Anda di halaman 1dari 16

Jurnal Ilmiah Teknologi dan Informasi ASIA Vol.

8 No 2, Agustus 2014

SISTEM PENGGANTI AIR BERDASARKAN KEKERUHAN DANPEMBERI


PAKAN IKAN PADA AKUARIUM AIR TAWAR SECARA OTOMATIS
BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16
Budi Santoso, Agung Dwi Arfianto
STMIK Asia Malang

ABSTRAK
Sistem pendeteksi kekeruhan dan pemberi pakan ikan pada akuarium air tawar secara otomatis
merupakan suatu kebutuhan tambahan bagi orang yang hobi memelihara ikan hias. Alat pendeteksi
kekeruhan dan pemberi pakan ikan pada akuarium air tawar secara otomatis ini terdiri dari rangkaian
sensor untuk mendeteksi kekeruhan ,dan minimum system dari mikrokontroler ATmega16 sebagai pusat
kendali pada rangkaian sensor, dan rangkaian driver motor DC berfungsi sebagai mekanisme buka dan
tutup box makanan. Pergantian air dikendalikan oleh water pump dijalankan berdasarkan tingkat
intensitas cahaya yang diterima LDR berdasarkan sistem.Sistem pemberi pakan pakan ikan berdasarkan
waktu yang diinputkan oleh pemilik.Dari pengujian sistem yang dilakukan didapat hasil dimana sistem
penjadwalan pakan ikan berhasil dengan tingkat keberhasilan 100%, sistem pergantian air berjalan sesuai
tingkat setting kekeruhan dan tinggi rendah water level berjalan dengan baik.

Kata kunci: Sensor kejernihan, Mikrokontroler ATmega16

ABSTRACT
Detection system turbidity and giver of fish feed on freshwater aquarium automatically constitute
an additional requirement for the ornamental fish keeping hobby. Tool detection turbidity and giver of
fish feed on freshwater aquarium automatically consists of a series of sensors to detect the turbidity, and
minimum system of microcontroller ATmega16 as control center on a series of sensors, and DC motor
driver circuit serves as the mechanism to open and close boxes of food. Turn of the water is controlled by
the water pump be run based on the received light intensity level LDR based system. Feed fish givers
system based on the time the input by the owner. From testing the system does get results where fish feed
successfully scheduling system with a success rate of 100%, the turnover of water systems goes according
to the level of turbidity and setting high low water level goes well.

Keywords: Sensor lucidity, Microcontroller ATmega16

PENDAHULUAN Dari permasalahan tersebut, diperlukan


sebuah sistem otomatis yang dapat memberikan
Pada saat ini banyak orang yang gemar pakan ikan berupa palet sesuai dengan waktu
memelihara ikan hias air tawar. Dibalik yang telah dijadwalkan, dan pergantian air
kegemarannya tersebut, sebenarnya mereka dalam akuarium yang sedang ditinggal oleh
menemukan kesulitan ketika sedang bepergian pemiliknya. Dengan sistem yang otomatis ini,
dengan waktu yang cukup lama, sehingga mereka diharapkan para penggemar ikan hias akan
tidak dapat memantau secara langsung dalam semakin mudah untuk memelihara ikan
hal pemberian pakan ikan berupa palet, lampu terutama pada saat tidak berada di rumah.
penerangan dalam akuarium, dan kejernihan air Bertolak dari latar belakang diatas,
dalam akuarium karena ikan hias membutuhkan maka dapat dirumuskan masalah sebagai
air yang jernih. berikut :
Dalam hal ini, kebanyakan mereka Bagaimana merancang dan membuat
mengkhawatirkan ketiga faktor tersebut meliputi sistem Pengganti Air Berdasarkan Kekeruhan
pemberian pakan yang harus dilakukan setiap dan Pemberian Pakan ikan Pada Akuarium Air
hari, pergantian air yang harus dilakukan secara Tawar Secara Otomatis Berbasis
berkala karena semakin lama air dalam akuarium Mikrokontroler?
maka kejernihan air berkurang, lampu Untuk lebih mempermudah dalam
penerangan dalam akuarium diperlukan untuk analisis data dan menghindari pembahasan
penerangan karena ikan membutuhkan lebih jauh, maka penulis membatasi
penerangan cahaya pada malam hari untuk permasalahan yaitu:
beraktifitas ikan pada malam hari, sedangkan 1. Tidak membahas tingkat kekeruhan pada setiap
pemilik rumah tidak berada di rumah. jenis – jenis ikan.

33
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang
2. Tidak membahas catu daya. menghasilkan cahaya suram 100 lux. 1 lux = 1
3. Alat menggunakan mikrokontroler ATmega16 lumen per meter persegi. Ini sama dengan: 1 lux
= 0,0929 lumen per kaki persegi
LANDASAN TEORI Adapun bentuk fisik lampu T8
Pengertian Aquarium Fluorescent ditunjukkan dalam Gambar 2.1
Istilah Aquarium berasal dari bahasa
latin yaitu “aqua” yang berarti air. Aquarium
sendiri merupakan sebuah ruangan/kolam/bak
yang bisa berupa bidang transparan yang
didalamnya berisi air,dimana didalamnya
dipelihara binatang – binatang dan tumbuhan –
tumbuhan air untuk dipamerkan ataupun tujuan
penelitian.
Model ini biasanya diletakkan dengan
menempel di dinding. Bentuk ini dibuat untuk
memenuhi tuntutan aquarium yang lebih besar,
keinginan menghadirkan aquarium yang Gambar 2.1. Lampu T8 Fluorescent
menyatu dengan rumahnya.
Konstruksi Aquarium Jenis lampu ini yang paling banyak
Saat ini di pasaran telah banyak dijual digunakan untuk aquascape.Dengan model
akuarium dengan berbagai bahan. Bahan yang tabung memanjang bisa memberikan
dipakaipun beragam, mulai dari kaca, plastik, keuntungan pemberian cahaya yang merata
fiberglass, maupun acrylic.Masing-masing bahan keseluruh sudut aquarium. Namun lampu ini
tersebut mempunyai kelebihan maupun mempunyai ukuran yang cukup besar
kekurangan.Adapun bahan – bahan akuarium sehingga banyak memakan ruang atas
ditunjukkan dalam Tabel 2.1. aquarium jika digunakan di aquarium high
Tabel 2.1 Bahan – bahan akuarium light.Ukuran umum lampu T8 = 18 watt
Bahan Kekurangan Kelebihan (60cm, 1300 lumen), 36 watt (120cm, 3250
Plastik Cepat menjadi Bahan lebih ringan lumen)
buram atau Kekeruhan
kusam Air dikatakan keruh, apabila air
Kaca Tidak kuat Murahdan bersifat tersebut mengandung begitu banyak
terhadap konduktor partikel bahan yang tersuspensi sehingga
tekanan air laut memberikan warna / rupa yang berlumpur
Acrylic Sulit menjadi Lebih ringan, kuat, dan kotor.
konduktor bila lebih cerah bila ada Pengeruhan terjadi disebabkan
akuarium sinar, permukaan pada dasarnya oleh adanya zat – zat kolloid
menjadi panas lebih licin sehingga yaitu zat yang terapung serta terurai secara
sulit ditumbuhi halus sekali. Hal ini disebabkan pula oleh
lumut. kehadiran zat organik yang terurai secara
Kebutuhan Cahaya halus, jasad – jasad renik, lumpur, tanah liat,
Kebutuhan cahaya diperlukan dalam dan zat kolloid yang serupa atau benda
suatu akuarium, yaitu untuk penerangan agar terapung yang tidak mengendap dengan
ikan dan panorama akuarium dapat dilihat segera. Pengeruhan atau tingkat kelainan
dengan jelas, dan sebagai sumber energy bagi adalah sifat fisik yang lain dan unik dari
penghuni akuarium.Pada dasarnya sebuah pada limbah dan meskipun penentuannya
akuarium memerlukan lampu day light, yaitu bukanlah merupakan ukuran mengenai
jenis lampu yang dibuat untuk meniru sinar jumlah benda – benda yang terapung,
matahari pada tengah hari. Kekeruhan adalah jumlah dari butir-
Lux adalah ukuran intensitas cahaya. butir zat yang tergenang dalan air.
Satu lux setara dengan satu lumen per meter Kekeruhan mengukur hasil penyebaran
persegi.Perbedaan antara lux dan lumen adalah sinar dari butir-butir zat tergenang: Makin
bahwa lux berkenaan dengan luas areal dimana tinggi kekuatan dari sinar yang terbesar,
flux menyebar 1000 lumens, terpusat pada satu makin tinggi kekeruhannya. Bahan yang
areal dengan luas satu meter persegi, menerangi menyebabkan air menjadi keruh termasuk:
meter persegi tersebut dengan cahaya 1000 lux. a. tanah liat
Hal yang sama untuk 1000 lumens, yang b. Endapan (lumpur)
menyebar ke sepuluh meter persegi, hanya c. Zat organik dan bukan organik yang
terbagi dalam butir-butir halus

