Anda di halaman 1dari 32

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

ARYF
03420140084

PRODI ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESA
2018
1. PENGERTIAN AGAMA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Agama adalah sistem


yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang
Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan
manusia serta lingkungannya.

Istilah agama sendiri adalah suatu istilah yang berasal dari bahasa Sanskerta
Istilah agama sebenarnya berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna tradisi atau
“a” yang bermakna tidak dan “gama” bermakna kacau. Sehingga agama bisa
diartikan sebagai tidak kacau. Selain itu, agama juga bisa diartikan sebagai suatu
peraturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan manusia ke arah dan tujuan
tertentu. Agama dilihat sebagai kepercayaan dan pola perilaku yang dimiliki oleh
manusia untuk menangani masalah. Agama adalah suatu sistem yang dipadukan
mengenai kepercayaan dan praktik suci. Agama adalah pegangan atau pedoman
untuk mencapai hidup kekal. Agama adalah konsep hubungan dengan Tuhan.

Istilah asing lainnya yang mempunyai pengertian sama dengan agama


adalah religi yang berasal dari bahasa latin “religio” dan berakar pada kata kerja
“re-ligare” yang memiliki arti “mengikat kembali”. Mengikat di sini maksudnya
yaitu dengan ber-religi maka seseorang akan mengikat dirinya kepada Tuhan.

Sementara itu definisi mutlak dari agama dalam wacananya agak


mengalami kesulitan tersendiri, bahkan hampir mustahil untuk dapat
mendefinisikan agama yang bias diterima atau disepakati semua kalangan. Untuk
itu setidaknya ada tiga cara pendekatan yaitu segi fungsi, institusi, dan subtansi.
Para ahli sejarah, cenderung mendefinisikan agama sebagai suatu institusi historis.
Para ahli di bidang sosiologi dan antropologi cenderung mendefinisikan agama dari
sudut fungsi sosialnya. Pakar teologi, fenomenologi, dan sejarah agama melihat
agama dari aspek substansinya yang sangat asasi yaitu sesuatu yang sakral. Pada
hakikatnya ketiga pendekatan itu tidak saling bertentangan, melainkan saling
melenyempurnakan dan melengkapi, khususnya jika menginginkan agar pluralism
agama didefinisikan sesuai kenyatan objektif di lapangan.
Memang sangat tidak mudah untuk menguraikan pengertian dan definisi
dari agama. Itu sebabnyapengertian agama menurut para ahli banyak mengalami
perselisihan dan perbedaan.Namun pengertian agama menurut para ahli tetap patut
untuk kita pelajari. Hal tersebut bisa kita jadikan sebagai referensi dalam
memahami konsep agama.

Berikut beberapa pendapat ahli tentang definisi Agama :

 Menurut Anthony F.C. Wallace, agama sebagai seperangkat upacara yang


diberi rasionalisasi lewat mitos dan menggerakkan kekuatan supernatural
dengan maksud untuk mencapai terjadinya perubahan keadaan pada
manusia dan semesta.

 Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, agama adalah suatu system kelakuan


dan perhubungan manusia yang pokok pada perhubungan manusia dengan
rahasia kekuasaan dan kegaiban yang tiada terhingga luasnya, dan dengan
demikian memberi arti kepada hidupnya dan kepada alam semesta yang
mengelilinginya.

 Menurut Emile Durkheim, agama adalah suatu sistem yang terpadu yang
terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang
suci.

 Menurut Sidi Gazalba, religi (agama) adalah kecendrungan rohani manusia,


yang berhubungan dengan alam semesta, nilai yang meliputi segalanya,
makna yang terakhir, hakekat dari semuanya itu.
Menurut Parsons & Bellah, agama adalah tingkat yang paling tinggi dan
paling umum dari budaya manusia.

 Menurut Harun Nasution, agama dilihat dari sudut muatan atau isi yang
terkandung di dalamnya merupakan suatu kumpulan tentang tata cara
mengabdi kepada Tuhan yang terhimpun dalam suatu kitab, selain itu beliau
mengatakan bahwa agama merupakan suatu ikatan yang harus dipegang dan
dipatuhi..

 Menurut Luckmann, agama adalah kemampuan organisme manusia untuk


mengangkat alam biologisnya melalui pembentukan alam-alam makna yang
objektig, memiliki daya ikat moral dan serba meliputi.

 Menurut Tajdab, agama merupakan suatu kepercayaan yang mendatangkan


kehidupan yang teratur dan tidak kacau serta mendatangkan kesejahteraan
dan keselamatan hidup manusia.
Menurut A. M. Saefudin, agama merupakan kebutuhan manusia yang paling
esensial yang besifat universal.

2. TUJUAN AGAMA

Adapun tujuan dari Agama itu sendiri adalah sebagai tatanan Tuhan yang
dapat membimbing Manusia yang berakal untuk berusaha mencari kebahagiaan
hidup di dunia dan akhirat “kehidupan selanjutnya”.

Selain itu Agama juga mengajarkan para penganutnya untuk mengatur


hidupnya agar mendapatkan kebahagiaan untuk dirinya maupun masyarakan
sekitarnya, selain itu sebagai pembuka jalan kepada Sang Pencipta manusia. Tuhan
yang Maha Esa ketika telah mati.

Ajaran agama yang universal mengandung kebenaran yang tidak dapat


diubah meskipun masyarakat telah menerima itu berubah dalam struktur dan cara
berfikirnya.
3. FUNGSI AGAMA

Manusia sejak dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan lemah dan tidak
berdaya, serta tidak mengetahui apa-apa sebagaimana firman Allah dalam Q. S. al-
Nahl(16):78 “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak tahu
apa-apa. Dia menjadikan untukmu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi sedikit
diantara mereka yang mensyukurinya.“

Dalam keadaan yang demikian itu, manusia senantiasa dipengaruhi oleh


berbagai macam godaan dan rayuan, baik dari dalam, maupun dari luar dirinya.
Godaan dan rayuan daridalam diri manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

 Godaan dan rayuan yang berysaha menarik manusia ke dalam lingkungan


kebaikan, yang menurut istilah Al-Gazali dalam bukunya ihya ulumuddin
disebut dengan malak Al-hidayah yaitu kekuatan-kekuatan yang berusaha
menarik manusia kepadahidayahataukebaikan.

 Godaan dan rayuan yang berusaha memperdayakan manusia kepada


kejahatan,yang menurut istilah Al-Gazali dinamakan malak al-ghiwayah,
yakni kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada kejahatan

Disinilah letak fungsi agama dalam kehidupan manusia, yaitu membimbing


manusia kejalan yang baik dan menghindarkan manusia dari kejahatan atau
kemungkaran.

Adapun Fungsi Agama sebagai berikut :

1. Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia

Agama sentiasanya memberi penerangan kepada dunia(secara


keseluruhan), dan juga kedudukan manusiadi dalam dunia. Penerangan dalam
masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan sedikit
penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada
umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah(s.w.t) dan setiap manusia harus
menaati Allah(s.w.t).

2. Menjawab pelbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia

Ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang sulit dijawab oleh manusia


misalnya saja Kehidupan setelah mati, tujuan hidup, nasib dan lain sebagainya
di sini lah fungsi dan tujuan dari Agama

3. Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.

