Anda di halaman 1dari 24

REKAYASA LALU LINTAS

HUBUNGAN
Arus, Kecepatan, dan Kerapatan
Kecepatan, arus, dan kerapatan dari aliran
lalu lintas dihubungkan dengan persamaan
dasar sebagai berikut:

Arus = kecepatan x kerapatan

Model untuk menggambarkan hubungan


kecepatan dan kerapatan :
- Greenshield : linier
- Greenberg : fungsi logaritmik
- Underwood : fungsi eksponensial
METODA GREENSHIELDS
Basic Stream Flow Diagram
KETERANGAN
qm= kapasitas, arus maksimum ( kendaraan/jam )
um = kecepatan kritis, kecepatan pada saat mencapai
kapasitas ( km/jam )
km = kerapatan kritis, kerapatan pada saat mencapai
kapasitas (kend/jam )
kj = kerapatan macet, keadaan untuk semua
kendaraan berhenti ( kend/jam )
uf = kecepatan teoritis untuk lalu lintas ketika
kerapatannya nol (km/jam )
• Data arus dan kecepatan lalu lintas dikelompokkan dalam
interval waktu 15 menit.
• Untuk data volume, tiap 15 menitan akan didapatkan nilai
tunggal, sedangkan untuk data kecepatan terdapat banyak nilai
kecepatan yang terjadi.
• Oleh karena itu untuk data kecepatan digunakan satu nilai
yang dapat mewakili kecepatan yang terjadi selama 15
menitan tadi, digunakan kecepatan rata-rata ruang (us).

Dengan cara ini akan diperoleh pasangan data antara


kecepatan dan kerapatan. Kerapatan dapat dihitung
dengan rumus dasar
q = us.k
sehingga
k = q/us.
Nilai-nilai kecepatan dan kerapatan di gambarkan,
kemudian dibuat garis lurus yang dapat mewakili
seluruh titik yang ada.

Pembuatan garis lurus tadi dilakukan dengan cara


analisis regresi linier.

Nilai kecepatan dan kerapatan merupakan 2 nilai


variabel. Nilai kecepatan digunakan sebagai variabel
yang tidak bebas, y sedangkan nilai kerapatan adalah
sebagai variabel bebas, x.

Persamaan umum hubungan antara kecepatan dan


kerapatan dengan cara regresi linier ialah:
Dengan didapatkannya persamaan y = Ax + B
maka hubungan antara kecepatan dan kerapatan
dapat dirumuskan.

Garis hasil persamaan ini akan memotong skala


kecepatan pada uf dan memotong skala kerapatan
pada kj.

Oleh karena itu persamaan garis yang didapat


tersebut ialah sebagai berikut :

uf
us  u f  .k
kj
• Selanjutnya hubungan antara arus dengan kecepatan
dicari dengan menggunakan persamaan dasar
q = us.k

• Ganti persamaan di atas menjadi k = q/us kemudian


masukkan nilai ini ke dalam persamaan hubungan
antara kecepatan dan kerapatan, maka didapatkan
persamaan

uf q
us  u f  .
k j us
Dari persamaan ini dapat diketahui bahwa hubungan
linier antara kecepatan dan kerapatan akhirnya
menghasilkan persamaan parabola untuk hubungan
antara arus dan kecepatan.

Untuk mendapatkan persamaan hubungan antara


arus dengan kecepatan, maka nilai us = q/k
disubstitusikan ke dalam persamaan kecepatan-
kerapatan, sehingga menghasilkan persamaan

q uf
 uf  .k
k kj
Hasil penyelesaian ini berupa persamaan parabola
uf
q  u f .k  .k 2
kj