34
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang
d. Campuran warna organik yang bisa b. One 16-bit Timer/Counter with Separate
dilarutkan Prescaler, Compare Mode, and Capture Mode
e. Plankton c. Real Time Counter with Separate
f. Jasad renik (mahluk hidup yang sangat Oscillator
kecil) d. Four PWM Channels
Kekeruhan menggambarkan sifat e. 8-channel, 10-bit ADC
optik air yang ditentukan berdasarkan f. Byte-oriented Two-wire Serial Interface
banyaknya cahaya yang diserap dan g. Programmable Serial USART
dipancarkan oleh bahan-bahan yang 4. Special Microcontroller Features
terdapat dalam air. Kekeruhan disebabkan a. Power-on Reset and Programmable
oleh adanya bahan organik dan anorganik Brown-out Detection
yang tersuspensi dan terlarut (misalnya b. Internal Calibrated RC Oscillator
lumpur dan pasir halus), maupun bahan c. External and Internal Interrupt Sources
anorganik dan organic yang berupa 5. I/O and Package
plankton dan mikro organisme lain. a. 32 Programmable I/O Lines
Mickrokontroler AVR Atmega16 b.40-pin PDIP, 44-lead TQFP, 44-lead PLCC,
AVR merupakan seri and 44-pad MLF
mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel, 6. Operating Voltages
berbasis arsitektur RISC (Reduced a. 2.7 - 5.5V for Atmega16L
Instruction Set Computer). Hampir semua b. 4.5 - 5.5V for Atmega16
instruksi dieksekusi dalam satu siklus clock. Adapun Pin-pin pada ATMega16
AVR mempunyai 32 register general- dengan kemasan 40-pin DIP (dual in-line
purpose, timer/counter fleksibel dengan package) ditunjukkan oleh Gambar 2.2.
mode compare, interrupt internal dan
eksternal, serial UART, programmable
Watchdog Timer, dan mode power saving,
ADC dan PWM internal. AVR juga mempunyai
In-System Programmable Flash on-chip yang
mengijinkan memori program untuk
diprogram ulang dalam sistem menggunakan
hubungan serial SPI.ATMega16 adalah
mikrokontroler CMOS 8-bit daya rendah
berbasis arsitektur RISC yang ditingkatkan.
Kebanyakan instruksi dikerjakan
pada satu siklus clock. Atmega16 mempunyai
throughput mendekati 1 MIPS per MHz
membuat disainer sistem untuk
mengoptimasi konsumsi daya versus
kecepatan proses. Gambar 2.2. Pin-pin ATMega16 kemasan
Beberapa keistimewaan dari AVR 40-pin
ATMega16 antara lain: Pemrograman yang digunakan
1. Advanced RISC Architecture untukmengisiprogrampada
a.130 Powerful Instructions – Most Single mikrokontrollerAVRinidigunakan CodeVision
Clock Cycle Execution AVR dan bahasa pemrograman yang
b.32 x 8 General Purpose Fully Static digunakan adalah bahasa C. Pada CodeVision
Operation AVR ini bisa ditentukan port-port dari
c.Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz mikrokontroller AVR yang berfungsi sebagai
d. On-chip 2-cycle Multiplier input maupun output, serta bisa juga
2. Nonvolatile Program and Data Memories ditentukan tentang penggunaan fungsi-fungsi
a.8K Bytes of In-System Self-Programmable internal dari AVR. Sebelum menentukan
Flash port-port dan fungsi-fungsi internal yang
b. Optional Boot Code Section with akan digunakan, harus ditentukan terlebih
Independent Lock Bits dahulu mikrokontroller yang akan dipakai.
c. 512 Bytes EEPROM Masing-masing mikrokontroller mempunyai
d. 512 Bytes Internal SRAM perbedaan dalam fungsi-fungsi internal.
e. Programming Lock for Software Security Setelah jenis chip mikrokontroller
3. Peripheral Features dan port dari AVR ditentukan sebagai input
a. Two 8-bit Timer/Counters with Separate atau output maka program ditulis dalam
Prescalers and Compare Mode bahasa C, kemudian program dapat

