Anda di halaman 1dari 14

Kewirakoperasian

Oleh :

Devi Dara Aliftasari 1502612010458

Alviccenia Lailatul Mukaromah 1502612010477

I Gede Nala Arya Dananjaya 1502612010501

I Putu Pendi Agus Bujangga 1502612010503

A A Gede Agung Narakusuma 1502612010516

Natalia Subagio 1702612010940

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MAHASARASWATI

DENPASAR

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena

rahmatNya kami dapat menyelesaikan tugas ini, dengan judul “Kewirakoperasian”

dengan tepat waktu.

Makalah ini jauh dari kata sempurna, dan mungkin memiliki pembahasan

yang diluar konsep yang telah kami buat, maka dari itu kritik dan saran yang

membangun kami harapkan agar kami bisa lebih baik ke depannya.

Akhir kata, kami berharap agar apa yang kami paparkan dan jelaskan di

makalah ini dapat berguna dan dapat diambil manfaatnya bagi orang yang

membacanya. Terima kasih.

Denpasar, September 2018

Kelompok 2

ii
DAFTAR ISI

COVER .......................................................................................................................... i

KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................ iii

BAB I ............................................................................................................................ 1

PENDAHULUAN ........................................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................... 3

1.3 Tujuan .................................................................................................................. 3

BAB II ........................................................................................................................... 4

PEMBAHASAN ........................................................................................................... 4

2.1 Pengertian dan Fungsi Kewirakoperasian ........................................................... 4

2.2 Tipe - Tipe Kewirakoperasian ............................................................................. 5

2.3 Tugas - Tugas Kewirakoperasian ........................................................................ 6

2.4 Prasyarat Keberhasilan Kewirakoperasian .......................................................... 7

BAB III ....................................................................................................................... 10

PENUTUP ................................................................................................................... 10

3.1 Simpulan ............................................................................................................ 10

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Koperasi merupakan Badan Usaha yang didirikan dengan asas

kekeluargaan dan memiliki tujuan mensejahterakan masyarakat pada umumnya

dan kesejahteraan anggota pada khususnya. Seiring dengan berdirinya koperasi,

memberikan dampak positif terhadap perekonomian di dunia, termasuk di

Indonesia. Bahkan ketika terjadi krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998,

koperasi ikut mengambil bagian untuk tetap menjadi Badan Usaha yang

mmpertahankan eksistensi tujuannya bagi masyarakat tanpa tenggelam oleh

krisis moneter yang melanda Indonesia.

Koperasi mempunyai peranan yang cukup besar dalam menyusun usaha

bersama dari orang-orang yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas.

Dalam rangka usaha untuk memajukan kedudukan rakyat yang memiliki

kemampuan ekonomi terbatas tersebut, maka Pemerintah Indonesia

memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan perkumpulan-perkumpulan

Koperasi.

Dengan mengacu kepada pemikiran bahwa “entrepreneurs are made not

born”,maka salah satu upaya pengembangan kewirausahaan koperasi dapat

ditempuh melalui berbagai program pelatihan (pembelajaran). Dalam hal ini

upaya pelatihan kewirausahaan Koperasi umumnya telah dilakukan, baik oleh

1
pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat maupun gerakan Koperasi sendiri.

Namun, jarang kalau tidak dapat dikatakan tidak sama sekali diselenggarakan

berdasarkan model teoritis tertentu, baik model pelatihannya maupun

kewirausahaannya sebagai acuan. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa

model kewirausahaan koperasi belum ada. Kalaupun ada baru ada dua model

hipotesis, yang dikembangkan oleh Jochen Ropke (Universitas Malburg, Jerman)

dan Herman Soewardi (Ikopin, Unpad). Langkanya model inilah yang menarik

untuk diteliti agar teori yang ada dapat diperluas, diperdalam dan atau

dimodifikasi Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan

proses kewirausahaan Koperasi, membangun atau memomidifikasi teori yang

ada berdasarkan fakta empiris budaya para praktisi koperasi serta

mengembangkan program-program pelatihan sesuai dengan model

kewirausahaan Koperasi yang dimodifikasi.

Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki banyak koperasi yang

tersebar hampir di seluruh bagian Indonesia, yang semuanya tersebar di berbagai

daerah. Karena adanya koperasi yang turut serta menyokong perputaran roda

perekonomian negara tanpa bertujuan menarik keuntungan dari anggotanya

maupun masyarakat, tak heran apabila koperasi inilah yang banyak dipilih dan

digunakan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan ekonomi di Indonesia.