Arus maksimum terjadi pada saat km = 1/2 kj dan


um=1/2 uf. Dengan memasukkan nilai-nilai tersebut ke
Persamaan di atas, arus maksimum dapat dihitung
dengan Persamaan berikut:
2
uf  kj
u f .k j 
qm   . 
2 kj  2 
k j .u f
qm 
4
Contoh
• uf = 70 km/jam
• kj = 150 kend/km
• qm = (uf * kj)/4
= (70*150)4
= 2625 kend/jam
Metoda Greenberg
Hubungan antara us dan k bukan merupakan fungsi
eksponensial, dan dinyatakansebagai berikut:

k  c.e b .u s

c dan b adalah merupakan nilai konstan

Apabila kedua bagian dinyatakan dalam bentuk logaritma


naturalis, maka didapat
ln(k )  ln(c.e b.u s
)
ln(k )  ln(c).  b.u s
b.u s  ln k   ln c 
u s  ln k   ln c 
1 1
b b
Persamaan di atas merupakan analog dengan fungsi linier
antara us dengan ln(k), sehingga apabila nilai y = us dan nilai
x = ln(k) maka y = Ax + B dengan
B / A
A
1
dan B   ln c 
1 maka ce
b b
Oleh karena itu hubungan antara us dan k adalah:

u s  ln k   ln c 
1 1
b b
Selanjutnya hubungan antara q dan us didapat dari persamaan
dasar k = c.eb.us dengan mensubsitusikan nilai k = q/us maka
didapat persamaan :
q
 c.e b.u s
u
q  u s .e u s  B  / A
Persamaan selanjutnya adalah hubungan antara q dan k
didapat dari persamaan dasar
k  c.e b .u s

dengan subsitusi us = q/k maka didapat


k  c.e b.q / k 
. Selanjutnya apabila kedua ruas dinyatakan dalam fungsi logaritma

naturalis, maka didapat persamaan

ln(k )  ln c.e b.q / k 


b.q
ln(k )  ln(c)
k

k . ln(k )  .k ln c 
1 1
q
b b
dengan substitusi A = 1/b dan c = e-B/A didapat persamaan
B
q  A.k . ln(k )  .k
A
Metode Underwood
Hubungan antara us dan k adalah merupakan fungsi
logaritmik. Persamaan dasar yang digunakan adalah sbb:

u s  u f .e  k / kc
kc adalah kerapatan pada keadaan q maksimum
Apabila kedua ruas dinyatakan dalam fungsi logaritma naturalis,
maka didapatkan persamaan
 k / kc 1
ln(u s )  ln(u f .e ) ln(u s )   .k  ln(u f )
kc
Persamaan ini analog dengan persamaan linier y = Ax + B
dengan y = ln(us) dan x = k, maka
1 1
A atau kc 
kc A
B  ln u f  atau uf  e B
Hubungan antara q dan k didapat dari persamaan dasar us =
uf.e-k/kc dengan substitusi us = q/k sehingga didapat
q
 u f .e  k / kc
k
q  k .u f .e  k / kc

