Anda di halaman 1dari 10

TUGAS PENDAHULUAN

1. Kenapa mineral dibagi menjadi beberapa group ?


2. Perbedaan piroksin group & amphibol group ?
3. BRS lengkap
4. Asosiasi mineral Olivine & Amphibol
5. Tulis dan cari gambar deskripsi Olivine (3), Amphibol (3) pada nikol silang dan
nikol sejajar
6. Rangkuman asistensi acara 1 lembar
7. Jenis mineral Amphibol dan gambarnya
8. Sebutkan mineral – mineral amphibol group
9. Visi dan misi jendral
10. Jelaskan PPDH HMG FT – UH
JAWABAN
1. Karena mineral tersebut memiliki beberapa kesamaan sifat, baik komposisi kimia
dan beberapa kesamaan secara umum

2. Secara umum perbedaan dari mineral – mineral Piroksin grup dan Amphibol
grup adalah :
A. Piroksin
Umumnya berbentuk prismatik pendek, hingga kolumnar, fibrous, dan
granular, memiliki belahan yang 1 atau 2 arah (bergantung arah sayatan), jenis
gelapan umumnya Sejajar-Miring (bergantung jenis) dan sistem kristal mineralnya
biasanya adalah Ortorombik dan Monoklin (Menjadi faktor pembagiannya menjadi
Orto-piroksen (Ortorombik) dan Klino-piroksen (Monoklin)) .
B. Amphibol
Umumnya berbentuk Prismatik panjang (terlihat ada serat halus), mmiliki
belahan yang 1 atau 2 arah (bergantung arah sayatan), sudut gelapan umunya 12°-30°
atau 45° (bergantung arah sayatan) dan sistem kristal mineralnya adalah Monoklin
(Hanya sumbu b kristal yang tegak lurus dengan sumbu sinar, yaitu Y).
3. BOWEN REACTION SERIES

>1200°c

1000°c - 1200°c

800°c - 1000°c

600°c - 800°c

500°c - 600°c

236°c - 500°c

<236°c

Dalam skema tersebut reaksi digambarkan dengan “Y”, dimana lengan bagian
atas mewakili dua jalur/deret pembentukan yang berbeda. Lengan kanan atas
merupakan deret reaksi yang berkelanjutan (continuous), sedangkan lengan kiri atas
adalah deret reaksi yang terputus-putus/tak berkelanjutan (discontinuous).
1. Deret Continuous
Deret ini mewakili pembentukan feldspar plagioclase. Dimulai dengan
feldspar yang kaya akan kalsium (Ca-feldspar, CaAlSiO) dan berlanjut reaksi
dengan peningkatan bertahap dalam pembentukan natrium yang mengandung
feldspar (Ca–Na-feldspar, CaNaAlSiO) sampai titik kesetimbangan tercapai
pada suhu sekitar 9000C. Saat magma mendingin dan kalsium kehabisan ion,
feldspar didominasi oleh pembentukan natrium feldspar (Na-Feldspar,
NaAlSiO) hingga suhu sekitar 6000C feldspar dengan hamper 100% natrium
terbentuk.
2. Deret Discontinuous
Pada deret ini mewakili formasi mineral ferro-magnesium silicate dimana
satu mineral berubah menjadi mineral lainnya pada rentang temperatur
tertentu dengan melakukan reaksi dengan sisa larutan magma. Diawali dengan
pembentukan mineral Olivine yang merupakan satu-satunya mineral yang
stabil pada atau di bawah 18000C. Ketika temperatur berkurang dan Pyroxene
menjadi stabil (terbentuk). Sekitar 11000C, mineral yang mengandung
kalsium (CaFeMgSiO) terbentuk dan pada kisaran suhu 9000C Amphibole
terbentuk. Sampai pada suhu magma mendingin di 6000C Biotit mulai
terbentuk.
Bila proses pendinginan yang berlangsung terlalu cepat, mineral yang telah
ada tidak dapat bereaksi seluruhnya dengan sisa magma yang menyebabkan
mineral yang terbentuk memiliki rim (selubung). Rim tersusun atas mineral
yang telah terbentuk sebelumnya, misal Olivin dengan rim Pyroxene.
Deret ini berakhir dengan mengkristalnya Biotite dimana semua besi dan
magnesium telah selesai dipergunakan dalam pembentukan mineral.
3. Apabila kedua jalur reaksi tersebut berakhir dan seluruh besi, magnesium,
kalsium dan sodium habis, secara ideal yang tersisa hanya potassium,
aluminium dan silica. Semua unsur sisa tersebut akan bergabung membentuk
Othoclase Potassium Feldspar. Dan akan terbentuk mika muscovite apabila
tekanan air cukup tinggi. Sisanya, larutan magma yang sebagian besar
mengandung silica dan oksigen akan membentuk Quartz (kuarsa).
Dalam kristalisasi mineral-mineral ini tidak termasuk dalam deret reaksi
karena proses pembentukannya yang saling terpisah dan independent.
4. Mineral olivine berasosiasi dengan mineral serpentine, pyroxene dan amphibole.
Sedangkan mineral amphibole berasosiasi dengan mineral kuarsa, tourmaline, dan
muscovite.

