Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIKUM STRATIGRAFI

LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Stratigrafi berasal dari kata strata yang berarti lapisan dan grafi yang berarti
gambaran atau pemerian. Sehingga stratigrafi dapat diartikan sebagai ilmu yang
mempelajari tentan pemerian lapisan batuan dalam kulit bumi.

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI
1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud

Adapun maksud kami melakukan praktikum ini dilakukan agar mahasiswa


dapat membaca peta geologi dan skala waktu geologi.
1.2.2. Tujuan

Adapun tujuan praktikan mempelajari peta geologi dan skala waktu geologi
yaitu untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:
1. Kami dapat mengetahui unsur-unsur peta geologi serta pembacaannya.
2. Kami dapat mengetahui skala waktu geologi serta pembacaannya.

1.3 Alat Dan Bahan

1.3.1 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam pratikum ini yaitu sebagai berikut:
1. Alat tulis menulis
2. Papan standar
3. Mistar 30 cm
4. Karet penghapus
5. Pensil warna
6. Busur 360 0
1.3.2 Bahan

Adapun bahan-bahan yang digunakan pada saat pratikum yaiku:


1. Peta geologi

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Stratigrafi

Berdasarkan dari asal katanya, stratigrafi tersusun atas 2 kata yaitu, kata
strati berasal dari kata strato yang artinya perlapisan dan kata grafi yang artinya
gambar atau lukisan yang berasal dari kata graphic/graphos. Dengan semikian
Stratigrafi dalam artian sempit dapat dinyatakan sebagai ilmu pemerian lapisan-
lapisan batuan. Dalam arti yang lebih luas, yakni stratigrafi dapat didefenisikan
sebagai ilmu yang mempelajari tentang aturan, hubungan dan pembentukan (genesa)
macam-macam batuan dialam ruang dan waktu. Oleh karena itu, stratigrafi
digunakan sebagai studi mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta
distribusi perlapisan batuan untuk menjelaskan sejarah bumi.
Stratigrafi dalam arti luas adalah ilmu yang membahas aturan, hubungan, dan
kejadian (genesa) macam-macam batuan di alam dalam ruang dan waktu sedangkan
dalam arti sempit ialah ilmu pemeraian lapisan-lapisan batuan. Penggologan
startigrafi ialah pengelompokkan bersistem batuan menurut berbagai cara, untuk
mempermudah pemeraian, aturan dan hubungan batuan yang satu terhadapa lainnya.
Kelompok bersistem tersebut diatas dikenal dengan batas satuan stratigrafi jenis lain,
bahkan dapat memotong satu sama lain.
Batas satuan stratigrafi ditentukan sesuai dengan batas penyebaran ciri satuan
tersebut sebagaimana didefenisiskan. Tatanama stratigrafi ialah aturan penamaan
satuan-satuan stratigrafi, baik resmi maupun tak resmi, sehingga terdapat
keseragaman dalam nama maupun pengertian nama-nama tersebut seperti misalnya :
formasi,zona, sistem dan sebagainnya. Dalam sandi diakui nama resmi ak resmi.
Aturan pemakaian satuan resmi dan tak resmi masing-masing satua sratigrafi,
menganut batasan satuan yang bersangkutan, penamaan satuan tak resmi hendaknya
janhan mengacaukan yang resmi.

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI
2.2 Pengertian Peta dan Peta Geologi

