Anda di halaman 1dari 8

TAX AVOIDANCE & TAX EVATION

Kelompok 2 :
 Nur Yulia Maharani (0115104019)
 Wida Widianingsih (0115104032)

A. Devinisi Tax Avoidance & Tax Evation

Perlawanan Aktif Terhadap Pajak


Perlawanan aktif adalah perlawanan yang inisiatifnya berasal dari wajib pajak itu sendiri. Hal ini
merupakan usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan terhadap fiscus dan bertujuan
untuk menghindari pajak atau mengurangi kewajiban pajak yang seharusnya dibayar.
Ada 3 cara perlawanan aktif terhadap pajak, yaitu:
 Penghindaran Pajak (Tax Avoidance),
 Pengelakan Pajak (Tax Evation),
 Melalaikan Pajak.

Penghindaran Pajak (Tax Avoidance)


Penghindaran pajak terjadi sebelum SKP keluar. Dalam penghindaran pajak ini, wajib pajak
tidak secara jelas melanggar undang-undang sekalipun kadang-kadang dengan jelas menafsirkan
undang-undang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pembuat undang-undang.

Penghindaran pajak dilakukan dengan 3 cara, yaitu:


 Menahan Diri
Yang dimaksud dengan menahan diri yaitu wajib pajak tidak melakukan sesuatu yang
bisa dikenai pajak. Contoh:
 Tidak merokok agar terhindar dari cukai tembakau
 Tidak menggunakan ikat pinggang dari kulit ular atau buaya agar terhindar dari pajak
atas pemakaian barang tersebut. Sebagai gantinya, menggunakan ikat pinggang dari
plastik.
 Pindah Lokasi
 Memindahkan lokasi usaha atau domisili dari lokasi yang tarif pajaknya tinggi ke lokasi
yang tarif pajaknya rendah.

Penghindaran Pajak Secara Yuridis


Perbuatan dengan cara sedemikian rupa sehingga perbuatan-perbuatan yang dilakukan tidak
terkena pajak. Biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kekosongan atau ketidakjelasan
undang-undang. Hal inilah yang memberikan dasar potensial penghindaran pajak secara yuridis.
Contoh:
Penetapan pajak khusus untuk tempat dansa umum di Belanda. Pemerintah negeri Belanda
menetapkan pajak khusus untuk tempat dansa umum. Karena pengenaan pajak ini, keuntungan
pengusaha jadi berkurang. Untuk menghindari hal ini, mereka mengubah status tempat dansa
umum tersebut menjadi tempat dansa khusus anggota yang keanggotaannya terbuka untuk
umum. Dengan demikian, mereka terbebas dari pengenaan pajak untuk tempat dansa umum.
Di Indonesia, untuk pegawai diberi tunjangan beras (in natura). Menurut undang-undang
yang berlaku, hal ini tidak boleh dibebankan sebagai biaya. Penghindarannya dengan cara:
perusahaan bekerjasama dengan yayasan dalam penyaluran tunjangan ini. Perusahaan memberi
uang kepada yayasan, dan yayasan menyalurkannya ke pegawai dalam bentuk beras. Jadi,
pegawai tetap dapat beras dan hal itu dibebankan sebagai biaya sehingga pajaknya berkurang.

