkan
dalam rangka perlindungan dan pengamanan bangsa dan negara terhadap segala ancaman.
B. Dasar-Dasar Konsep Pertahanan Keamanan Nasional
Dengan adanya UU RI Pokok Hankamnas No. 20 Tahun 1982, sekarang disempurnakan
dengan UU RI No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan dan Keamanan negara dan UU No. 2
tentang Kepolisian Negara maka baik politik maupun konsep pertahanan keamanan bangsa
Indonesia serta semua doktrinnya telah mempunyai landasan yang kokoh. Politik dan konsep
hankamnas telah lahir, dikembangkan dan dilaksanakan sejak bangsa Indonesia dituntut untuk
mempertahankan dan mengamankan negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada
tanggal 17 Agustus 1945.
a. Falsafah Hankamnas
Dalam kehidupan negara, aspek pertahanan keamanan merupakan faktor yang sangat hakiki
dalam menjamin kelangsungan hidup negara itu. Tanpa kemampuan mempertahankan diri dari
ancaman dari luar dan dalam negeri, negara tidak dapat mempertahankan hidupnya.
Bangsa Indonesia yang memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945
bertekad bulat untuk membela serta mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan serta
kedaulatan negara dan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pandangan bangsa
Indonesia tentang pertahanan dan keamanan negara sebagaimana ditentukan dalam Pembukaan
dan Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 1945 adalah sebagai berikut:
1) Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus
dihapuskan karena tidak sesuai dengna perikemanusiaan dan perikeadilan.
2) Pemerintahan negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
3) Adalah hak dan kewajiban setiap warga untuk ikut serta dalam usaha pembelaan negara.
4) Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnua dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

b. Asas-asas Hankamnas
Dari pandangan hidup (falsafah) yang diuraikan bangsa Indonesia menemukan asas-asas
atau prinsip-prinsip dalam penyelenggaraan pertahanan keamanan seperti tersebut dibawah ini.
1) Bangsa Indonesia berhak dan wajib membela serta mempertahankan kemerdekaan negara
yang telah diperjuangkan, meliputi segenap rakyat Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia yang tidak boleh jatuh ke tangan bangsa asing, termasuk segala kekayaan yang
terkandung di dalamnya serta yang tercakup dalam yurisdiksi nasional.
2) Upaya pertahanan keamanan negara merupakan tanggung jawab dan kehormatan setiap warga
negara. Oleh sebab itu tidak seorang warga negara pun boleh menghindarkan diri dari
kewajiban ikut serta dalam pembelaan negara, kecuali ditentukan dengan undang-undang.
Selain itu, dalam prinsip ini terkandung pula pengertian bahwa upaya pertahanan
keamanan.negara harus dilakukan berdasarkan asas keyakinan akan kekuatan sendiri dan tidak
kenal menyerah, serta tidak mengandalkan bantuan atau perlindungan negara atau kekuatan
asing.
3) Bangsa Indonesia cinta perdamaian, tetapi lebih cinta kepada kemerdekaan dan kedaulatan.
Bagi bangsa Indonesia, perang adalah tindakan tidak berperikemanusiaan, tidak sesuai dengan
martabat manusia. Walaupun demikian, bangsa Indonesia menyadari bahwa struktur politik
dunia dengan berbagai kepentingan nasional dan ideologi yang saling bertentangan, tidak
sanggup secara pasti dan berlanjut untuk mencegah pecahnya perang, setidak-tidaknya untuk
jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, bangsa Indonesia menyadari hak dan kewajiban
untuk ikut serta dalam setiap usaha perdamaian. Dalam hubungan itu, penyelesaian pertikaian
atau pertentangan yang mungkin timbul antara Indonesia dan bangsa lain akan selalu
diusahakan melalui cara-cara damai. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalur terakhir dan
hanya dilakukan apabila semua usaha penyelesaian cara damai telah ditempuh dan tenyata
tidak membawa hasil. Perang hanya dilakukan dalam keadaan terpaksa untuk mempertahankan
kemerdekaan, kedaulatan serta kepentingan nasional dan sedapat mungkin diusahakan agar
wilayah nasional tidak menjadi ajang perang. Prinsip ini sekaligus member gambaran tentang
pandangan bangsa Indonesia tentang perang dan damai.
4) Bangsa Indonesia menentang segala macam penjajahan dalam berbagai bentuk dan
penampilan, menganut politik bebas aktif. Oleh karena itu, pertahanan keamanan negara ke
luar bersifat defensif aktif yang berartitidak agresif dan tidak ekspansif dan sejauh kepentingan
nasional tidak terancam, tidak akan mulai menyerang, sedangkan ke dalam bersifat prevensif
aktif yang berarti sedini mungkin mengambil langkah dan tindakan guna mencegah dan
mengatasi setiap kemungkinan timbulnya ancaman dalam bentuk apa pun dari dalam negeri.
Atas dasar sikap dan pandangan ini bangsa Indonesia tidak membiarkan dirinya terikat atau
ikut serta dalam suatu ikatan pertahanan keamanan dengan negara lain. Kerja sama di bidang
pertahanan keamanan guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta operasi
keamanan perbatasan tidak merupakan suatu ikatan pertahanan keamanan (Persekutuan
Militer).
5) Bentuk perlawann rakyat Indonesia dalam rangka membela serta mempertahankan
kemerdekaan bersifat kerakyatan dan kesemestaan, yang berarti melibatkan seluruh rakyat dan
segenap sumber daya nasional serta prasarana nasional yang bersifat kewilayahan, dalam arti
seluruh wilayah negara merupakan tumpuan perlawanan. Perlawanan rakyat semesta
dilaksanakan sesuai dengan perkembangan zaman.