Kartografi (pembuatan peta) adalah studi dan praktik membuat peta. Tujuan
kartografi ialah mengumpulkan dan menganalisis data serta pengukuran-pengukuran
dari variasi pola permukaan bumi dan menyajikannya secara grafis dengan skala
diperkecil sehingga elemen dari pola tadi dapat ditampilkan dengan jelas terlihat,
sedangkan tujuan perpetaan adalah penyajian informasi spasial permukaan/bawah
permukaan bumi dalam skala tertentu dan digambarkan di atas bidang datar melalui
sistem proyeksi atau sesuatu yang berhubungan mengenai peta. Peta adalah
gambaran konvensional pola-pola permukaan bumi yang dilihat dari atas dan
padanya ditambahkan tulisan-tulisan untuk identifikasi (Raisz, 1970). Peta adalah:
(a) alat ilmiah yang tepat digunakan untuk berbagai penelitian dan beberapa aplikasi
teknik, (b) suatu bentuk komunikasi grafis (Robinson dan Sale., 1965).
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh wilayah permukaan bumi dengan
berbagai kenampakannya pada suatu bidang datar dengan menggunakan skala
tertentu (Gunawan, T., dkk., 2004). Peta (map) berasal dari bahasa Yunani “mappa”,
artinya taplak atau kain penutup meja. Pada awalnya peta hanya menggambarkan
kenampakan nyata yang ada di permukaan bumi. Sejalan dengan perkembangan
dunia ilmu pengetahuan, saat ini peta digunakan pula untuk menggambarkan hal-hal
yang bersifat abstrak dan benda angkasa. Peta adalah gambaran objek yang diseleksi
dan diperkecil, harus digambarkan pada bidang datar (kertas) dengan proyeksi
tertentu. Objek tersebut dapat berupa kenampakan atau data tentang permukaan bumi
atau benda angkasa. Dalam penggambaran, unsur-unsur digambarkan dalam bentuk
simbul-simbul. Ukuran objek diperkecil dengan menggunakan skala. Adapun
pengertian yang harus diketahui sebagai berikut :
1. Skala peta merupakan skala perbandingan jarak di peta dengan jarak
sebenarnya yang dinyatakan dengan angka atau garis atau gabungan keduanya.
2. Peta geologi berskala 1:250.000 dan yang lebih besar (1:100.000 ; 1:50.000
dan seterusnya) disebut peta geologi skala besar, bertujuan menyediakan informasi
geologi. Peta geologi berskala 1:50.000 menyajikan informasi yang lebih rinci dari
peta geologi berskala 1:100.000 dan seterusnya.

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI
3. Peta geologi berskala 1:500.000 dan yang lebih kecil (1:1.000.000;
1:2.000.000 dan 1:5.000.000) disebut peta geologi berskala kecil, bertujuan
menyajikan tataan geologi regional dan sintesisnya.
4. Kualitas peta geologi dapat dibedakan atas peta geologi standar dan peta
geologi tinjau/ permulaan .
5. Peta geologi standar adalah peta geologi yang dalam penyajiannya memenuhi
seperti persyaratan teknis yang tercantum dalam uraian 2 dengan proses pembuatan
mengikuti seperti dalam unsur tambahan utama uraian.
6. Peta geologi tinjau/permulaan adalah peta geologi yang dalam penyajian dan
pembuatannya belum seluruhnya mengikuti kaidah-kaidah peta geologi standar.
7. Peta geologi dibedakan atas peta geologi sistematik dan peta geologi tematik.
8. Peta geologi sistematik adalah peta geologi yang menyajikan data dasar
geologi dengan nama dan nomor lembarnya mengacu pada SK Ketua Bakosurtanal
No.019.2.2/1/1975 atau SK Penggantinya.
9. Peta geologi tematik adalah peta geologi yang menyajikan data geologi untuk
tujuan tertentu, misalnya peta geologi teknik, peta geologi kuarter.
10. Seluruh wilayah daratan Indonesia tercakup dalam peta geologi sistematik
dari berbagai skala sebagai berikut :
a. 1007 lembar peta geologi skala 1:100.000.
b. 198 lembar peta geologi skala 1:250.000.
c. 76 lembar peta geologi skala 1:500.000.
d. 16 lembar peta geologi skala 1:1.000.000.
e. 2 lembar peta geologi skala 1:2.000.000.
f. 1 lembar peta geologi skala 1:5.000.000.
11. Peta geologi diterbitkan oleh instansi pemerintah atau badan usaha yang
ditunjuk pemerintah. Instansi yang berwenang menerbitkan peta geologi sistematik
adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (disingkat P3G), Direktorat
Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Departemen Pertambangan dan Energi
Republik Indonesia.
Peta geologi merupakan peta khas yang dibuat bagi memaparkan ciri-ciri
geologi. Unit batu-batuan dan stratum ditunjukkan dengan warna atau simbol bagi