Celah undang-undang merupakan dasar potensial penghindaran pajak secara yuridis. Suatu
undang-undang dirumuskan tidak jelas karena:
1) Kesengajaan pembuat undang-undang
Hal ini terjadi karena latar belakang pembuat undang-undang tersebut adalah pemerintah
dan parlemen, di mana parlemen mewakili berbagai kepentingan yang berbeda dan bisa
saling bertolak belakang antara satu dan yang lainnya. Dua kepentingan yang paling
dominan di parlemen adalah anggota parlemen yang mewakili kelompok buruh dan
pemilik modal. Apabila diajukan undang-undang yang menyinggung dua pihak tersebut,
diusahakan dicarikan jalan kompromi terhadap substansi masalahnya. Namun ini sulit
dilakukan karena menyangkut kepentingan yang berbeda. Lalu dicarilah jalan kompromi
terhadap perumusan yang bisa diterima oleh semua pihak. Masing-masing pihak bebas
menafsirkan undang-undang tersebut sesuai dengan kepentingan masing-masing pihak.
Pada akhirnya, undang-undang tersebut mengambang. Bisa saja wajib pajak menafsirkan
sesuai kepentingannya dan fiscus menafsirkan sesuai dengan kepentingan negara.
2) Ketidaksengajaan pembuat undang-undang
Contoh:
Pada akhir tahun 1800an, undang-undang anti-trust atau undang-undang anti monopoli di
Amerika Serikat yang ditujukan untuk pemilik modal yang berbunyi “ Apabila ada yang
menghambat atau menghalangi perdagangan antar negara bagian, bisa dijatuhi hukuman
berdasarkan undang-undang ini”.
Pada suatu kasus, serikat buruh pada perusahaan transportasi melakukan
pemogokan sehingga perdagangan antar negara bagian terhambat. Pemimpin serikat
buruh ini ditangkap dan dihukum berdasarkan undang-undang anti monopoli karena
dianggap menghambat perdagangan antar negara bagian. Seharusnya undang-undang ini
ditujukan untuk pemilik modal, bukan untuk kaum buruh. Karena itu, pada pemilu
berikutnya kaum buruh memilih wakil-wakil mereka yang memang dalam hidupnya
membela kepentingan kaum buruh. Setelah pemilu, mereka berhasil mendominasi kursi
di parlemen. Sehingga, mereka menambahkan undang-undang anti trust tersebut dengan
kalimat “undang-undang ini tidak ditujukan untuk kaum buruh”.

Pengelakan Pajak (Tax Evasion)


Pengelakan pajak terjadi sebelum SKP dikeluarkan. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap
undang-undang dengan maksud melepaskan diri dari pajak/mengurangi dasar penetapan pajak
dengan cara menyembunyikan sebagian dari penghasilannya. Wajib pajak di setiap negara terdiri
dari wajib pajak besar (berasal dari multinational corporation yang terdiri dari perusahaan-
perusahaan penting nasional) dan wajib pajak kecil (berasal dari profesional bebas yang terdiri
dari dokter yang membuka praktik sendiri, pengacara yang bekerja sendiri, dll).

Kecenderungan wajib pajak melakukan penghindaran atau pengelakan pajak (dengan asumsi
negara yang mempunyai sistem penegakan hukum yang bagus dan orang-orang yang tidak
mudah disuap).
Wajib Pajak Besar
Wajib pajak besar memiliki kecenderungan untuk melakukan penghindaran pajak (Tax
Avoidance). Karena:
 Perusahaan besar memiliki biro-biro hukum atau tim lawyer yang tangguh yang mampu
mencari celah dalam undang-undang pajak.
 Pembukuan dilakukan oleh banyak orang sehingga risiko terjadinya kebocoran juga
besar.
 Jika wajib pajak besar ingin melakukan pengelakan pajak, mereka harus memperkecil
keuntungannya di mata publik. Perusahaan yang labanya kecil, performancenya akan
turun sehingga harga sahamnya turun. Hal ini mengakibatkan pamornya turun di depan
relasi dagangnya. Sehingga mereka akan kehilangan relasi yang mengakibatkan kerugian
yang lebih besar dibandingkan pengurangan tarif pajak.

Wajib Pajak Kecil


Wajib pajak kecil cenderung melakukan pengelakan pajak (Tax Evasion). Karena:
 Tidak punya kemampuan untuk mencari celah undang-undang pajak.
 Apabila dokter/profesional bebas menyembunyikan sebahagian pendapatannya, kecil
kemungkinan diketahui oleh fiscus karena dia sendiri yang mencatat penghasilannya.
 Penghasilan para profesional bebas sulit dilacak oleh fiscus karena biaya yang dibayar
oleh pasien kepada dokter tidak mengurangi penghasilan kena pajak seseorang. Biaya
tersebut dianggap sebagai konsumsi.

