Anda di halaman 1dari 5

ANGIOGENESIS DAN EMBRIOLOGI JANTUNG

ANGIOGENESIS

Angiogenesis adalah proses pembentukkan kapiler baru dengan cara pembentukan tunas
dan cabang dari pembuluh darah yang telah terbentuk sebelumnya. Berbeda dengan
vasculogenesis yang merupakan proses pembentukan kapiler baru oleh angioblast(sel bakal
kapiler).

Pembentukan pembuluh darah secara keseluruhan merupakan kesatuan dari vasculogenesis dan
di lanjutkan dengan proses angiogenesis. Proses ini di mulai pada minggu ketiga :

1. Berawal dari sel mesenkimal yang berdifferensiasi menjadi sel endotel prekusor
(angioblast), yang kemudian beraggregasi membentuk pulau-pulau darah, yang
berhubungan dengan vesikel umbilikal atau selaput endotelial dalam embrio.
2. Lubang kecil timbul dalam pulau-pulau darah dan selaput endotelial karena konfluens
batas intraselluler.
3. Angioblasts merata untuk membentuk sel endotelial yang tersusun disekitas lubang pada
pulau-pulau darah untuk membentuk endotelium.
4. Kavitas yang dilapisi endotelium ini kemudian menyatu membentuk saluran endotelial
(vaskulogenesis).
5. Pembuluh darah membentuk tunas kearah daerah perbatasan oleh tunas endotelial dan
menyatu dengan pembuluh darah lainnya(angiogenesis)

Mekanisme Angiogenesis :

Pembentukan tunas kapiler yang baru di pengaruhi oleh banyak faktor, yang hampir seluruhnya
merupakan peptide-peptida kecil. Tiga dari faktor-faktor tersebut adalah :VEGF(vascular
endothelial growth factor), FGF(fibroblast growth factor), dan angiogenin. Faktor-faktor ini akan
di keluarkan oleh jaringan yang tidak

mendapat suplai darah adekuat(cukup). defisiensi oksigen jaringan dan defisiensi zat-zat nutrisi
pada jaringan lah yang dianggap menstimulasi pembentukan faktor-faktor angiogenesis. Dengan
proses :

1. Terjadi disolusi membrane basal sel endothel di tempat yang akan terjadi pertumbuhan
kapiler baru.
2. Terjadi reproduksi cepat dari sel-sel endothelial baru yang kemudian mengalir keluar
melalui dinding pembuluh memanjang kea rah sumber faktor angiogenik.
3. Sel-sel di setiap pembuluh terus-menerus membelah diri dengan cepat dan melipat
menajdi suatu tabung. Yang kemudian berhubungan dengan tabung lain yang terbentuk
dari kapiler donor yang lain, membentuk suatu lengkung kapiler tempat darah mengalir.

EMBRIOLOGI JANTUNG
Proses embriologis jantung di mulai pada hari ke 18 sebagai kompensasi tubuh atas kebutuhan
zat-zat nutrisi meningkat dan harus di salurkan ke seluruh tubuh. Yang harus di pahami dari
proses embriologi jantung secara sederhana adalah sebagai berikut :

1. Membentuk dua tabung endokardial yang berbentuk tapal kuda dan di kelilingi oleh
mesoderm splanknik yang kemudian membentuk “daerah kardiogenik”.
2. Day 21-22. Terjadi fusi(penggabungan) antara ke dua tabung. Setelah fusi selesai,
jantung mulai berdetak. Hasil dari fusi ini membentuk empat ruang jantung primitive :

- Sinus venosus. Merupakan pintu masuk jantung primitive, darah mengalir menuju sinus
venosus dari vena seluruh tubuh.

- Primitive atrium

- Primitive ventricle

- Bulbus cordis, terdiri atas kantong aorta, truncus arteriosus dan konus arteriosus. Yang
merupakan jalur keluar dari jantung keseluruh tubuh.

3. 23-28. Terjadi looping, yaitu rotasi tabung jantung dalam proses pembentukan jantung
definitive. Yang penting dari looping adalah :

- Bulboventricular (bulbus cordis dan ventriculus)mengalami looping ke kanan dandepan(right


and ventrally).

- Atrioventricular (atrium dan ventriculus), mengalami looping kea rah kiri dan belakang (left
dan dorsally).

4. Sampai minggu ke 7 : Partitioning(pembentukan ruangan jantung)

Hari 37 : selesai terbentuk sekat atrium, sempurna saat kelahiran (penutupan foramen ovale)