Salah satu faktor terbentuknya kelompok manusia adalah Agama karena


sistem agama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaanyang sama,
melainkan tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama.

4. Memainkan fungsi peranan sosial.

Kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam


ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib
dilakukan oleh penganutnya.
3. PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK AGAMA SAMAWI

DAN ARDHI

Pengertian Agama Samawi, Ardhi – Agama samawi atau disebut juga


agama langit, adalah agama yang dipercaya oleh para pengikutnya dibangun
berdasarkan wahyu Allah. Beberapa pendapat menyimpulkan bahwa suatu agama
disebut agama Samawi jika:

• Mempunyai definisi Tuhan yang jelas

• Mempunyai penyampai risalah (Nabi/Rasul)

• Mempunyai kumpulan wahyu dari Tuhan yang diwujudkan dalam Kitab Suci

Di dunia ini agama-agama besar yang dianggap agama samawi diantaranya Yahudi,
Kristen, Islam. Kebalikan dari agama samawi adalah Agama Ardhi.

Karakteristik Agama Samai dan Agama Ardhi

Ada beberapa ciri dan karakteristik utama yang membedakan antara agama
samawi dan agama ardhi, berikut ini akan sebutkan beberapa di antaranya saja yaitu
:

1. Bukan tumbuh dari masyarakat, tapi diturunkan untuk masyarakat

Agama samawi tidak diciptakan oleh manusia lewat kontemplasi atau


perenungan. Berbeda dengan agama Budha, yang diciptakan oleh Sidharta
Gautama. Sang Budha konon dahulu duduk merenung di bawah pohon Bodi,
lalu mendapatkan temuan-temuan berupa nilai-nilai kehidupan, yang kemudian
dijadikan sebagai dasar agama itu.

Demikian juga, agama samawi sangat jauh berbeda dengan konsep


pengertian agama menurut beberapa ilmuwan barat, yang memandang bahwa
asalkan sudah mengandung pengabdian kepada suatu kekuatan tertentu, atau ada
ajaran tertentu, atau ada penyembahan tertentu, maka sudah bisa disebut agama.
Umumnya para ilmuwan barat cenderung menganggap sebuah aliran
kepercayaan, spiritulisme tertentu serta nilai-nilai tertentu sebagai sebuah
agama.

Sementara konsep agama samawi adalah sebuah paket ajaran lengkap


yang turun dari langit. Kata samawi mengacu kepada arti langit, karena tuhan itu
ada di atas langit menurunkan wahyu. Wahyu bukan sekedar kata-kata ghaib
atau magis, melainkan berisi hukum dan undang-undang yang mengatur semua
tatanan hidup manusia, mulai dari masalah yang paling kecil hingga yang paling
besar. Dari masalah mikro sampai masalah makro.

Agama samawi tidak pernah menciptakan sendiri ajarannya, tetapi


menerima ajaran itu dari atas langit begitu saja. Berbeda dengan agama ardhi, di
mana ajarannya memang diciptakan, disusun, dibuat dan diolah oleh sesama
makhluk penghuni bumi, manusia.

2. Disampaikan oleh manusia pilihan Allah, utusan itu hanya menyampaikan


bukan menciptakan

Karena agama samawi datang dari tuhan yang ada di langit, dan tuhan
tidak menampakkkan diriNya secara langsung, maka agama samawi mengenal
konsep kenabian.

Fungsi dan tugas nabi ini adalah menyampaikan semua kemauan,


perintah, aturan, syariah, undang-undang dari tuhan kepada umat manusia.
Seorang nabi tidak diberi wewenang untuk menciptakan ajaran sendiri. Nabi
bukan manusia setengah dewa, maka tidak ada konsep penyembahan kepada
nabi.

Dalam konsep agama samawi, seorang nabi hanyalah seorang manusia


biasa. Dia bisa lapar lalu makan, dia bisa haus lalu minum, dia juga bisa
berhasrat kepada wanita lalu dia menikah. Namun di balik semua sifat
kemanusiaannya, seorang nabi mendapat wahyu dari langit. Serta mendapatkan
penjagaan dan pemeliharaan dari langit agar tidak melakukan kesalahan.
Satu lagi fungsi seorang nabi yang tidak boleh dilupakan, yaitu sosok diri
seorang nabi dijadikan suri tauladan, contoh hidup yang nyata, dan model untuk
bisa ditiru oleh manusia.

3. Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia

Perbedaan lainnya lagi antara agama samawi dan agama ardhi adalah
bahwa tiap agama samawi memiliki kitab suci yang turun dari langit. Kitab suci
itu datang langsung dari tuhan, bukan hasil ciptaan manusia.

Diturunkan lewat malaikat Jibril alaihissalam, kepada para nabi. Lalu


para nabi mengajarkan isi wahyu itu kepada umatnya. Jadilah kumpulan wahyu
itu sebagai kitab suci. Itu adalah proses turunnya Al-Quran. Atau bisa jadi Allah
SWT menurunkan kitab itu sekaligus dalam satu penurunan, seperti yang terjadi
para kitab-kitab suci yang turun kepada Bani Israil.

Sedangkan agama ardhi seperti Hindu, Budha, Konghucu, Shinto, dan


lainnya, meski juga punya kitab yang dianggap suci, namun bukan wayhu yang
turun dari langit. Kitab yang mereka anggap suci itu hanyalah karangan dari para
pendeta, rahib, atau pun pendiri agama itu. Bukan wayhu, bukan firman, bukan
kalamullah, bukan perkataan tuhan.

Dari sisi isi materi, umumnya kitab suci agama samawi berisi aturan dan
hukum. Kitab-kitab itu bicara tentang hukum halal dan haram. Adapun kitab suci
agama ardhi umumnya lebih banyak bicara tentang pujian, kidung, nyanyian,
penyembahan.

4. Konsep tentang Tuhannya adalah tauhid

Agama samawi selalu mengajarkan konsep ketauhidan, baik Islam,


yahudi atau pun nasrani. Tuhan itu hanya satu, bukan dua atau tiga, apalagi
banyak.

Sedangkan agama ardhi umumnya punya konsep bahwa tuhan itu ada
banyak. Walau pun ada yang paling besar dan senior, tetapi masih dimungkinkan
adanya tuhan-tuhan selain tuhan senior itu, yang boleh disembah, diagungkan,
diabdi dan dijadikan sesembahan oleh manusia.

Konsep bertuhan kepada banyak objek ini dikenal dengan istilah


polytheisme. Agama dan kepercayaan yang beredar di Cina telah mengarahkan
bangsa itu kepada penyembahan dewa-dewa. Ada dewa api, dewa air, dewa
hujan, dewa tanah, dewa siang, dewa malam, bahkan ada dewa yang kerjanya
minum khamar, dewa mabok.

Kepercayaan bangsa-bangsa di Eropa pun tidak kalah serunya terhadap


konsep dewa-dewa ini. Semua bintang di langit dianggap dewa, diberi nama dan
dikait-kaitkan dengan nasib seseorang. Kemudian ada dewa senior di gunung
Olympus, Zeus namanya. Dewa ini punya anak, setengah dewa tapi setengah
manusia, Hercules namanya. Lalu para dewa itu bertindak-tanduk seperti
manusia, bahkan hewan. Ada yang perang, ada yang berzina, ada yang mabuk-
mabukan bahkan ada dewa yang kerjaannya melacurkan diri.

