Anda di halaman 1dari 8

STEP 1

- Dinding Menggaung
o Menggali lubang
o Bekas kerukan atau dekok atau cekung
- Eksudat
o Cairan radang extravaskular dengan BJ tinggi diatas 1.020, eksudat merupakan substansi
yang merembes melalui dinding vasa melalui dinding sekitarnya pada radang biasanya
pus
- Ceruk
o sesuatu yang masuk kedalam dari permukaan datar

STEP 2

1. mengapa timbul cairan eksudat pada alat genital pasien?


2. Apa hubungan keluhan pasien dengan PSK?
3. Mengapa terdapat keluhan nyeri pada luka?
4. Apa faktor resiko dari skenario?
5. Apa etiologi dari skenario?
6. Apa patofisiologi dan patogenesis dari skenario?
7. Bagaimana gejala klinis dari skenario?
8. Apa diagnosis dan diagnosis banding dari skenario?
9. Apa pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dari skenario?
10. Apa komplikasi dari skenario?
11. Apa tatalaksana dari skenario?
12. Bagaimana prognosis dari skenario?
STEP 3

1. mengapa timbul cairan eksudat pada alat genital pasien?


- Cairan eksudat berisi cairan patologis,
karena peningkatan permeabilitas dinding kapiler pembuluh darah yang disebabkan oleh infeksi
bakteri, serta terjadi proses inflamasi untuk memfagosit dari bakteri yang masuk, proses
inflamasi juga dapat merusak dinding kapiler sehingga protein dan leukositnya dapat merembes
ke jaringan intertitial disekitar
- Bintik” atau papul terjadi karena ada bakteri  penetrasi lapisan epidermis masuk aliran
darah rangsangan inflamasigranulosit, makrofag dan neutrofil berkumpul di jar. Intertitial
menjadi papul vesiko pustul pecah ulkus

2. Apa hubungan keluhan pasien dengan PSK?


- Karena melakukan hub. Dengan PSK  keluhan di alat genital  IMS karena PSK
- HIV  virulensi lama
- Penyakit di skenario  waktunya 5-7 hari

3. Mengapa terdapat keluhan nyeri pada luka?


- Bakteri masuk kulit atau permukaan mukosa, biasanya hub seksualleukosit dan makrofag
mengitari mengeluarkan zat – zat inflamasi pustul pustul sampai intradermal  nyeri
- Pustul lama kelamaan pecah  ulkus  luka
- Luka,
o organisme mengeluarkan HdCDT (Haemophylus cytocidal distending toxin) 
menyebabkan luka sulit sembuh (karena mempercepat siklus hidup sel dan memaksa sel
hidup untuk cepat mati/nekrosis) dan menutupnya tidak bisa sempurna.
o Awalnya satu dan menjadi banyak karena memiliki protein LspA sebagai anti fagosit,
o DrsAMAP memfasilitasi penempelan ke epitel, jika ada kedua zat ini menyebabkan
proliferasinya tinggi, menyebabkan sel – sel disekitarnya mati, virulensi 5-7 hari
o Bakteri masuk  inflamasi  salah satunya ada dolor histamin keluar dan jika masih
diambang batas responnya gatal, jika histamin melebihi ambang batas akan nyeri

4. Apa faktor resiko dari skenario?


- Seks bebas
- Daya tahan tubuh : rendah  bakteri infektif dapat masuk
- Luka terbuka
- Riwayat penyakit radang, ex. Psoriasis
- Obat : NSAID
- Penyakit HIV : mempermudah organisme lain untuk masuk
- Petugas medis : tidak menggunakan APD
o Genitalia
o Non genital  tangan, wajah
- Laki – laki yang tidak sirkumsisi : preputium nya yang mudah terluka saat hub seksual
- Endemik : subtropik dan tropik terutama di pelabuhan serta kota
5. Apa etiologi dari skenario?
- Haemophilus ducreyi atau Streptobacillus ducreyi: gram negatif, dapat mereduksi nitrat jadi
nitrit, sifat anaerob fakultatif, menghasilkan toksik (HdCDT), dapat menginvasi sampai bagian
limfatik dan dapat menyebabkan limfadenitis terutama di bagian inguinal
- Masa inkubasi 1-14 hari, biasanya 7 hari sudah ada manifestasi klinis
- Secara umum, dibagi 2 :
o Paintfull inguinal limfadenitis : hari ke 7 - 21
o Daerah inguinal unilateral : hari ke 14
- Predileksi
o pada pria : frenulum penis, sulcus coronarius, preputium, glans penis, batang penis,
anus
o Wanita : klitoris, serviks, dan anus, vulva, labia, vestibula, peri-anal
o Extra genitalia : lidah, jari tangan, pubis, bibir, payudara, konjungtiva, umbilikus,
abdomen, dada, paha