Akibat-Akibat Pengelakan Pajak


a) Dalam bidang keuangan
Pengelakan pajak merupakan pos kerugian bagi kas negara karena dapat menyebabkan
ketidakseimbangan antara anggaran dan konsekuensi-konsekuensi lain yang berhubungan
dengan itu, seperti kenaikan tarif pajak, keadaan inflasi, dll.
b) Dalam bidang ekonomi
Pengelakan pajak sangat memengaruhi persaingan sehat di antara para pengusaha.
Maksudnya, pengusaha yang melakukan pengelakan pajak dengan cara menekan
biayanya secara tidak wajar. Sehingga, perusahaan yang mengelakkan pajak memperoleh
keuntungan yang lebih besar dibandingkan pengusaha yang jujur. Walaupun dengan
usaha dan produktifitas yang sama, si pengelak pajak mendapat keuntungan yang lebih
besar dibandingkan dengan pengusaha yang jujur.
Pengelakan pajak menyebabkan stagnasi (macetnya) pertumbuhan ekonomi atau
perputaran roda ekonomi. Jika mereka terbiasa melakukan pengelakan pajak, mereka
tidak akan meningkatkan produktifitas mereka. Untuk memperoleh laba yang lebih besar,
mereka akan melakukan pengelakan pajak.
Langkanya modal karena wajib pajak berusaha menyembunyikan penghasilannya
agar tidak diketahui fiscus. Sehingga mereka tidak berani menawarkan uang hasil
penggelapan pajak tersebut ke pasar modal.
c) Dalam bidang psikologi
Jika wajib pajak terbiasa melakukan penggelapan pajak, itu sama saja membiasakan
untuk selalu melanggar undang-undang. Jika wajib pajak menggelapkan pajak, maka
wajib pajak mendapatkan keuntungan bersih yang lebih besar. Jika perbuatannya
melangggar undang-undang tidak diketahui oleh fiscus, maka dia akan senang karena
tidak terkena sangsi dan menimbulkan keinginan untuk mengulangi perbuatannya itu lagi
pada tahun-tahun berikutnya dan diperluas lagi tidak hanya pada pelanggaran undang-
undang pajak, tetapi juga undang-undang yang lainnya.

B. Perbedaan tax avoidance dengan tax evasion

Diakui atau tidak, tak ada yang suka membayar pajak, karena akan mengurangi penghasilan yang
diperoleh. Namun, membayar pajak adalah kewajiban yang diperintahkan oleh ketentuan
perundang-undangan. Jadi, mau tidak mau atau suka tidak suka, pajak tetap wajib dibayarkan
meski ada upaya untuk melakukan penghindaran pajak.
1) Sisi legalitasnya
Dari definisi antara tax avoidance dengan tax evasion, jelas keduanya memiliki
perbedaan dalam hal legalitasnya. Artinya tax avoidance (penghindaran pajak)
merupakan upaya untuk mengurangi atau meminimalkan beban pajak dengan cara-cara
yang diperkenankan secara hukum.
Jadi, dari sudut pandang hukum, tax avoidance merupakan tindakan legal dengan
memanfaatkan celah atau kelemahan yang terdapat dalam ketentuan perundang-undangan
perpajakan yang berlaku.
Sebagaimana diketahui, peraturan perundang-undangan tentang perpajakan
merupakan produk hukum. Tak semua produk hukum sempurna, masih ada grey
area atau bagian abu-abu yang sering kali menjadi titik lemah dari peraturan perundang-
undangan tersebut.
Jika jeli, maka wajib pajak dapat menemukan titik lemah tersebut dan
memanfaatkannya untuk meminimalkan beban pajak yang harus dibayarkannya.
Lain halnya dengan tax evasion, karena upaya penghindaran pajak lebih
mengarah pada penggelapan pajak yang dari sisi legalitasnya dikategorikan sebagai
tindakan ilegal.
Upaya penghindaran pajak pada tax evasion dilakukan dengan cara-cara yang
bertentangan dengan hukum perpajakan yang berlaku. Di sini wajib pajak sudah memiliki
niat untuk tidak membayar pajak.