5. A. OLIVIN
- FAYALITE ( orthorombik 2V=470-540 )
Warna : tidak berwarna sampai kekuningan atau netral
Bentuk : euhedral, kristal anhedral
Relief : sangat tinggi
Pleokroisme : lemah
Indeks bias : n mineral > n balsam
Belahan : tidak sempurna dalam satu arah (010)
Birefringence : kuat
Kembaran : -
Sudut pemadaman : paralel
Orientasi optis : length slow
Sumbu optis : dua (biaxial)
Tanda optis : negatif

MONTICELLITE (orthorombic 2V=750-800 )


Warna : tidak berwarna sampai kekuningan atau netral
Bentuk : granular aggregat dari kristal anhedral sampai subhedral, kristal
prismatik euhedral
Relief : agak tinggi
Pleokroisme : -
Indeks bias : n mineral > n balsam
Belahan : paralel yang tidak sempurna dengan (010)
Birefringence : sedang, merah orde pertama
Kembaran : -
Sudut pemadaman : paralel
Orientasi optis : length slow
Sumbu optis : dua (biaxial)
Tanda optis : negatif

FORSTERITE ( orthorombic 2V=850-900 )


Warna : tidak berwarna
Bentuk : kristal euhedral sampai anhedral
Relief : tinggi
Pleokroisme : -
Indeks bias : n mineral > n balsam
Belahan : fracture yang tidak teratur umum
Birefringence : kuat, teratas orde kedua
Kembaran : -
Sudut pemadaman : paralel
Orientasi optis : length slow
Sumbu optis : dua (biaxial)
Tanda optis : positif
B. AMPHIBOL
- GRUNERITE ( monoclinic 2V=790-860 )
Warna : tidak berwarna
Bentuk : columnar sampai fibrous aggregate
Relief : agak tinggi
Pleokroisme : lemah
Indeks bias : n mineral > n balsam
Belahan : dalam dua arah (110) pada sudut 560 dan 1240. Paralel dan panjang
Birefringence : agak kuat
Kembaran : kadang polisintetik
Sudut pemadaman : Dalam sayatan longitudinal bervariasi dari 10 sampai
15.
Orientasi optis : length slow
Sumbu optis : dua (biaxial)
Tanda optis : negative

NEPHRITE ( 2V=790-850 )
Warna : tidak berwarna sampai abu-abu
Bentuk : fibrous sampai fibro lamellar aggregate kristal prismatik tidak
sempurna
Relief : tinggi
Pleokroisme : -
Indeks bias : n mineral > n balsam
Belahan : menyerupai termolitle actinolite tetapi jarang yang jelas
Birefringence : sedang dari abu-abu orde pertama sampai warna cerah di
tengah orde kedua
Kembaran : kadang-kadang dijumpai
Sudut pemadaman : bervariasi dari paralel sampai yang maksimum 10
sampai 20.
Orientasi optis : length slow
Sumbu optis : dua (biaxial)
Tanda optis : negative

- HORNBLENDE (monoclinic 2V=640-800)


Warna : hijau atau coklat
Bentuk : kristal prismatik (monoklin 2V=520-850)
Relief : agak tinggi
Pleokroisme : kuat
Indeks bias : n mineral > n balsam
Belahan : (110) dalam dua arah pada sudut 560 dan 1240
Birefringence : sedang, ditengah orde kedua
Kembaran : agak umum
Sudut pemadaman : dalam sayatan longitudinal bervariasi dari 120sampai
300
Orientasi optis : length slow
Sumbu optis : dua (biaxial)
Tanda optis : negative
7. Jenis mineral Amphibol :

- GRUNERITE

NEPHRITE

HORNBLENDE
8. - Visi :

Membentuk anggota HMG FT- UH yang berperan aktif dalam profesionalisme


kemahasiswaan dengan mengedepankan nilai- nilai kegeologian.

- Misi :
1. Meningkatkan kinerja angota HMG FT- UH dengan sika kekeluuargaan
2. Menjalin komunikasi aktif dengan civitas geologi dan organisasi eksternal HMG
FT- UH.

9. Hak:

1. Memilih dan dipilih


2. Menyalurkan aspirasinya melalui wadah yang telah disediakan
3. Menggunakan fasilitas yang dimiliki HMG FT-UH

Kewajiban:

1. Menaati PDHMG FT-UH serta hasil-hasil keputusan yang lain pada MMG FT-
UH
2. Menjungjung tinggi serta memelihara nama baik organisasi
3. Ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan organisasi
4. Menymbangkan pikiran dan kemampuan untuk kemajuan dan kejayaan
organisasi
5. Membayar iuran anggota
6. Menjaga dan memelihara segala fasilitas yang dimiliki HMG FT-UH

10. Kastra pada tanggal 24 Oktober yaitu:


A. Program kerja Celebes Geo Summit tidak akan diadakan karena alasan tertentu.
B. Ganti rugi korban pembakaran POMD akan diselesaikan pada awal bulan
Desember dan adapun upaya untuk pelunasannya akan dilakukan metode
dimana pembayaran ganti rugi oleh anggota HMG FT- UH akan segera ditagih
kepada masing- masing anggota yang belum melunasi pembayaran tersebut.
C. Adapun hal- hal lain yang dianggap perlu yaitu akan segera diadakannya BOP
serta penentuan orientasi HMG FT- UH.