35
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang
didownload ke dalam mikrokontroller AVR, pin input, maka resistor pull pull-up akan
namun sebelum didownload ad kedalam diaktifkan. Untuk mematikan resistor pull- pull
mikrokontroller program harus di dicompile up, PORTxn harus diset 0 atau pin
terlebih dahulu untuk mengetahui apakah dikonfigurasi
si sebagai pin output. Pin port
ada error atau tidak, jika tidak ada error adalah tri-state
state setelah kondisi reset. Bila
maka program siap didownload
download dengan alur PORTxn diset 1 pada saat pin terkonfigurasi
seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2.3. sebagai pin output maka pin port akan
berlogika 1. Dan bila PORTxn diset 0 pada
saat pin terkonfigurasi sebagai pin output
maka pin port rt akan berlogika 0. Saat
mengubah kondisi port dari kondisi tri tri-state
(DDxn=0, PORTxn=0) ke kondisi output high
(DDxn=1, PORTxn=1) maka harus ada
kondisi peralihan apakah itu kondisi pullpull-up
enabled (DDxn=0, PORTxn=1) atau kondisi
Gambar output low
2.3.Alur Pemrograman dan Proses Download (DDxn=1, PORTxn=0).
Adapun
dapun diagram blok ATmega16 dari sistem Biasanya, kondisi pull
pull-up enabled
yang dirancang ditunjukkan dalam Gambar 2.4 dapat diterima sepenuhnya, selama
lingkungan impedansi tinggi tidak
memperhatikan perbedaan
antara sebuah strong high driver dengan
sebuah pull-up.
up. Jika ini bukan suatu masalah,
maka bit PUD pada register SFIOR dapat
diset 1 untuk mematikan semua pull pull-up
dalam semua port. Peralihan dari kondisi
input dengan pull-up up ke kondisi output low
juga menimbulkan masalah yang sama. Kita
harus menggunakan kondisi tri-state
tri
(DDxn=0, PORTxn=0) atau kondisi output
high (DDxn=1, PORTxn=0) sebagai kondisi
transisi. Adapun konfigurasi pin port
mikrokontroleAVR Atmega16 ditunjukkan
pada Tabel 2.1 berikut
DDx PORTx PUD I/O Pull Comme
n n (In -up nt
SFIOR
)
Gambar 2.4.Block
Block Diagram ATMega16 0 0 X input No Tri –
Port sebagai input/output digital state
(HI-Z)
ATMega16 mempunyai empat buah 0 1 0 input Yes Pxn will
port yang bernama PortA, source
PortB, PortC, dan PortD. Keempat port current
tersebut merupakan jalur bi-directional
bi if ext.
dengan pilihan internal pull-up.
up. Tiap port pulled
mempunyai tiga low
buah register bit, yaitu DDxn, PORTxn, dan 0 1 1 input No Tri –
PINxn. Huruf ‘x’mewakili nama huruf dari state
port sedangkan huruf ‘n’ mewakili nomor bit. (HI-Z)
Bit DDxn terdapat pada I/O address DDRx, 1 0 X Outp No Output
bit PORTxn terdapat padaI/O address PORTx, ut Low
dan bit PINxn terdapat pada I/O address (sink)
PINx. Bit DDxn dalam register DDRx (Data 1 1 x Outp No Output
Direction Register) menentukan arah pin. ut High
Bila DDxn diset 1 maka Px berfungsi sebagai
s (Source
pin output. Bila DDxn diset 0 maka Px )
berfungsi sebagai pin input.Bila PORTxn
diset 1 pada saat pin terkonfigurasi sebagai Tabel 2.2 konfigurasi pin port

36
Bit 2 – PUD : Pull-up Disable Bit mengontrol kenaikan dari counter,
Bila bit diset bernilai 1 maka pull-up pada sumber nilai maksimum dan mode operasi
port I/O akan dimatikan walaupun register Timer / Counter, yaitu mode normal, clear
DDxn dan PORTxn dikonfigurasikan untuk timer, compare match dan dua tipe PWM.
menyalakan pull-up (DDxn=0, PORTxn=1). Mode – mode operasi Timer
Timer 1. Mode Normal
Timer / Counter o dan Timer / Timer digunakan untuk menghitung
Counter 2 adalah Timer / Counter 8 bit yang saja, membuat delay, menghitung selang
mempunyai multifungsi.fitur – fiturnya waktu.
yaitu: 2. Mode PWM, phase correct
a. Counter satu kanal Memberikan bentuk gelombang
b. Timer dinolkan saat match compare phase correct PWM resolusi tinggi. Mode
( autoreload) phase correct PWM berdasarkan operasi
c. Glitch – free, Phase Correct Pulse dualslope. Counter menghitung berulang –
Width Modulator ( PWM ) ulang dari BOTTOM ke MAX dan dari MAX ke
d. Frekuensi generator BOTTOM.
e. 10 bit clock prescaler 3. CTC ( Clear Timer on Compare Match )
f. Interupsi timer yang disebabkan Pada mode CTC, nilai timer yang ada
timer overflow ( TOVn) dan compare pada TCNTn akan di nol-kan lagi jika TCNTn
match ( OCFn ) sudah sama dengan nilai yang ada pada
Adapun Block Diagram Timer / register OCRn, sebelumnya OCR diset dulu,
counter 8 bit ditunjukkan pada Gambar karena Timer 0 dan 2 maksimumnya 255,
2.5. maka range OCR 0-255.
Fast PWM
Memberikan pulsa PWM frekuensi
tinggi. Fast PWM berbeda dengan mode
PWM lain, Fast PWM berdasarkan operasi
single slope. Counter menghitung dari
BOTTOM hingga TOP kemudian kembali lagi
mulai menghitung berawal dari BOTTOM.
WGM01 : 0 : wavefrom Generation Mode
Bit ini mengkontrol perhitungan
yang teratur pada counter, sumber untuk
Gambar 2.5 Block Diagram Timer / counter harga counter maksimal ( TOP ), dan tipe
8 bit apa dari pembangkit bentuk gelombang
Timer / counter 8 bit dapat yang digunakan. Mode – mode operasi
menghitung maksimal hingga 255 (00-ff) didukung oleh unit Timer/Counter sebagai
hitungan, dimana periode setiap hitungan ( berikut: mode normal, pembersih timer
clock – nya ) tergantung dari settingprescaler pada mode penyesuaian dengan
– nya. Untuk mengatur jenis mode operasi pembanding (CTC), dan dua tipe Mode Pulse
dari Timer / counter dan mengatur prescaler Width Modulation (PWM). Berikut table
digunakan register Timer / counter Control setting pada bit tersebut untuk
Register TCCRn (n = 0,2). TCCRn adalah menghasilkan mode tertentu pada
register 8 bit yang dapat dilihat pada Timer/Counter O. Adapun Konfigurasi
Gambar 2.6 dibawah ini : WGM01 dan WGM00 ditunjukkan dalam
Tabel 2.3.
7 6 5 4 3 2 M WG WG Mode TO Update TOV
1 0 o M0 M00 of P of 0
FO WG CO CO WG CS CS CS d 1 (PW Opera OCR0 Flag
C Mn Mn Mn Mn n 1 n 1 n 0 e (CT M0) tion Set
N O 1 0 2 CO) on
Gambar 2.6 register TCCRn 0 0 0 Norm 0x Immed MAX
Keterangan untuk setiap bit : al FF iate
TCC Rn
Bit 7 : FOCn ( Force Output Compare 1 0 1 PWM, 0x TOP BOT
) Phase FF TOM
Bit 6 dan Bit 3 : WGMno dan WGMn1 ( Corre
wavefrom Generation Unit) ct
2 1 0 CTC OC Immed MAX
R0 iate

