Anda di halaman 1dari 3

Tawas adalah garam sulfat rangkap terhidrat dengan formula M+M3+ (SO4)2.12H2O.

M+
merupakan kation univalen, umumnya Na+, Fe+, Cr+, Ti3+ atau Co3+, tawas biasa
dikenal dalam kehidupan sehari-hari adalah amonium sulfat dodekahidrat.
Beberapa contoh tawas, cara membuat dan kegunaannya:
1. Natrium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas natrium) dengan formula
NaAl(SO4)2. 12H2O digunakan sebagai serbuk pengembang roti.
2. Kalium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas kalium) dengan rumus KAl(SO4)2.
12H2O digunakan dalam pemurnian air, pengolahan limbah, dan bahan pemadam api.
Tawas kalium dibuat dari logam aluminium dan kalium hidroksida. Logam aluminium
bereaksi secara cepat dengan KOH panas menghasilkan larutan garam kalium aluminat.
2Al(s) + 2K+(aq) + 2OH-(aq) + 6H2O(l) ——> 2K+(aq) + 2Al(OH)4-(aq) + 3H2(g)
ion aluminium, Al(OH)4- yang bersifat ampoter jika direaksikan dengan asam sulfat,
diendapkan sebagai aluminium hidroksida, tetapi larut pada pemanasan.
2K+(aq) + 2Al(OH)4-(aq) + 2H+(aq) + SO42-(aq) —–> 2Al(OH)3(s) + 2K+(aq) + SO42-(aq)
+ 2H2O(l)
2Al(OH)3(s) + 6H+(aq) + 3SO42-(aq) —–> 2Al3+(aq) + 3SO42-(aq) + 6H2O(l)
jika larutan kalium aluminium sulfat dodekahidrat yang hampir jenuh didinginkan
maka akan terbentuk kristal-kristal yang berbentuk oktahedron.
3. Amonium aluminium sulfat dodekahidrat (tawas amonium) dengan formula
NH4Al(SO4)2.12H2O digunakan sebagai acar ketimun.
4. Kalium kromium(III) sulfat dodekahidrat (tawas kromium) dengan formula
KCr(SO4)2.12H2O digunakan sebagai penyamak kulit dan bahan pembuat kain tahan api.
tawas kromium dapat diperoleh dengan cara mereduksi ion dokronat dari kaliium
dikromat K2Cr2O7, menjadi kromium(III) dalam larutan asam sulfat dengan reduktor
etanol, C2H5OH.
8H+(aq) + CrO72-(aq) + 3C2H5OH(aq) —–> 3CH3CHO(aq) + 2Cr3+(aq) + 7H2O(l)
ion sulfat dari asam sulfat dan ion kalium dari kalium dikromat bergabung dengan
ion kromium(III) membentuk kristal tawas kromium yang terbentuk oktahedron dan
berwarna violet sampai hijau gelap jika larutan yang pekat didinginkan.
K+(aq) + Cr3+(aq) + 2O42-(aq) + 12H2O(l) —–> KCr(SO4)2. 12H2O(c)
5. Amonium besi(III) sulfat dodekahidrat (tawas besi(II)) dengan formula
NH4Fe(SO4)2.12H2O digunakan untuk mordan pada pewarnaan tekstil. Tawas ini dibuat
dengan mengoksidasi ion besi(II) menjadi ion besi(III) dengan asam nitrat dalam
larutan amonium sulfat.
2H+(aq) + NO3-(aq) +Fe2+(aq) —–> Fe3+(aq) + NO2(g) + H2O(l)
ion amonium dan ion sulfat dari amonium sulfat, (NH4)SO4, mengkristalkan ion
besi(III) sebagai tawas besi(III).
NH4+(aq) + Fe3+(aq) + 2SO42-(aq) + 12H2O(l) —–> NH4Fe(SO4)2. 12H2O(c)
Untuk setiap kali pembuatan tawas, sebagian pelarut mungkin perlu dikurangi dengan
cara penguapan untuk menghasilkan larutan jenuh yang kemudian menghasilkan kristal
tawas pada waktu didinginkan. Untuk mendapatkan kristal yang berukuran besar,
pendinginan larutan jenuh harus dilakukan secara pelan-pelan.
(Zulkhaidir, 2010).
Tawas adalah senyawa kimia berupa garam sulfat yang memiliki banyak sekali ragamnya
salah satunya yang paling populer adalah Aluminum Sulfat yang banyak digunakan oleh
PDAM untuk memproses air sungai menjadi ari bersih (oleh karena itu disebut juga
dengan nama populer Alum). Oh ya jangan tertukar dengan istilah Kaporit ya, yang
digunakan untuk mematikan bakteri pada air. Jenis tawas lainnya adalah seperti
Tawas Natrium untuk bahan pengembang roti, Tawas Kalium untuk pengolah limbah,
Tawas Besi untuk penyamakan kulit dan bahan pewarna (Denny, 2010).
Sejumlah garam aluminium seperti golongan IIA, mengkristal dalam larutannya sebagai
hidrat. Sebagian dari hidrat ini amat larut dalam air dan bersifat delikuesen,