Selanjutnya dengan mengganti uf = eB dan kc = -(1/A) didapat


q  k .e B .e  k / 1 / A 
B  Ak
q  k .e
Hubungan antara q dan us didapat dari persamaan dasar
us = uf.e-k/kc dengan substitusi k= q/us
u s  u f .e  q / u .kc
Apabila kedua ruas dinyatakan dalam fungsi logaritma
naturalis, maka diperoleh persamaan
 q / u .kc
ln(u s )  ln(u f .e )
q
ln(u s )   ln(u f )
u.k c
atau q = - us. kc. ln(us) + us. kc. ln(uf)
dengan substitusi kc = 1/A dan ln(uf) = B didapat persamaan
us
q  lnu s   u s
B
A A
Kondisi Arus-kecepatan-kerapatan berubah terhadap ruang
dan waktu. Jika perubahan kondisi ini terjadi akan terdapat
suatu batas, ini menandakan daerah waktu-ruang dari kondisi
arus yang satu terhadap yang lain. Batas ini disebut sebagai
gelombang kejut.
N FLO SPE N FLO SPE N FLO SPE FLO SPE FLO SPE FLO SPE
No No No
o W ED o W ED o W ED W ED W ED W ED
1 240 57 21 600 53 41 1200 56 61 1200 52 81 2400 50 101 1680 53
2 360 55 22 960 52 42 1440 54 62 1800 57 82 1080 55 102 1800 53
3 480 55 23 600 53 43 600 58 63 1560 56 83 2040 52 103 1560 59
4 1080 56 24 480 56 44 1680 53 64 960 57 84 1680 52 104 1200 57
5 840 54 25 360 55 45 1200 55 65 1800 51 85 1440 53 105 1560 51
6 600 57 26 960 55 46 1680 52 66 600 55 86 1080 55 106 1800 51
7 360 61 27 1080 57 47 1800 50 67 1560 52 87 1440 54 107 1560 48
8 360 53 28 600 57 48 600 53 68 1320 53 88 2400 53 108 840 54
9 600 60 29 1080 52 49 1440 48 69 2280 50 89 1560 52 109 1320 52
10 840 56 30 1080 55 50 1680 52 70 840 54 90 1800 52 110 1320 54
11 1080 55 31 840 57 51 1680 53 71 1080 56 91 1320 53 111 600 53
12 360 57 32 1080 53 52 1320 50 72 840 54 92 1440 54 112 1320 50
13 600 53 33 1440 53 53 1560 46 73 1920 53 93 2040 55 113 2280 48
14 1440 55 34 720 57 54 1440 52 74 2040 52 94 1680 53 114 2040 49
15 720 56 35 840 56 55 2520 50 75 720 55 95 1440 55 115 2280 52
16 1440 55 36 840 53 56 720 52 76 1080 53 96 720 56 116 1320 52
17 1560 57 37 2040 50 57 1200 53 77 2400 52 97 2040 44 117 1440 50
18 240 53 38 2280 53 58 1320 56 78 1680 54 98 1200 52 118 1560 53
19 1080 52 39 720 51 59 1560 52 79 1320 52 99 1560 51 119 2040 53
20 480 53 40 1440 54 60 1320 53 80 1080 53 100 1680 52 120 2520 53
Jenis Kendaraan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Sedan, dll Angkot Bis Mikro Bis Pick Up Truk 2 as Truk 2 as Truk 3 as Truk 4 as Trailler Sepeda UM
4 roda 6 roda Motor
Ruas Cihampelas
Pagi
Arah: utara selatan
waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Total
07,00-07,15 157 122 16 2 2 4 2 315 2 620
07,15-07,30 397 294 25 1 42 1 312 7 1072
07,30-07,45 325 252 29 6 3 420 9 1035
07,45-08,00 327 262 32 1 9 4 373 6 1008
08,00-08,15 266 183 13 1 14 6 1 310 6 794
08,15-08,30 262 164 18 3 13 2 2 305 2 769
08,30-08,45 308 212 12 2 12 2 1 296 2 845
08,45-09,00 243 222 9 2 13 1 2 282 3 774

Sore
waktu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Total
16,00-16,15 348 245 18 21 20 6 2 1 490 15 1151
16,15-16,30 249 219 31 3 21 3 3 420 6 949
16,30-16,45 298 246 23 11 8 5 2 427 5 1020
16,45-17,00 327 180 25 12 22 1 425 4 992
17,00-17,15 310 131 26 1 4 2 397 2 871
17,15-17,30 393 218 27 2 4 1 480 5 1125
17,30-17,45 341 40 26 2 23 3 2 473 4 910
17,45-18,00 372 231 33 4 13 2 1 493 2 1149
FLOW SPEED DENSITY
No.
(smp/jam) (km/jam) (smp/km)
1 240 57
2 360 55
3 480 55
4 1080 56
5 840 54
6 600 57
7 360 61
8 360 53
9 600 60
10 840 56
11 1080 55
12 360 57
13 600 53
14 1440 55
15 720 56
16 1440 55
17 1560 57
18 240 53
19 1080 52
20 480 53
21 600 53
22 960 52
23 600 53
24 480 56
25 360 55
26 960 55
27 1080 57
28 600 57
29 1080 52
30 1080 55
FLOW SPEED DENSITY
No.
(smp/jam) (km/jam) (smp/km)
1 240 57
2 360 55
3 480 55
4 1080 56
5 840 54
6 600 57
7 360 61
8 360 53
9 600 60
10 840 56
11 1080 55
12 360 57
13 600 53
14 1440 55
15 720 56
FLOW SPEED DENSITY
No.
(smp/jam) (km/jam) (smp/km)
16 1440 55
17 1560 57
18 240 53
19 1080 52
20 480 53
21 600 53
22 960 52
23 600 53
24 480 56
25 360 55
26 960 55
27 1080 57
28 600 57
29 1080 52
30 1080 55