Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

PT. Kajoran Patra Utama Memiliki IUP Eksplorasi Emas pada Daerah

Bukitmas dan sekitarnya, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Propinsi NTT

sejak Tahun 2010 dan telah di perpanjang sebanyak 3 (tiga) kali pada tahun

2012, 2013 dan 2014. Selama 4 tahun PT KPU telah melakukan kegiatan

eksplorasi berupa survey tinjau pada 2011 di daerah lokasi IUP eksplorasi PT

KPU, ditemukan batuan-batuan yang teralterasi dan termineralisasi sebagai

penciri formasi batuan yang membawa mineralisasi emas dan perak, tipe

alterasi pada daerah penelitian yang dominan adalah silisifikasi dan

porpilitik, mineralisasi yang berkembang dan dapat dilihat dengan mata

telanjang adalah piryte dan chalcopiryte, sedangkan lingkungan

pembentukannya diperkirakan low shulphidation epythermal (laporan

executive summery 2011). Pada 2012 PT. KPU telah melakukan eksplorasi

dan menemukan cadangan tetapi tidak mempunyai model vein (laporan Study

Kelyakan 2012). 2013 PT. KPU menentukan lokasi atau zona prospek

mineralisasi dan alterasi intensif disekitar daerah bukitmas-kabir, karena itu

tahapan perpanjangan eksplorasi detail akan dikonsentrasikan di sekitar

lokasi prospek yaitu daerah bukitmas-kabir (laporan IUP eksplorasi 2013).

Pada 2014 PT. MAM melakukan survey detail untuk menentukan

mineralisasi pada daerah prospek, di perkirakan di daerah survey terdapat

tiga zona anomali, dua zona anomali merupakan zona anomali tinggi dan satu

1
2

anomali merupakan zona anomali sedang/medium kemungkinan merupakan

zona mineralisasi sesar (ground magnetic survey 2015).

Pemetaan awal dilakukan oleh PT. MAM dan berhasil dipetakan adanya

10 vein dan satu zona breksi hidrotermal. Hasil pemetaan ini kemudian

diverifikasi oleh SRK consultan. Berdasarkan hasil pemetaan PT. MAM dan

verifikasi oleh SRK consultan dilaporkan bahwa di Daerah Bukitmas

dijumpai adanya vein kalsedonik, silisifikasi vulkanik dengan lempung yang

teralterasi, silika tuf hidrotermal, batugamping, dan breksi hidrotermal.

Struktur yang diamati berupa rekahan, breksi sesar, dan vein (kalsedonik dan

breksi hidrothermal) (ground magnetic survey 2015).

Alterasi pada batuan yang terjadi di daerah penelitian detail diakibatkan

oleh adanya proses hidrotermal (epythermal) ditandai adanya mineralisasi

pada vein, breksi hidrotermal dan veinlet yang berkembang melalui rekahan

akibat proses hidrotermal pada batuan vulkanik. Adanya vein-vein yang

tebal, breksi hidrothermal, silisifikasi breksi vulkanik dan mineralisasi terjadi

tidak saja mengisi rekahan namun adanya mineralisasi yang terjadi pada

batuan samping, seperti adanya vuggy kuarsa, alunit dan barite merupakan

penciri endapan hidrotermal high sulfidation. Adanya zona sulfidasi juga

dijumpai di lapangan.

.Oleh karena itu, maka peneliti melakukan penelitian yang berjudul:

Pemetaan Jalur Mineralisasi Pada Blok Selatan Daerah IUP Bukit Mas

PT. Kajoran Patra Utama, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Provinsi

Nusa Tenggara Timur.


3

1.2. Rumusan Masalah

Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana jalur rekahan yang termineralisasi pada zona alterasi

yang berada pada blok selatan daerah penelitian?

2. Mineralisasi apa saja yang dijumpai pada jalur rekahan pada zona

alterasi?

3. Tipe-tipe sulfidasi yang terbentuk pada zona alterasi, epitermal dan

hidrotermal?

1.3. Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Hanya membahas mengenai jalur rekahan yang termineralisasi pada

zona alterasi .

2. Hanya membahas tentang mineralisasi yang dijumpai pada jalur

rekahan yang berada pada zona alterasi.

3. Hanya membahas tentang tipe-tipe sulfidasi yang terbentuk pada zona

alterasi, epitermal dan hidrotermal.

1.4. Tujuan Penelitian

1. Agar mengetahui jalur rekahan yang termineralisasi pada zona

alterasi yang berada pada blok selatan daerah penelitian. .

2. Untuk dapat mengatahui mineralisasi yang dijumpai pada jalur

rekahan yang berada pada zona alterasi.

3. Untuk dapat mengetahui tipe-tipe sulfidasi yang terbentuk pada

zona alterasi, epitermal dan hidrotermal.


4

1.5. Manfaat Penelitian

1. Sebagai bahan masukan bagi PT. Kajoran Patra Utama dalam bentuk

data pemetaan permukaan berupa zona breksi dan vein yang

mengandung mineralisasi.

2. sebagai bahan referensi bagi Universtas Nusa Cendana (UNDANA)

khususnya Mahasiswa Teknik Pertambangan UNDANA dalam

pengerjaan tugas akhir.