2) Upaya konkret yang dilakukan


Semakin besar penghasilan, beban pajak juga akan semakin besar. Lagi-lagi harus diakui
bahwa tak ada yang suka penghasilannya berkurang banyak untuk membayar pajak.
Maka dari itu, dilakukan upaya-upaya untuk menghindarinya. Adapun beberapa
upaya yang dilakukan pada tax avoidance meliputi:
 Mempercepat depresiasi sehingga diperoleh nilai penyusutan yang lebih besar. Dalam
laporan keuangan, penyusutan merupakan salah satu komponen yang mengurangi
penghasilan atau laba usaha yang digunakan sebagai dasar penghitungan pajak.
 Melakukan tax planning atau perencanaan pajak. Ada dua skema tax planning yang bisa
dilakukan untuk menghemat pajak, yaitu substantive tax planning dan formal tax
planning. Substantive tax planning dapat dilakukan dengan memindahkan subjek pajak,
objek pajak, atau subjek dan objek pajak sekaligus ke negara lain yang memberikan
perlakuan pajak khusus dalam arti keringanan pajak. Sementara formal tax
planning merupakan upaya menghindari pajak dengan tetap mempertahankan substansi
ekonomi dari suatu transaksi tetapi memilih jenis transaksi yang memiliki beban pajak
rendah.
Tax avoidance dilakukan tanpa kecurangan dan rekayasa yang bertentangan dengan aturan
perpajakan. Berkenaan dengan hal itu, beberapa perusahaan ada yang menyusun laporan
keuangan dalam dua versi. Pertama untuk kepentingan laporan internal para pemegang saham
terkait dengan penghitungan dividen. Sementara yang kedua diperuntukkan bagi penghitungan
pajak.
Lantas, bagaimana dengan tax evasion? Upaya konkret dari tax evasion dilakukan dengan
melanggar ketentuan atau aturan perpajakan yang berlaku. Di sini, wajib pajak sudah memiliki
niat kurang baik yang bermuara pada ketidaksediaan untuk membayar pajak, baik sebagian
maupun keseluruhan dari pajak yang terutang. Adapun upaya konkret yang dilakukan meliputi:
 Tidak melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) yang memuat tentang harta atau
penghasilan yang menjadi objek pajak serta penghitungan dan pembayaran pajak sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
 Melakukan kecurangan dengan merekayasa laporan keuangan, di mana biaya-biaya fiktif
dimunculkan untuk memperbesar biaya dan memperkecil penghasilan atau laba usaha,
bahkan jika dimungkinkan disusun sedemikian rupa sehingga wajib pajak seolah-olah
mengalami kerugian. Penghasilan yang telah direkayasa ini yang kemudian dilaporkan
untuk kepentingan perpajakan.
 Menyembunyikan atau menyelundupkan harta kekayaan yang menjadi objek pajak secara
sengaja agar tidak dikenai beban pajak.
Tax avoidance dan tax evasion merupakan upaya yang dilakukan oleh wajib pajak baik orang
pribadi maupun badan untuk menghindari pajak. Dari sudut pandang hukum, tax
avoidande legal, sedangkan tax evasion ilegal.
Meski tidak melanggar hukum, namun realisasi dari tax avoidance tidak sejalan dengan
tujuan dari perundang-undangan perpajakan, karena pajak yang dipungut dari rakyat
dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat. Lebih baik mencari celah untuk meringankan pajak,
daripada mencari celah untuk menghindari pajak.
Artinya, rakyat jugalah yang nantinya akan menikmati hasil dari pemungutan pajak
tersebut. Jika rakyat menghindari pajak baik secara legal maupun ilegal jelas akan berpengaruh
pada menurunnya pendapatan negara.
C. Mekanisme tax avoidance dengan tax evasion

Manajemen laba didefinisikan sebagai kebijakan akuntansi atau tindakan-tindakan yang dipilih
oleh manajer untuk mencapai beberapa tujuan khusus dalam pelaporan laba (Scott, 2015:403).
Pilihan seperangkat kebijakan akuntansi ini membuka peluang untuk perilaku oportunis dan
kontrak efisien. Artinya, manajer yang rasional, akan memilih kebijakan akuntansi yang sesuai
dengan kepentingannya yang salah satunya menggunakan mekanisme tax avoidance. Aktifitas
manajemen pajak ini banyak sekali dipraktekkan pada perusahaan besar dengan tujuan menarik
para pelaku pasar untuk berinvestasi dalam perusahaan yang berdampak pada eksistensi
perusahaan di masa depan (Astutik dan Mildawati, 2016).

PERTANYAAN
1. Bagaimana cara mengurangi tindakan penggelapan pajak di Indonesia?
2.

SUMBER:

http://www.simulasikredit.com/perbedaan-tax-avoidance-dengan-tax-evasion/

https://id.wikipedia.org/wiki/Penghindaran_pajak