c. Tujuan Hankamnas
Tujuan Hankamnas adalah untuk menjamin tetap tegaknya Negara kesatuan RI berdasarkan
pancasila dan UUD 1954 terhadap segala ancaman baik dari luar negeri maupun dari dalam
negeri dan tercapainya tujuan nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, Hankamnas bertugas
pokok membina Ketahanan Nasional,yang meliputi tugas-tugas :
1) Mempertahankan, mengamankan, dan menyelamatkan pancasila dan Undang-Undang dasar
1945.
2) Mempertahankan dan mengamankan segala hasil perjuangan yang telah dicapai dibidang
politik, ekonomi, sosial-budaya, agama dan militer.
3) Mempertahankan dan mengamankan kemerdekaan, kedaulatan dan integrasi Negara Wilayah
dan Bangsa Indonesia.
4) Mempertahankan dan mengamankan nilai-nilai kehidupan dan kepentingan-kepentingan
nasional lainnya.

d. Fungsi Hankamnas
1) Memelihara dan meningkatkan ketahanan nasional dengan menanamkan serta memupuk
kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia
2) Membangun, memelihara dan mengembangkan secara terpadu dan terarah segenap komponen
kekuatan pertahanan keamanan negara.
3) Mewujudkan seluruh kepulauan nusantara beserta yuridiksi nasional sebagai satu kesatuan
pertahanan keamanan Negara dalam rangka perwujudan wawasan nusantara.

e. Konsep Hankamnas
1) Konsep Pertahanan Nasional
Konsep pertahanan nasional ditunjukan kepada yang menggagalkan usaha-usaha dan rencana
agresi musuh dengan cara :
 Menghancurkan dan melumpuhkan musuh di wilayahnya sendiri
 Menghancurkan atau melumpuhkan musuh dalam perjalanan menuju Indonesia
 Mengahancurkan atau melumpuhkan musuh di ambang pintu masuk wilayah perairan dan
udara Indonesia
 Mengahancurkan atau melumpuhkan musuh jika musuh berhasil mengadakan aksi-aksi
pendaratan
 Menghancurkan atau melumpuhkan musuh jika musuh berhasil menduduki sebagian daratan
dengan serangan balasan yang menentu.