misalnya AlX3.6H2O, Al(NO3)3.9H2O. selanjutnya segi-segi kimia tertentu dari
senyawa aluminium dalam air diturunkan dari sifat ion aluminium trihidrat
[Al(H2O)6]3+. Senyawa-senyawa aluminium, bentuk alami dari kebanyakan senyawa
aluminium diturunkan dari oksida (Al2O3) dan bermacam-macam oksida terhidrat.
Misalnya Al2O3.H2O dan Al2O3.3H2O. senyawa oksida jka direaksikan denganasam sulfat
menghasilkan aluminium sulfat pekat panas.
Al2O3 + H2O4 → Al2(SO4)3 + 3H2O
Senyawa ini mengkristal dari larutan sebagai Al2(SO4)3.18H2O.
Larutan berair yang mengandung jumlah molar yang sama dari Al2(SO4)3 dan K2SO4
mengkristal sebagai kalium aluminium sulfat (KAl(SO4)2.12H2O). garam ini yang
dikenal dengan patas alum atau tawas, termasuk dalam golongan, termasuk dalam
golongan senyawa dengan nama alum atau tawas. Alum mempunyai mempunyai rumus M(I)
M(III) (SO4)2.12H2O dimana M(I) dapat berupa kation apa saja kecuali Li+ dan M(III)
adalah kation bermuatan positif tiga (Al3+, Ti3+, V3+, Cr3+, Mn3+, Fe3+, Co3+,
Ga3+, In3+, Re3+, Ir3+). Alum mengandung ion [M(H2O)6]+, [M(H2O)6]3+ dan SO42-
dengan nisbah 1 : 1 : 2 alum yang umum mempunyai M(I) = K+ atau NH4+ dan M(III) =
Al3+. Li+ tidak membentuk alum karena ion ini terlalu kuat untuk memenuhi syarat
sebuah kristal.
Alum mempunyai kegunaan yang sama dengan garam pembentuknya. Satu keguanan penting
dari patas alum adalah sebagai zat pewarna. Alum atau tawas (AlK(SO4)2) dapoat
dibuat dengan mereaksikan senyawa aluminium sulfat (Al2(SO4)3) dengan kalium sulfat
(K2SO4). Reaksi yang terjadi sebagai berikut :
K2SO4 +Al2(SO4)3 → 2KAl(SO4)2
(Puput, 2008).
Kalium Aluminum sulfat (tawas) mempunyai manfaat yang sangat penting antara
lain adalah sebagai pewarna tekstil. Tekstil yang diwarnai, dicelupkan dalam
larutan tawas dan dipanaskan dengan uap air, Hidrolisis dari Al(H2O)63+
mengendapkan Al(OH)3 ke atas serat tekstil dan kemudian zat warna diserap oleh
Al(OH)3. Selain itu, tawas digunakan sebagai bahan penjernih air dan pengolahan air
minum di PDAM dan air buangan industri sebagai koagulan (Agustinus, 2010).
Alum merupakan salah satu senyawa kimia yang dibuat dari dari molekul air dan
dua jenis garam, salah satunya biasanya Al2(SO4)3. Alum kalium, juga sering dikenal
dengan alum, mempunyai rumus formula yaitu K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O. Alum kalium
merupakan jenis alum yang paling penting. Alum kalium merupakan senyawa yang tidak
berwarna dan mempunyai bentuk kristal oktahedral atau kubus ketika kalium sulfat
dan aluminium sulfat keduanya dilarutkan dan didinginkan. Larutan alum kalium
tersebut bersifat asam. Alum kalium sangat larut dalam air panas. Ketika kristalin
alum kalium dipanaskan terjadi pemisahan secara kimia, dan sebagian garam yang
terdehidrasi terlarut dalam air. Alum kalium memiliki titik leleh 900ºC (Yuniarti,
2010)
Aluminium, Al merupakan anggota golongan IIIA berada dialam sebadai aluminosilikat
dikerak bumi dan lebih melimpah daripada besi. Mineral aluminium yang paling
penting dalam metalrugi adalah bauksit AlOx(OH)3-2x (0<x<1). Walaupun Al adalah
logam mulia yang mahal diabad ke-19 harganya jatuh bebas setelah dapat diproduksi
dengan jumlah besar elektrolisis alumina, Al2O3 yang telah dilelehkan dalam krolit
Na3AlF6. namun karena produksinya memerlukan sejumlah besar energi listrik,
metalurgi aluminium hanya di Negara dengan harga energi listrik yang rendah. Sifat
aluminium dikenal dengan baik dan aluminium banyak digunakan dalam keseharian,
misalnya untuk koin, panic dan kusein. Logam aluminium digunakan dengan kemurnian
lebih dari 99% dan logam atau paduannya (missal : duralium) banyak digunakan.
(Saito, 1996)

