Anda di halaman 1dari 7

Terdapat macam-macam mashab atau biasa disebut juga aliran menejemen.

Dalam buku G.R. Terry ini, dipersoalkan mashab-mashab berikut:

1. Mashab tentang menejemen berdasarkan kebiasaan


2. Mashab tentang menejemen ilmiah
3. Mashab tentang kelakuan
4. Mashab tentang social
5. Mashab tentang menejemen system
6. Mashab tentang menejem berdasarkan keputusan-keputusan
7. Mashab tentang pengukur kwantitatif
8. Mashab tentang proses menejemen
9. Mashab tentang menejemen menurut keadaan

Dibawah ini akan dijelaskan tentang pengertian masahab-mashab:

1. Mashab menejemen berdasarkan kebiasaan (management by custom


school)
Menurut mashab ini, memimpin, mengatur, mengambil keputusan,
pemecahan masalah, dan lain sebagainya hanya didasarkan atas kebiasaan-
kebiasaan yang telah dilakukan oleh pihak li\ain. Sehingga tidak
menimbulkan kreasi-kreasi baru dan menghilangkan daya piker dan
kreativitas, kelemahannya, masalah, situasi, dan kondisi yang dihadapi masa
kini berbeda dengan masa lalu, jadi pemecahan dan penyelesaian masalahnya
juga harus berbeda pula.

2. Mashab menejemen ilmiah ( scientific management school)


Metode ini menggunakan metode ilmiah yang memverifikasi atau
menolak asumsi-asumsi dengan jalan melaksanakan eksperimentasi secara
terkendalikan.
Seorang menejer ilmiah tidaklah mengidentifikasi sebab dan akibat tetapi ia
menunjukan kondisi-kondisi atau factor-faktor apa berhubungan satu sama
lain dan secara berdampingan.

3. Mashab kelakuan (behavior school)


Para penganut mashab ini menyatakan: “manajemen tidaklah
melakkukannya, justru menejemen menyebabkan oranglain melakukannya.”
Topic yang dipersoalkan antara lain: hubungan manusia, motivasi,
kepemimpinan, latihan serta komunikasi.
4. Mashab social (the social school)
Mashab ini berorientasi berdasarkan ilmu sosiologi dan
mempersoalkan penidentifikasian berbagai kelompok social maupun
hubungan-hubungan kulturil mereka dan disamping itu, kelompok tersebut
berintergrasi dalam sebuah system social lengkap.
Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa mashab social menentukan
interaksi serta kerja sama manusia yang bersama-sama membentuk sebuah
entitas social. Ia menggunakan kelakuan organisasi maupun rasionil dan
pengembangan pengertian yang didasarkan atas penelitian-penelitian empiris.

5. Mashab menejemen sistim (systems management school)


Sebuah sistimdapat dianggap sebagai suatu kesuluruhan yang
terorganisasi yang terdiri dari bagian-bagian yang berhubungan dengan cara
tertentu dan yang ditunjukan kearah tujuan tertentu.
Sebuah perusahaan dianggap sebagai sebuah sistim buatan, dimana
bagian-bagian internya berkerja sama untuk mencapai tujuan-tujuan yang
sudah ditetapkan, sedangkan bagian-bagian eksten berhubungan dengan
lingkungannya, inklusif para pembelinya, public secara umum, para leveransir
dan pihak pemerintah.

6. Mashab Menejemen Berdasarkan Keputusan-keputusan (decisional


management school)
Menurut mashab ini, pengambilan keputusan merupakan tugas sebenarnya
daripada pihak menejer. (dalam kata lain pembuat keputusan adalah menejer)
Approach ini kadang-kadang dibatasi hingga logika ekonomi tentang guna
marginal dan kelakuan-kelakuan ekonomi dalam keadaan ketidak pastian.
Dalam keaadaan lain, bidang pertimbangan diperluas hingga mencakup setiap
kejadian yang terjadi didalam perusahaan atau setiap pengaruh dari luar.

7. Mashab pengukuran kuantitatif (quantitative measurement school)


Adapun dua hal yang mencirikan mashab kwantitatif yaitu:
1. Mengoptimalkan atau meminimalkan input – output
2. Penggunan model-model matematis
Perlu diingat pula bahwa penggunaan approach ini tidaklah mengurangi
resiko, tetapi sekalipun demikian, pihak menejer banyak bantuan dalam
rangka “mengambil” resiko yang tepat.
8. Mashab proses menejemen
Mashab ini menggap menejemen sebagai aktivitas yang terdiri daripada sub-
aktivitas tertentu atau fungsi-fungsi dasar menejemen yang merupakan sebuah
proses yang unik yakni proses menejemen.

