Anda di halaman 1dari 10

Lilis Eka Herdiana (150351604961)

TUGAS BIOKIMIA METABOLISME

1. Istilah-istilah dan contoh


a. Metabolisme : Semua proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup.
contoh : MetabolismeKarbohidrat, metabolisme mrotein, metabolisme lemak
b. Katabolisme
Katabolisme adalah proses pemecahan atau penguraian senyawa kompleks ke senyawa yang
lebih sederhana dengan menghasilkan energi yang difungsikan organisme untuk
beraktivitas.
contoh :
- Polisakarida sepertiselulosa dan pati adalah molekul kompleks unit monomer glukosa.
Merekadipecahmenjadi unit glukosa.
- Asam nukleat seperti DNA dan RNA terdiri dari basa seperti purin dan pirimidin
bersama dengan gula pentosa. Mereka dipecah menjadi basa penyusun mereka dan gula
yang dapat digunakan sebagai sumber energi.
- Protein adalah polimer kompleks dari banyak asam α-amino. Mereka dipecah menjadi
asam amino sederhana yang dapat pada gilirannya akan kembali didaur ulang untuk
mendapatkan protein lain atau bahkan mereka mungkin diurai untuk memberikan
glukosa yang merupakan sumber energi.
- Glukagon adalah hormon yang diproduksi dalam tubuh kita. Ia berinteraksi dengan
glikogen yang disimpan dalam pancreas tubuh kita untuk istirahat menjadi gula
sederhana.
c. Anabolisme : proses penyusunan senyawa kimia yang sederhana ke senyawa kimia atau
molekul kompleks.
contoh : fotosintesis yang terjadi di dalam kloroplas dan biosintesisis
d. Glikogenolisis : proses pemecahan molekul glikogen menjadi glukosa. Apabila tubuh dalam
keadaan lapar, tidak ada asupanmakanan, kadar gula dalam darah menurun, gula diperoleh
dengan memecah glikogen menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk memproduksi
energi.
Contoh : pemecahan glukosa di hati yang berbentuk glikogen yang melibatkan enzim
glikogen phosphorylase.
e. Glikolisis : jalur, dimana pemecahan D-glukosa yang dioksidasi menjadi piruvat yang
kemudian dapat direduksi menjadi laktat.
Contoh : Glikolisis pada sel ragi dan glikolisis pada sel darah merah.
f. Glukoneogenesis : proses sintesis (pembentukan) glukosa dari sumber bukan karbohidrat.
Contoh : pada ternak nonruminansia glukosa diperoleh dari hasil digesti karbohidrat.
g. Siklus TCA : serangkaian reaksi yang membangkitkan energy dalam bentuk ATP dan
molekul-molekul koenzim tereduksi. ( NADH2dan FADH2 ).
Contoh : karbohidrat, protein, lemak, asam nukleat akan dimetabolisme yang hasil akhirnya
Asetyl Co-A, dimana Asetyl Co-A merupakan substrat untuk siklus krebs. Kemudian dari
siklus krebs dihasilkan CO2, H2O dan NH3.
h. ATP : sebuah nukleotida yang dikenal di dunia biokimia sebagai zat yang paling
bertanggung jawab dalam perpindahan energy intraseluler. ATP mampu menyimpan dan
memindahkan energi kimia di dalam sel. ATP juga memiliki peran penting dalam produksi
nucleic acids. Molekul-molekul ATP juga digunakan untuk menyimpan bahan pembentuk
energi yang diproduksi oleh respirasi sel.
Contoh :
2. Tabel Perbedaan Katabolisme dan Anabolisme
Perbedaan Katabolisme Anabolisme
Pengertian Proses sintesis senyawa-senyawa kompleks dari reaksi yang merupakan proses
molekul-molekul yang lebih sederhana (kecil) pemecahan senyawa kompleks
menjadi senyawa-senyawa yang
lebih sederhana
Energi Membebaskan Energi Menggunakan Energi
Reaksi Merombak molekul-molekul kompleks Merombak molekul-molekul
sederhana
Tujuan Membangun molekul-molekul sedeharna Membangun molekul-molekul
kompleks
Contoh Sintesis protein, sintesis glikogen. Glikogenolisis, Glikolisis