37
3 1 1 Fast 0x BOTTO MAX 0
PWM FF M Normal Port operation, OCO
Tabel 2.3 Konfigurasi WGM01 dan WGM00 0 0
disconnected.
Keterangan : 0 1 Reserved
BOTTOM = 0x00; MAX =0xFF; TOP=0xFF
Clear OCO on Compare
atau nilai yang berbeda pada register OCRn
1 0 Match, set OCO at TOP (Non-
tergantung pada mode operasi.
Inverting)
a. Bit 5dan bit 4 : COMn1 dan COMn0 (
Compare Match Output Mode) Set OCO on Compare Match,
1 1
Untuk mengontrol pin OCn ( Output Clear OCO at TOP (inverting)
Compare Pin ), trgantung mode apa yang
digunakan ( nilai WGMn0 dan WGMN1 ). Table menunjukkan bit COM01 :0
COMn1 dan COMn0 digunakan untuk fungsionality ketika bit WGM01:0 diset ke
pengaturan lebih spesifik suatu mode Timer. mode phase correct PWM
Berikut table setting pada bit tersebut untuk Tabel 2.6 Compare Output mode, Phase Correct
Timer / Counter 0 : PWM Mode
Catatan: definisi nama – nama bit CTC0 dan COM1 COM00 Description
PWM0 sekarang tidak digunakan lagi. Normal Port operation, OCO
0 0
Gunakan WGM 01 : 0 definisi. disconnected.
Bagaimanapun lokasi dan fungsional dan 0 1 Reserved
lokasi dari masing – masing bit sesuai
dengan versi timer sebelumnya. Clear OCO on Compare Match
COM01 : 0 Penyesuaian Pembanding when up-counting, set OCO
1 0
Mode Output on compare match when
Bit ini mengontrol pin output down-counting
compare (OCO), jika satu atau kedua bit Set OCO on Compare Match
COM01:1 diset, output OCO melebihi when up-counting, Clear OCO
1 1
fungsional port normal I/O dan keduanya 0n compare match when
terhubung juga. Bagaimanapun, catatan down-counting
bahwa bit Direksi Data Register (DDR)
mencocokkan ke pin OCO yang mana yang Bit 2, bit1 dan bit0 : CSn2, CSn1, CSn0
harus diset dengan tujuan mengaktifkan. (Clock Selec )
Ketika OCO dihubungkan ke pin, fungsi dari Sumber clock Timer / Counter dapat
bit COM01 : 0 tergantung dari pengesetan berasal dari interval maupun eksternal. Bit
bit WGM01:1. Tabel menunjukkan COM CSn2, CSn2, CSn0 digunakan untuk memilih
fungsional ketika bit – bit WGM01:0 diset sumber Clock yang akan digunakan oleh
kenormal atau mode CTC (non PWM). Timer/Counter dan untuk pengaturan
Tabel 2.4 Compare Output mode, non-PWM Mode Prescaller, misalnya konfigurasi bit CSn2,
Mode WGM01( WGM00 (PWM0) CSn1, CSn0 sebagai berikut :
CTCO) 0 0 0 = timer dihentikan jika diset
nilai ini
0 0 Normal Port operation, 0 0 1 = sekali detaknya sama dengan
OCO disconnected. oscillator / 8, sehingga Timer akan berdetak
jika clock oscillator telah berdetak sebanyak
0 1 Toggle OCO on Compare 8 kali. Adapun table setting pada bit
Match tersebet untuk Timer / Counter 0
1 0 Clear OCO on Compare ditunjukkan pada table 2.7.
Match Table 2.7 Setting Counter Clock
1 1 Set OCO on Compare
Match

Tabel menunjukkan bit COM01:0


fungsionality ketika bit WGM01:0 diset ke
mode fast PWM.

Tabel 2.5 Compare Output mode, Fast-PWM


Mode
COM1 COM0 Description

38
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang
Real – Time – Clock (RTC)
Real-time
time clock (RTC) yang kita bahas
Gambar 2.1.7. diagram PIN
kali ini adalah RTC dengan antar muka I2C,
yaitu DS1307.. Artikel yang membahas RTC
lain secara lengkap, DS12C887, yang Motor DC
menggunakan antarmuka paralel dan Motor dc atau sering disebut motor
penggunaan bahasa assembly, fitur dari arus searah lebih sering digunakan untuk
DS1307: keperluan
erluan yang membutuhkan pengaturan
1. Real-time
time clock (RTC) meyimpan data-data kecepatan dibandingkan dengan mesin ac.
data detik, menit, jam, tanggal, bulan, Alasan utama penggunaan mesin dc
hari dalam seminggu, dan tahun valid val terutama pada industri-industri
industri modern
hingga 2100; adalah karena kecepatan kerja motor-motor
motor
2. 56-byte, battery-backed,
backed, RAM dc mudah diatur dalam suatu rentang
nonvolatile (NV) RAM untuk kecepatan yang luas, disamping banyaknya
penyimpanan; metode-metode
metode pengaturan kecepatan yang
3. Antarmuka serial Two-wire (I2C) dapat digunakan. Adapun bagian – bagian
4. Sinyal luaran gelombang
gelombang-kotak motor DC ditunjukkan dalam Gambar 2.7.
terprogram (Programmable
Programmable
squarewave);
5. Deteksi otomatis kegagalan-dayadaya (power-
(
fail) dan rangkaian switch;
6. Konsumsiumsi daya kurang dari 500nA
menggunakn mode baterei cadangan
dengan operasional osilator;
7. Tersedia fitur industri dengan ketahana
suhu: -40°C hingga +85°C
8. Tersedia dalam kemasa 8-pin pin DIP atau Gambar 2.7 Bagian-Bagian
Bagian Motor DC
SOIC
Daftar pin DS1307: Prinsip dasar dari motor dc, seperti
1. VCC - Primary Power Supply ditunjukkan pada Gambar 2.7, adalah jika
2. X1, X2 - 32.768kHz Crystal Connection sebuah kawat berarus diletakkan tegak
3. VBAT - +3V Battery Input lurus antara kutub magnit Utara
Utara-Selatan,
4. GND - Ground maka pada kawat itu akan bekerja suatu
5. SDA - Serial Data gaya yang menggerakkan kawat tersebut.
6. SCL - Serial Clock Arah gerak kawat tersebut ditentukan
7. SQW/OUT - Square Wave/Output Driver dengan kaidah tangan kiri seperti pada
Gambar 2. Apabila arah medan m magnet (B)
searah sumbu X negatif, sedangkan arah
arus kawat (I) searah sumbu Z positif, maka
arah gaya (F) terhadap kawat tersebut
searah sumbu Y positif. Adapun kaidah
tangan kiri medan magnet, arus dan gaya
ditunjukkan dalam Gambar 2.8

39
melalui lubang dibagian bawah dan
mengalirkanya ke samping, sehingga akan
dihasilkan suatu aliran air dengan kecepatan
tertentu.
Untuk pompa sirkulasi diperlukan
pompa yang kuat karena
merupakan system utama semua system
filtrasi, yang berfungsi untuk pergantian
Gambar 2.8Kaidah tangan kiri arah airdan juga untuk menciptakan arus dalam
medan magnet, arus, dan gaya air sehingga suplai oksigen ke dalam
Rangkaian ekuivalen motor dc aquarium tetap terjaga. Adapun bentuk fisik
dapat diilustrasikan seperti pada Gambar motor AC water pump ditunjukkan dalam
2.8. Kontrol motor dc, terdiri dari Gambar 2.10
pengaturan kecepatan dan pengaturan arah
putar motor. Kecepatan putar motor dc
dipengaruhi oleh gaya (F) yang dihasilkan
pada motor dc. Sesuai kaidah tangan kiri
besarnya gaya dipengaruh oleh medan
magnet (B) dan arus (I) yang melewati rotor
pada motor dc. Semakin kuat medan magnet
medan magnet yang melintas pada rotor
atau semakin besar arus yang melewati
Gambar 2.10. Motor AC Water Pump.
rotor, maka besarnya gaya yang memutar
rotor akan berbanding lurus, demikian juga
(Liquid Cristal Display) LCD
sebaliknya. Apabila medan magnet pada
motor dc dihasilkan dari aliran arus listrik LCD adalah suatu display dari
pada kumparan medan, maka pengaturan bahan cairan Kristal yang pengoperasianya
menggunakan sistem dot matriks.LCD
arus yang melewati kumparan medan akan
banyak digunakan sebagai display dari alat
mempengaruhi kekuatan medan magnet
– alat elektronika seperti kalkulator,
yang melintasi rotor. Adapun Rangkaian
multitester digital, jam digital dan
Ekuivalen Motor DC yang dirancang
ditunjukkan dalam Gambar 2.9 sebagainya.LCD mempunyai kemampuan
untuk menampilkan tidak hanya angka,
huruf abjad, kata-kata tapi juga symbol –
symbol. LCD ada banyak jenis dan ukuran,
ada 16 kolom 2 baris, 20 kolom 2 baris, 40
kolom 2 baris, 20 kolom 1 baris, 16 kolom 4
baris dan masih banyak yang lain. LCD ada
yang memiliki backlight dan ada yang tidak,
backlight sangat berguna sekali bila malam
Gambar 2.9Rangkaian Ekuivalen Motor hari ataupun gelap. LCD yang digunakan
DC dalam tugas akhir ini merupakan tipe
Sedangkan untuk mengubah arah gaya atau karakter 16x2 baris, dan dapat
menampilkan 16 karakter perbaris dan
mengubah arah putar motor dapat
dilakukan dengan membalik arah medan mempunyai 2 baris. Kapasitas internalnya
magnet atau membalik arus yang mengalir sebanyak 80x8 bit data (maksimum 80
melalui rotor motor dc. karakter). Adapun bentuk fisik display LCD
ditunjukkan dalam Gambar 2.11
Motor AC
Motor AC adalah alat yang
mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik (putaran). Energi mekanik
diperoleh kerena arus listrik yang mengalir
melalui penghantarberada pada medan
magnet sehingga timbul daya dorong
mekanik. Dalam tugas akhir ini digunakan Gambar 2.11. display LCD
motor universal yang difungsikan sebagai
motor pompa. Motor pompa ini dapat Display karakter pada LCD diatur
mengalirkan air, dengan cara menghisap air oleh Pin EN,RS dan RW, jalur EN dinamakan

