Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah


Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa menyaksikan benda benda saling
bertumbukan. Banyak kecelakaan yang terjadi di jalan raya sebagiannya disebabkan
karena tabrakan (tumbukan) antara dua kendaraan, baik antara sepeda motor dengan
sepeda motor, mobil dengan mobil maupun antara sepeda motor dengan mobil.

Demikian juga dengan kereta api atau kendaraan lainnya. Hidup kita tidak
terlepas dari adanya tumbukan. Ketika bola sepak ditendang David Beckham, pada saat
itu juga terjadi tumbukan antara bola sepak dengan kaki Abang Beckham. Tampa
tumbukan, permainan billiard tidak akan pernah ada. Demikian juga dengan permainan
kelereng kesukaanmu ketika masih kecil. Masih banyak contoh lainnya yang dapat anda
temui dalam kehidupan sehari-hari Pada pembahasan mengenai momentum dan impuls,
telah meninjau hubungan antara momentum benda dengan peristiwa tumbukan.

B. Rumusan Masalah.
1. Pengertian Tumbukan
2. Tumbukan elastik
3. Tubukan tak elastik
4. Macam-macam Tumbukan

C. Tujuan penulisan.
1. Untuk Mengetahui konsep dan defenisi dari Tumbukan
2. Mengetahui tentang Tumbukan elastik
3. Mengetahui tentang Tumbukan tidak elastik
4. Dan mengetahui macam-macam tumbukan

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TUMBUKAN
Tumbukan merupakan peristiwa tabrakan antara dua buah benda karena adanya
gerakan. Dalam tumbukan dua benda dapat sama-sama bergerak, dapat juga satu
benda bergerak dan benda lainnya tidak bergerak,selain itu arah gerak duah buah benda
dapat searah dan dapa berlawanan arah.

1. TUMBUKAN ELASTIS
Yaitu Tumbukan lenting sempurna (elastik) terjadi di antara atom-atom, inti
atom, dan partikel-partikel lain yang seukuran dengan atom atau lebih kecil lagi. Dua
buah benda dikatakan mengalami tumbukan lenting sempurna jika pada tumbukan itu
tidak terjadi kehilangan energi kinetik. Jadi, energi kinetik total kedua benda sebelum
dan sesudah tumbukan adalah tetap. Oleh karena itu, pada tumbukan lenting
sempurna berlaku hukum kekekalan momentum dan hukum kekekalan energi kinetik.
Tumbukan lenting sempurna hanya terjadi pada benda yang bergerak saja. Dalam
tumbukan elastik, energi sistem sebelum dan sesudah tumbukan, tetap sama

2
Persamaan di atas dapat disederhanakan sebagai:

Dengan membagi persamaan ini, dengan persamaan maka, diperoleh

atau :

Koefisien e disebut koefisien resistusi, dan untuk kasus tumbukan elastic nilai e

Contoh :
Bola bekel dengan lantai

2. TUMBUKAN TAK ELASTIC

Tumbukan tak elastik adalah tumbukan yang mana setelah tumbukan kedua
benda menyatu dan bergerak dengan kecepatan sama, sehingga

v01=v02.

Ini berarti pada tumbukan total tak elastik, nilai e = 0. Untuk sembarang tumbukan tak
elastik, nilai e adalah antara kedua kasus tadi, yaitu 0 ≤ e ≤ 1. Untuk kasus tumbukan
umum.

dengan koefisien restitusi e e = − v 0 2 − v 0 1 v2 − v1 atau v 0 2 − v 0 1 = e(v1 − v2)


Dengan diperoleh

v 0 1 = (m1−em2)v1+(1+e)m2v2 m1+m2 (24) v 0 2 = (m2−em1)v2+(1+e)m1v1 m1+m2

3
Kasus-kasus khusus, misalnya tumbukan antara dua benda dengan salah satunya
memiliki massa yang sangat besar. benda yang bermassa besar praktis tidak berubah
keadaan geraknya, sedangkan benda yang bermassa kecil akan berbalik arah.

Dari kekekalan momentum :

m1 v1 + m2 v2 = m1v’1 + m2v’2

Kekekalan tenaga mekanik tidak berlaku, berkurang/bertambahnya tenaga mekanik ini


berubah/berasal dari tenaga potensial deformasi (perubahan bentuk).