3. Apa semua makromolekul dapat dijadikan sumber energi? Bagaimana jalurnya masing-masing?
Semua makromolekul (karbohidrat, lemak, protein,vitamin dan asam nukleat dapat disimpan
sebagai cadangan energi. Adapun jalurnya adalah sebagai berikut:
 Jalur metabolisme karbohidrat :
- Glukosa sebagai bahan bakar utama metabolisme akan mengalami glikolisis (dipecah)
menjadi 2 piruvat jika tersedia oksigen. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
- Masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Dalam tahap ini dihasilkan energi
berupa ATP.
- Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. Dalam tahap ini
dihasilkan energi berupa ATP.
- Jika sumber glukosa berlebihan, akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut
glikogen). Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka
pendek. Jika kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh, maka karbohidrat harus
dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka panjang.
- Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi, maka glikogen dipecah
menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis, diikuti dengan oksidasi
piruvat sampai dengan siklus asam sitrat.
- Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis, maka sumber
energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Jalur ini dinamakan
glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus
diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk
memperoleh energi.

 Jalur metabolisme protein


Metabolisme asam amino sebagai penyusun protein terdiri dari 2 tipe yaitu:
- Transaminasi. Transaminasi ialah proses katabolisme asam amino yang melibatkan
pemindahan gugus amino dari satu asam amino kepada asam amino lain. Dalam reaksi
transaminasi ini gugus amino dari suatu asam amino dipindahkan kepada salah satu dari
tiga senyawa keto, yaitu asam piruvat, alfa ketoglutarat atau oksaloasetat, sehingga
senyawa keto ini diubah menjadi asam amino, sedangkan asam amino semula diubah
menjadi asam keto. Ada dua enzim penting dalam reaksi transaminasi yaitu alanin
transaminase dan glutamat transaminase yang bekerja sebagai katalis dalamreaksi
berikut : alanin + alfa-ketoglutarat → piruvat + glutamate. Reaksi transaminasi terjadi
didalam mitokondria maupun dalam cairan sitoplasma. Semua enzim transaminase
tersebut dibantu oleh piridoksalfosfat sebagai koenzim
- Deaminasi. Deaminasi adalah proses pembuangan gugus amino dari asam amino.
Reaksinya adalah sebagai berikut:asam amino + NAD+ → asam keto + NH3. Dalam
proses ini asam glutamat melepaskan gugus amino dalam bentuk NH4+. Selain
NADglutamate dehidrogenase dapat pula menggunakan NADP+ sebagai aseptor
elektron. Oleh karena asam glutamat merupakan hasil akhir proses transaminasi, maka
glutamat dehidrogenase merupakan enzim yang penting dalam metabolisme asam amino
oksidase dan D-asam oksidase.
Proses diaminasi asam amino dapat terjadi secara oksidatif dan non oksidatif.
Deaminasi non oksidatif adalah penghilangan gugus amino dari asam amino serin yang
dikatalis oleh enzim serindehidratase. Asam amino teronin juga dapat mengalami
deaminasi non oksidatif dengan katalis kreonin dehidratase menjadi keto butirat.
Deaminasi oksidatif adalah proses pemecahan (hidrolisis) asam amino menjadi asam
keto dan ammonia (NH4 +).
Deaminasi menghasilkan 2 senyawa penting yaitu senyawa nitrogen dan
nonnitrogen.S enyawa nonnitrogen yang mengandung gugus C, H, dan O selanjutnya
diubah menjadi asetil Co-A untuk sumber energi melalui jalur siklus Kreb’s atau
disimpan dalam bentuk glikogen.
 Jalur metabolisme lipid
Metabolisme lipid adalah suatu proses pencernaan, penyerapan, transportasi,
penggunaan dan ekskresi lipid di dalam tubuh mahkluk hidup untuk menghasilkan energi
dari sari-sari makanan yang masuk dalam tubuh. Dalam memetabolisme lemak menjadi
energi kita membutuhkan bantuan glukosa dari karbohidrat. Lemak dalam tubuh kita akan
masuk ke dalam proses metabolisme setelah melewati tahapan penyerapan, sehingga
bentukan lemak yang memasuki jalur metabolisme lemak dalam bentukan trigliserida
(trigliserida adalah bentuk simpanan lemak tubuh).
Dalam bentuk trigliserida, lemak disintesis menjadi asam lemak dan glliserol. Asam
lemak dan gliserol ini lah yang masuk kedalam proses metabolisme energi. Pada prosesnya,
gliserol dan asam lemak memerlukan glukosa untuk memasuki siklus krebs atau biasanya
dikenal dengan TCA, dengan memasuki siklus ini gliserol dan asam lemak dapat diubah
menjadi energi.
Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol..Karena larut
dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai
pendek juga dapat melalui jalur ini.
Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air, maka
diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel
epitel usus (enterosit). Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk
menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron.

Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada


vena kava, sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian
ditransportasikan menuju hati dan jaringan .
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah menjadi asam-
asam lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk
kembali menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan
esterifikasi. Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid, trigliserida dipecah
menjadi asam lemak dan gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi
menjadi energi.
 Jalur metabolisme asam nukleat
Asam nukleat mula-mula akan dipecah menjadi molekul-molekul yang lebih kecil oleh
berbagai enzim yang terdapat dalam saluran pencernaan. DNA dan RNA akan dihidrolisis
oleh enzim deoksiribonuklease dan ribonuklease. Kedua enzim ini terdapat dalam getah
pankreas. RNA dan DNA juga dipecah dalam getah usus oleh enzim polinukleotidase atau
fosfodiesterase. Hasil kerja enzim-enzim ini menghasilkan mononukleotida. Produk
enzimatis ini selanjutnya didegradasi lagi oleh enzim mononukleotidase yang terdapat dalam
getah usus dan menghasilkan nukleosida. Oleh kerja enzim nukleosidase dalam getah usus,
nukleosidase didegradasi lebih lanjut menjadi gula dan basanya purin atau pirimidin. Enzim
terakhir ini melibatkan pemindahan gugus fosfat, sehingga dihasilkan purin atau pirimidin
bebas dan pentosa fosfat.
Jadi, makromolekul dapat dijadikan sumber energi, keempat biomolekul
(karbohidrat, protein, lipid dan asam nukleat) tersebut menghasilkan asetil Ko-A yang
bersatu dalam siklus krebs untuk menghasilkan energi. Katabolisme dan anabolisme
merupakan proses yang saling melengkapi dan berkaitan satu dengan yang lain. Secara
keseluruhan proses anabolisme dan katabolisme harus berjalan bersama-sama, karena setiap
pasang proses menyediakan energi atau bahan yang diperlukan oleh pasangan yang lain.
Secara jelas digambarkan dalam bagan di bawah ini :

4. Baik glikolisis maupun fosforilasi oksidatif mampu menghasilkan energi (ATP), bilamana
masing-masing digunakan oleh organisme?
Jawab:
a) Glikolisis
Proses glikolisis terjadi di sitoplasma dengan bantuan 10 jenis enzim yang berbeda, proses
inimerupakan proses prombakan glukosa yang dilakukan ketika tubuh membutuhkan energi.
Glikolisis dapat terjadi apabila terdapat oksigen dalam jaringan sehingga prosesnya disebut
respirasi aerob (menghasilkan energi dengan adanya oksigen). Glikolisis merupakan tahapan
pertama dari proses respirasi aerob untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP. ATP
yang dihasilkan dalam glikolisis akan digunakan untuk berbagai proses yang membutuhkan
energi, karena ATP merupakan molekul penyimpan energi. Sedangkan NADH nantinya
akan menjalani proses transfer elektron untuk menghasilkan ATP.