Koperasi memiliki kendala dan resiko yang lebih kecil, dibanding dengan bentuk

badan usaha lainnya yang berkecenderungan untuk mencari laba. Jadi banyak

dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang mudah tetapi dapat

2
menjadi pondasi yang kuat dalam pembangunan. Seiring berjalannya waktu, di

era globalisasi ini persaingan dalam perekonomian makin ketat, sehingga

diperlukan jiwa – jiwa wirausaha dalam pembangunan koperasi agar tetap lestari

dan utuh.

1.2 Rumusan Masalah

Masalah-masalah yang akan di pecahkan dalam makalah ini yaitu sebagai

berikut :

1. Pengertian dan fungsi kewirakoperasian

2. Tipe-tipe kewirakoperasian

3. Tugas-tugas kewirakoperasian

4. Prasyarat keberhasilan kewirakoperasian

1.3 Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas

kelompok mata kuliah Koperasi UMKM dengan tema “Kewirakoperasian”, di

mana tugas yang diberikan adalah untuk membuat satu makalah dan presentasi

dari makalah tersebut dari tema yang sudah diberikan.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Fungsi Kewirakoperasian

1) Pengertian Kewirakoperasian

Kewirakoperasian adalah suatu sikap mental positif dalam usaha

komperatif dengan mengambil prakasa inovatif serta keberanian mengambil

resiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi dalam

mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata, serta peningkatan kesejahteraan

bersama.

Pundak wirausaha koperasi diharapkan koperasi akan mempunyai

keunggulan bersaing (competitive advantages) dari badan usaha lain yang

menjadi saingannya. sebenarnya competitive advantages dapat diperoleh

melalui strategic asset, reputation dan arsitectur koperasi, tetapi peranan

wirakop dalam menciptakan inovasi lebih dominan dalam menciptakan

competitive advantages.

2) Fungsi Kewirakoperasian

Fungsi atau kegiatan wirakoperasi, jenis kewirakoperasian dibedakan

menjadi 3 hal yaitu kewirakoperasian rutin, arbitrage dan inovatif.

a) Kewirakoperasian Rutin

Kewirakoperasian rutin diarahkan pada kegiatan rutin organisasi usaha

koperasi seperti produksi, pemasaran, personalia, keuangan, dan

administrasi.

4
b) Kewirakoperasian Arbitrage

Arbitrage di sini dimaksudkan sebagai keputusan yang diambil dari dua

kondisi yang berbeda. Tugas utama wirakoperasi dalam hal ini mencari

peluang yang menguntungkan dari dua kondisi yang berbeda.

c) Kewirakoperasian Inovatif

Wirakoperasi yang inovatif berarti wirakoperasi yang selalu tidak puas

dengan kondisi yang ada. Ia selalu berusaha mencari, menemukan dan

memanfaatkan peluang yang diperoleh.

2.2 Tipe - Tipe Kewirakoperasian

Kewirakoperasian dibagi menjadi 4, yaitu:

1) Kewirakoperasian Anggota

Anggota sebagai pemilik koperasi dapat menjadi wirakoperasi bila ia mampu

menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk pertumbuhan

koperasi.

2) Kewiraoperasian Manager

Koperasi yang mengangkat manager sebagai pelaksana dan penangung jawab

kegiatan operational dan tentumya mengharapkan perubahan yang

memberikan keuntungan. Tetapi kendala yang dihadapi oleh manager adalah

keterbatasan kebebasan untuk bertindak.

3) Kewirakoperasian Birokrat

5
Birokrat adalah pihak yang secara tidak langsung berhubungan dengan

pengembangan gerakan koperasi. Setiap kegiatannya memang diarahkan

untuk memacu perkembangan koperasi.

4) Kewirkoperasian Katalis

Katalis di sini diartikan sebagai pihak yang berkompeten terhadap

pengembangan koperasi kendatipun ia tidak mempunyai hubungan langsung

dengan organisasi koperasi.

2.3 Tugas – Tugas Kewirakoperasian

Tugas kewirakoperasian adalah menciptakan keunggulan bersaing

koperasi dibanding dengan organisasi usaha pesaingnya. Keunggulan tersebut

dapat di peroleh melalui :

1) Mendudukkan koperasi sebagai penguasa yang kuat di pasar.

Bila para petani bersatu membentuk koperasi, maka keoperasi tersebut

mempunyai kedudukkan yang kuat di pasar.

2) Kemampuan dalam mereduksi biaya transaksi.

Yaitu menekan biaya transaksi. Biaya transaksi adalah biaya di luar produksi

yang timbul karena adanya transaksi-transaksi, seperti biaya kontrak.

3) Pemanfaatan interlinked market.