Agustinus, N., 2010. Pembuatan Kalium Aluminium Sulfat (Tawas) dari Limbah
Aluminium Foil. http://matekim.blogspot.com
Puput, 2008. Pembuatan Aluminium Kalium Sulfat Hidrat (KAl(SO4)2.12H2O).
http://aboutchemistry21.blogspot.com
Saito, T. (1996). kimia anorganik. tokyo: iwanami.
Yuniarti, Y., 2010. Tawas. http://yeniyuniarti.blogspot.com
Zulkhaidir, 2010. Pembuatan Tawas. http://zulkhaidir.wordpress.com

Industri kimia yang paling banyak menggunakan Natrium Chlorida sebagai bahan
bakunya adalah industri Chlor Alkali. Produk utama dari industri ini adalah
chlorine (Cl2) dan Natrium Hidroksida (NaOH), yang banyak dibutuhkan oleh industri
lain, seperti industri pulp dan kertas, tekstil, deterjen, sabun dan pengolahan air
limbah(Dina Lesdantina).
Natrium adalah logam putih perak yang lunak, yang melebur pada 97,5 0C.Natrium
teroksidasi dengan cepat dalam udara lembab, maka harus disimpan terendam
seluruhnya dalam pelarut nafta atau silena. Logam ini bereaksi keras dengan air,
membentuk Natrium Hidroksida dan Hidrogen. Dalam garam-garamnya natrium berada
sebagai kation monovalen Na+. Garam-garam ini membentuk larutan tak berwarna,
hampir semua garam natrium larut dalam air (Vogel, 1979).
Di bidang teknik kimia seringkali bahan padat harus dipisahkan dari larutan atau
lelehan, tanpa mengikat kotoran-kotoran yang terkandung dalam fasa cair tersebut.
Seringkali juga bahan padat kristalin yang mengandung pengotor harus dibersihkan
atau harus dihasilkan bentuk-bentuk kristal tertentu, untuk maksud tersebut proses
kristalisasi dapat digunakan. Kristal adalah bahan padat dengan susunan atom atau
molekul yang teratur. Yang dimaksud kristalisasi adalah pemisahan bahan padat
berbentuk kristal dari suatu larutan atau lelehan. Hasil kristalisasi dari lelehan
sering harus didinginkan lagi atau dikecilkan ukurannya (Bernaseoni, 1995).
Pemurnian larutan garam sangat dipengaruhi oleh rasio Ca/Mg, bila rasionya terlalu
kecil ataupun terlalu besar mengakibatkan pengendapan impuritis tidak dapat
berlangsung dengan baik. Rasio Ca/Mg paling baik diperoleh sebesar 2. Dari
penelitian ditemukan bahwa penambahan flokulan cukup mempengaruhi penurunan kadar
Ca+2, dan relatif sedikit mempengaruhi penurunan kadar Mg+2 dan TSS. Pada rasio
Ca/Mg sebesar 2, kadar Mg+2 sudah berada dibawah limit atas baku mutu larutan
garam, tanpa perlu penambahan flokulan. Sedangkan kadar Ca+2 dan TSS masih dua kali
lebih dari limit atas bila tanpa flokulan, tetapi masih sedikit diatas limit atas
untuk Ca+2 dan dua kali diatas limit atas untuk TSS bila menggunakan
flokulan(Bahruddin,2003).
Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda dan
sebagainya) yang berkuasa atau yang berkekuatan. Pengaruh dalam penelitian ini
adalah hubungan yang mempengaruhi antara penggunaan garam dapur (NaCl) dalam media
pendingin dalam kadar yang bervariasi terhadap kekerasan pada proses pengerasan
baja V-155. Bahan pendingin yang digunakan dalam penelitian ini adalah air yang
ditambahkan garam dapur (NaCl) dengan kadar NaCl masing-masing yaitu: 9 %, 16 % dan
23 %(Taufan Rizal,2005).

DAFTAR PUSTAKA
Bernaseoni,G. 1995. Teknologi Kimia. PT Padya Pranita. Jakarta.

Bahruddin, Zulfansyah, Aman, Ilyas Arin & Nurfatihayati. 2003.” Penentuan Rasio
Ca/Mg Optimum pada Proses Pemurnian Garam Dapur”. Laboratorium Teknologi Produk,
Laboratorium Proses Pemisahan & Pemurnian, Laboratorium Teknik Reaksi Kimia,
Jurusan Teknik Kimia, FT, Universitas Riau, Pekanbaru.

Lesdantina, Dina dan Istikomah. 2009. ” Pemurnian Nacl Dengan Menggunakan Natrium
Karbonat “. Siminar Tugas Akhir S1 Teknik Kimia UNDIP. Jurusan Teknik Kimia.Fak.
Teknik. Universitas Diponegoro.

Rizal Taufan. 2005.” Pengaruh Kadar Garam Dapur (Nacl) Dalam


Media Pendingin Terhadap Tingkat Kerasan Pada Proses Pegerasan Baja V-155”.
Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang