Anda di halaman 1dari 4

Facilitation Skills

Published July 14, 2016 Uncategorized Leave a Comment


Oleh: Dr. Adie E. Yusuf, MA. Instructional Designer-HELM USAID Project 2015
Pendahuluan
Dalam mengelola kegiatan pelatihan atau lokakarya diperlukan beberapa keterampilan
memimpin atau memandu kegiatan yang efektif dan berhasil mencapai tujuan. Keterampilan
memimpin kegiatan tersebut antara lain keterampilan fasilitasi (facilitation skills). Sebagai
seorang fasilitator yang handal dituntut bukan hanya menguasai keterampilan komunikasi dan
motivasi, tetapi juga memiliki kemampuan membangun dan menggerakkan partisipasi dari
peserta pelatihan, serta mampu mencari alternatif solusi terhadap masalah yang kompleks
dalam kelompok. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu kegiatan pelatihan
adalah fasilitator mampu menerapkan pendekatan belajar orang dewasa, berperan dan
bertanggungjawab menyiapkan dan melaksanakan kegiatan pelatihan aktif, partisipatif dan
produktif. Selain itu, fasilitator dapat berbagi ide, opini, pengalaman, dan keahlian untuk
mencapai tujuan pelatihan.
Pengertian Fasilitasi
The word facilitation comes from the Latin word facil, which means to make easy. My hope is
that this book will indeed make your next planning effort truly easy. -Michael Wilkinson
Menurut kamus, fasilitasi diterjemahkan making thing easy atau membuat sesuatu hal
menjadi mudah.Dalam kehidupan sehari-hari di tempat kerja, fasilitator senantiasa mejadikan
sesuatu hal semakin mudah dengan cara menggunakan serangkaian teknik dan metode untuk
mendorong orang memberikan yang terbaik pada waktu mereka bekerja dan berinteraksi
untuk mencapai hasil.
“Great facilitation produces real commitment to solving problems and to advancing your
organization. That’s why we put special emphasis on the Drivers Model as we train our next
generation of leaders”. Mark O’Connell, Director, Advanced Leadership Program, United
Way Movement
Secara umum, fasilitator diharapkan membantu orang lain untuk mengambil keputusan dan
mencapai hasil dalam suatu pertemuan, sesi pengembangan tim, serta pemecahan masalah
secara berkelompok dalam kegiatan pelatihan.
Beberapa pengertian yang sering dipakai sebagai berikut:
1. Fasilitasi adalah memungkinkan atau menjadikan lebih mudah.
2. Fasilitasi adalah mendukung individu, kelompok atau organisasi melalui proses-proses
partisipasi.
3. Fasilitasi adalah proses sadar dan sepenuh hati membantu suatu kelompok multipihak supaya
sukses mencapai tujuan kelompok dan kelompok benar-benar berfungsi sebagai kelompok
dengan cara taat pada prinsip-prinsip partisipasi dan dinamika kelompok.
Berikut ini perbedaan secara singkat antara pelatih (trainer), konsultan (consultant) dan
fasilitator(facilitator) dalam aspek-aspek fungsi, relasi, fokus dan kegiatan.
Tipe Fasilitasi
Terdapat 3 (tiga) tipe fasilitasi untuk pelatihan bagi orang dewasa sebagai berikut:
 Tipe fasilitasi prosedur (procedural)
 Tipe fasilitasi perilaku (behavioral)
 Tipe fasilitasi pemecahan masalah (problem solving)
Fasilitasi Prosedur
Fasilitator dalam tahap ini menyiapkan kelompok atau tim untuk bekerjasama mencapai
tujuan yang ditetapkan
Prosedur—Persiapan Sesi
Apakah yang harus Anda lakukan dalam persiapan sesi fasilitas ?
Membuat Agenda Fasilitasi
Menggunakan form agenda yang standar dan agenda berorientasi hasil
Pembukaan Sesi
Berikut beberapa tips dalam membuka sesi dan menggunakan agenda untuk keberhasilan
pelatihan