Sebuah molekul NADH dalam transfer elektron akan menghasilkan tiga molekul ATP. Jadi
hasil total glikolisis adalah 2 molekul asam piruvat dengan 2 ATP dan 2 NADH. Molekul ATP
yang terbentuk sebenarnya ada 4, namun 2 ATP telah digunakan untuk membayar hutang ATP
yang digunakan sebagai bahan.
b) Fosforilasi oksidatif

Fosforilasi Oksidatif merupakan suatu proses teransfer elektron dari NADH dan FADH2
yang dihasilkan melalui proses glikolisis, oksidasi asam lemak dan siklus asam sitrat.
Mekanisme kerjanya yaitu terjadi di dalam mitokondria. Setiap NADH maupun FADH2 akan
mentransfer dua elektron ke dalam suatu kompleks protein .Elektron yang keluar dari membran
protein menuju matriks mitokondria akan mereduksi oksigen menjadi molekul air. Setelah
semua elektron tersebut habis ditransfer ke dalam membran protein maka matriks mitokondria
akan kaya akan elektron sedangkan 'inner membrane mitochondria' akan penuh dengan proton
membentuk suatu gradient proton (gradient pH) sehingga terbentuk juga suatu potensial listrik
transmembran yang diakibatkan dari adanya daya gerak proton tersebut. Selanjutnya, sintesis
ATP akan terjadi jika proton-proton yang terdapat pada membran dalam mitokondria masuk
kembali ke dalam matriks mitokondria melalui suatu kopleks enzim ATP sintase sehingga akan
terbentuk ATP pada fase ke dua.

5. Apa semua makromolekul dapat disimpan sebagai cadangan energi? Bagaimana jalurnya
masing-masing?
Semua makromolekul (karbohidrat, lemak, protein,vitamin dan asam nukleat dapat disimpan
sebagai cadangan energi. Adapun jalurnya adalah sebagai berikut:
a. Karbohidrat
Hasil metabolisme karbohidrat yang menjadi simpanan energi dalam tubuh adalah glikogen.
Apabila sel tersebut sudah penuh dengan glikogen, maka kelebihan gula darah akan diubah
menjadi lemak melalui proses yang disebut dengan lipogenesis. Kelebihan gula akan diubah
menjadi senyawa Acetyl-CoA terlebih dahulu. Selanjutnya Acetyl-CoA tersebut akan
diubah menjadi malonyl-CoA. Malonyl-CoA yang sudah terbentuk akan diubah kembali
menjadi asam lemak bebas yang nantinya akan disimpan dalam bentuk trigliserida dalam
jaringan adiposa. Semakin banyak kelebihan gula dalam tubuh, maka semakin banyak pula
asam lemak yang akan terbentuk.
b. Lemak
Lemak berjalan melalui saluran pencernaan ke usus dan diserap dalam bentuk
trigliserida. Lalu trigliserida di pecah oleh enzim menjadi asam lemak dan gliserol.
Trigliserida yang bercabang kemudian dapat diserap melalui usus dan disusun kembali
menjadi bentuk aslinya sebelum diangkut oleh kilomikron ke dalam sistem getah
bening. Dari sistem getah bening, trigliserida masuk ke dalam aliran darah. Trigliserida
yang dikirim ke sel-sel tubuh akan disimpan sampai mereka dibutuhkan untuk energi
di lain waktu.
c. Protein
Setelah melalui proses pencernaan, protein dipecah menjadi asam amino oleh enzim.
Asam amino mengalami proses metabolisme dengan cara transaminase ataupun
deaminasi di dalam hati dengan bantuan enzim. Setelah itu diangkut menuju sel -sel
yang membutuhkan. Jika energi yang dibutuhkan oleh tubuh telah mencukupi, asam
amino hasil metabolism tersebut diubah dalam bentuk lemak melalui proses esterifikasi
dan disimpan dalam sel.
d. Asam nukleat
Asam nukleat yang terkandung dalam makanan diangkut oleh organ pencernaan.
Dengan dibantu oleh, enzim asam nukleat dirombak menjadi DNA, RNA, nukleotida
dan nukleosida di dalam sel. Setelah itu, asam nukleat disintesis kembali untuk dapat
masuk dalam siklus krebs untuk menghasilkan energi. Jika energi telah mencukupi,
asam nukleat disimpan dalam bentuk lemak dalam sel dengan proses sintesis, namun
hasil metabolisme asam nukleat ini sangat sedikit karena letak asam nukleat yang
sangat jauh yaitu dalam inti sel sehingga sulit untuk mengangkut ke sel -sel lain dalam
tubuh.