Kepercayaan bangsa Romawi kuno hingga hari ini masih saja


berlangsung di masyarakat barat, mereka masih sangat kental mempercayai
adanya dewa-dewa itu.

Agama samawi datang kenolak semua konsep tuhan banyak dan


beranak pinak. Dalam konsep agama samawi, tuhan hanya satu. Dia Maha
Sempurna, tidak sama dengan manusia, Maha Agung dan Maha Suci dari segala
sifat kekurangan. Selain tuhan yang satu, tidak ada apa pun yang boleh
disembah. Maka tidak ada paganisme (paham kedewaaan) dalam agama samawi.

Penyimpangan Nasrani dan Yahudi dari Karakteristik Agama Samawi

Sebagai agama samawi, agama nasrani dan yahudi awalnya memenuhi 4


kriteria di atas. Namun seiring dengan berjalannya waktu, satu persatu karakteristik
itu tanggal dan lenyap. Sepeninggal para nabi mereka, keadaan menjadi berubah
180 derajat.
1. Agama Diciptakan oleh Tokoh Agama

Tidak ada lagi konsep bahwa agama itu berasal dari tuhan, sebab para
pemuka agama baik pendeta, rahib, atau pun tokoh spiritul mereka telah mulai
membuat sendiri agama itu, tambahan demi tambahan di sana sini mulai dibuat.
Pengurangan-pengurangan juga acap dilakukan. Walhasil, dalam waktu yang
singkat, agama nasrani dan yahudi sudah bukan lagi bersifat samawi, karena nyaris
sudah dipermak habis-habisan oleh para tokohnya.

Allah subhanahu wata’ala tegas sekali menyatakan bahwa apa dilakukan


oleh umat nasrani dan yahudi itu sama saja dengan menyembah para tokoh agama.

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai


tuhan selain Allah dan Al-Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh
menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah dari
apa yang mereka persekutukan.(QS. At-Taubah: 31)

Para tokoh agama nasrani dan yahudi dilaknat oleh Allah karena mereka
punya kebiasan mengubah isi kitab suci. Dan umat Islam tidak terlalu diminta untuk
berharap terlalu banyak dari umat nasrani dan yahudi untuk beriman.

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu,


padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka
mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. Al-
Baqarah: 75)

2. Menyembah Nabi dan Orang Shalih

Penyimpangan berikutnya adalah umat nasrani dan yahudi sudah tidak lagi
menyembah Allah yang Esa, tetapi menambahi satu lagi sebagai tuhan baru
(junior), yaitu nabi mereka sendiri.

Konsep kenabian agama samawi telah mereka hancurkan, diganti dengan


konsep penyembahan kepada orang suci. Maka dibuatlah patung-patung para nabi
dan orang-orang shalih. Patung itu semula hanya sekedar untuk pengingat, namun
beberapa generasi berikutnya mulai memberikan takzhim, penghormatan hingga
berakhir dengan penyembahan.

Ketika nabi Muhammad SAW dilahirkan di Makkah tahun 570 Masehi, di


seputar ka’bah sudah bertengger 360 patung para nabi dan orang shalih. Dari mana
datangnya patung-patung yang disembah?

Awalnya datang dari negeri Yaman yang saat itu berpenduduk nasrani.
Umat nasrani sedunia 500-an tahun setelah ditinggalkan oleh nabi Isa alaihissama,
sudah menjadi penggemar penyembahan patung nabi dan orang shalih mereka.

Dari mana datangnya penyembahan patung di kalangan umat nasrani?

Datang dari Eropa, ibukota dan surga para dewa sesembahan. Patung dan
penyembahan berhala datang dari Eropa para saat negeri Eropa didatangi oleh
agama nasrani yang masih bersih dari bumi Palestina.

Sayang sekali, agama nasrani ini meski diterima di Eropa, namun nasibnya
apes sekali. Alih-alih mentauhidkan bangsa Eropa, agama ini malah diberhalakan
di Eropa. Masuklah paham keberhalaan khas Eropa dan diasimilasi di dalam agama
nasrani. Sampai 300 tahun kemudian, resmilah nabi Isa naik pangkat menjadi tuhan
dalam pemahaman agama ini. Lalu bunda Mariam yang di dalam Quran disebutkan
sebagai wanita yang suci dan beriman, juga ikut-ikutan dijadikan tuhan, disembah
dan dipatungkan.

Ketika Al-Quran turun 200 tahun kemudian, vonis Allah kepada agama dan
orang-orang nasrani yang berpaham Polytheisme ini tegas dan jelas: KAFIR.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya


Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih berkata, “Hai Bani
Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang
mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan
tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang
penolongpun. (QS. Al-Maidah: 72)
Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan, “Bahwasanya
Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain
dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan
itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang
pedih.(QS. Al-Maidah: 73)

3. Memalsu Kitab Suci

Kitab suci Injil yang asalnya adalah firman Allah subhanahu wata’ala, lama
kelamaan berubah isinya menjadi karangan Petrus, Yohanes, Markus, Lukas, dan
lainny. Bukan lagi firman Allah tetapi karangan manusia.

Kitab itu lalu diperdebatkan keotentikannya oleh mereka sendiri, maka


berdirilah sekte-sekte yang saling berbeda. Muncul aliran-aliran gereja yang saling
mengkafirkan.

Awalnya bermula dari tidak adanya naskah asli Injil. Yang ada hanya
catatan-catatan yang tidak pernah terjaga keasliannya. Ditambah lagi ciri khas para
pemuka agama nasrani yang punya hobi membuat tambahan, sisipan, bahkan
sampai menghapus naskah asli, demi sekedar kepentingan pribadi.

Demikian sedikit penjelasan tentang agama samawi dan agama


ardhi serta malapetaka yang menimpa pada agama samawi, yahudi dan nasrani.
Adapun agama Islam, tetap kokoh, konsisten, konsekuen dan mantap dalam
karakteristiknya sebagai agama samawi. Tidak ada penciptaan agama, tetapi agama
itu datang dari Allah 100 persen, tidak ada penambahan dan pemalsuan kitab suci,
tidak pernah menyembah nabi, juga tidak pernah menduakan Allah.(Oleh: Ahmad
Sarwat, Lc – www.ustsarwat.com)
5. PENGERTIAN ISLAM

Menurut Rusydi Sulaiman, didalam bukunya Pengantar Metodologi Studi


Sejarah Peradan Islam,yang pengertian Islam sendiri adalah suatu ajaran atau
agama yang identik dengan penguatan suatu ilmu pengetahuan,dengan jalan
memperoleh sejumlah referensi keilmuan untuk mempelajari daripada sumber
Islam itu sendiri’[4]. Islam (al-islām, ‫" اإلسالم‬berserah diri kepada Tuhan)
adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah,lalu menjadikan Islam
sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. Islam memiliki arti
"penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada (‫هللا‬, Allāh). Pengikut ajaran
Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada
Tuhan", atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi
perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan Firman-Nya kepada
manusia melalui para nabi dan Rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-
sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia
oleh Allah’[5]

a. Islam Secara Etimologi

Berdasarkan ilmu bahasa (etimologi) kata “islam” berasal dari bahasa Arab,
yaitu kata salima yang berarti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata itu terbentuk
kata aslama-yuslimu islaaman, yang berarti juga menyerahkan diri, tunduk, patuh,
dan taat. Sedangkan muslim yaitu orang yang telah menyatakan dirinya taat,
menyerahkan diri, patuh, dan tunduk kepada Allah SWT.

