Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

PENDIDIKAN PANCASILA
KONSTITUSI DI INDONESIA

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Pendidikan Pancasila
Dosen Pembimbing: Sukron Mazid, S.Pd.,M.Pd

Disusun oleh:

KELOMPOK 2

1. Muhammad Ibna Mauladany (1710501003)


2. Tifani Handayani (1710501005)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN ELEKTRO


UNIVERSITAS TIDAR MAGELANG
2018
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Alloh Swt yang telah melimpahkan rahmat-
Nya, maka pada hari ini makalah yang berjudul “KONSTITUSI DI INDONESIA” dapat
diselesaikan.
Secara garis besar lingkup makalah ini terdiri dari tiga materi, yaitu: Pentingnya konstitusi
bagi Negara, UUD 1945 sebagai konstitusi Negara Indonesia, dan Perilaku konstitusional.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung
penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, saran dari berbagai pihak sangat diharapkan demi
kemajuan selanjutnya.

Magelang, 27 Februari 2018

Penyusun,
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Setiap negara di dunia pasti mempunyai konstitusi, karena konstitusi merupakan salah satu
syarat penting untuk mendirikan dan membangun suatu negara yang merdeka, oleh karenanya
begitu pentingnya konstitusi itu dalam suatu negara.
Konstitusi merupakan suatu kerangka kehidupan politik yang sesungguhnya telah
dibangun pertama kali peradaban dunia dimulai, karena hampir semua negara menghendaki
kehidupan bernegara yang konstitusional, adapun ciri-ciri pemerintahan yang konstitusional
diantaranya memperluas partisipasi politik, memberi kekuasaan legislative pada rakyat,
menolak pemerintahan otoriter dan sebagainya (Adnan Buyung Nasution, 1995 : 16).
Dalam bahasa Indonesia, konstitusi diartikan sebagai hukum dasar atau undang-undang
dasar. Istilah itu menggambarkan keseluruhan system ketatanegaraan suatu Negara.
Konstitusi dinegara kita adlah UUD 1945. UUD 1945 ialah sumber hukum dasar yg tertulis.
Jadi, semua perundang undangan dan peraturan-peraturan harus bersumber pada UUD 1945.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pentingnya konstitusi bagi suatu Negara?
2. Konstitusi apa yang berlaku di Negara Indonesia?
3. Bagaimana cara berperilaku konstitusional?

C. Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui pentingnya konstitusi bagi suatu Negara.
2. Mengetahui konstitusi yang berlaku di Negara Indonesia.
3. Menerapkan perilaku konstitusional.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pentingnya konstitusi bagi Negara


Eksistensi konstitusi dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara merupakan sesuatu
hal yang sangat krusial, karena tanpa konstitusi bisa jadi tidak akan terbentuk sebuah negara.
1. Kedudukan Konstitusi
Konstitusi menempati kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan
ketatanegaran suatu negara, yaitu :
a. Sebagai Hukum Dasar

Konstitusi berkedudukan sebagai hukum dasar, karena ia berisi aturan dan


ketentuan tentang hal-hal yang mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Secara khusus konstitusi memuat aturan-aturan tentang badan-badan pemerintah dan
sekaligus memberikan kewenangan kepadanya. Misalnya, didalam konstitusi biasanya
akan ditentukan adanya badan legislatif, cakupan kekuasaan badan legislatif itu dan
prosedur penggunaan kekuasaannya. Demikian pula dengan lembaga eksekutif dan
yudikatif.
Jadi konstitusi menjadi dasar adanya sumber kekuasaan bagi setiap lembaga
negara. Oleh karena itu konstitusi juga mengatur kekuasaan badan legislatif (pembuat
undang-undang), Undang-Undang Dasar (UUD) juga merupakan dasar adanya dan
sumber bagi isi aturan hukum yang ada di bawahnya.
b. Sebagai Hukum Tertinggi
Konstitusi lazimnya diberi kedudukan sebagai hukum tertinggi dalam tata
hukum sehingga aturan-aturan yang terdapat dalam konstitusi secara hierarkis
mempunyai kedudukan lebih tinggi/superior terhadap aturan lainnya. Oleh karena
itulah aturan-aturan lain dibuat oleh pembentuk undang-undang harus sesuai atau
tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar.
1. Tujuan Konstitusi Negara
a. Membatasi kekuasaan pemerintah
Dengan adanya konstitusi akan tercipta pembatasan kekuasaan melalui pembagian
kekuasaan dalam menjalankan Negara. Agar pemerintah tidak bertindak otoriter dan
sewenang-wenang yang dapat merugikan rakyat
b. Sebagai alat untuk menjamin hak-hak warga Negara
Selain itu, adanya konstitusi juga menjadi suatu hal yang sangat penting untuk
menjamin hak-hak asasi warga Negara, sehingga tidak terjadi penindasan dan
perlakuan sewenang-wenang dari pemerintah. Menghormati orang lain dan hak
memperoleh perlindungan hokum dalam melaksanakan haknya.
c. Sebagai pedoman penyelenggaraan Negara
Tanpa pedoman konstitusi Negara tidak akan berdiri dengan kukuh.
2. Fungsi Konstitusi
Konstitusi memiliki fungsi yang berperan dalam suatu negara. Fungsi konstitusi adalah
sebagai berikut:
a. Konstitusi berfungsi membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak terjadinya
kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pemerintah agar hak-hak bagi warga
negara terlindungi dan tersalurkan (konstitusionalisme)
b. Konstitusi berfungsi sebagai piagam kelahiran suatu negara (a birth certificate of new
state)
c. Konstitusi berfungsi sebagai sumber hukum tertinggi
d. Konstitusi berfungsi sebagai alat yang membatasi kekuasaan
e. Konstitusi berfungsi sebagai identitas nasional dan lambang
f. Konstitusi berfungsi sebagai pelindung hak asasi manusia dan kebebasan warga suatu
negara.
A. UUD 1945 sebagai konstitusi Negara Indonesia

Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi di Indonesia merupakan hokum tertinggi


yang ditetapkan secara konstitusional Sejak Proklamsai Kemerdekaan Indonesia tanggal 17
Agustus 1945, dan diikuti pengesahan UUD 1945 sebagai konstitusi pada tanggal 18 Agustus
1945.
Hingga kini UUD 1945 sebagai konstitusi telah mengalami perkembangan dan perubahan-
perubahan, hal itu disebabkan karena perkembangan politik demokrasi yang selalu berkembang
dan berubah-ubah pula. Kepentingan yang berubah-ubah juga menjadi sebab berubahnya
konstitusi, namun semuanya pasti mempunyai tujuan sama yaitu menuju hukum yang dicita-
citakan (Ius constituendum). Perkembangan konstitusi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh sistem
politik pada waktu tertentu, pada mulanya UUD 1945 dijadikan konstitusi, namun sempat tidak
diberlakukan pada pemerintahan Republik Indonesia Serikan dan masa sistem pemerintahan
parlementer, akhirnya UUD 1945 sebagai konstitusi di Indonesia deberlakukan kembali hingga
kini dan telah mengalami perubahan.

B. Perilaku konstitusional dalam hidup bernegara

Perilaku konstitusional adalah perilaku-perilaku yang senantiasa berdasar dan hanya


berpijak pada aturan-aturan penyelengaraan bernegara yang tertuang dalam UUD 1945. Perilaku
konstitusional juga dapat diartikan sebagai perilaku yang sesuai dengan konstitusi negara.
Sebaliknya, perilaku inkonstitusional adalah perilaku yang menyimpang dari konstitusi negara.