6. Apakah zat yang sama akan mengalami metabolisme yang sama di dalam setiap sel/organisme?
Apa penyebabnya? Jelaskan!
Zat yang sama belum tentu mengalami metabolisme yang sama di dalam setiap sel atau
organisme. Hal tersebut dikarenakan : Energi yang dihasilkan pada metabolisme juga tergantung
pada jumlah zat yang masuk dalam tubuh yang akan di metabolisme. Apabila jumlah zat
banyak, maka energi yang dihasilkan juga banyak sebaliknya apabila zat yang dimetabolisme
(dimakan) sedikit, maka energi yang dihasilkan juga sedikit.Metabolisme pada zat yang
jumlahnya banyak akan lebih lama daripada metabolisme zat yang jumlahnya sedikit. Meskipun
jenis zat nya sama, terkadang kadar biomolekul penyususunnya berbeda. Misal ada yang lebih
banyak kandungan lipidnya, ada yang lebih banyak kandungan proteinnya, dan lain sebagainya
sehingga jalur metabolismenya juga berbeda.
7. Bagaimana pembagian organisme atas dasar sumber energinya?
Berdasarkan sumber energi dan sumber karbonnya, organisme dapat dibagi sebagai berikut :
Tipe Sumber energy untuk pertumbuhan Sumber karbon Contoh genus
untuk pertumbuhan

Fototrof Cahaya Co2 Chromatium, alga bakteri fotosintetiik

Fotoautotrof Cahaya Senyawa organic Bakterihijau, bakteriungu

fotoheterotrof Rhodopseumdomonas

Kemotrof Oksidasi senyawa organik Co2 Thiobacillus, nitrosomonas, nitrosocystis,


nitrosospira, nitrosococcus
kemoautotrof Oksidasi senyawa organik Senyawa organic
Esherichia,protozoa, cendawan,
kemoheterotrof sebagianbesarbakteri

8. Ada berapa macam kelompok reaksi di dalam metabolisme? Beri contoh masing-masing.
Jawab: Kelompok reaksi di dalam metabolisme ada 2 macam, yaitu anabolisme dan
katabolisme. Perbedaan anabolisme dan katabolisme:
a. Anabolisme adalah fase metabolisme yang konstruktif sedangkan katabolisme adalah fase
metabolisme yang destruktif.
b. Pada anabolisme, molekul kompleks (misalnya protein) disintesis dari molekul sederhana
(asam amino). Pada katabolisme, molekul kompleks (misalnya glikogen) dipecah menjadi
molekul sederhana (glukosa).
c. Anabolisme adalah proses yang membutuhkan energi (ATP) sedangkan katabolisme adalah
proses yang melepaskan energi (ATP).
d. Contoh proses anabolisme : sintesis protein, sintesis glikogen. Contoh proses katabolisme :
Glikogenolisis, Glikolisis.
Contoh jalur katabolisme, bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen
(aerob) disebut proses respirasi, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut
fermentasi.
Contoh Respirasi : C6H12O6 + O2 ——————> 6CO2 + 6H2O + 688KKal.
Contoh Fermentasi : C6H12O6 ——————> 2C2H5OH (etanol) + 2CO2 + Energi.
Contoh peristiwa anabolisme adalah fotosintesis. Proses ini melibatkan tahap reduksi dan
memerlukan energi bebas kimia. Zat antara dan energi yang dihasilkan dalam proses
katabolisme digunakan dalam proses anabolisme.