40
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang
Enabel jalur ini digunakan untuk pada rangkaian pengontrol motor
memberitahu LCD bahwa anda sedang mengunakan relay.. Pada dasar
dasarnya relay
mengirimkan sebuah data, untuk mengirim adalah saklar elektromagnetik yang akan
sebuah data ke LCD maka melalui program bekerja apabila arus mengalir melalui
EN harus dibuat logika low “0” dan set pada kumparan, inti besi akan menjadi magnet
jalur control yang lain RS dan RW ketika dan akan menarik kontak
kontak-kontak relay.
kedua jalur yang lain telah
lah siap, set EN Kontak-kontak
kontak dapat ditarik apabila garis
dengan logika “1” dan tunggu untuk magnet dapat mengalahkan gaya pegas yang
sejumlah waktu tertentu ( sesuai dengan melawannya. Adapun bentuk fisik relay
datashet dari LCD tersebut) ditunjukkan dalam Gambar
ambar 2.1
2.13
dan berikutnya set EN kelogika low “0” lagi.
Adapun susunan alamat pada LCD
ditunjukkan dalam Gambar 2.12

Gambar 2.12 susunan alamat


al
pada LCD Gambar 2.13.Relay
Alamat awal karakter 00H dan Besarnya gaya magnet yang
alamat akhir 39H. jadi alamat awal dibaris ditetapkan oleh medan yang ada pada celah
kedua dimulai dari 40H. jika anda ingin udara pada jangkar dan inti magnet, dan
meletakkan suatu karakter pada baris ke-2
ke banyaknya lilitan kumparan, kuat arus yang
kolom pertama, maka, harus diset pada mengalir dan pelawan magnet yang berada
alamat 40H. jadi meskipun LCD yang pada sirkuit pemagnetan. Untuk
digunakan 2x16 atau 2x24 atau bahkan memperbesar kuat medan magnet dibentuk
2x40 maka, penulisan programnya sama suatu sirkuit. Kontak-kontak
kontak atau kutub-
kutub
saja. Adapun table susunan kaki LCD kutub dari relay umumnya memiliki tiga
ditunjukkan dalam Tabel 2.8 dasar pemakaian yaitu :
1 Bila kumparan dialiri arus listrik maka
Tabel 2.8 Tabel susunan kaki LCD kontaknya akan menutup dan
No Nama Deskripsi Port disebut sebagai kontak Normally Open (NO).
Pin 2 Bila kumparan dialiri arus listrik maka
1 VCC +5V VCC kontaknya akan membuka
2 GND 0V GND dan disebut dengan kontak Normally Close
3 VEE Tegangan Kontras LCD (NC).
4 RS Register Select, PD7 3 Tukar-sambung
sambung (Change Over/CO),
0=Input Instruksi, relay jenis ini mempunyai
1=Input Data kontak tengah yang normalnya tertutup
5 R/W 1= Read; 0=Write PD5 tetapi melepaskan diri dari
6 E Enable Clock PD6 posisi ini dan membuat kontak dengan yang
7 D4 Data Bus 4 PC4 lain bila relay dialiri
8 D5 Data Bus 5 PC5 listrik.Berikut ini memperlihatkan beberapa
bentuk kontak dari
9 D6 Data Bus 6 PC6
sebuah relay ditunjukkan dalam Gambar
10 D7 Data Bus 7 PC7
2.14
11 Anode Tegangan Positif
backlight
12 Katode Tegangan Negatif
backlight

2.1. Relay Normally Open Normally Close Change Over


Relay adalah suatu peralatan
elektronik yang berfungsi untuk Gambar 2.14Skema
Skema Kontak Relay
memutuskan atau menghubungkan suatu Sifat–sifat relay :
rangkaian elektronik yang satu dengan 1. Impedansi kumparan, biasanya
rangkaian elektronik yang lainnya, contoh impedansi ditentukan oleh tebal kawat