6. Apa patofisiologi dan patogenesis dari skenario?


- Risk factor (hub seksual)  jar epitel normal mengalami kerusakan  h. ducreyi masuk  epitel
mukosa  inflamasi  HdCDT memicu papul eritem beberapa jam – beberapa hari setelah
hubungan seks  pustul  erosi  ulkus  masuk ke intradermal  nyeri  tidak diobati 
supuratif limfadenopati
- Dapat masuk aliran darah dan nodus limfatikus

7. Bagaimana gejala klinis dari skenario?

- Masa inkubasi berkisar antara 1-14 hari, pada umumnya kurang dari 7 hari atau 4-7 hari..
Lesi kebanyakan multiple, jarang soliter, biasanya pada daerah genital, jarang pada daerah
ekstragenital. Mula-mula kelainan kulit berupa papul, kemudian menjadi vesiko-pustul
pada tempat inokulasi, cepat pecah menjadi ulkus.1

Jenis-Jenis Bentuk Klinis

1. Giant chancroid: ulkus hanya satu dan meluas dengan cepat serta bersifat destruktif.
2. Transient chancroid: ulkus kecil sembuh sendiri setelah 4-6 hari, disusul perlunakan
kelenjar limfe inguinal 10-20 hari kemudian.

3. Ulkus mole serpiginosum: terjadi inokulasi dan penyebaran dari lesi yang konfluen pada
preputium, skrotum, dan paha. Ulkus dapat berlangsung bertahun-tahun

4. Phagedenic chancroid : Lesi kecil menjadi besar dan destruktif dengan jaringan nekrotik
yang luas. Genitalia eksterna dapat hancur, pada beberapa kasus disertai infeksi organisme
Vincent.

5. Ulkus mole folikularis (follicularis chancroid): timbul pada folikel rambut, terdiri atas
ulkus kecil multiple. Lesi ini dapat terjadi di vulva atau pada daerah genitalia yang
berambut. Lesi ini sangat superficial.

6. Ulkus mole papular (ulcus molle elevatum): terdiri atas papul yang berulserasi dan
granulomatosa, dapat menyerupai donovanosis atau kondiloma lata sifilis stadium II.

8. Apa diagnosis dan diagnosis banding dari skenario?


(sifilis) (herpes genital) (ulkus mole)

9. Apa pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dari skenario?


- Px. Fisik
o Inspeksi : dilihat bentuk UKK
o Palpasi : nyeri/tidak
- Px. Penunjang
o Sediaan hapus
o Biakan kuman
o Ulkus swab
 + (positif) jika ditemukan kelompok basil tersusun seperti barisan ikan atau
seperti rel kereta api
o Kultur : GOLD STANDAR
 Menggunakan media coklat agar atau MTM atau media yang mengandung
vancomysin dan positif jika mengandung kuman 2-4 hari
o PCR : jarang digunakan karena mahal gold standar karena dapat mengetahui DNA
bakteri,cepat, spesifik dan sensitivitas lebih baik. Lebih sering digunakan untuk riset
o Tes serulogi (ito reenstierna)
 Antigen O,1 ml disuntikkan
 Tunggu 24 jam
 Timbul indurasi >5 mm  positif
o Antibody monoklonal : sederhana, murah, efektif, tetapi di negara berkembang alatnya
masih belum ada
o Imunoflouroresensi
o Fiksasi komplemen
o Presipitin dan aglutinin
o Tes Elisa
 Kuman H. ducreyi dilisiskan
o Biopsi dari UKK : dapat melihat histopatologi
 Superfisial dari ulkus : ditemukan fibrin, eritrosit, jar, nekrotik
 Tengah : pembuluh darah kapiler baru dengan proliferasi sel – sel endotel
sehingga lumen tersumbat dan menimbulkan trombosis
 Dalam : infiltrat, sel – sel limfoid

10. Apa komplikasi dari skenario?


- adenitis inguinal atau buboinflamatorik (pembesaran KGB,)
o paling sering pada ulkus mole
o pembesaran KGB terjadi beberapa hari sampai 3 minggu setelah terbentuk lesi primer
- fisura uretra
o ulkus di kelamin, dan bersifat destruktif hingga mengenai uretra serta menyebabkan
kencingnya nyeri
- fimosis atau parafimosis
o terjadi akibat terbentuk jaringan parut karena mengenai preputium
o penanganan dilakukan sirkumsisi

11. Apa tatalaksana dari skenario?

12. Bagaimana prognosis dari skenario?

13. Disebutkan ulkus durum dan herpes dari Px. Fisik penunjang, komplikasi