2) Konsep Keamanan Nasional


Konsep Keamanan nasional ditunjukan kepada yang mengagalkan usaha-usaha dan
kegiatan-kegiatan infiltrasi dan subversi di bidang Ipoleksom di dalam Negeri baik yang
ditimbulkan oleh kekuatan asing maupun oleh kekuatan dalam Negeri sendiri dengan jalan
melancarkan operasi-operasi keamanan secara gabungan.
Bangsa Indonesia melaksanakan Hankamnas atas dasar sishankamrata dengan
menggunakan sistasos secara serasi dan terpadu serta cara berperang yang bersifat
konvensional dan tidak konvensional.
Dengan terbitnya UU RI No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI maka konsep
keamanan berada dibawah kewenangan PORLI. Keamanan dan ketertiban masyarakat
sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan dalam rangka tercapainya
tujuan nasional yang ditandai dengan terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum
serta terbinanya ketenteraman yang mengandung kemampuan membina serta
mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan
menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk gangguan lainnya yang dapat
meresahkan masyarakat.
C. Faktor Yang Mempengaruhi Hankamnas
a. Doktrin
Doktrin hankamnas yang di tetepkan dalam rangka pembinaan pelaksanaan hankamnas
adalah doktrin henkamnas dan doktrin perjuangan ABRI Catur Darma Eka Karma. Menurut
doktrin pertahanan keamanan rakyat semesta (Hankamrata) keselamatan Negara dan bangsa
ditentukan oleh faktor rakyat, yakni rakyat yang patriotik,militan, terlatih dan tersusun baik,
kualitas rakyat dalam arti mental / jiwa organisasi serta keterampilannya ditentukan oleh
kualitas dari inti kekuatan Hankamnas, yaitu TNI.

b. Wawasan Nasional
Wawasan yang dianut dalam doktrin Hankamnas yaitu wawasan nusantara berintikan
kekompakan kesatuan dan persatuan serta integrasi antara pemerintah, TNI, Polri dan Rakyat.
c. Sistem Hankamrata
Sistem pertahanan dan keamanan berupa perpaduan serasi antara Sistek dan Sissos yang
dirumuskan dan disusun bersumber pada falsafah hidup bangsa, pengalaman perjuangan, dan
kondisi serta situasi negara dan bangsa sehingga Sissos benar-benar dimengerti dan dihayati
oleh bangsa Indonesia, agar merupakan sistem senjata yang ampuh dan cocok di samping
Sistek.

d. Geografi
Kondisi geografis bumi Indonesia serta letak geografis didunia mengandung faktor-faktor
penentu strategis yang sifatnya relatif permanen. Perkembangan sosial ekonomi, kepadatan
penduduk yang sangat tinggi di daerah-daerah lainnya yang mengandung pula permasalahan
yang relatif permanen, yang memerlukan dari segi pertahanan dan keamanan secara terus
menerus.

e. Manusia
Merupakan faktor yang sangat menentukan (the man behind the gun), selain harus
mempunyai fisik yang sehat dan kuat serta mental yang baik ,keadaannya dimanifestasikan
dalam moral yang tinggi, jiwa karsa yang tebal , terdapatnya integrasi TNI, terdapatnya
integrasi antara TNI dan rakyat, pendidikan, identitas nasional.

f. Masyarakat
Merupakan kumpulan manusia yang mempunyai sejumlah kepentingan. Perselisihan dan
pertikaian dapat timbul karena adanya tabrakan kepentingan yang terjadi, yang mengakibatkan
gangguan terhadap keamanan umumnya dan ketertiban masyarakat khususnya.

g. Material
Perindustrian dalamnegara berkembang yang masih di dalam taraf permulaan
mengutamakan /mendahulukan peningkatan koordinasi dan sinkronisasi antara angkatan, serta
antar industri pertahanan dengan industri sipil.

h. Ekonomi
Tingkat kebutuhan ekonomi nasional ditentukan oleh pelaksanaan dan hasil-hasil
pembangunan nasional serta kemampuanpemerintah dalam membangkitkan kegairahan dan
dan partisipasi seluruh rakyat dalam melaksanakan pembangunan tersebut.