Dari persamaan ketiga tumbukan elastis dapat dimodifikasi menjadi :

v1 - v2 v’1 - v’2

e : koefisien elastisitas, e = 1

untuk tumbukan elastic 0 < e < 1 untuk tumbukan tidak elastik e = 0

untuk tumbukan tidak elastis sempurna

contoh :
 sebuah bola tenis yang setelah di pukul oleh pemain menempel pada raket pemain lain
 sebuah bola yang di tending oleh seorang pemain, kemuian di tangkap oleh seorang
penjaga gawang

4
B. MACAM-MACAM TUMBUKAN :

1. Tumbukan elastis sempurna, yaitu tumbukan yang tak mengalami perubahan


energi. Koefisien restitusi e = 1
Dua benda dikatakan melakukanTumbukan lenting sempurna jika Momentum dan
Energi Kinetik kedua benda sebelumtumbukan = momentum dan energi kinetik setelah
tumbukan. Dengan kata lain, pada tumbukanlenting sempurna berlaku Hukum Kekekalan
Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik.
Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik berlaku pada
peristiwatumbukan lenting sempurna karena total massa dan kecepatan kedua benda
sama, baik sebelummaupun setelah tumbukan.
Hukum Kekekalan Energi Kinetik berlaku pada Tumbukan lentingsempurna karena
selama tumbukan tidak ada energi yang hilang.

Hukum kekekalan momentum ditinjau dari energi kinetik:


Dua benda, benda 1 dan benda 2 bergerak saling mendekat. Benda 1 bergerak
dengan kecepatanv1 dan benda 2 bergerak dengan kecepatan v2. Kedua benda itu
bertumbukan dan terpantul dalamarah yang berlawanan. Perhatikan bahwa kecepatan
merupakan besaran vektor sehinggadipengaruhi juga oleh arah.
Sesuai dengan kesepakatan, arah ke kanan bertanda positif dan arahke kiri bertanda
negatif. Karena memiliki massa dan kecepatan, maka kedua benda memiliki momentum
(p = mv) dan energi kinetik (EK = ½ mv2). Total Momentum dan Energi Kinetikkedua
benda sama, baik sebelum tumbukan maupun setelah tumbukan.

5
Secara matematis, hukum kekekalan momentum dirumuskan sebagai berikut :

m v + m v = m v' +m v' →Persamaan 1

Keterangan :
m1 = massa benda 1,
m2 = massa benda 2
v1 = kecepatan benda sebelum tumbukan dan
v2 = kecepatan benda 2 Sebelum tumbukan
v’1 = kecepatan benda Setelah tumbukan,
v’2 = kecepatan benda 2 setelah tumbukan

Jika dinyatakan dalam momentum,


m1v1 = momentum benda 1 sebelum tumbukan,
m1v’1 = momentum benda 1 setelah tumbukan
m2v2 = momentum benda 2 sebelum tumbukan,
m2v’2 = momentum benda 2 setelah tumbukan

Ada Tumbukan Lenting Sempurna berlaku juga Hukum Kekekalan Energi


Kinetik. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut :

1/2m₁v₁²-1/2m₂v₂²= 1/2m₁v'₁²- 1/2m₂v'₂²

Keterangan :

12m₁v₁² = EK benda 1 sebelum tumbukan

12m₂v₂²= EK benda 2 sebelum tumbukan

12m₁v'₁²= EK benda 1 setelah tumbukan

12m₂v'₂²= EK benda 2 setelah tumbukan

6
Kita telah menurunkan 2 persamaan untuk Tumbukan Lenting Sempurna, yakni
persamaan Hukum Kekekalan Momentum dan Persamaan Hukum Kekekalan Energi
Kinetik.

Ada suatu halyang menarik, bahwa apabila hanya diketahui massa dan kecepatan awal,
maka kecepatansetelah tumbukan bisa kita tentukan menggunakan suatu persamaan lain.
Persamaan ini diturunkan dari dua persamaan di atas.

m₁ v₁+m₂v₂=m₁v'₁+m₂v'₂

m₁ v₁-m₂v₂=m₁v'₁-m₂v'₂

m₁v₁-v'₁=m₂(v'₂-v₂)→ Persamaan a

Kita tulis kembali persamaan Hukum Kekekalan Energi Kinetik :

1/2m₁v₁²-1/2m₂v₂²= 1/2m₁v'₁²- 1/2m₂v₂²

Ini merupakan salah satu persamaan penting dalam Tumbukan Lenting sempurna, selain
persamaan Kekekalan Momentum dan persamaan Kekekalan Energi Kinetik.
Persamaan 3 menyatakan bahwa pada Tumbukan Lenting Sempurna, laju kedua benda
sebelum dan setelah tumbukan sama besar tetapi berlawanan arah, berapapun massa
benda tersebut.

