Anda di halaman 1dari 3

Hubungan Peningkatan Kadar Glukosa Terhadap Produksi Leukosit

Pada Penderitas Ulkus Diabetik Yang Disebabkan Oleh Diabetes Mellitus Tipe 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diabetes mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan

karakteristik hiperglikemi yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin

atau kedua-duanya. Meningkatnya kepekaan terhadap infeksi pada diabetes mellitus


disebabkan oleh berbagai faktor (multifaktorial), baik yang disebabkan oleh

hiperglikemia maupun gangguan imunitas (Chodijah, dkk., 2013: 602).

Menurut Riskedas, (2003: 254) Penyakit tersebut telah menjadi salah satu

masalah kesehatan masyarakat global dan menurut International Diabetes Federation

(IDF) pemutakhiran ke-5 tahun 2012, jumlah penderitanya semakin bertambah.

Menurut estimasi IDF tahun 2012, lebih dari 371 juta orang di seluruh dunia mengalami

DM, 4,8 juta orang meninggal akibat penyakit metabolik ini dan 471 miliar dolar

Amerika dikeluarkan untuk pengobatannya.

Di seluruh dunia, prevalensi diabetes pada orang dewasa di dunia yang berumur

20-79 tahun akan menjadi 6,4%, berpengaruh kepada 285 juta orang tahun 2010 dan
meningkat menjadi 7,7% pada tahun 2030 dan berpengaruh kepada 439 juta orang.

Diantara tahun 2010 dan 2030 jumlah penderita diabetes akan meningkat sebesar 69%

di negara berkembang, dan 20% di negara maju (Shaw, et al., 2010), sedangkan

Menurut Riskesdas 2013, prevalensi DM berdasarkan wawancara di Indonesia

meningkat pada tahun 2013, yaitu sebesar 2,1% jika dibandingkan dengan tahun 2007

(1,1%).
Hubungan Peningkatan Kadar Glukosa Terhadap Produksi Leukosit

Pada Penderitas Ulkus Diabetik Yang Disebabkan Oleh Diabetes Mellitus Tipe 2

Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit DM pada seseorang adalah

faktor keturunan sebagaimana hasil penelitian yang telah dilakukan oleh (Santosa,

dkk., 2017) bahwa salah satu faktor resiko terjadinya penyakit diabetes mellitus adalah

faktor keturunan. Selain itu, usia obesitas, makanan, aktifitas fisik dan gaya hidup

merupakan faktor resiko yang menyebabkan DM (Richardo, dkk., 2014: 409-411).

Salah satu komplikasi dari DM adalah neuropati, berupa berkurangnya sensasi

di kaki dan sering dikaitkan dengan luka pada kaki. Neuropati perifer menyebabkan
hilangnya sensasi di daerah distal kaki yang mempunyai risiko tinggi untuk terjadinya

ulkus kaki bahkan amputasi. Neuropati sensori motorik kronik adalah jenis yang sering

ditemukan dari neuropati diabetikum. Seiring dengan lamanya waktu menderita

diabetes dan mikroangiopati, maka neuropati diabetikum dapat menyebabkan ulkus

pada kaki, deformitas bahkan amputasi. Ulkus kaki pada neuropati sering kali terjadi

pada permukaan plantar kaki yaitu di area yang mendapat tekanan tinggi, seperti area

yang melapisi kaput metatarsal maupun area lain yang melapisi deformitas tulang.

Ulkus kaki diabetik berkontribusi terhadap >50% ulkus kaki penderita diabetes dan

sering tidak menimbulkan rasa nyeri disertai lebam (fitriah, 2017: 154).

Hal ini menyebabkan Diabetes mellitus (DM) menginduksi defisiensi imun


melalui beberapa mekanisme. Salah satunya yaitu peningkatan kadar gula darah akan

mengganggu fungsi leukosit, sehingga produksi leukosit dalam tubuh akan menurun

(Chodijah, 2013: 602). Sedangkan diketahui bahwa produksi leukosit akan semakin

meningkat jika terjadi komplikasi pada tubuh seperti ulkus diabetic yang menyerang

penderita DM tipe 2.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk

melakukan penelitian untuk melihat bagaimana Hubungan Peningkatan Kadar


Hubungan Peningkatan Kadar Glukosa Terhadap Produksi Leukosit

Pada Penderitas Ulkus Diabetik Yang Disebabkan Oleh Diabetes Mellitus Tipe 2

Glukosa Terhadap Produksi Leukosit Pada Penderitas Ulkus Diabetik Yang

Disebabkan Oleh Diabetes Mellitus Tipe 2.