41
yang digunakan serta banyaknya lilitan. Amp yang tersedia. Kalau tersedia jenis
Biasanya impedensi berharga 1–50 KΩ CMOS atau yang lain tidak akan
guna memperoleh daya hantar yang baik. mempengaruhi penampilan LDR pada
2. Kuat arus yang digunakan untuk rangkaian. Tergantung pada aplikasi
menggerakkan relay, biasanya arus ini rangkaian yang akan kita rakit. Apakah
diberikan oleh pabrik. Relay dengan keluaran Op-Amp akan tinggi saat LDR tidak
perlawanan kecil memerlukan arus besar mendapat cahaya atau Keluaran Op-Amp
sedangkan relay dengan perlawanan akan mencapai tegangan supplypada saat
besar memerlukan arus yang kecil. LDR mendapat cahaya. Gunakan rangkaian
3. Daya yang diperlukan untuk dasar Op-Amp Inverse atau Non-inverse.
mengoperasikan relay besarnya sama Dengan sifat LDR yang demikian, maka LDR
dengan nilai tegangan dikalikan arus. (Light Dependent Resistor) biasa digunakan
Banyaknya kontak-kontak jangkar sebagai sensor cahaya.
dapat membuka dan menutup lebih dari Biasanya LDR (atau lebih dikenal
satu kontak sekaligus tergantung pada dengan fotoresistor) dibuat berdasarkan
kontak dan jenis relay. Jarak antara kenyataan bahwa film kadmium sulfida
kontak-kontak menentukan besarnya mempunyai tahanan yang besar kalau tidak
tegangan maksimum yang diizinkan antara terkena cahaya dan tahanannya akan
kontak tersebut. menurun kalau permukaan film itu terkena
LDR (Light Dependent Resistor) sinar.
Sensor cahaya yang paling mudah Fotoresistor dibuat dari
ditemukan dan digunakan adalah LDR (Light semikonduktor beresistansi tinggi. Jika
Dependent Resistor), yakni resistor khusus cahaya yang mengenainya memiliki
yang nilai hambatannya dapat berubah frekuensi yang cukup tinggi, foton yang
sesuai dengan intensitas cahaya. Jika cahaya diserap oleh semikonduktor akan
makin terang (intensitas cahaya naik), nilai menyebabkan elektron memiliki energi yang
hambatan LDR mengecil. Sebaliknya, bila cukup untuk meloncat ke pita konduksi.
intensitas cahayanya berkurang, nilai Elektron bebas yang dihasilkan (dan
hambatan LDR akan membesar. Adapun pasangan lubangnya) akan mengalirkan
komponen LDR ditunjukkan dalam Gambar listrik, sehingga menurunkan resistansinya.
2.16. Besarnya tahanan LDR /
fotoresistor dalam kegelapan mencapai
jutaan ohm dan turun sampai beberapa
ratus ohm dalam keadaan terang. LDR dapat
digunakan dalam suatu jaringan kerja
(network) pembagi potensial yang
menyebabkan terjadinya perubahan
tegangan kalau sinar yang datang berubah.
LDR digunakan untuk mendeteksi
intensitas cahaya, yang mana intensitas
Gambar 2.16. LDR (Light Dependent Resistor) cahaya sendiri dinyatakan dalam dua satuan
Dalam keadaan gelap resistansi LDR fisika, yaitu lumens per meter persegi dan
sekitar 10MΩ dan dalam keadaan terang Watt per meter persegi. Kedua satuan itu
sebesar 1KΩ atau kurang. LDR terbuat dari agak berbeda. yang satu berdasarkan pada
bahan semikonduktor seperti kadmium kepekaan mata manusia, yang satu lagi
sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya berdasarkan energi listrik yang dialirkan ke
yang jatuh menyebabkan lebih banyak sumber cahaya.
muatan yang dilepas atau arus listrik Karakteristik LDR
meningkat. Artinya resistansi bahan telah LDR adalah suatu bentuk komponen
mengalami penurunan. yang mempunyai perubahan resistansi yang
Namun perlu juga diingat bahwa besarnya tergantung pada cahaya.
respon dari rangkaian transistor akan Karakteristik LDR terdiri dari dua macam
sangat tergantung pada nilai LDR yang yaitu Laju Recovery dan Respon Spektral:
digunakan. Lebih tinggi nilai tahanan nya 1. Laju Recovery
akan lebih cepat respon rangkaian. Bila sebuah LDR dibawa dari suatu
Akan lebih mudah mengatur respon ruangan dengan level kekuatan cahaya
rangkaian bila kita menggunakan Op-Amp tertentu ke dalam suatu ruangan yang gelap,
sebagai penguat atau saklar pada rangkaian maka bisa kita amati bahwa nilai resistansi
LDR. Kita bisa gunakan berbagai jenis Op- dari LDR tidak akan segera berubah

42
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang
resistansinya pada keadaan ruangan gelap
tersebut. Namun LDR tersebut hanya akan
bisa mencapai harga di kegelapan setelah
mengalami selang waktu tertentu. Laju
recovery merupakan suatu ukuran praktis
dan suatu kenaikan nilai resistansi dalam
waktu tertentu. Harga ini ditulis dalam
K/detik, untuk LDR tipe arus harganya lebih
besar dari 200K/detik (selama 20 menit
pertama mulai dari level cahaya 100 lux), Gambar 2.17.Bentuk Fisik Limit Switch
kecepatan tersebut akan lebih tinggi pada Saklar Tekan ( Push Button)
arah sebaliknya, yaitu pindah dari tempat Saklar tekan dioperasikan dengan
gelap ke tempat terang yang memerlukan cara menekan sebuah tombol. Terdapat dua
waktu kurang dari 10 ms untuk mencapai jenis saklar semacam ini. Kebanyakan
resistansi yang sesuai dengan level cahaya diantaranya termasuk kedalam jenis push-
400 lux. to-make (tekan-untuk-menyambung).
2. Respon Spektral Dengan menekan tombol, kontak – kontak
LDR tidak mempunyai sensitivitas akan tertekan hingga saling bersentuhan
yang sama untuk setiap panjang gelombang dan saklar menutup. Jenis lainnya adalah
cahaya yang jatuh padanya (yaitu warna). push-to-break (tekan-untuk-
Bahan yang biasa digunakan sebagai memutuskan).kontak-kontaknya adalah
penghantar arus listrik yaitu tembaga, kontak - kontak normal tertutup, namun
aluminium, baja, emas dan perak. Dari akan dipaksa membuka ketika ketika
kelima bahan tersebut tembaga merupakan tombol ditekan.
penghantar yang paling banyak, digunakan Masing – masing jenis saklar yang
karena mempunyai daya hantar yang baik disebutkan diatas dapat bekerja untuk
(TEDC,1998) membentuk (atau memutuskan)sambungan
Limit Switch selama sekejap atau menguncinya
Limit Switch adalah sensor peraba (latching).sebuah saklar yang membentuk
yang bersifat mekanis dan mendeteksi (atau memutuskan) sambungan selama
sesuatu setelah terjadi kontak fisik. sekejap hanya akan menutup (atau
Penggunaan sensor ini biasanya digunakan membuka) selama tombol masih
untuk membatasi gerakan maksimum ditekan.ketika tombol dilepaskan, saklar
sebuah mekanik. Saklar jenis ini sangat akan kembali keposisi semula. Adapun
sensitive. Sedikit tekanan saja pada tuas bentuk fisik saklar tekan / push button
dapat mengakibatkan saklar berpindah dari ditunjukkan dalam Gambar 2.18
satu posisi ke posisi yang lainnya.
Sebuah limit switch dilengkapi
dengan pegas sehinga dalam keadaan
normal, kontak jalur bersama tersambung
ke kontak yang disebut normal – tertutup (
normally – closed )(n.c). kontak ketiga
adalah kontak normal terbuka (normally –
open ) (n.o).
Limit Switch digunakan dalam
aplikasi – aplikasi dimana saklar harus
dioperasikan secara mekanis.sebagai
Gambar 2.18 saklar tekan / push button
contoh, sebuah limit switch dapat dipasang Pada saklar yang mengunci
sedemikian rupa didalam sebuah lemari,
(latching) penyambungan atau pemutusan
sehingga tuas tertekan ketika pintu tertutup. daya, tombol akan tetap berada posisi
Kontak jalur bersama dan kontak normal – tertekan setelah pertama kali ditekan.
tertutupnya disambungkan ke sebuah Kontak – kontak saklar akan tetap menutup
rangkaian lampu. Ketika pintu tertutup,
atau membuka tergantung jenis saklar yang
kontak akan membuka dan lampu menyala. bersangkutan. Anda harus menekan tombol
Ketika pintu tebuka, kontak akan menutup
itu sekali lagi untuk membuka kunci dan
dan lampu menyala. Adapun bentuk fisik
mengembalikan tombol keposisi
limit switch ditunjukkan dalam Gambar normalnya.
2.17.