7
2. Tumbukan elastis sebagian, yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan
energi mekanik sebab ada sebagian energi yang diubah dalam bentuk lain, misalnya
panas. Koefisien restitusi 0 < e < 1.

Kebanyakan benda-benda yang ada di alam mengalami tumbukan lenting


sebagian, di mana energi kinetik berkurang selama tumbukan. Oleh karena itu, hukum
kekekalan energi mekanik tidak berlaku. Besarnya kecepatan relatif juga berkurang
dengan suatu faktor tertentu yang disebut koefisien restitusi. Bila koefisien restitusi
dinyatakan dengan huruf e, maka derajat berkurangnya kecepatan relatif benda setelah
tumbukan dirumuskan sebagai berikut.

Nilai restitusi berkisar antara 0 dan 1 (0 ≤ e ≤ 1 ). Untuk tumbukan lenting sempurna,


nilai e = 1. Untuk tumbukan tidak lenting nilai e = 0. Sedangkan untuk tumbukan lenting
sebagian mempunyai nilai e antara 0 dan 1 (0 < e < 1). Misalnya, sebuah bola tenis
dilepas dari ketinggian h1 di atas lantai. Setelah menumbuk lantai bola akan terpental
setinggi h2, nilai h2 selalu lebih kecil dari h1.

8
Skema Tumbukan Lenting Sebagian

Coba kita perhatikan gamabr diatas. Kecepatan bola sesaat sebelum tumbukan adalah v1
dan sesaat setelah tumbukan v1 . Berdasarkan persamaan gerak jatuh bebas, besar
kecepatan bola memenuhi persamaan :
𝜐 = √2𝑔ℎ
Untuk kecepatan lantai sebelum dan sesudah tumbukan sama dengan nol (v2 = v’2= 0).
Jika arah ke benda diberi harga negatif, maka akan diperoleh persamaan sebagai berikut.
𝜐1 = −√2𝑔ℎ1
Persamaan diatas digunakan untuk tumbukan lenting sebagian.

9
3. Tumbukan tidak elastis , yaitu tumbukan yang tidak berlaku hukum kekekalan energi
mekanik dan kedua benda setelah tumbukan melekat dan bergerak bersama-sama.
Koefisien restitusi e = 0.

Suatu tumbukan dikatakan tumbukan tidak lenting sama sekaliapabila dua benda yang
bertumbukan bersatu alias salingmenempel setelah tumbukan.Hukum kekekalan
momentum hanya berlaku pada waktu yangsangat singkat ketika dua benda bertumbukan,
karena pada saatitu belum ada gaya luar yang bekerja.Secara matematis
dirumuskan sebagai berikut :
m1v1+m2v2=m1v’ 1+m2v’2

m1v1+ m2(0) = (m1+ m2 ) v’

m 1 v 1 = (m 1 + m 2 ) v ’

Untuk tumbukan tak lenting sama sekali, koefisien elastisitasnya


(𝑉 ′ −𝑉1′ )
(e) = -(𝑉2 =0
2−𝑉1 )

𝑉2′ − 𝑉1′ = 0
𝑉2′ = 𝑉1 ′

Hal ini artinya, kecepatan benda 1 dan benda 2 setelah tumbukan adalah sama.

10
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Apabila dua buah benda bertemu dengan kecepatan relatif maka benda tersebut akan
bertumbukan dan tumbukan akan di bedakan menjadi dua yaitu lenting sempurna dan
tak lenting. pada tumbukan lenting sempurna energy kinetic benda berkurang atau
berubah menjadi energy lain, pada tumbukan tak lenting energy kinetic benda sebagian
brubah menjadi energy lain seperti energy bunyi, energy panas dan lain-lain.

B. SARAN
Demkian yang dapat saya paparkan menegenai materi ”tumbukan elastic dan tak
elastic” yang menjadi pokok bahasan makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan
dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang ada
hubunganya dengan makalah ini, penulis banyak berharap pembaca memberikan kritik
dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan
makalah-makalah berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis dan pembaca.

11
DAFTAR PUSTAKA

ketut lasmi, bimbingan pemantapan fisika, bandung, yrama widia, 2004, yusrizal
fisika dasar-1,banda aceh,unsyah 2009
Sutrisno, seri fisika dasar: mekanika, bandung, penerbit itb, 1983.
http://aljabbar.wordpress.com

http://fisikazone.com/tumbukan/

http://pekanfisika06.blogspot.co.id/2011/03/tumbukan_07.html

http://www.academia.edu/5833697/TUMBUKAN

12