1. Perilaku Konstitusional Bagi Penyelenggaraan Negara

Berdasarkan konstitusi yang berlaku di Indonesia saat ini penyelenggaraan Nagara


dilaksanakan oleh lembaga-lembaga Negara meliputi lembaga Legislatif, Eksekutif, dan
Yudikatif.

a. Legislatif

Legislatif merupakan suatu lembaga kenegaraan Indonesia yang mempunyai tugas


untuk membuat, menciptakan undang-undang, lembaga legislatif berhak menetapkan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan lembaga yang mengawasi pemerintahan yang
menjalankan undang-undang. Legislatif ini berasal dari politikus yang berasal dari partai
politik. Lembaga ini terdiri dari MPR, DPR dan DPD.

b. Eksekutif

Yudikatif ialah sebuah lembaga kenegaraan Indonesia sebagai lembaga pengawal


serta pemantau jalannya roda pemerintahan dengan menjadikan hukum sebagai acuan.
Yudikatif mencakup Mahkamah Agung, dan Mahkamah Konstitusi. Pengadilan tetinggi
di Indonesia merupakan Pengadilan Tata Usaha dan Negara (PTUN) yang menyelesaikan
sengketa tanah, sertifikasi dan sejenisnya.

2. Perilaku Konstitusional Warga Negara


a. Mengakui dan menghargai hak-hak asasi orang lain.
b. Mematuhi dan menaati peraturan yang berlaku, baik peraturan lalu lintas, sekolah,
dan lain sebagainya.
c. Tidak main hakim sendiri.
d. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
e. Adanya keterbukaan dan etika dalam menghadapi suatu permasalahan.
f. Mengembangkan sikap sadar dan rasional.
g. Menjalin persatuan dan kesatuan melalui berbagai kegiatan.
h. Pelaksanaan pemilihan umum secara transparan, jujur, adil, dan bebas, serta sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
i. Pengambilan keputusan dengan musyawarah atau pemungutan suara, tidak dengan
money politic, suap, kolusi, dan intimidasi.
j. Pelaksanaan demonstrasi atau aksi-aksi secara damai bukan dengan kekerasan,
infiltrasi, atau revolusi.
k. Membayar pajak tepat waktu
l. Ikut melaksanakan pembelaan negara sesuai dengan kemampuan, hak dan
kewajiban.
m. Memberikan kritik atau saran kepada pemerintah melalui wakil rakyat.

3. Perilaku Inkonstitusional
a. Melanggar apa yang menjadi isi Konstitusi atau melanggar aturan dan norma yang
telah ditetapkan di dalam konstitusi.
b. 2.Menyalahgunakan konstitusi untuk kepentingan pribadi atau kelompok, ataupun
untuk memperkaya diri sendiri (korupsi).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Konstitusi dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara merupakan sesuatu hal yang sangat
krusial, karena tanpa konstitusi bisa jadi tidak akan terbentuk sebuah Negara.
2. Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi di Indonesia
3. Perilaku konstitusional adalah perilaku-perilaku yang senantiasa berdasar dan hanya
berpijak pada aturan-aturan penyelengaraan bernegara yang tertuang dalam UUD 1945.
4. Perilaku inkonstitusional adalah perilaku yang menyimpang dari konstitusi Negara

B. Saran
Pembentukan konstitusi sangatlah penuh dengan perjuangan. Perjalanan pencarian jati diri
bangsa Indonesia berupa sejarah perubahan-perubahan konstitusi melelahkan. Begiru pentingnya
konstitusi mari kita jaga bersama kekokohan tiang-tiang bangsa Indonesia, yaitu UUD 1945.
Sebagai Warga Negara Indonesia kita harus senantiasa berperilaku konstitusional.

Daftar Pustaka

Daeng, Ngunjuk.2015.makalah konstitusi Indonesia.dikutip tanggal 25 feb 2018.


http://limamenitbukapuasa.blogspot
Hidayat, Rahmad Nur.2014.kedudukan konstitusi sebagai hukum.dikutip tanggal 25 feb 2018.
http://www.kitapunya.net
Pratiwi, Mega.2013.perilaku konstitusional dalam hidup.dikutip tanggal 25 feb 2018.
http://mademegapratiwi.blogspot.co.id
Pratiwi, Mega.2013.definisi dan tugas pokok dari lembaga legislative eksekutif dan
yudikatif.dikutip tanggal 25 feb 2018. https://majalahpendidikan.com