9. Mashab menejemen menurut keadaan (contingency management school)


Mashab ini melihat kemungkinan-kemungkinan peristiwa yang terjadi
merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan didalam maupun
mempelajari organisasi dan menejemen.
Asas - Asas Manajemen

Mashab-Mashab Manajemen Menurut G.R. Terry

Clara Aninditya Sandjoyo Putri


173112350550175
Asas – Asas Manajemen

Mazhab-Mazhab Manajemen Menurut G.R. Terry

Prabu Megantara
173112351550072
Terdapat macam-macam mazhab atau biasa disebut juga aliran menejemen.

Dalam buku G.R. Terry ini, dipersoalkan mazhab-mazhab berikut:

1. Mazhab tentang menejemen berdasarkan kebiasaan


2. Mazhab tentang menejemen ilmiah
3. Mazhab tentang kelakuan
4. Mazhab tentang social
5. Mazhab tentang menejemen system
6. Mazhab tentang menejem berdasarkan keputusan-keputusan
7. Mazhab tentang pengukur kwantitatif
8. Mazhab tentang proses menejemen
9. Mazhab tentang menejemen menurut keadaan

Dalam buku G.R. Terry ini, dipersoalkan mazhab-mazhab berikut:

1. Mazhab Manajemen Berdasarkan Kebiasaan (management by custom


school)
Menurut mazhab ini, memimpin, mengatur, mengambil keputusan ,
pemecahan penyelesaian masalah , dan lain sebaginya hanya berdasarkan atas
kebiasaan- kebiasaan yang telah di lakukan oleh pihak- piahak lain, sehingga
tidak menimbulkan kreasi- kreasi baru dan menghilangkan daya pikir dan
kreatifitas.

2. Mazhab menejemen ilmiah


Menurut mazhab ini, penyelesaian masalah, pengambilan keputusan,
memimpin/ mengatur, dan lain sebagainya dilakukan berdasarkan metode-
metode ilmiah.

3. Mazhab kelakuan (behavior school)


Dalam mazhab ini, titik tolak penting tindakan manajer adalah perilaku
manusia. Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan
sendiri, justru manajerlah yang harus meneyebabkan orang lain
melakukannya, berdedikasi dan berpartisipasi tinggi untuk menyelesaikan
tugas- tugasnya.
4. Mazhab social
Menurut mazhab ini manajemen di anggap merupakan suatu sistem sosial dan
sistem hubungan kultural. Mazhab ini berorientasi pada sosiologi dan
mempersoalkan pengidentifikasian berbagai kelompok sosial maupun
hubungan – hubungan kulturalnya.

5. Mazhab Menejemen sistim


Dalam mazhab ini sistem- sistem merupakan intisarinya. Untuk memenuhi
tuntutan efisiensi dan efektifitas kerja setiap petugas diperlukan adanya
sistemkerja up to date, tepat guan serta sesuai dengan kondisi setempat.

6. Mazhab Berdasarkan keputusan-keputusan


Titik berat mazhab ini terletak pada keputusan- keputusan manjerial. Menurut
mazhab ini , pengambilan keputusan – keputusan merupakan tugas utama
seorang manajer. Banyak pihak berangggapan bahwa sesuatu keputusan
manjerial bukan saja mencakup hal “apa yang harus dilakukan” tetapi juga
“bagaimana harus melakukannya”

7. Mazhab pengukur kwantitatif


Penganut mazhab ini menyatakanbahwa manjemen adalah sebuah entitas logis
yang tindakan- tindakannya dapat dinyatakan dalam bentuk simbol matematis
, hubungan – hubungan matematis , dan dat yang dapat diukur.

8. Mazhab Proses menejemen


Mashab ini menggap menejemen sebagai aktivitas yang terdiri daripada sub-
aktivitas tertentu atau fungsi-fungsi dasar menejemen yang merupakan sebuah
proses yang unik yakni proses menejemen. Proses ini dianggap sebagai pokok
essensial daripada menejemen dan umumnya dianggap sebagai format effektif
untuk studi bagi orang yang baru mulai mempelajari ilmu menejemen

9. Mazhab menejemen menurut keaadan


Para pengikutnya menekankan relevansi tindakan-tindakan menejerial dengan
ciri-ciri khusus situasi dimana kemungkinan adanya “peristiwa” terjadi