43
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang
Saklar – saklar tekan digunakan secara otomatis kita akan dibuatkan
secara luas di dalam beragam aplikasi kerangka program melalui menu-menu yang
control, dan dapat juga digunakan untuk disediakan. Fasilitas ini sangat membantu
menyambungkan daya kelampu-lampu, terutama apabila kita lupa dengan nama
perangkat radio, dan peralatan –peralatan register yang akan digunakan untuk
listrik lainnya. mengatur mode kerja fitur – fitur yang ada
Code Visior AVR dalam mikrokontroler. Jadi menurut penulis
Code Vision AVR merupakan salah fasilitas ini akan mudah dimengerti kalau
satu software compiler yang khusus pengguna paling tidak sudah pernah
digunakan untuk mikrokontroler. Meski mempelajari register-register kontrol dalam
Code Vision AVR termasuk software mikrokontroler ATmega16.atau dengan kata
komersial namun kita tetap dapat lain fasilitas ini hanya digunakan untuk
menggunakannya dengan mudah karena membantu mempercapat penulisan program
terdapat versi evaluasi yang tersedia secara serta mengingatkan kembali bagaimana
gratis walaupun dengan kemampuan yang penggunaan register-register apabila kita
dibatasi. Code Vision AVR merupakan yang lupa. Adapun software CodeVision AVR
terbaik bila dibandingkan dengan compiler ditunjukkan dalam Gambar 2.19.
– compiler yang lain.
Beberapa kelebihan yang dimiliki
oleh Code Vision AVR antara lain:
1.) Menggunakan IDE ( Intergrated
Development Environment ).
2.) Fasilitas yang disediakan lengkap
(mengedit program, mengcompile
program, mendownload program) serta
tampilanya yang terlihat menarik dan
mudah dimengerti. Kita dapat
mengatur settingan editor sedemikian
rupa sehingga membantu memudahkan
kita dalam penulisan program.
3.) Mampu membangkitkan kode program
secara otomatis dengan menggunakan
fasilitas Code Wizard AVR.
4.) Memiliki fasilitas untuk mendownload
program langsung dari Code Vision
AVR dengan menggunakan Hardware
khusus seperti Atmel STK500,Kanda Gambar 2.19. Software CodeVisionAVR
Sistem STK200+/300 dan beberapa
hardware lain yang telah didevinisikan
oleh Code Vission AVR.
5.) Memiliki fasilitas debugger sehingga
dapat menggunakan software compiler
lain untuk mengecek kode assembler-
nya contohnya AVRStidio.
6.) Mememiliki terminal komunikasi serial
yang terintegrasi dalam CodeVision
AVR sehingga dapat digunakan untuk
membantu pengecekan programyang
telah dibuat khususnya yang
menggunakan fasilitas komunikasi
serial UART.
Selain itu CodeVision AVR juga
menyediakan sebuah tool yang dinamakan
dengan code Generator atau
CodeWizardAVR. CodeWizardAVR
merupakan salah satu fasilitas yang
disediakan oleh CodeVision AVR yang dapat
digunakan untuk mempercepat penulisan
listing program. Dengan CodeWizardAVR

44
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang
tersebut dapat bekerja sesuai dengan
perencanaan yang telah dibuat atau tidak.
Adapun dalam pengujian fungsi
perangkat keras ( Hardware ) ini meliputi
beberapa bagian yaitu:
1. Pengujian Fungsi Sensor Kekeruhan
2. Pengujian Fungsi Pergantian Air
3. Pengujian Fungsi Pemberi Pakan Ikan.
Pengujian Sensor Kekeruhan LDR (Light
Dependent Resistor)
Tujuan :
1. Untuk membandingkan output sensor
saat mendeteksi kekeruhan pada saat air
jernih dan ketika air keruh.
Kondisi Pengujian:
1. Simulasi untuk mengetahui tingkat
kekeruhan air menggunakan pakan ikan
berupa palet dan tinta warna hitam.
2. Fungsi sensor kekeruhan diuji siang dan
malam hari untuk mengetahui apakah
ada perbedaan nilai yang diterima sensor
pada kondisi malam dan siang hari.
Peralatan :
1. Rangkaian sensor LDR (Light Dependent
Resistor)
2. Rangkaian Minimum sistem Atmega 16
3. LCD 16 x 2
Gambar 2.19. Software CodeVisionAVR Diagram Blok Pengujian
Seperti disampaikan sebelumnya Adapun diagram blok dari Pengujian
bahwa salah satu kelebihan dari CodeVision Sensor LDR ditunjukkan pada gambar 4.1.
AVR adalah tersedianya fasilitas untuk
mendownload program ke mikrokontroler Rangkaian LDR Minimum Sistem LCD
yang telah terintegrasi sehinga demikian
CodeVision AVR ini selain dapat berfungsi Gambar 4.1 Blok Diagram Pengujian Sensor LDR
sebagai software compiler juga dapat 1. Rangkaian sensor seperti pada
berfungsi sebagai software programmer perancangan.
downloader. Jadi kita dapat melakukan 2. Rangkaian minimum sistem ATmega16
proses download program yang telah seperti pada perancangan.
dikompile dengan menggunakan software Pengujian Sensor LDR
CodeVisionAVR. Adapun data awal yang diterima Sensor LDR
Namun demikian untuk bisa ditunjukkan pada gambar 4.2.
menggnakan fasilitas downloader ini kita Air Dalam keadaan sangat jernih
membutuhkan tambahan modul hardware
seperti atmelSTK500, Kanda Sistem
STK200+300,atau hardware lainya yang Air Dalam keadaan jernih
telah didefinisikan oleh CodeVision AVR.jadi
Fasilitas Chip programmer pada
CodeVisionAVR ini tidak akan dapat bekerja
jika kita tidak memiliki modul hardware
diatas.

PENGUJIAN ALAT
Pendahuluan
Setelah melakukan perancangan dan
pembuatan alat, maka tahap selanjutnya yang
harus dilakukan adalah pengujian terhadap alat 4.2Pendeteksi Sensor Pada kekeruhan 1.241-
yang telah dibuat untuk mengetahui apakah alat 1167 Lux

45
Pada gambar 4.2 pengujian sensor tahap ke Adapun data hasil pengujian fungsi sensor
1 data sensor mendeteksi nilai 1241 Lux air kekeruhan LDR ditunjukkan pada tabel 4.1.
dalam keadaan sangat jernih dan 1167 Lux
air dalam keadaan jernih, data yang diterima Table 4.1 Hasil pengujian fungsi sensor
sensor kekeruhan ditampilkan pada LCD, kekeruhan LDR
Adapun Pengujian Sensor LDR tahap ke 2
ditunjukkan pada gambar 4.3. Kekeruhan yang
Air dalam keadaan sedikit keruh Pengujian
Kondisi Air terdeteksi
ke
Malam Siang
Sangat
1 1198 ± 43 1240 ± 35
Air dalam keadaan agak Keruh jernih
Jernih
2 1096 ± 49 1168 ± 40
Sedikit
3 860 ± 43 947 ± 42
keruh
Agak keruh
4 595 ± 39 639 ± 44
Keruh
5 351 ± 34 419 ± 49
Sangat
6 55 ± 15 75 ± 25
Keruh