i. Ilmu Pengetahuan Dan Iptek


Perkembangan IPTEK terjadi sangat cepat, umumnya pada negara berkembang masih
ketinggalan sehingga perlu diambil langkah dan akselerasi pertumbuhan untuk mengejar
ketertinggalan.
Tekhnologi mempengaruhi pada dua tingkat yaitu:
1) Kemampuan nasional untuk menyediakan sendiri dan menyempurnakan alat peralatan
Hankam yang modern sesuai dengan kebutuhan
2) Kemampuan unsur-unsur Hankam dalam menggunakan dan memelihara alat peralatan
tersebut.

j. Manajemen
Tingkat kemampuan manajerial diarahkan menuju manajemen yang modern. Melalui
rencana pembangunan Hankamnas yang realistis pragmatis, maka manajemen manusia,
material, keuangan, dan sebagainya harus ditingkatkan.

k. Pengaruh Luar Negeri


Sesuai dengan politik luar negeri yang bebas aktif, maka politik Hankamnas adalah:
1) Defensif aktif untuk pertahanan
2) Preventif aktif untuk keamanan

a. Politik Pertahanan dan Keamanan Nasional


Pada dasarnya politik pertahanan dan keamanan nasional kita (Hankamnas) diarahkan pada
sasaran-sasaran pokok sebagai berikut :
a) Kedalam, menciptakan suasana dan keadaan aman, tenteram, tertib dan dinamis, yang
merupakan landasan dan iklim bagi tiap usaha dalam pelaksanaan pembangunan disegala
bidang.
b) Keluar, ikut serta menjamin adanya perdamaian dunia, dan mewudjudkan kestabilan di
Wilajah Asia Tenggara.
c) Siap menghadapi segala kemungkinan ancaman dalam segala bentuk dan manifestasinja baik
dari luar maupun dari dalam, yang dapat menghambat, mengganggu serta dapat
membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan Negara.

b. Ketentuan perundang-undangan di bidang Hankamns


Ketentuan perundang-undangan di bidang Hankam yang diberlakukan di era reformasi
adalah:
a) UUD RI 1945 (Amandemen) BAB III Pasal 10, 11, 12 dan Bab XII Pasal 30;
b) UU No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara;
c) UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI;
d) Keputusan Panglima TNI No. KEP/2/I/2007 tgl. 12 Januari 2007 tentang Tri Dharma Eka
Karma (Tridek).
e) Relevansi Sishankamrata Saat Ini

c. Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia


a) TNI
b) TNI – AD
c) TNI – AL
d) TNI – AU
e) POLRI

D. Pembangunan Dan Penggunaan Kekuatan Hankamnas


Tujuan pembangunan Hankamnas berpangkal pada strategi Hankamnas, Seperti yang telah
diuraikan pada bab sebelumnya, pertahanan keamanan harus dibangun pertama-tama untuk
mewujudkan daya tangkal, yaitu kekuatan yang memberikan keyakinan kepada setiap pihak
yang mempunyai maksud memusuhi bangsa Indonesia dan merencanakan melakukan agresi
dengan cara apa pun juga, tidak dapat mencapai tujuan atau maksudnya. Daya tangkal demikian
terutama harus bersandar pada kekuatan rakyat Indonesia seluruhnya harus memiliki ketahanan
ideologi dan mental yang tangguh untuk menolak serta melawan setiap usaha atau gejala atau
musuh dari dalam maupun dari luar negeri yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa
Indonesia ideologi Pancasila, nilai-nilai nasional lainya, serta integritas wilayah
negera.Republik.Indonesia.
Daya tangkal ini kemudian harus dibulatkan dengan membangun kekuatan-kekuatan nyata
maupun potensial yang secara integrative mewujudkan kemampuan-kemampuan yang sanggup
melaksanakan tugas umum yang terkandung dalam strategi pertahanan keamanan, dan yang
sekaligus melaksanakan hak serta kedaulatan negara atas wilayahnya berdasarkan Wasantara.

