Anda di halaman 1dari 4

SEMINAR MANAJEMEN BIAYA

REACTION PAPER

Effective Long Term Cost Reduction a Strategic Perspective

Oleh:
KELOMPOK 3

Devinda Sari 1610536018


Dwi Kiki Intan Sari 1610536021
Tisa Tantri 1610536033
Annisa Ghasanni Y. 1610536049

JURUSAN AKUNTANSI INTAKE DIII


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2018
EFFECTIVE LONG-TERM COST REDUCTION:

A STRATEGIC PERSPECTIVE

Cost Readuction atau yang biasa disebut dengan pengurangan biaya merupakan strategi
utama yang dilaksanakan sebagai alternative penurunan anggaran perusahaan. Cost resductioan
dikatakan berhasil, Cost reduction akan berhasil apabila dilakukan secara terus-menerus di dalam
perusahaan. Dengan demikian, akan tercipta suatu kebiasaan, kebudayaan, serta kesadaran
perusahaan untuk melakukan upaya-upaya dalam pengurangan biaya yang ada di perusahaan.

Anggaran tidak hanya untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan namun juga bisa
memberikan pemahaman yang memudahkan bagi kalangan investor di sebuah perusahaan. Inilah
fungsi dari keberadaan anggaran yang berhubungan langsung dengan Cost Reduction atau
pengurangan biaya di perusahaan.

Dalam tiga dekade terakhir literatur teoritis dan empiris telah menunjukkan bahwa sistem
akuntansi biaya tradisional tidak sesuai dengan rencana dan pengendalian produk serta proses
bagi perusahaan manufaktur dan jasa modern (Johnson dan Kaplan 1991). Traditional cost
reduction programs biasanya ditargetkan pada karyawan. Hal ini merupakan reaksi dari ancaman
langsung, seperti kinerja yang buruk, kehilangan kontrak atau penurunan harga. Beberapa
program (terutama offshore) diharapkan bekerja dengan beralih ke tempat di mana tenaga kerja
dan biaya fasilitas yang lebih murah.

Tujuan perusahaan melakukan cost reduction bukan hanya untuk mencapai standar yang
ditetapkan tapi juga untuk mengurangi biaya secara bertahap di bawah standar agar terdapat
efisiensi usaha, sehingga biaya yang dikeluarkan dapat diminimumkan dan laba yang diperoleh
maksimal. Di samping itu, kualitas produk tetap dipertahankan sehingga kualitasnya tidak
menurun dan tidak mempengaruhi penjualan produk tersebut.

Penurunan Biaya biasanya dihadapkan dengan konflik dan perlawanan. Dengan demikian,
faktor perilaku dan organisasi menjadi penting sejak pelaksanaan teknik akuntansi manajemen
yang baru dan konsekuensinya memerlukan perubahan mendasar dari lingkungan kerja karyawan
(Chenhall et al 2011; Friedl 2009). Secara umum, hal ini dapat diharapkan agar karyawan
bereaksi terhadap resistensi (hambatan) perubahan ini (Friedl 2009; Shields dan Young 1989,
1992). Shields dan Young (1989) serta Friedl (2009, hal. 87) mengidentifikasi hambatan
organisasi dan individu untuk mengubah sebagai salah satu tantangan utama dalam keberhasilan
menerapkan penurunan biaya.

Literatur Akuntansi Manajemen mengasumsikan bahwa mengatasi perlawanan ini


tergantung pada sejauh mana perusahaan fokus pada perilaku daripada masalah teknis (Hoozée
dan Bruggemann 2010; McGowan dan Klammer 1997; Shields 1995). Khususnya ketika saat
terjadinya pengurangan biaya, yang paling buruk juga dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan,
perlawanan yang kuat dapat diharapkan. Kepala Akuntan manajemen serta perusahaan audit
yang terkemuka juga menunjukkan pentingnya dan tantangan pengurangan biaya (KPMG 2007;
PwC 2007; Weber dan Hirsch 2005).

jika manajemen mengumumkan untuk mengurangi biaya, kebiasaannya akan ada


perlawanan terhadap pengumuman dari berbagai pemangku kepentingan (yaitu, karyawan)
perusahaan. Umumnya, setiap karyawan takut kehilangan pengaruh, anggaran, atau kehilangan
pekerjaannya. Perilaku dan organisasi dapat membantu dalam mengurangi perlawanan dan
konflik karyawan dengan meyakinkan perlunya pengurangan biaya. Hal ini penting karena
pengenalan pengurangan biaya proyek sering gagal dilaksanakan sebab mereka tidak diterima
dalam karyawan organisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana meyakinkan mereka
tentang kegunaan inovasi ini.

Perusahaan menengah dan besar Jerman yang terlibat dalam proyek-proyek strategis
pengurangan biaya. Model persamaan struktural digunakan untuk memperoleh hasilnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa budaya biaya, komitmen manajemen puncak, dan partisipasi
sangat penting bagi keberhasilan pengurangan biaya. Perencanaan dan ukuran pengendalian
secara signifikan berpengaruh yang pada gilirannya menentukan efektivitas penurunan biaya.

Pendekatan strategis bagi penurunan biaya menganggap biaya manajemen sebagai


kegiatan yang berkesinambungan dan antisipatif(Friedl 2009; Kajüter 2005; Richardson 1988;
Shields dan Young 1992). Dalam sudut pandang ini strategi penurunan biaya merupakan salah
satu bagian dari strategi kompetitif perusahaan yang menyediakan pendekatan jangka panjang
yang terkoordinasi (Friedl 2009; Shields dan Young 1992).
Pertimbangan strategis pada perencanaan dan pelaksanaan pengurangan biaya adalah
apakah perubahan harus didorong dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas ( Shields dan
Young 1989) . Salah satu manfaat dari strategi top-down misalnya terpusat dan dengan demikian
mungkin dikoordinasikan sifat dari proses perubahan (Shields dan Young 1989). Namun, strategi
top-down biasanya mengakibatkan seluruh karyawan menolak karena mereka memiliki sedikit
keterlibatan dan partisipasi dalam proses implementasi, meskipun proses ini sangat
mempengaruhi lingkungan kerja mereka (McGowan 1998). Selain itu, proses tersebut tidak
mengambil keuntungan dari informasi lokal karyawan. Oleh karena itu, strategi bottom-up dari
pengambilan keputusan partisipatif dan keterlibatan karyawan sangat penting dalam konteks
perencanaan kegiatan pengurangan biaya (Friedl 2009; p.89).
Pengurangan biaya dengan menggunakan pendekatan strategic dilakukan dengan
mengurangi biaya-biaya yang terdapat dalam rantai nilai perusahaan. Agar lebih efektif,
pengurangan biaya biasanya dilakukan pada rantai nilai sebelum proses produksi. Strategic cost
reduction memfokuskan pengurangan biaya pada penyebab timbulnya pemborosan, yaitu
kualitas. Pengurangan biaya pada dasarnya merupakanquality improvement yang dilaksanakan
untuk menghasilkan suatu produk. Jika di dalam proses pembuatan produk perusahaan mampu
melaksanakan peningkatan kualitas secara berkelanjutan, biaya pembuatan produk akan
berkurang sebagai hasil dari peningkatan kualitas tersebut. Oleh karena itu, dalam strategi cost
reduction pengurangan biaya terjadi sebagai hasil dari peningkatan bertahap terhadap kualitas,
keandalan dan kecepatan.