Anda di halaman 1dari 7

Tugas Elektronika Instrumentasi

Sensor Pneumatik

Disusun oleh
Gifti Aliatul Muthmainah (IKI3)
4315020004

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


INSTRUMENTASI DAN KONTROL INDUSTRI
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2015
SENSOR PNEUMATIK

A. Pengertian Pneumatik
Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak,
keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbangan. Perkataan
pneumatik berasal bahasa Yunani “pneuma“ yang berarti “napas” atau “udara”. Jadi
pneumatik berarti terisi udara atau digerakkan oleh udara mampat. Pneumatik
merupakan cabang teori aliran atau mekanika fluida dan tidak hanya meliputi
penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem saluran, yang terdiri atas pipa-
pipa, dan selang-selang tetapi juga aksi dan penggunaan udara mampat.
(Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika, yang menentukan
keadaan keseimbangan gas dan uap (khususnya udara atmosfir) dengan adanya
gaya-gaya luar (aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika). Pneumatik dalam
pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri merupakan ilmu pengetahuan dari
semua proses mekanik dimana udara memindahkan suatu gaya atau gerakan. Jadi
pneumatik meliputi semua komponen mesin atau peralatan, dimana terjadi proses-
proses pneumatik. Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang
lebih sempit lagi adalah teknik udara mampat (udara bertekanan).
Struktur sensor pneumatik terdiri dari silinder, piston dan sensor
perpindahan. Silinder berfungsi sebagai tempat pemampatan udara, silinder
mendapat supply udara dari kompresor, keluar tidaknya udara dari kompresor diatur
oleh valve. Udara yang memasuki ruang ruang silinder harus melewati restiction.
Resrtiction berada di dalam silinder yang berfugsi agar udara yang diberikan tidak
kembali ke tempat sebelumnya. Silinder mendapat input dan mengeluarkan input,
input terdiri dari input referensi dan input supply. Input refernsi digunakan sebagai
pembading dari udara supply, input referensi dan input supply saling berlawanan
untuk mendorong piston. Piston adalah pemampat yang berada di dalam silinder,
piston digerakkan oleh perbedaan tekanan udara dari kedua sisi piston. Pergerakkan
piston tersebut akan menggerakkan sensor perpindahan, sehingga dari perbedaan
tekanan diantara piston tersebut dapat merubah nilai listrik yang dihasilkan.
Pneumatik dibeda-bedakan kedalam bidang menurut tekanan kerjanya, dari
bidang tekanan sangat rendah (1,001-1,1 bar), pneumatic tekanan rendah (1,2-2,0
bar), pneumatic tekanan menengah atau disebut juga pneumatic tekanan normal (2-
8 bar) dan pneumatic tekanan tinggi (>8 bar).
Beberpa sensor pneumatik, diantaranya:
1. Bourdon Tube
Bourdon tube adalah tabung dengan ujung tertutup yang apabila diberikan
pressure, bentuknya akan meregang sesuai besarnya pressure yang diberikan, serta
dapat kembali ke bentuk semula.
Prinsip Kerja Bourdon Tube:
- Bila terdapat tekanan dalam tabung tersebut, akan terjadi deformasi elastik pada
tabung, yang dalam keadaan ideal sebanding dengan tekanan.
- Gerakan ujung tabung digabungkan dengan jarum pada dial untuk melengkapi
alat ukur.

-
Gambar 1
Data Sheet
Range limits -0.1 to 40 MPa; -1 to 400 bar
Span and range limits see Table
Accuracy (limited to the pressure element only) - up to 3 MPa / 30 bar: ± 0.5% -
over 3 MPa / 30 bar: ± 1%
Process connections 1/4 in. NPT-F, 1/2 in. NPT-F
Bourdon tube material AISI 316, chromium molybdenum steel
2. Bellows
Bellows adalah elemen pengukur tekanan yang mampu ber-defleksi
(mengembang). Bellows akurat untuk digunakan mengukur tekanan gage (Pgage)
dengan range antara absolute zero sampai 350 kPa. Terdiri atas sebuah tubing metal
yang bisa mengembang searah mengikuti panjangnya. Bellows dengan diameter
yang lebar bisa membaca low pressure lebih baik daripada bourdon tube.Bellows
menggunakan dinding tipis berbentuk tabung logam fleksibel dengan salah satu
ujungnya tertutup.
Prinsip Kerja Bellows
Perubahan tekanan pada kantung menyebabkan perubahan posisi inti
kumparan sehingga mengakibatkan perubahan induksi magnetik pada kumparan.
Kumparan yang digunakan adalah kumparan CT (center tap), dengan demikian
apabila inti mengalami pergeseran maka induktansi pada salah satu kumparan
bertambah sementara induktansi pada kumparan yang lain berkurang. Kemudian
pengubah sinyal berfungsi untuk mengubah induktansi magnetik yang timbul pada
kumparan menjadi tegangan yang sebanding.
Gambar 2
Data Sheet
1020 & 1120 Accuracy 30” w.c. range 1.50% FS 50” w.c. thru 500 PSID range
0.75% FS Option: 100” w.c. thru 50 PSID range 0.50% FS
1220 Accuracy Before switch activation 0.75% FS At switch activation point 2.00%
FS After switch activation 1.50% FS
Zero Elevation 100% of range (150 PSID maximum)
Suppression 15% of range with 270° pointer travel
Operating Temperature -60°F to +200°F
Full Scale Displacement 30” w.c. thru 130” w.c. range .19 Cu. In. 135” w.c. thru
60 PSID range .12 Cu. In. 75 PSID thru 500 PSID range .06 Cu. In.
1220 Switch Type Snap action SPDT
1220 Switch Setting Accuracy 1.00% FS
1220 Dead Band 1 switch (nominal) 7% FS 2 switch (nominal) 10% FS
1220 Switch Setting Increasing -10 to 100% of differential or 10” of water
whichever is greater Decreasing - 5% or 5” of water whichever is greater Between
set points -15% of FS minimum
1220 Switch Rating 5 amps at 125V or 250V AC 3 amps inductive or 5 amps
resistive at 30VDC
Mounting Dimensions Model 1020 Request File No. 1020:420 Model 1123
Request File No. 1123:420 Model 1124 Request File No. 1124:420 Model 1126
Request File No. 1126:420 Model 1224 Request File No. 1224:420 Model 1226
Request File No. 1226:420 Model 1226X-1 Request File No. 1226X-1:420 Model
1226X-2 Request File No. 1226X-2:420
3. Capsule Diafragma
Capsule tersusun atas dua buah diafragma yang dilas bersama-sama di
sekitar lingkarannya. Sensitivitas capsule meningkat proporsional dengan
diameternya, yang pada umumnya berdiameter secara konvensional bervariasi
antara 25 sampai 150 mm.
Capsule Merupakan sensor tekanan yang mirip dengan bellows
Menggunakan dinding tipis dan flexible tube Beda dengan bellows: – Diameter
lebih besar namun lebih pendek
Berbagai macam produk pressure gauge di lapangan, menggunakan salah
satu dari keempat elemen tersebut diatas. Pressure gauge dipasang untuk mengukur
tekanan di dalam pipa atau tangki. Jenis-jenis pressure gauge bisa berupa pressure
gage mekanik atau digital.

Gambar 3
Data Sheet
Description Nominal size in mm 100, 160
Accuracy class 1.6 Scale ranges 0 ... 2.5 to 0 ... 100 mbar or all other equivalent
vacuum or combined pressure and vacuum ranges
Pressure limitation Steady: Full scale value
Fluctuating: 0.9 x full scale value
Overpressure safety 50 x full scale value
Permissible temperature Ambient: -20 ... +60 °C Medium: +100 °C maximum
Temperature effect When the temperature of the measuring system deviates from
the reference temperature (+20 °C): max. ±0.6 %/10 K of full scale value Ingress
protection lP 54 per EN 60529 / lEC 529
Gambar Elemen Sensor Pneumatik

Gambar Nyata

B. Aplikasi
1) Mengubah tekanan menjadi tegangan
Cara Kerja
Perubahan tekanan dalam kantung bellow akan mengakibatkan perubahan posisi
inti magnet pada LVDT, sehingga mengakibatkan perubahan induksi magnetik
pada kumparan skunder 1, dan 2. Dengan perubahan induktansi magnetik pada
kumparan skunder 1, dan 2 akan menghasilkan tegangan induksi magnetik yang
besarnya sebanding pergeseran inti magnet LVDT akibat perubahan akibat
perubahan tekanan pada kantung. Pergeseran inti magnet(batang magnet)
ditengah kumparan tersebut akan menimbulkan tegangan output pada kumparan
yang mendapat induksi dari inti magnet tersebut.

2) Mengukur tekanan udara


Cara kerja
Jika bourdon tube diberikan tekanan maka ia akan cenderung untuk
mengembang. Perubahan yang dihasilkan sebanding dengan besarnya tekanan
yang diberikan

3) Mengubah tekanan menjadi nilai resistansi


Cara kerja
Perubahan tekanan mengakibatkan bourdon tube mengambang lalu
menggerakkan gear yang dihubungkan ke potensiometer sehingga
menghasilkan perubahan pada niali resistansi. Niali resistansi sebanding
dengan tekanan yang diberikan