· Datang lebih awal untuk menjamin ruang telah siap dan peserta datang untuk
menyambut peserta
· Menetapkan aturan main dan norma dalam kelompok.
· Memilih dan menunjuk peserta untuk mengambil peran dan tanggungjawab
sebagai: Recorder, Timekeeper & Facilitator
· Mereview tujuan dan agenda sesi
· Memberi kesempatan peserta untuk berbagi pengalaman dan harapan
· Mereview konsep ‘parking lot’ dengan peserta untuk menampung ide diluar
konteks pada flip-chart dan Post-It
Fasilitasi Perilaku
Fasilitator menciptakan perilaku yang efektif dan aktif sebagai model peran bagi peserta.
Karakteristik Perilaku Fasilitator Efektif
 Memiliki pemikiran positif
 Memiliki sikap fleksibel
 Memiliki rasa humor
 Menempatkan posisi netral
 Menjadi pendengar yang ak
Fasilitasi Pemecahan Masalah
Fasiltator membantu mencari alternatif solusi dari masalah yang dihadapi dengan
menggunakan berbagai teknik pertanyaan.
Pertanyaan Tertutup, contoh:
 Pertanyaan dengan jawabn Ya atau Tidak
 Buatlah pertanyaan dengan “apakah anda…”
Pertanyaan Terbuka (5W 1H), contoh:
 Buatlah pertanyaan dengan “Untuk apa…”
 Buatlah pertanyaan dengan “Siapa saja…”
 Buatlah pertanyaan dengan “Sejak kapan…”
 Buatlah pertanyaan dengan “Dimana…”
 Buatlah pertanyaan dengan “Mengapa…”
 Buatlah pertanyaan dengan “Bagaimana…”
Pertanyaan Eksplorasi, contoh:
“Apa yang pendapat Anda tentang hal ini?” atau “Mengapa Anda merasa begitu?”
Pertanyaan Klarifikasi, contoh:
“Saya ingin lebih yakinkan pemahaman. Apakah yang Anda maksud adalah…?”
Pertanyaan Refleksi, contoh:
“Tampaknya tidak semua setuju, tapi Anda terus lanjut ke topik berikut……….”
Teknik Fasilitasi Efektif
Ada banyak teknik fasilitasi yang efektif untuk pelatihan yang produktif, partisipatif, dan
menyenangkan diantaranya adalah.
1. Think Pair Share
Peserta secara berpasangan saling berpikir dan mendengarkan serta berbagi atau tukar
menukar ide
2. Brainstorming
Curah pendapat dengan banyak ide yang menarik untuk dicatat dan selanjutnya dibahsa
bersama.
3. Check in conversation / Galery walk
Cara lain mendengar pendapat dari semua orang dengan cara bertamu ke kelompok lain.
4. Mind Maps
Memetakan konsep dalam bentuk gambar yang mudah dipahami (i-Mindmap : Buzan.
5. Affinity grouping
Menulis kalimat atau pertanyaan tentang situasi tertentu pada post it, lalu ditempel di dinding
atau flipchart.
6. Question storming
Curah pendapat daftar isu, masalah atau solusi yang prioritas yang ditulis dalam pertanyaan.
7. Six Thinking Hats
 Putih: fakta, angka dan informasi.
 Merah: perasaan, sensasi, intuisi.
 Hitam: kritik, protes.
 Kuning: ide baru, saran perbaikan.
 Hijau: kreatif, inovatif.
8. World Café
Kelompok asal dibagi menjadi 4-5 orang, selanjutkan beberapa orang peserta ditugaskan
mengunjungi kelompok lain untuk membahas isu yang spesifik, dan kembali lagi ke
kelompok asal untuk memberikan saran dan solusi.
Tips untuk Fasilitator
1. Menyederhanakan apa yang dikatakan seseorang yang berbicara berulang-
ulang sehingga membantu orang berpikir lebih fokus (paraphrase).
2. Membantu mereka yang bicaranya terpatah-patah dengan cara mengajak
mereka megungkapkan secara perlahan atau probing (menggalai lebih
dalam)
3. Mengulang kembali gagasan yang dilontarkan peserta yang pemalu supaya
mendapat perhatian dari semua orang ( mirroring), dan
4. Menangani interupsi dengan tegas dan hormat, dengan meyakinkan orang
yang interupsi bahwa fasilitator akan mengangkat isu yang diangkat setelah
selesai diskusi.