Anda di halaman 1dari 2

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Tujuan utama dari analisis volumetri adalah untuk mengetahui kuantitas

dari setiap komponen yang menyusun analit, analisis volumetri menghasilkan data

numerik yang memiliki satuan tertentu. Data hasil analisis volumetri umumnya

dinyatakan dalam satuan volume, satuan berat, maupun satuan konsentrasi dengan

menggunakan metode analisis tertentu Materi yang dibahas pada analisis

volumetri meliputi titrasi asam basa, titrasi pengendapan dan titrasi redoks.

Konsep-konsep yang dibahas pada materi analisis volumetri berupa konsep

abstrak, konsep terdefinisi dan konsep berdasarkan proses. ( Fardani dkk., 2017).

Analisis volumetri yaitu analisis yang dilakukan dengan pengukuran yang

akurat. Untuk mengukur volumetri secara akurat, harus digunakan peralatan gelas

volumetri. Ada tiga jenis peralatan gelas volumetri yang penting untuk

keberhasilan analisis volumetri, peralatan tersebut adalah labu ukur, pipet, dan

buret. (Cairns, 2008).

Titrasi dapat ditemukan melalui analisis volumetrik, di mulai pada akhir

abad ke-18, studi kimia analitik pertama kali muncul di prancis dan buret pertama

dibuat oleh Francois Antoine Henri Descroizilles. Buku pertama yang berisi

tentang titrasi berjudul Lehrbuch der chemisch-analytischen Titrirmethode (Buku

Instruksional Metode Titrasi dalam Kimia Analitik) ditemukan oleh Gay – Lussac

dan diterbitkan pada tahun 1855 di Jerman. (Taleuzzaman and Gilani, 2017).

Iodimetri adalah adalah metode titrasi atau volumetri yang pada

penentuannya berdasarkan pada jumlah iodium (I2) yang bereaksi dengan sampel

(asam askorbat) atau terbentuk dari hasil reaksi antara sampel dengan ion iodide.
Titrasi Iodimetri merupakan contoh analisis volumetri yaitu suatu cara atau

metode yang menggunakan larutan yang disebut titran dan dilepaskan dari

perangkat gelas yang disebut buret. (Nurmastika dkk., 2018).

Konsentrasi hidrogen peroksida ditentukan secara analitik menggunakan

metode iodometri. Iodometri merupakan titrasi tidak langsung dan digunakan

untuk menetapkan senyawa-senyawa yang mempunyai potensial oksidasi lebih

besar dari sistem iodium-iodida atau senyawa-senyawa yang bersifat oksidator

seperti CuSO4.5H2O. Pada iodometri, sampel bersifat oksidator direduksi dengan

kalium iodida berlebih dan akan menghasilkan iodium yang selanjutnya dititrasi

dengan larutan baku tiosulfat. (Merouani et al., 2015).