Interlinked market adalah hubungan transaksi antara pelaku-pelaku ekonomi

di pasar.

4) Pemanfaatan trust capital.

Trust capital diartikan sebagai pengumpulan modal.

6
5) Pengedalian ketidakpastian.

Upaya pengendalian ketidakpastian sangat dimungkinkan mengingat adanya

pasar internal pada koperasi.

6) Penciptan inovasi.

Inovasi pada koperasi sangat dimungkinkan mengingat banyak pihak yang

berkompeten terhadap pertumbuhan koperasi. Tugas wirakoperasi dalam hal

ini menciptakan inovasi-inovasi baru yang menguntungkan bagi koperasi dan

anggotanya.

7) Pembangunan manfaat partisipasi.

Keunggulan koperasi dapat diperoleh melalui partisipasi baik partisipasi

kontributif dalam penyerahan keuangan dan pengambilan keputusan, maupun

partisipasi intensif dalam hal pemanfaatan pelayanan koperasi.

2.4 Prasyarat Keberhasilan Kewirakoperasian

Koperasi sebagai unit usaha yang bergerak dibidang ekonomi dan sosial

pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu: Membantu meningkatkan

pertumbuhan ekonomi, yang merupakan sasaran utama pertumbuhan ekonomi.

Perubahan yang meningkatkan produktivitas hanya dapat dilakukan

melalui dua jalan yaitu:

1) Melalui kegiatan inovatif (penciptan bangunan baru dan

penerapannya).

2) Melalui kegiatan peningkatan kegiatan kerja (berprestasi lebih banyak

dalam satuan waktu kerja tetap atau waktu kerja yang diperpanjang.

7
Tipe inovasi ala scumpeter tentang kegitan kerja yang meliputi:

1) Pembuatan dan pemapanan produk-produk baru atau mutu produk

yang baru.

2) Pembangunan metode produksi baru.

3) Menciptakan tata laksana produksi baru dibidang industri.

4) Pembuatan prasarana baru.

5) Pencarian sumber pembelian baru.

Hakikat dari fungsi wirausaha:

Melihat dan menerapkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang

ekonomi. Fungsi ini disebut fingsi inovatif. Fungsi inovasi dapat dijabarkan

dalam berbagai kegiatan kerja meliputi:

1) Mengenai keuntungan atau manfaat dari kombinasi-kombinasi baru.

2) Evaluasi keuntungan yang terlangsung dalam kombinasi baru itu.

3) Pembiayaan.

4) Teknologi dan perencanan pembangunan tempat-tempat produksi.

5) Pengadaan,pendidikan dan memimpin tenaga kerja.

6) Negoisasi dengan pemerintah badan atau resmi yang berwenang.

7) Negoisasi dengan pemasok pelanggan.

Dalam melaksanakan fungsi-fungsi tersebut, seorang wirausaha koperasi

dihadapi pada kendala sebagai berikut:

8
1) Kemungkinan bertindak inovatif tidak selalu merupakan kemungkinan

yang diizinkan menurut hukum. Jadi inovator tidak mempunyai hak

untuk menerapkan tindakan inovatif.

2) Kemungkinan inovatif yang diperoleh harus ditemukan dan

dilaksanakan penerapanya. Untuk itu diperbolehkan kemampuan baik

personal maupun organisatoris.

3) Kalaupun kemungkinan inovatif tertentu tidak terlarang dan masih

dalam rangka kesanggupan seorang atau kelompok, maka

perseorangan atau kelompok perlu memiliki motivasi untuk

menerapkan inovasi itu.

9
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Koperasi memiliki dua nilai, kekeluargaan dan kewirausahaan. Dalam

praktiknya, keduanya tak mudah untuk diharmonisasikan. Tanpa etos

kekeluargaan yang meniscayakan dimensi sosial, koperasi kehilangan spiritnya.

Tanpa kultur wirausaha yang kuat, koperasi lumpuh. Menempatkan usaha secara

independen, merupakan salah satu langkah yang perlu ditempuh agar koperasi

fokus pada profesionalitas kinerja. Untuk itu, diperlukan pemisahan antara kultur

kekeluargaan dan kewirausahaan di tangan yang berbeda, dengan tetap melayani

sebuah visi yang sama dan sebangun yakni melayani kepentingan anggota pada

khususnya agart tercipta suatu peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat

secara luas.

10
DAFTAR PUSTAKA

Academia.edu/26482860/BAB_9_KWU_KOPERASI (Diakses tanggal 20 September

2018)

Academia.edu/26255975/KEWIRAUSAHAAN_KOPERASI (Diakses tanggal 27

September 2018)