a. Sasaran Kekuatan Hankamnas


Kekuatan rakyat di bidang pertahanan keamanan yang merata di seluruh wilayah negara dan
nyata dapat dirasakan, yang terwujud oleh masa rakyat yang militant, spontan, didasari
ketahanan ideologi Pancasila dan rasa cinta terhadap tanah air, untuk menentang setiap usaha
atau gejala yang membahayakan atau melawan musuh yang mengancam kelangsungan hidup
bangsa Indonesia tanpa mengenal menyerah.
1) ABRI sebagai kekuatan Hankamnas
Angkatan perang atau ABRI dengan kekuatan siap yang kecil dan cadangan yang cukup,
yang sanggup menghadapi situasi yang bisa timbul di masa depan dan menjalankan berbagai
tugas lainnya yang bisa dibebankan kepadanya termasuk pelaksanaan hak serta kedaulatan
negara atas seluruh wilayahnya. Polri yang cukup dan mampu menjalankan ketertiban
masyarakat, menyelenggarakan penyelamatan.
2) ABRI Sebagai Kekuatan Sosial
ABRI yang mampu merupakan penjelmaan jiwa dan semangat pengabdian ABRI sebagai
kekuatan sosial, yang bersama-sama kekuatan sosial lainnya dapat melaksanakan kegiatan-
kegiatan yang menunjang usaha peningkatan stabilitas nasional, perwujudan cita-cita
kemerdekaan dan pencapaian tannas yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

b. Sasaran Kemampuan Hankamnas


Sasaran kemampuan Hankamnas adalah sebagai berikut:
1) Kemampuan intelijen strategik
2) Kemampuan pembinaan wilayah
3) Kemampuan lawan subversi
4) Kemampuan lawan berusuhan massal
5) Kemampuan lawan teror
6) Kemampuan pengamatan laut
7) Kemampuan pengintaian dan perondaan lepas pantai
8) Kemampuan peperangan laut
9) Kemampuan peperangan darat
10) Kemampuan pengamatan udara
11) Kemampuan pertahanan udara
12) Kemampuan penyerangan udara
13) Kemampuan peperangan amfibi
14) Kemampuan penyerbuan lintas udara
15) Kemampuan peperangan lawan gerilya
16) Kemampuan pemindahan strategi
17) Kemampuan penertiban masyarakat
18) Kemampuan penyelamatan masyarakat
19) Kemampuan peperangan hukum
20) Kemampuan peperangan wilayah

c. Sasaran Program
Sektor Hankamnas dibagi 3 subsektor, yaitu Setiap subsector terdiri dari program-program
dengan sasaran-sasaran programnya sebagai yang diutarakan berikut ini.

1) Subsektor kekuatan pertahanan


Subsektor ini, meliputi program-program berikut ini.
 Program bala pertahanan wilayah. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD,
TNI-AL, TNI-AU yang menitikberatkan pada kemampuan-kemampuan wilayah masing-
masing.
 Program bala pertahanan terpusat. Program ini menangani pembinaan kekuatan TNI-AD,
TNI-AL, dan TNI-AU yang menitikberatkan pada peningkatan kemampuan masing-masing
secara nasional.
 Program bala cadangan. Program ini menangani pembinaan kekuatan cadangan dengan titik
berat pada pembentukan satuan tempur, angkutan, dan personalia militer cadangan golongan
perwira.
 Program intelijen dan komunikasi terpusat. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan
kemampuan intelijen strategi dan komunikasi strategi.
 Program angkutan terpusat. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan
pemindahan-pemindahan strategik.

2) Subsektor kekuatan keamanan


Subsektor ini, meliputi program-program berikut ini.
 Program kepolisian daerah. Program ini melaksanakan pembinaan kemampuan kepolisian
daerah.
 Program kepolisian pusat. Program ini untuk membina kepolisian pusat.
 Program angkutan terpusat. Program ini untuk peningkatan angkutan strategik Polisi.
 Program bantuan keamanan masyarakat. Program ini untuk pembinaan kekuatan bantuan
keamanan masyarakat pada peningkatan pembentukan berbagai jenis kepolisian khusus baik
pemerintah maupun swasta.
 Program intelijen kepolisian. Program ini untuk meningkatkan kemampuan intelijen
kepolisian.