b. Islam Secara Terminilogi

Secara istilah (tertimologi), islam berarti suatu nama bagi agama yang
ajaran-ajarannya di wahyukan Allah kepada manusia melalui seorang rasul. Ajaran-
ajaran yang di bawa oleh islam merupakan ajaran manusia mengenai berbagai segi
dan kehidupan manusia. Islam merupakan ajaran yang lengkap, menyuluruh, dan
sempurna yang mengatur tata cara kehidupan seorang muslim baik ketika beribadah
maupun ketika berinteraksi dengan lingkunganya.
Cukup banyak para ahli dan ulama yang berusaha merumuskan definisi
islam secara teminilogi. Namun yang dapat kita ketahui bahwa agama islam adalah
wahyu yang di turunkan oleh Allah SWT kepada rasul-Nya untuk di sampaikan
kepada segenap umat manusia sepanjang masa.

Pengertian Islam menurut Al-Quran tercantum dalam sejumlah ayat.

1. Islam berasal dari kata “as-silmu ” yang artinya damai.

ُ ‫ج َن‬
۞‫حواْ َوإِن‬ ِْ ‫لس ۡل‬
َ ‫م‬ َّ ِ‫ح ل‬
ْۡ ‫ٱج َن‬ ْۡ ‫ٱلل َع َلى َو َت َو َّك‬
ۡ ‫ل َل َها َف‬ ِْ ‫ه َّ ه‬
‫و إ ِ َّن ُۥ‬ ُ ‫يع‬
َْ ‫ه‬ ُْ ‫م‬ َّ
ِ ‫ٱلس‬ ُْ ِ‫ ۡٱل َعل‬٦١
‫يم‬

“dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi
Maha mengetahui.” (QS. Al-Anfal:61).
2. Islam berasal dari kata “aslama ” yang artinya menyerahkan diri (pasrah).

ْ‫ن َو َم ۡن‬ ُْ ‫س‬ َ ‫ينا َأ ۡح‬


ٗ ‫ن ِد‬ ْۡ ‫م‬ َّ ‫م‬
ِ ‫م‬ ۡ ‫ه َأ‬
َْ ‫س َل‬ ِْ َّ ِ ‫و‬
‫لل َو ۡج َه ُۥ‬ ُ ‫سنْ َو‬
َْ ‫ه‬ ِ ‫َع ُم ۡح‬ َْ ‫م َّل‬
َّ ‫ة َو‬
َْ ‫ٱتب‬ ِ ‫يفاْ إ ِ ۡب َٰ َر‬
َْ ‫هي‬
ِ ‫م‬ َ
ٗ ِ ‫حن‬
َْ ‫خ‬
‫ذ‬ َ ‫ٱت‬ ُْ َّ ‫م‬
َّ ‫ٱلل َو‬ َْ ‫هي‬ِ ‫يل إ ِ ۡب َٰ َر‬
ْ ٗ ِ ‫خل‬َ ١٢٥

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas
menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia
mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi
kesayangan-Nya” (QS. An-Nisa:125).
3. Islam berasal dari kata “istalma mustaslima ” yang artinya penyerahan total
kepada Allah.

ۡ ‫م َب‬
ْ‫ل‬ ُ ‫م‬
ُْ ‫ه‬ َْ ‫ون ۡٱلي َۡو‬
َْ ‫م‬
ُ ِ‫سل‬ ۡ ‫ ُم‬٢٦
ۡ ‫س َت‬

”Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri” (QS. Ash-Shaffat:26 )


4. Islam berasal dari kata “saliimun salim ” yang artinya bersih dan suci.

ْ ۡ ‫ٱلل َأ َتى َم‬


ْ‫ن إ ِ َّّل‬ َْ َّ ْ‫سلِيمْ ب ِ َق ۡلب‬
َ ٨٩

“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Ash
Shu’ara:89)
5. Islam berasal dari kata “salamun ” yang artinya selamat.

َ ‫س َٰ َلمْ َقا‬
ْ‫ل‬ َ ‫ك‬ ۡ ‫س َأ‬
َْ ۡ‫س َت ۡغ ِف ُْر َع َلي‬ َ ‫ك‬ ‫ان إ ِ َّن ُۥ‬
َْ ‫ه َربِيْ َل‬ َْ ‫ح ِف ٗيا بِي َك‬
َ ٤٧

“Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan


memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik
kepadaku” (QS. Maryam:47).

Pengertian Islam menurut Al-Quran tersebut sudah cukup mengandung pesan


bahwa kaum Muslim hendaknya cinta damai, pasrah kepada ketentuan Allah
SWT, bersih dan suci dari perbuatan nista, serta dijamin selamat dunia-akhirat
jika melaksanakan risalah Islam. Wallahu a’lam.
Demikian saja postingan arsaskafri.com kali ini, semoga bermanfaat dan mohon
maaf kalau ada salah. Terakhir kalau ada kritik, saran, dan pertanyaan boleh tulis
dikolom komentar di bawah. Terima kasih.

5. KEDUDUKAN AL QUR’AN DALAM ISLAM

Al Qur’an sebagai dasar hukum yang pertama tidak di sangsikan


lagi oleh umat islam bahwa al qur’an adalah sumber yang asasi bagi
syariat islam. Dari al qur’an inilah dasar-dasar hukum islam beserta
cabang-cabangnya digali.
Agama islam, agama yang dianut oleh umat muslim di seluruh dunia,
merupakan way of life yang menjamin kebahagian hidup pemeluknya di
dunia dan di akherat kelak.
agama islam datang dengan al qur’annya membuka lebar-lebar
mata manusia agar mereka menyadari jati diri dan hakekat keberadaan
manusia di atas bumi ini. Juga, agar manusia tidak terlena dengan
kehidupan ini, sehingga manusia tidak menduga bahwa hidup mereka
hanya di mulai denga kelahiran dan kematian saja. Al qur’qn mengajak
manusia berpikir tentang kekuasaan Allah SWT. Dan dengan berbagai
dalil, al qur’an juga mengajarkan kepada manusia untuk membuktikan
keharusan adanya hari kebangkitan, dan bahwa kebahagiaan manusia pada
hari itu akan di tentukan oleh sikap persesuaian hidup mereka dengan apa
yang dikehendaki oleh Sang Pencipta, Allah Yang Maha Kuasa.

Untuk mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia dan di akherat


kelak manusia membutuhkan peraturan-peraturan, gambarannya adalah
seperti halnya seseorang yang yang akan menuju suatu negeri atau kota
yang amat jauh. Ia haus berkendaraaan yang layak, dan harus mengikuti
rambu-rambu lalu lintas di sepanjang perjalanannya bila ia ingin selamat
sampai tujuan. Nah di sisi inilah sebagai manusia yang di lengkapi dengan
akal pikiran yang sehat dapat merenungkannya ketika manusia mau
menuju perjalanan yang sangat jauh (akherat) itu, siapakah yang patut dan
seharusnya membuat peretuan-peraturan itu ?.

Apakah manusia patut dengan yang demikian itu ?. Manusia


memiliki kelemahan-kelemahan, disamping itu pengetahuan manusia
sangat terbatas. Lantaran itu jika manusia yang diserahi menyusun
peratuan-peratuan lalu lintas menuju kehidupan sesudah mati maka akan
sangat keliru, karena manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi
setelah kematian.

Jika demikian yang patut menyusunnya adalah Allah Tuhan Yang


Maha Kuasa yang sedikitpun tidak mempunyai kepentingan. Dan
peraturan yang dibuatNya itu disebut “AGAMA”. Namun manusia tidak
bisa behubungan langsung secara jelas dengan Tuhan, guna memperoleh
informasi-NYA, Tuhan memilih orang-orang tertentu yang memiliki
kesucian jiwa dan kecerdasan pikiran untuk menyampaikan informasi-
NYA kepada manusia.Mereka yeng terpilih itu dinamai Nabi dan Rasul.
Dan para Nabi atau Rasul yang menerima informasi dari Tuhan
untuk disampaikan kepada manusia itu, harus diberi bukti-bukti agar
manusia mampu menerimanya. Bukti-bukti itu dalam islam disebut
mukjizat. Dan mukjizat yang diberikan kepada Nabi akhir zaman, penutup
para Nabi dan Rasul adala Al Qur’a Al Karim.

Al qur’an sebagai sumber pertama dan utama bagi hukum islam dan
pedoman hidup manusia di tegaskan oleh Rasulullah SAW. sebagai
berikut:

“Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat, selama
kalian berpegang tuguh kepada keduanya, yaitu kitabullah al qur’an dan
sunnahku”.

KEDUDUKAN AL QUR’AN DALAM ISLAM


1. PENGERTIAN AL-QUR’AN
Secara etimologi (bahasa) al-Qur’an merupakan masdar dari
kata qaraah yag berarti yang berarti Tala’a, keduanya berarti membaca
atau bermakna jamak yaitu, mengumpulkan atau mengoleksi. Sedangkan
menurut Quraish sihab adalah bacaan yang trtulis.
Di kalangan para ulama dijumpai adanya perbedaan pendapat di sekitar
pengertian al-Qur’an secara etimologi. di antaranya : As-Syafi’i misalnya
mengatakan bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari kata apa pun, dan bukan
pula ditulis dengan hamzah. Lafadz tersebut sudah lazim dipergunakan
dalam pengertian kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW. Sementara Al-Farra berpendapat bahwa lafadz al-
Qur’an berasal dari kata qarain jamak dari kata qarinah yang berarti
kaitan ; karena dilihat dari segi makna dan kandungannya ayat-ayat al-
Qur’an itu satu sama lain saling berkaitan.1
Sedangkan secara terminologi Al-Qur’an adalah Kalamullah yang di
wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW., sebagai pedoman bagi ummat
Islam yang di sampaikan melalui perantara Jibril melalui jalan Mutawttir.

Di kalangan ulama juga di jumpai perbedaan pendapat tidak hanya dalam


pengertian secara etimologi saja tetapi juga pengertian Al-Qur’an secara
terminoligi, diantaranya : Safi’ Hasan Abu Thalib menyebutkan bahwa Al
Qur’an adalah wahyu yang diturunkan dengan lafal bahasa arab dan
maknanya dari Allah SWT melalui wahyu yang disampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW, ia merupakan dasar dan sumber dasar utama bagi
syariat.2 Zakariah al-Birri mengemukakan bahwa Al-qur’an adalah Al-
kitab yang disebut Al-qur’an dalam kalam Allah SWT, yang diturunkan
kepada rasul-Nya Muhammad SAW dengan lafal Bahasa Arab dinukil
secara mutawattir dan tertulis pada lembaran-lembaran mushaf.
Sementara Al-Gazali mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah merupakan
firman Allah.
Meskipun terdapat banyak pandangan tentang pengertian Al-Qur’an baik
itu secara etimologis dan secara terminologi tetapi masih dapat di tampung
oleh sifat dan karakteristik Al-Qur’an itu sendiri.

1. KEHUJJAAN AL-QUR’AN
Sebagaimana disebutkan oleh Abdul Wahab Khallaf, bahwa kehujjahan
Al-Qur’an itu terletak pada kebenaran dan kepastian isinya yang
sedikitpun tidak ada keraguan atasnya. Dengan kata lain Al- Qur’an itu
betul-betul datang dari Allah dan dinukil secara qat’iy (pasti).3
Oleh karena itu hukum-hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an
merupakan aturan-aturan yang wajib diikuti oleh manusia sepanjang
masa. Sementara M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa al-Qur’an
sebagai wahyu , merupakan bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW
sebagai utusan Allah, tetapi fungsi utamanya adalah sebagai petunjuk bagi
seluruh umat manusia.

Sebagai sumber ajaran Islam yang utama al-Qur’an diyakini berasal dari
Allah dan mutlak benar. Keberadaan al-Qur’an sangat dibutuhkan
manusia. Di kalangan Mu’tazilah dijumpai pendapat bahwa Tuhan wajib
menurunkan al-Qur’an bagi manusia, karena manusia dengan segala daya
yang dimilikinya tidak dapat memecahkan berbagai masalah yang
dihadapinya. Bagi Mu’tazilah al-Qur’an berfungsi sebagai konfirmasi,
yakni memperkuat pendapat-pendapat akal pikiran, dan sebagai informasi
terhadap hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh akal.4
Dengan demikian jelaslah bahwa kehujjahan (Agumentasi) Al-Qur’an
sebagai wahyu tidak dapat seorangpun membantahnya, di samping sumua
isinya tidak satupun bertentangan dengan akal manusia sejak awal di
turunkan sehingga sekarang dan seterusnya. Lebih-lebih di abad modern
ini, di mana perkembangan sains modern sudah sampai kepada puncaknya
dan kebenaran Al-Qur’an semangkin terungkap serta dapat di buktikan
secara ilmiah.

FUNGSI AL-QUR’AN DALAM ISAM


1. Dari sudut subtansinya, fungsi Al-Qur’an sebagaimana
tersurat nama-namanya dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut:
2. Al-Huda (petunjuk), Dalam al-Qur’an terdapat tiga kategori
tentang posisi al-Qur’an sebagai petunjuk. Pertama, petunjuk bagi
manusia secara umum. Kedua, al-Qur’an adalah petunjuk bagi
orang-orang bertakwa. Ketiga, petunjuk bagi orang-orang yang
beriman.4
3. Al-Furqon (pemisah), Dalam al-Qur’an dikatakan bahwa ia adalah
ugeran untuk membedakan dan bahkan memisahkan antara yang
hak dan yang batil, atau antara yang benar dan yang salah.
4. Al-Asyifa (obat). Dalam al-Qur’an dikatakan bahwa ia berfungsi
sebagai obat bagi penyakit-penyakit yang ada dalam dada
(mungkin yang dimaksud disini adalah penyakit Psikologis)
5. Al-Mau’izah (nasihat), Didalam Al-Qur’an di katakan bahwa ia
berfungsi sebagai penasihat bagi orang-orang yang bertakwa
6. Fungsi Al-Qur’an di lihat dari realitas kehidupan manusia
7. Al-Qur’an sebagai petunjuk jalan yang lurus bagi kehidupan
manusia
8. Al-Qur’an sebagai mukjizat bagi Rasulallah SAW.5
9. Al-Qur’an menjelaskan kepribadian manusia dan ciri-ciri umum
yang membedakannya dari makhluk lain6
10. Al-Qur’an sebagai korektor dan penyempurna kitab-kitab Allah
sebelumnya
11. Menjelaskan kepada manusia tentang masalah yang pernah di
perselisikan ummat Islam terdahulu
12. Al-Qur’an brfungsi Memantapkan Iman5
13. Tuntunan dan hukum untuk menempuh kehiduapan

KEDUDUKAN AL-QU’AN DALAM ISLAM


1. Al-Qur’an sebagai sumber berbagai disiplin ilmu keislaman
Disiplin ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an di antaranya yaitu:

1. Ilmu Tauhid (Teologi)


2. Ilmu Hukum
3. Ilmu Tasawuf
4. Ilmu Filasafat Islam
5. Ilmu Sejarah Islam
6. Ilmu Pendidikan Islam
7. Al-Quran sebagai Wahyu Allah SWT yaitu seluruh ayat Al-Qur’an
adalah wahyu Allah; tidak ada satu kata pun yang datang dari
perkataan atau pikiran Nabi.
8. Kitabul Naba wal akhbar (Berita dan Kabar) arinya, Al-Qur’an
merupakan khabar yang di bawah nabi yang datang dari Allah dan
di sebarkan kepada manusia.
9. Minhajul Hayah (Pedoman Hidup), sudah seharusnya setiap
Muslim menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan terhadap setiap
problem yang di hadapi.
10. Sebagai salah satu sebab masuknya orang arab ke agama Islam pada
zaman rasulallah dan masuknya orang-orang sekarang dan yang
akan datang.
11. Al-Quran sebagai suatu yang bersifat Abadi artinya, Al-Qur’an itu
tidak akan terganti oleh kitab apapun sampai hari kiamat baik itu
sebagai sumber hukum, sumber ilmu pengetahuan dan lain-lain.
12. Al-Qur’an di nukil secara mutawattir artinya, Al-Qur’an
disampaikan kepada orang lain secara terus-menerus oleh
sekelompok orang yang tidak mungkin bersepakat untuk berdusta
karena banyaknya jumlah orang dan berbeda-bedanya tempat
tinggal mereka.
13. Al-Qur’an sebagai sumber hukum, seluruh mazhab sepakat Al-
Qur’an sebagai sumber utama dalam menetapkan hukum, dalam
kata lain bahwa Al-Qur’an menempati posisi awal dari tertib
sumber hukum dalam berhujjah.9
9. Al-Qur’an di sampaikan kepada nabi Muhammad secara lisan
artinya, baik lafaz ataupun maknanya dari Allah SWT.
10. Al-Qur’an termaktub dalam Mushaf, artinya bahwa setiap wahyu
Allah yang lafaz dan maknanya berasal dari-Nya itu termaktub
dalam Mushaf (telah di bukukan).
11. agama islam datang dengan al qur’annya membuka lebar-lebar
mata manusia agar mereka manyadari jati diri dan hakikat hidup di
muka bumi.
6. SEJAK KAPAN KITA MASUK ISLAM?

Setiap janin manusia telah bersaksi bahwa Allah adalah sesembahan mereka
satu-satunya sejak berada di dalam sulbi bapaknya dan rahim ibunya . Allah
berfirman:

(‫ورهِم ِمن آدَ َم بَنِي ِمن َربُّكَ أَ َخذَ َو ِإذ‬ ُ ‫ش ِهدنَا بَلَى قَالُوا ِب َر ِب ُكم أَلَستُ أَنفُ ِس ِهم َعلَى َوأَش َهدَهُم ذُ ِريَّت َ ُهم‬
ِ ‫ظ ُه‬ َ ‫أَن‬
‫ألعراف( )غَافِلِينَ َهذَا َعن ُكنَّا ِإنَّا ال ِق َيا َم ِة َيو َم تَقُولُوا‬:172)

Artinya : Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak


Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman):"Bukankah Aku ini Rabbmu". Mereka menjawab:"Betul
(Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar
di hari kiamat kamu tidak mengatakan:"Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb)". (QS. 7:172)
Oleh sebab itu itulah , setiap manusia yang lahir , maka dia lahir dalam keadaan
islam , mengenal Allah Rabb semesta alam dan mengakuiNya sebagai
sesembahannya .. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

‫َص َرا ِن ِه أَو يُ َه ِودَا ِن ِه فَأ َ َب َواهُ ال ِفط َر ِة َعلَى يُولَد ُ ِإ َّّل َمولُود ِمن َما‬
ِ ‫سا ِن ِه أَو يُن‬
َ ‫هَل َجم َعا َء َب ِهي َمة ال َب ِهي َمةُ تُنت َ ُج َك َما يُ َم ِج‬
َ‫َجد َعا َء ِمن فِي َها ت ُ ِحسُّون‬

Artinya : Tidaklah setiap anak kecuali dia dilahirkan di atas fithrah , maka bapak
ibunyalah yang menjadikan dia yahudi , atau menjadikan dia nashrani , atau
menjadikan dia majusi . ( HR . Al-Bukhary Muslim ) Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam menyebutkan setelah kalimat "fithrah" : yahudi , nashrani , dan majusi,
yang menunjukkan bahwa maksud dari Al-Fithrah adalah islam. Hal ini diperjelas
di dalam firman Allah :

(‫ِين َوج َهكَ فَأَقِم‬


ِ ‫ّللاِ فِط َرة َ َحنِيفا ِللد‬ َّ ‫ط َر الَّتِي‬َ َ‫اس ف‬ َ َّ‫علَي َها الن‬
َ ‫ق تَبدِي َل َّل‬ ِ ‫اس أَكث َ َر َولَ ِك َّن القَ ِي ُم‬
َّ َ‫الدينُ ذَلِك‬
ِ ‫ّللاِ ِلخَل‬ ِ َّ‫الن‬
‫( َيع َل ُمونَ َّل‬30) َ‫ص ََلة َ َوأَقِي ُموا َواتَّقُوهُ ِإلَي ِه ُمنِي ِبين‬
َّ ‫( ال ُمش ِركِينَ ِمنَ تَ ُكونُوا َو َّل ال‬31) )
Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah);
(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah
itu.Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui, ( 30 ) dengan kembali bertaubat kepada-
Nya dan bertaqwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu
termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah ( 31 ) (QS. Ar-Ruum : 30-
31)
Makna ( Al-Fithrah ) adalah agama islam, sebagaimana datang
penafsirannya dari Mujahid (Diriwayatkan oleh Ath-Thabary dalam tafsirnya
20/97) .
Berkata Ibnu Abdil Barr : " Mereka berkata( makna ) inilah yang dikenal
oleh kebanyakan ulama tafsir dari para salaf ( para pendahulu umat). " (At-Tamhid
18/72)
Ayat ini mempertegas bahwa yang dimaksud dengan fithrah manusia adalah
agama yang hanif ( agama islam ) yang mengajak kepada penyembahan semata-
mata terhadap Allah Rabb semesta alam . Dari ayat dan hadist di atas kita mengerti
bahwa semua manusia dilahirkan dalam keadaan islam , dan dia tetap akan islam
selama tidak ada yang mengubahnya menjadi yahudi , nashrani , majusi dll . Oleh
karena itu di dalam hadist qudsy , Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
: ( Allah berkata ) :

‫اطينُ أَت َت ُهم َو ِإ َّن ُهم ُك َّل ُهم ُحنَفَا َء ِعبَادِي َخلَقتُ ِإنِي‬ َّ ‫لَ ُهم أَحلَلتُ َما َعلَي ِهم َو َح َّر َمت دِينِ ِهم َعن فَاجت َالَت ُهم ال‬
ِ َ‫شي‬
‫طانا ِب ِه أُن ِزل لَم َما ِبي يُش ِر ُكوا أَن َوأَ َم َرت ُهم‬
َ ‫سل‬ ُ

Artinya : Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan


hunafa' ( islam ) semuanya , kemudian syetan memalingkan mereka dari agama
mereka , dan mengharamkan atas mereka apa yang Aku halalkan , dan
memerintahkan mereka untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak Aku
turunkan keterangannya . ( HR . Muslim ) Allah mengabarkan dalam hadist qudsy
ini bahwa kita pada asalnya diciptakan dalam keadaan hunafa' . Makna ( hunafa' )
adalah dalam keadaan islam , sebagaimana penjelasan Imam Nawawy ( lihat Syarh
Shahih Muslim 9 / 247 ) . Kemudian syetanlah yang menjadikan manusia berubah
fithrahnya . Dari keterangan di atas kita bisa mengambil beberapa kesimpulan:
1. Pada asalnya semua manusia sudah islam semenjak di dalam perut ibunya.
2. Dia bisa menjadi kafir setelah itu karena pengaruh syetan dari kalangan jin dan
manusia
3. Seseorang yang masih dalam keadaan fithrah maka tidak perlu dia bersyahadat
dengan maksud supaya masuk dalam agama islam, karena dia sudah masuk dan
masih di dalam agama islam. Akan tetapi silakan dia memperbanyak membaca
syahadat untuk memperkuat keimanan dia sebagai seorang muslim . Sebagaimana
yang kita baca di dalam dzikir – dzikir seperti adzan , tasyahhud , khutbah , dan di
dalam kehidupan setiap muslim sehari-hari
4. Seseorang yang sudah rusak fithrahnya maka dia harus kembali bersyahadat
sebagai syarat untuk masuk islam lagi. Ini wajib diucapkan oleh orang kafir atau
orang murtad yang mau masuk islam karena fithrahnya telah berubah . Sehingga
untuk mengembalikan fithrah itu harus bersyahadat lagi .
Wallahu a'lamu .

7. PENERAPAN RUKUN ISLAM DAN RUKUM IMAN


DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

A. Rukun Islam
1. Menjauhi semua laranganya dan melakukan yang di perintahkan

Di dunia ini banyak sekali hal hal yang membuat kita terpikat untuk
melakukanya dan bahkan dari perbuatan kita tersebut akan mengakibatkan
dosa yang besar dan bahkan akan menyesatkan kita dari ridhonya. Maka dari
itu kita mesti berhati hati dalam melakukan perbuatan di kehidupan kita sehari
hari, karena jika tidak akan mengakibatkan kesalahan yang fatal dan hal ini
akan membuat kita merugi.
2. Menyadari kehidupan di dunia ini hanya sementara

“Wahai kaumku sesungguhnya kehidupan (dunia) ini adalah kenikmatan


(sementara belaka) dan sesungguhnya hari akhir adalah tempat yang tetap
(kekal)”. Nah dari sini kita harus sadar bahwa kita ini di dunia ini hanya
sementara dan kita meski harus tau sup
Di dunia ini banyak sekali hal hal yang membuat kita terpikat untuk
melakukanya dan bahkan dari perbuatan kita tersebut akan mengakibatkan
dosa yang besar dan bahkan akan menyesatkan kita dari ridhonya. Maka dari
itu kita mesti berhati hati dalam melakukan perbuatan di kehidupan kita sehari
hari, karena jika tidak akan mengakibatkan kesalahan yang fatal dan hal ini
akan membuat kita merugi.

2. Menyadari kehidupan di dunia ini hanya sementara

“Wahai kaumku sesungguhnya kehidupan (dunia) ini adalah kenikmatan


(sementara belaka) dan sesungguhnya hari akhir adalah tempat yang tetap
(kekal)”. Nah dari sini kita harus sadar bahwa kita ini di dunia ini hanya
sementara dan kita meski harus tau supaya kita bisa selamat sampai akhir kelak
nanti.

3. Iman kepada Qadar

Dengan memiliki iman kepada qadar maka kita akan bisa hidup dengan
lebih terarah dan bisa berjalan dengan sesuai aturan agama dan kita bisa
selamat sampai akhir kelak.

4. Bersikap sabar atas segala sesuatu yang menimpanya

Bersabar adalah hal yang sangat harus di miliki oleh setiap orang, karena
dengan memiliki sifat sabar maka kita akan bisa mengarungi kehidupan dengan
selamat. “Tidaklah menimpa dari suatu musibah pun kecuali dengan izin Allah
dan barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan tunjukkan
hatinya dan Allah dengan segala sesuatu mengetahui”. Nah dari sini maka
Anda bisa mengetahui aturan aturan dalam menjalani kehidupan kita sehari –
hari, dengan cara ini maka hidup kita akan lebih terarah dan kita bisa selamat
di kehidupan kita sehari – hari. Semoga bermanfaat.

B. Rukun Iman

1. Iman kepada Allah


Yaitu meyakini bahwa Allah itu ada.
Aplikasinya dalam kehidupan adalah:
1. Meyakini bahwa Allah selalu mengawasi dalam segala gerak-gerik kita
2. Meyakini bahwa Allah hanyalah tumpuan dan harapan kita.
ُ‫ص َمد‬ َّ (1) ٌ ‫ّللاُ أ َ َحد‬
َّ ‫ّللاُ ال‬ َّ ‫( قُل ه َُو‬2)
2. Iman kepada malaikat
Yaitu meyakini bahwa malaikat adalah mahluk Allah yang diciptakan dari
cahaya yang selalu ta’at dan tunduk kepadanya
Dalilnya adalah:
Attahrim ayat 6 yang artinya:
“Wahai orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api
neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu diatasnya ada para malaikat yang
tidak bermaksiat kepada apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan
melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka”.
Juga dalam surah al-anbiya ayat 26-27:
“Dan mereka mengatakan yang Maha Penyayang telah menjadikan anak
katakanlah akan tetapi hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Mereka tidak
mendahului Allah dengan perkataan dan dengan perintah Allah mereka
melakukannya”.

Aplikasinya dalam kehidupan adalah:


1. Meyakini bahwa diantara malaikat-malaikat Allah ada yang selalu mengawasi
kita.
2. Meniru sifat malaikat yaitu ketaatan mereka..

3. Iman kepada kitab-kitab Allah


Artinya adalah beriman, meyakini bahwa Allah telah menurunkan kitab-
kitabnya yaitu: Taurat, Zabur, Injil, Al-qur’an dan hanya meyakini isi Al-
qur’an..
Aplikasinya dalam kehidupan:
1. Memperbanyak membaca Al-Qur’an, memahaminya, merenungkannya dan
mengamalkannya.
2. Meyakini bahwa al-qur’an adalah pedoman dalam kehidupan.
3. Al-Qur’an adalah media komunikasi antara hamba dan Tuhannya.

4. Iman kepada rasul-rasul Allah


Yaitu kita meyakini bahwa Allah telah mengutus rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya
yang menyampaikan risalah-Nya. Mereka yang wajib diketahui ada 25 nabi.
Aplikasinya dalam kehidupan:
1. Meneladani akhlak nabi karena nabi adalah suri tauladan bagi semua manusia
Allah berfirman:
Al-Ahzab ayat 21:
“Sungguh dalam jiwa rasulullah (S.A.W.) terdapat tauladan yang baik bagi
orang yang mengharapkan Allah dan hari akhir dan banyak mengingat Allah”.
Surah Yusuf ayat 111yang artinya:
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-
orang yang mempunyai akal”.
2. Para nabi adalah orang yang paling dekat kepada Allah dan adalah orang yang
paling mulia.
3. Rasulullah Muhammad S.A.W. adalah orang terhebat di dunia sepanjang
zaman..
Dalam waktu hanya 23 tahun beliau dapat merombak total jahiliyyah dan dalam
waktu sesingkat itu Islam telah jaya dan berkuasa di dunia ini..

5. Iman kepada Hari Akhir


Yaitu meyakini bahwa hari akhir pasti akan datang..
Hari akhir juga sering disebut hari kiamat .
Kiamat terbagi menjadi 2 :
Kiamat kecil yaitu matinya seseorang secara perorangan dan manusia akan
mengalami alam kubur.
Kiamat besar adalah hari akhir yang diawali dengan gempa kiamat yang dahsyat.
Aplikasinya dalam kehidupan:
1. Meningkatkan amalan untuk persiapan hari akhir.. Dalam surah 42 (Asy-
Syura) ayat 20:
‫ث الدُّنيَا نُؤتِ ِه ِمن َها َو َما لَهُ فِي اْل ِخ َرةِ ِمن‬
َ ‫ث اْل ِخ َرةِ ن َِزد َلهُ فِي َحرثِ ِه َو َمن َكانَ ي ُِريد ُ َحر‬
َ ‫َمن َكانَ ي ُِريد ُ َحر‬
‫َصيب‬
ِ ‫ن‬
Yang artinya:
“Barang siapa yang menginginkan ladang di akhirat maka kami akan tambahkan
baginya untuk ladangnya dan barang siapa yang menginginkan ladang dunia
maka kami akan berikan bagiannya dan dia tidak akan memiliki bagiannya di
akhirat “.
Surah al-isra ayat 14-15:
"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab
terhadapmu". Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah , maka
sesungguhnya dia berbuat itu untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat
maka sesungguhnya dia tersesat bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa
tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng'azab sebelum
Kami mengutus seorang rasul”.
2. Menjauhi segala perbuatan yang tidak Allah ridhai karena ia tahu segala
perbuatannya akan di pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Surah Al-Isra’
ayat 13:
“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya pada
lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang
dijumpainya terbuka”.

3. Menyadari bahwa kehidupan dunia ini sangatlah singkat dan hari akhir adalah
kekal
Surah Ghafir (40) ayat 39:
‫ار القَ َر ِار‬ ٌ ‫يَا قَو ِم إِنَّ َما َه ِذ ِه ال َحيَاة ُ الدُّنيَا َمت َا‬
َ ‫ع َوإِ َّن اْل ِخ َرة َ ه‬
ُ َ‫ِي د‬
“Wahai kaumku sesungguhnya kehidupan (dunia) ini adalah kenikmatan
(sementara belaka) dan sesungguhnya hari akhir adalah tempat yang tetap
(kekal)”.

6. Iman kepada Qadar


Beriman bahwa Allah mempunyai ketentuan yang tidak bisa ditolak oleh
hambanya baik itu yang baik atau pun yang buruk..
Segala sesuatu adalah ketentuan Allah adalah taqdir.. selama nafas masih ada
pada seorang manusia maka ia masih bisa merubahnya. Apabila ruh telah keluar
dari dirinya maka itu lah takdirnya…
Aplikasinya dalam kehidupan:
1. tidak semua yang di inginkan manusia bisa tercapai…
2. Mempunyai sifat tawakkal dan tidak cepat berputus asa.. segala sesuatu yang
ditentukan Allah mengandung hikmah bagi hambanya.. Al-Baqarah ayat 216..
‫سى أَن ت ُ ِحبُّوا شَيئا َوه َُو ش ٌَّر لَ ُكم‬
َ ‫سى أَن ت َك َرهُوا شَيئا َوه َُو خَي ٌر َل ُكم َو َع‬
َ ‫ب َعلَي ُك ُم ال ِقت َا ُل َوه َُو ُكرهٌ لَ ُكم َو َع‬
َ ‫ُك ِت‬
216) َ‫ّللاُ يَعلَ ُم َوأَنتُم َّل تَعلَ ُمون‬
َّ ‫( َو‬
“Diwajibkan atas kalian berperang dan kalian membencinya.. boleh jadi kalian
membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik untuk kalian dan boleh jadi kalian
menyukai sesuatu padahal sesuatu itu adalah buruk bagi kalian dan Allah
mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui”.
3. Bersikap sabar atas segala sesuatu yang menimpanya..
At-taghabun ayat 11:
‫ّللاُ ِب ُك ِل شَيء َع ِلي ٌم‬
َّ ‫اَّللِ يَه ِد قَلبَهُ َو‬ َّ ‫صيبَة إِ َّّل بِإِذ ِن‬
َّ ِ‫ّللاِ َو َمن يُؤ ِمن ب‬ ِ ‫اب ِمن ُم‬
َ ‫ص‬َ َ ‫َما أ‬
“Tidaklah menimpa dari suatu musibah pun kecuali dengan izin Allah dan
barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan tunjukkan hatinya
dan Allah dengan segala sesuatu mengetahui”.
DAFTAR PUSTAKA

https://minded18.wordpress.com/2015/07/08/definisi-agama-tujuan-dan-
fungsinya/. Diakses tanggal 16 Agustus 2018
http://duniabaca.com/pengertian-dan-karakteristik-agama-samawi-dan-
ardhi.html. Diakses tanggal 16 Agustus 2018
Rusydi Sulaiman,Pengantar Metodologi Studi Sejarah Peradaban Islam,cetakan
1(Jakarta,Rajawali Pers,2014).hlm.242
http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/06/sejak-kapan-kita-masuk-
islam.html. Diakses tanggal 16 Agustus 2018
http://www.hikmahkebersamaan.com/2017/06/contoh-penerapan-rukun-islam-
dalam.html. Diakses tanggal 16 Agustus 2018
http://rachmatms.blogspot.com/2009/10/tauhid.html. Diakses tanggal 16 Agustus
2018