Hasil Analisa
Perbedaan kondisi pada malam dan
siang hari nilai cahaya yang diterima tidak
berbeda jauh. Sehingga fungsi sensor
Gambar 4.3 pendeteksi Sensor Pada pendeteksi kekeruhan dapat dikatakan
kekeruhan 936-640 Lux secara baik.
Pada gambar 4.3 pengujian sensor tahap Pengujian Fungsi Pergantian Air
ke 2 data sensor mendeteksi nilai 936 Lux Tujuan
air dalam keadaan sedikit keruh dan 640 Lux Pengujian fungsi pergantian air
air dalam keadaan agak keruh, data yang bertujuan untuk mengetahui apakah fungsi
diterima sensor kekeruhan ditampilkan pada pergantian air berfungsi dengan baik
LCD.Adapun Pengujian Sensor LDR tahap ke sebagai pergantian air berdasarkan tingkat
3 ditunjukkan pada gambar 4.4. kekeruhan.
Air dalam kondisi keruh Diagram Blok Pengujian
Adapun diagram pengujian fungsi
penguras dan penyuplai air ditunjukkan
Air dalam kondisi sangat keruh pada gambar 4.5 berikut ini.
Motor AC Minimum Sistem LCD

Gambar 4.5 block diagram pengujian fungsi


pergantian air
1. Rangkaian Driver Motor AC seperti
pada perancangan.
2. Rangkaian minimum sistem
ATmega16 seperti pada
perancangan
Pengujian motor pergantian air :
Adapun data hasil pengujian fungsi
Gambar 4.4 pendeteksi Sensor Pada pergantian air ditunjukkan pada tabel 4.2.
kekeruhan 424 - 70 Lux
Pada gambar 4.4 pengujian sensor tahap Tabel 4.2 pengujian motor pergantian air
ke 3 data sensor mendeteksi nilai 424 Lux air Tingkat Kekeruhan Keterangan Motor
dalam keadaan keruh dan 70 Lux air dalam No setting Yang Pergantian Air
keadaan sangat keruh , data yang diterima keruh Terdeteksi Aktif/Tidak
sensor kekeruhan ditampilkan pada LCD,

46
Tabelpengujian ketepatan waktu
1250 Tidak Aktif pemberi pakan ikan diatas, merupakan hasil 5
1 1000 kali pengujian dilakukan untuk mengetahui
925 Aktif ketepatan waktu untuk memberi pakan ikan.
Hasilanalisa
403 Aktif Dari hasil 5 kali pengujian dilakukan
Tabel pengukuran diatas, untuk mengetahui ketepatan waktu untuk
merupakan hasil pengujian dilakukan untuk memberi pakan ikan. Fungsi pemberi pakan ikan
mengetahui keakuratan saat pergantian air berjalan sesuai dengan setting waktu yang telah
mendapat perintah dari nilai kekeruhan ditentukan, pemberi pakan ikan membuka dan
sensor LDR. menutup katup selama 3 detik dan tidak ada
Hasilanalisa kendala dalam ketapatan waktu.
Pengujian fungsi pergantian air
pada table 4.2 berdasarkan tingkat setting PENUTUP
kekeruhan yang diterima sensor LDR. Motor Hasil yang didapatkan setelah
penguras bekerja jika nilai lux dibawah melakukan perancangan dan pembuatan sistem
settingan lux. Motor pergantian air akan Pendeteksi Kekeruhan dan Pemberian Pakan ikan
berhenti jika nilai lux diatas nilai setting Berupa Palet Pada Akuarium Air Tawar Secara
keruh. Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATmega16
Pengujian Fungsi Pemberi Pakan Ikan sesuai dengan yang diharapkan.
Tujuan 1. Sensor kekeruhan dapat mendeteksi keruh
Pengujian fungsipemberi pakan berdasarkan cahaya yang diterima serta
ikan bertujuan untuk mengetahui ketepatan menjalankan motor penguras sesua setting
waktu pemberian pakan ikan berdasarkan kekeruh.
waktu yang telah disetting. 2. Pemberi pakan ikan bekerja dengan baik sesuai
dengan waktu yang dijadwalkan.

Diagram Blok Pengujian Dari kesimpulan diatas, ada beberapa


Adapun diagram pengujian pemberi saran dari perancangan Tugas Akhir ini adalah :
pakan ikan ditunjukkan pada gambar 4.6 a) Untuk pengembangan selanjutnya diharapkan
berikut ini. ada penambahan catu daya cadangan agar alat
dapat bekerja meskipun aliran listrik PLN padam.
Motor AC Minimum Sistem LCD
b) Akuarium diletakkan didalam ruangan yang tidak
Gambar 4.6 diagram pengujian terlalu banyak cahaya yang masuk untuk
pemberi pakan ikan meminimalkan cahaya dari luar.
1. Rangkaian Driver Motor DC seperti pada
perancangan.
2. Rangkaian minimum sistem ATmega16 DAFTAR PUSTAKA
seperti pada perancangan
Pengujian Fungsi Pakan Ikan [1] Tri Utami Dewi.2010. Automatic Feed Vessel
Adapun data hasil pengujian ketepatan and Decorative Lighting onAT89S51
waktu pemberi pakan ikan ditunjukkan pada Microcontroller Base Aquarium.Universitas
tabel 4.3. Gunadarma Jakarta. jakarta
Tabel 4.3 pengujian ketepatan waktu pemberi [2] Ratna Desta Wahyu Ningtias.2010. Sistem
pakan ikan Pengendali akuarium dan pemberi pakan
No Waktu Pemberi Waktu Pemberi ikan otomatis berbasis mokrikontroler
pakan pakan pakan pakan Atmega89s52 via sms. Universitas
ikan 1 ikan ikan 2 ikan Pembangunan Nasional.veteran.jawa timur.
ya/tidak ya/tidak [3] Andrianto, Heri. Juli 2008. Pemrograman
1 07.00 Ya 15.00 Ya Mikrokontroler AVR ATmega
16.Informatika Bandung. Bandung
2 10.10 Ya 18.00 Ya [4] Pitowarno ,Endra, 2007 Robotika Desain
Kontrol dan Kecerdasan Buatan, Andi Offset,
3 15.45 Ya 08.00 Ya Yogyakarta.
[5] Richard blocher,dipl,phys,2003,2004,Dasar
4 20.30 Ya 05.20 Ya Elektronika. Andi Yogyakarta,Yogyakarta
[6] Bishop, owen, 2002 Dasar – dasar
5 01.15 Ya 12.00 Ya Elektronika. Erlangga Jakarta

47
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang
[7] Malvino,Albert paul, 2003 Prinsip-prinsip
Elektronika,Jilid 1 & 2,edisi
pertama,Penerbit: Salemba Tehnika,Jakarta.
[8] Sutantyo, Raedi Rahadian, 2011, Pemusatan
Switch Lampu Berbasis Mikrokontroler Avr
Atmega 8535 (Lamp Switch Centralization
Based On Microcontroller AVR ATMega
8535)Library It Telkom Bandung

[9] Fathoni, Akhmad, 2012 Pemanfaatan Pulse


Width Modulation Untuk Mengontrol Motor
( Studi Kasus Robot Otomatis Dua Deviana ),
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan
Komputer, Malang.
[10]http://www.sentra-
edukasi.com/2011/04/akuarium-jenis-dan-
macamnya.html/
[11]http://o-
fish.com/2012/08/Akuarium/pencahayaan.
php.
[12]http://orphek.com/id/led/2012/07/underst
anding-kelvin-lux-lumens-parand-pur/

48
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ASIA Malang