3) Subsektor dukungan umum


 Program penelitian dan pengembangan. Program ini, dimaksudkan untuk meningkatkan
penelitian dan pengembangan, antara lain penyempurnaan doktrin Hankamnas serta kerja sama
dengan lembaga-lembaga penelitian lain.
 Program pembekalan dan pemeriharaan terpusat. Program ini dimaksudkan untuk
meningkatkan pembekalan dan pemeliharaan terpusat, seperti produksi senjata ringan, amunisi,
bahan-bahan peledak, alat-alat perhubungan, bekal perang, perbaikan berat, dan modifikasi alat
tempur.
 Program pendidikan, kesehatan dan kegiatan umum personalia. Program ini untuk
meningkatkan kemampuan personalia melalui pendidikan kejuruan/keahlian, pendidikan
pembentukan personalia, demiliterisasikan pegawai sipil, pendidikan perawatan personalia,
penyaluran personalia.
 Program administrasi dan manajemen. Program ini untuk meningkatkan kemampuan
administrasi dan manajemen.

d. Pola Dasar Penggunaan Kekuatan Hankamnas


Pola dasar penggunaan kekuatan Hankamnas secara umum diperlukan untuk suatu operasi
tentang tepatnya kekuatan dan kelemahan. Segi yang kuat dijadikan pancangan kaki dan
dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan memberikan kekuatan kepada segi yang lemah untuk
diperbaiki dan diperkuat sehingga lambat laun dapat diperoleh kekuatan nasional yang
seimbang dan serasi. Dengan demikian, politik dan strategi Hankamnas akan memperhatikan
dan berpijak kepada situasi dan kondisi kekuatan yang riil. Pola dasar penggunaan kekuatan
Hankamnas yang ditujukan ke dalam mencakup kegiatan sebagai berikut:
1) Persuasif
Ialah usaha mengadakan penggalangan di segala bidang kehidupan sosial dengan maksud
untuk menumbuhkan pengertian tentang arah pembangunan yang dilaksanakan oleh
pemerintah yang telah dituangkan di dalam GBHN dan Repelita.
2) Ancaman Langsung
Tindakan yang menakut-nakuti dengan peringatan lisan ataupun gerakan. Hal ini disertai
dengan tindakan preventif secukupnya sehingga dapat dikendalikan pada suasana persuasif.
3) Penghancuran
Merupakan tindakan terpaksa, setelah gagal menempuh semua jalan dantidak mungkin lagi
untuk mengembalikan pada suasana persuasif. Dalam menghadapi lawan dari luar, tindakan
keluar dilakukan berdasarkan politik luar negeri yang bebas aktif untuk diabadikan kepada
kepentingan nasional, dengan sejauh mungkin mengadakan musyawarah sebelumnya.

PENUTUP

A. Kesimpulan
Politik Hankamnas ialah asas, haluan, usaha serta kebijakansanaan tindakan negara dalam
bidan hankam tentang pembinaan (perencanaan, pembangunan, pemeliharaan, dan
pengendalian) serta penggunaan secara totalitas dari potensi nasional untuk mencapai tujuan
Hankamnas dalam rangka mencapai tujuan nasional.
Strategi Hankamnas ialah tata cara untuk melaksanakan politik nasional untuk mencapai
tujuan Hankamnas. Pertahanan dan keamanan nasional bertujuan menjamin tetap tegaknya
negara kesatuan republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 terhadap segala
ancaman baik yang datang dari luar negeri maupun dari dalam negeri dalam rangka mencapai
tujuan nasional.

Upaya pertahanan dan keamanan nasional tersebut diwujudkan dalam Sishankamrata yang
bersifat kerakyatan, kesemestaan dan kewilayahan. Dalam upaya mencapai tujuan Hankamnas,
yang dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara digunakan landasan
pemeliharaan atau prinsip dasar yaitu jaminan terhadap ketidakpastian masa depan, bersandar
kepada kemampuan diri sendiri, politik bebas aktif
https://supardan103.blogspot.co.id/2014/02/a.html