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI
menandakan di mana ciri-ciri tersebut terdedah pada permukaaan. Satah perlapisan
dan ciri-ciri berstruktur seperti sesar, lipatan dan lineasi ditunjukkan dalam simbol
miring dan jurus dimana ia memberikan orientasi tiga dimensi kepada ciri-ciri itu.
Peta geologi pada dasarnya merupakan suatu sarana untuk menggambarkan
tubuh batuan, penyebaran batuan, kedudukan unsur struktur geologi dan hubungan
antar satuan batuan serta merangkum berbagai data lainnya. Peta geologi juga
merupakan gambaran teknis dari permukaan bumi dan sebagian bawah permukaan
yang mempunyai arah, unsur-unsurnya yang merupakan gambaran geologi,
dinyatakan sebagai garis yang mempunyai kedudukan yang pasti. Pada dasarnya peta
geologi merupakan rangkaian dari hasil berbagai kajian lapangan.
Hal ini pula yang menyebabkan mengapa pemetaan geologi diartikan sama
dengan geologi lapangan. Peta geologi umumnya dibuat diatas suatu peta dasar (peta
topografi/rupabumi) dengan cara memplot singkapan-singkapan batuan beserta unsur
struktur geologinya diatas peta dasar tersebut. Pengukuran kedudukan batuan dan
struktur di lapangan dilakukan dengan menggunakan kompas geologi. Kemudian
dengan menerapkan hukum-hukum geologi dapat ditarik batas dan sebaran batuan
atau satuan batuan serta unsur unsur strukturnya sehingga menghasilkan suatu peta
geologi yang lengkap
Peta geologi dibuat berlandaskan dasar dan tujuan ilmiah dimana
memanfaatan lahan, air dan sumberdaya ditentukan atas dasar peta geologi. Peta
geologi menyajikan sebaran dari batuan dan tanah di permukaan atau dekat
permukaan bumi, yang merupakan penyajian ilmiah yang paling baik yang
menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan untuk
mengidentifikasi dan mencegah sumberdaya yang bernilai dari resiko bencana alam
dan menetapkan kebijakan dalam pemanfaatan lahan.
Adapun unsur – unsur peta geologi :
1. Judul Peta, diambil dari bagian terbesar wilayah yang tercantum dalam satu
sheet peta. Biasanya terletak di bagian atas peta atau di samping untuk peta buatan
Badan Koordinasi dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL).

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI
2. Legenda Peta, penjelasan dari simbul simbul yang tercantum dalam peta.
Bagian ini adalah komponen yang sangat vital karena kita akan jadi buta dalam
membaca peta jika tidak ada legendanya.
3. Skala Peta, bagian yang menunjukan ukuran dalam lembar peta dengan
medan sebenarnya. Skala ini ada dua jenis yaitu skala garis dan skala angka. Dalam
peta topografi biasanya dicantumkan keduanya. Rumus perhitungan : jarak dimedan
sebenarnya = jarak di peta x skalanya. (Contoh : skala peta 1:25000; 1:50000;
1:100000) cara membacanya adalah 1:25000 berarti 1 cm dalam peta adalah 25000
cm di medan sebenarnya atau 250 meter.
4. Garis Koordinat, jaring-jaring dalam peta yang terdiri dari garis vertikal dan
garis horisontal. Guna garis ini adalah untuk batas perhitungan koordinat. Koordinat
peta dikenal ada dua jenis yaitu koordinat grid dan koordinat geografis. Koordinat
geografis merupakan koordinat dari jarring-jaring bumi yang terdiri garis lintang
untuk horizontal dan garis bujur untuk vertical. Penulisanya biasanya denga
koordinat geografis, derajat, menit dan detik (Contoh : 940 15’ 114,4”) biasanya
disertakan “L” untuk Lintang dan “B” untuk Bujur. Koordinat grid adalah jaring
jaring koordinat lokal yang dipakai untuk acuan pengkoordinatan dalam peta.
Biasanya hanya disebutkan dengan angka saja dan dikenal dengan koordinat 8 angka
atau 12 angka. Untuk peta Indonesia ada 2 acuan pokok dalam koordinat ini yaitu
dengan dikenal dengan sistem UTM/UPS atau LCO masing masing dengan acuan 00
yang berbeda. 5. Garis Ketinggian atau biasa disebut garis kontur, Adalah garis yang
menyerupai sidik jari yang menunjukkan titik ketinggian yang sama dalam peta.
Karena merupakan tanda dari ketinggian yang sama, maka garis ini tidak akan
pernah saling memotong tapi bisa bersinggungan. Lokasi yang lebih rendah akan
melingkari lokasi yang lebih tinggi, itulah ciri garis kontur. Atau bisa juga
disebutkan garis sebelah dalam adalah lebih tinggi dari garis sebelah luar. Dalam
peta interval atau jeda beda ketinggian antara garis kontur biasanya ditunjukan di
dekat lokasi legenda. Untuk peta skala 1:25000 interval konturnya biasanya adalah
12,5 meter sedangkan peta skala 1:50000 biasanya interval konturnya adalah 25
meter. Terjemahannya adalah bila interval kontur 25 meter, maka jarak antara garis
kontur yang satu dengan yang lainnya di w:st=”on” medan sebenarnya memiliki beda

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI
tinggi secara vertical 25 meter. Garis kontur dengan pola huruv “V” atau runcing
biasanya menunjukan sebuah jurang/sungai, dan garis kontur dengan pola “U” atau
berpola lengkung biasanya menunjukan sebuah punggungan dan “O” merupakan
puncak atau Kawah.
5. Tahun Pembuatan Peta, merupakan keterangan yang menunjukkan tahun
terakhir peta tersebut diperbaharui. Hal ini sangat penting karena kondisi permukaan
bumi bisa berubah sewaktu waktu.
6. Deklinasi, yaitu garis keterangan yang menunjukan beda Utara Peta dan
Utara Magnetik (Utara Kompas). Deklinasi ini direvisi tiap 5 tahun sekali. Kenapa
ada perbedaan antara Utara peta dan Utara sebenarnya dan Utara Magnetik. Seperti
kita ketahui Utara Bumi kita ditunjukan oleh di Kutub Utara. Sedangkan sumbu utara
magnet bumi sebenarnya ada di sebuah kepulauan di dekat dataran Green Land.
Setiap tahun karena rotasi Sumbu bumi ini mengalami pergeseran rata-rata 0,02 detik
bisa ke timur dan ke barat. Jadi utara sebenarnya bisa ditentukan dari mengkonversi
antara utara magnetik dengan utara Peta. Biasanya akan dicantumkan di setiap
lembar peta.

Gambar 2.1 Tata letak tatanan pinggir pada peta geologi

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI
2.3 Pengertian Skala waktu geologi

Skala waktu geologi digunakan oleh para ahli geologi dan ilmuwan untuk
menjelaskan waktu dan hubungan antar peristiwa yang terjadi sepanjang sejarah
Bumi. Tabel periode geologi yang ditampilkan di halaman ini disesuaikan dengan
waktu dan tatanama yang diusulkan oleh International Commission on Stratigraphy
dan menggunakan standar kode warna dari United States Geological Survey.

Bukti-bukti dari penanggalan radiometri menunjukkan bahwa bumi berumur


sekitar 4,54 miliar tahun.[1][2] Waktu geologi bumi disusun menjadi beberapa unit
menurut peristiwa yang terjadi pada tiap periode. Masing-masing zaman pada skala
waktu biasanya ditandai dengan peristiwa besar geologi atau paleontologi, seperti
kepunahan massal. Sebagai contoh, batas antara zaman Kapur dan Paleogen
didefinisikan dengan peristiwa kepunahan dinosaurus dan berbagai spesies laut.
Periode yang lebih tua, yang tak memiliki peninggalan fosil yang dapat diandalkan
perkiraan usianya, didefinisikan dengan umur absolut

Gambar 2.2 Skala waktu geologi

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI

BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kami menyiapkan alat tulis


menulis beserta yang digunakan. Kemudian menjelaskan tentang peta geologi dan
skala waktu geologi. Setelah penjelasan tentang peta dan skala waktu geologi telah
dilakukan lalu dilakukanlah praktikum bagaimana memplot lokasi pada peta
topografi, caranya yaitu pertama praktikan melihat data yang telah ditemukan
melalui GPS, contohnya ketika praktikan telah menemukan datanya seperti kordinat
X 802500 dan kordinat Y 9491250, lalu praktikan mengukurnya menggunakan
penggaris dimana pada peta topografi tersebut jarak antar kordinat ialah 1000 dengan
menggunakan penggaris praktikan bisa mengubahnya menjadi 4 cm dimana tiap 250
bisa dijadikan 5 mm. Setelah ditemukan praktikan dapat menandainya lalu ditariklah
garis dari tanda tersebut dimana pertemuan garis silang tersebut maka disitulah posis
praktikn tersebut didalam peta.

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

4.1.1 Tabel

No Formasi Koordinat Kedudukan

x : 798325
N 310 E / 78 E
y : 9490850

x : 800550
1 Balang Baru (KB) N 150 E / 75 E
y : 9489000

x : 801300
N 140 E / 78 E
y : 9487800

x : 801675
N 140 E / 86 E
y : 9489575
2 Malawa (MLW)
x : 802425
N 136 E / 3 E
y : 9488675

x : 803125

y : 9489860
3 Tonasa (TNS)
x : 804265

y : 9488380

4 Camba (CMB)

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI

4.1.2 Peta Geologi

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI

4.2 Pembahasan

4.2.1 Formasi Balang Baru

Kb Formasi Balangbaru: sedimen tipe flysch; batupasir berselingan dengan


batulanau, batulempung dan serpih bersispan konglomerat, batupasir konglomeratan.
tufa dan Lava; batupasirnya bersusunan grewake dan arkosa. sebagian tufaan dan
gampingan: pada umumnva menunjukkan struktur turbidit; di beberapa tempat di
temukan konglomerat dengan susunan basal, andesit, diorit. serpih, tufa terkersikkan,
sekis, kuarsa, dan bersemen batupasir; pada umumnya padat dan sebagian serpih
terkersikkan. Di bawah mikroskop, batupasir dan batulanau terlihat mengandung
pecahan batuan beku, metasedimen dan rijang radiolaria. Daerah baratlaut
mengandung banyak batupasir dan ke arah tenggara, lebih banyak batulempung dan
serpih. Formasi ini tebalnya sekitar 2000 m; tertindih tak selaras batuan Formasi
Mallawa dan Batuan Gunungapi Terpropilitkan, dan menindih tak selaras Kompleks
Tektonik Bantimala.

4.2.2 Formasi Mallawa

Tem : Formasi Malawa batupasir, konglomerat, batulanau. batulempung. dan


napal, dengan sisipan lapisan atau lensa batubara dan batulempung; Batupasirnya
sebagian besar batupasir kuarsa, ada pula yang arkosa, grewake. dan tufaan,
umumnya berwarna kelabu muda dan coklat muda; pada umumnya bersifat rapuh,
kurang padat; konglomeratnya sebagian kompak; batulempung. batugamping dan
napal umumnya mengandung moluska yang belum diperiksa, dan berwarna kelabu
muda sampai kelabu tua; batubara berupa lensa setebal beberapa sentimeter dan
berupa lapisan sampai 1,5 m. Penelitian palinologi terhadap sisipan batubara telah
dilakukan oleh Asrar Khan (M.E - Scrutton, Robertson Research, hubungan tertulis,
1974) dan oleh Robert H. Tschudy (Don E. Wolcort, USGS, hubungan tertulis,
1973).

4.2.3 Formasi Tonasa

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI
Temt : Formasi Tonasa; batugamping koral pejal sebagian terhablurkan
berwarna putih dan kelabu muda; batugamping bioklastik dan kalkarenitberwarna
putih, coklat muda dan kelabu sebagian berlapis, berselingan dengan Napal
Globigerina tufaan; bagian bawahnya mengandung batugamping berbitumen,
setempat bersisipan breksi batugamping dan batugamping pasiran. Berdasarkan
kandungan fosilnya kisaran umur Eosen Awal-Miosen Tengah. Dengan lingkungan
pengendapan berupa neritik dangkal hingga dalam dan lagoon. Tebal Formasi
diperkirakan tidak kurang dari 3000 meter, menindih tidak selaras batuan Mallawa
dan tertindih tidak selaras dengan Formasi Camba, diterobos oleh sill, retas, dan
sctock batuan beku yang bersusunan basalt, trakit diorit.

4.2.4 Formasi Camba

Tmc : Formasi Camba; batuan sedimen laut berselingan dengan batuan


gunungapi; batupasir tufa berselingan dengan tufa, batupasir, batulanau, dan
batulempung; konglomerat dan breksi gunungapi, dan setempat dengan batubara;
berwarna putih, coklat, kuning, kelabu muda sampai kehitaman; umumnya mengeras
kuat dan sebagian kurang padat ; berlapis dengan tebal antara 4-100 cm. tufanya
berbutir halus hingga lapili; tufa lempungan berwarna merah mengandung banyak
mineral biotit; konglomerat dan breksinya terutama berkomponen andesit dan basalt
dengan ukuran antara 2 – 40 cm; batugamping pasiran dan batupasir gampingan
mengandung pecahan koral dan mollusca; batulempung gampingan kelabu tua dan
napal mengandung foram kecil dan mollusca. Fosil-fosil yang ditemukan pada satuan
batuan ini menunjukan kisaran umur Miosen Tengah-Miosen Akhir (N.9-N.15)pada
lingkungan neritik. Ketebalan satuan batuan ini sekitar 5.000 meter, menindih tidak
selaras batugamping Formasi Tonasa (Temt) dan Formasi Mallawa (Tem), mendatar
berangsur-angsur berubah menjadi bagian bawah dari Formasi Walanae (Tmpw),
diterobos oleh retas, sill dan stock bersusunan basal piroksin, andesit dan diorit.

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh wilayah permukaan bumi dengan
berbagai kenampakannya pada suatu bidang datar dengan menggunakan skala
tertentu (Gunawan, T., dkk., 2004). Untuk peta geologi itu sendiri adalahpeta yang
menggambarkan penyebaran batuan fariasi litologi, letak stratigrafi, struktur geologi
seperti adanya kekar sesar dan erlipatan, adanya keterdapatan mineral atau bahan
galian di suatu daerah. Adapun unsur-unsur pada peta geologi seperti judul peta,
legenda peta, skala peta, garis koordinat, tahun pembuatan peta serta diklinasi. Skala
waktu geologi merupakan Skala waktu geologi digunakan oleh para ahli geologi
dan ilmuwan untuk menjelaskan waktu dan hubungan antar peristiwa yang terjadi
sepanjang sejarah Bumi.

5.2 Saran

5.2.1 Saran untuk Asisten


Untuk asisten agar kiranya membagi pengetahuan atau pengalaman yang bisa
asisten sharing kepada kami yang menyangkut tentang mata acara.
5.2.2 Saran untuk Laboratorium
Tetap menjaga kebersihan baik didalam laboratorium maupun di area luar
laboratorium.

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028
PRAKTIKUM STRATIGRAFI
LABORATORIUM DINAMIS
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
PETA GEOLOGI DAN SKALA WAKTU GEOLOGI

DAFTAR PUSTAKA

Djauhari, Noor., 2010., “Pengantar Geologi”., Fakultas Teknik., Universitas Pakuan.


Bogor.
Korps Asisten., 2018., “Penuntun Praktikum stratigrafi”., Makassar: Universitas
Muslim Indonesia

ASTIKA A. FARID
09320140162 09320160028