Minggu ke 7 : selesai terbentuk sekat ventrikel


EMBRIOLOGY SISTEM PERNAPASAN

 Pembentukan saluran pernapasan yang ada di manusia, ternyata saluran pernapasan tidak
langsung membesar seperti yang kita rasakan saat ini.
 Saluran pernapasan sudah dimulai pembentukannya pada saat manusia yang masih
dikatakan "mudigah" kalau dalam istilah Islamnya, kira-kira mulai dibentuk pada minggu
IV.
 Pada minggu IV, di mudigah terdapat divertikulum respiratorium yang terdapat tunas
paru yang merupakan tonjolan dari dinding ventral usus depan. Pada divertikulum
respiratorium inilah nantinya dijadikan tempat untuk menginduksikan TBX4 untuk
merangsang pembentukan tunas, pertumbuhan dan differensiasi paru.
Bagian epitel dalam yang ada di paru terbentuk dari endoderm, sedangkan komponen
tulang rawan, kartilago, dan otot dibentuk dari mesoderm splanknik.
 Awalnya, tunas paru mempunyai hubungan terbuka dengan usus depan sehingga pada
saat divertikulum respiratorium membesar ke arah kaudal, terbentuklah 2 bubungan
longitudinal yang dipisahkan oleh trakeoesophageal. Kemudian, pada saat kedua
bubungan menyatu membentuk septum trakeoesophageal, usus depan akan terbagi
menjadi usus depan bagian dorsal dan ventral, tunas paru, trakea, dan esophagus.
 Primordium respiratorik akan mempertahankan hubungan terbukanya dengan faring
melalui aditus laringis.

EMBRIOLOGY SISTEM PERNAPASAN

1. Larynx
Laring kan terdiri atas bagian lapisan dalam yang terbentuk dari endoderm dan
komponen kartilago dan otot dibentuk oleh mesenkim arkus faring ke 4 atau ke 6.
Selanjutnya mesenkim ini akan berpoliferasi cepat sehingga aditus laringis akan
berubah dari bentuknya yang celah sagital menjadi berbentuk T celahnya. Lalu, bentuk
aditus laringis dapat dikenali ketika mesenkim dari kedua arkus berubah menjadi
kartilago tiroidea, krikoidea, dan aritenoidea.
Di saat yang sama, epitel laring juga berpoliferasi dengan cepat sehingga terjadi
oklusi lumen temporal, yang dilanjutkan dengan vakuolisasi dan rekanalisasi yang
menghasilkan sepasang resesus lateral,
ventrikulus laringis
yang dibatasi oleh lipatan jaringan yang nantinya akan berdiferensiasi menjadi pita suara
sejati dan palsu.
Semua otot laring disarafi oleh cabang-cabang kranial ke sepuluh nervus vagus.

2. TRACHEA, BRONCUS, PARU


Sewaktu berpisah dengan usus paru, tunas paru akan membentuk trakea dan dua
kantung luar lateral/tunas bronkus
Di awal minggu V, masing-masing tunas bronkus membesar membentuk bronkus
utama kanan dan kiri. Bronkus utama kanan akan membentuk tiga bronkus sekunder,
sedangkan yang kiri akan membentuk dua bronkus sekunder.
Tunas paru berkembang ke arah kaudal dan lateral rongga paru tubuh sehingga
ruang paru, kanalis perikardioperitonealis menjadi cukup sempit. Saluran-saluran terletak
di kesua sisi usus depan dan secara bertahap diisi oleh tunas paru yang terus membesar.
Seanjutnya terdapat lipatan pleuroperitoneum dan lipatan pleuroperikardium yang
memisahkan kanalis perikardioperitonealis dari rongga peritoneum dan rongga
perikardium, dan ruang sisanya akan membentuk rongga pleura primitive.
Selanjutnya semakin berkembang, mesoderm yang menutupi luar paru akan
menjadi pleura viseral dan mesoderm yang menutupi dinding tubuh dari bagian dalam
menjadi pleura parietal. Rongga diantara pleura viseral dan pleura parietal adalah rongga
pleura.
Bronkus sekunder akan membelah berulang-ulang secara dikotomis, membentuk
sepuluh bronkus tersier (segmentalis) di paru kanan dan delapan bronkus tersier di paru
kiri, menciptakan segmentum bronkuspulmonale pada paru dewasa.
Sampai bulan VII pranatal, pernapasan sudah dapat berlangsung ketika sebagian sel
bronkius respiratorius yang berbentuk kuboid menjadi sel gepeng tipis.
Selama dua bulan terakhir kehidupan pranatal dan selama beberap tahun
selanjutnya, jumlah sakus terminalis terus meningkat yang selain itu sel-sel yang melapisi
sakus yang dikenal dengan sel epitel alveolus tipe I.
Pada VI terbentuk jenis sel lain, yaitusel epitel alveolustipe II yang menghasilkan
surfaktan, suatu cairan kaya fosfolipid yang dapat menurunkan tegangan permukaan di
pertemuan udara-alveolus.
Pematangan Paru
Perkembangan histologis dan fungsional paru :A.Periode kanalikular berlangsung
dari minggu ke-16 hingga ke-26B.Periode sakus terminal dimulai pada akhir bulan ke-6
dan awal bulan ke-7 pranatal.
Jaringan paru pada bayi baru lahir. Sel epitel gepeng yang tipis (selepitel alveolus
tipe I) serta kapiler di sekitarnya yang menonjol ke dalamalveolus matur.
3. NASAL
Mudigah usia 7 minggu, promenensia maksilaris telah menyatu dengan
promenensia nasalis.B.mudigah usia 10 mingguC.foto mudigah manusia pada usia 7
minggu.